NovelToon NovelToon
Si Bodoh Desa Ternyata Tabib Dewa

Si Bodoh Desa Ternyata Tabib Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bima selalu dianggap sebagai pemuda idiot desa yang hanya bisa tersenyum saat dihina dan dilempari batu oleh warga, padahal di balik kepolosannya ia adalah pewaris tunggal ilmu pengobatan tingkat dewa dari seorang pertapa sakti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Wush.

Angin malam berhembus semakin kencang membawa hawa dingin ke halaman kediaman keluarga Herman.

Pria bertopeng yang memanggil dirinya Sang Bayangan itu mulai mengambil posisi kuda-kuda.

"Kau terlalu banyak bicara, Bima," ucap pria itu dengan nada meremehkan.

"Bersiaplah untuk mati dan menemui leluhurmu di neraka."

Bima masih berdiri santai dengan kedua tangan menggantung bebas di sisi tubuhnya.

Dia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan bersiap menangkis serangan.

"Silakan serang duluan," tantang Bima dengan wajah datar tanpa ekspresi.

"Aku akan memberimu kesempatan untuk menunjukkan kehebatan Asosiasi Medis Gelap."

Sang Bayangan mendengus kesal merasa diremehkan oleh pemuda ingusan di depannya.

Syut.

Pria bertopeng itu melesat maju dengan kecepatan yang sangat luar biasa.

Tubuhnya seolah menyatu dengan kegelapan malam yang menutupi halaman tersebut.

Hanya kilatan perak dari pedang katananya yang terlihat membelah udara dengan ganas.

"Mati kau!" teriak Sang Bayangan dari arah samping kanan Bima.

Pedang tajam itu mengarah langsung ke leher Bima dengan niat membunuh yang sangat pekat.

Bima sama sekali tidak memindahkan kakinya dari posisi berdirinya semula.

Dia hanya memiringkan kepalanya ke kiri beberapa sentimeter saja dengan sangat tenang.

Trang.

Suara logam beradu terdengar sangat nyaring memecah kesunyian malam di taman itu.

Sang Bayangan melebarkan matanya di balik celah topeng logamnya karena terkejut.

Dia melihat pedang katananya terhenti total di udara sebelum sempat menyentuh kulit Bima.

"Hanya ini kecepatan terbaik dari pembunuh elit kebanggaan kalian?" ejek Bima santai.

Dua jari Bima, yaitu jari telunjuk dan jari tengahnya, menjepit bilah pedang katana itu dengan sangat mudah.

Pria bertopeng itu mencoba menarik pedangnya ke belakang sekuat tenaga.

Namun pedang itu sama sekali tidak bergeser seolah tertancap pada batu karang yang sangat kokoh.

"Mustahil," gumam Sang Bayangan dengan suara bergetar tertahan.

"Bagaimana kau bisa menahan pedang berlapis tenaga dalam ini hanya dengan dua jari kosong?"

Bima tersenyum tipis mendengar pertanyaan bodoh dari musuhnya itu.

"Tenaga dalammu terlalu lemah," jawab Bima jujur apa adanya.

"Bahkan energi dari anak kecil yang baru belajar bela diri di desaku terasa lebih kuat dari ini."

Bima kemudian memutar pergelangan tangannya sedikit ke arah luar.

Krak.

Pedang katana berbahan baja berkualitas tinggi itu patah menjadi dua bagian dengan mudahnya.

Sang Bayangan terhuyung mundur ke belakang karena tiba-tiba kehilangan keseimbangannya.

Dia menatap patahan pedang di tangannya dengan perasaan tidak percaya.

"Kau bukan manusia biasa," ucap pria itu mulai dilanda ketakutan.

"Tentu saja aku manusia biasa," balas Bima sambil membuang ujung pedang yang dijepitnya ke atas tanah.

"Hanya saja standar kekuatan kita berdua berada di dimensi yang sama sekali berbeda."

Sang Bayangan langsung membuang sisa gagang pedangnya dan mundur beberapa langkah lagi menjauhi Bima.

Dia tahu pertarungan jarak dekat melawan monster seperti pemuda ini adalah tindakan bunuh diri.

Pria itu memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong kecil di pinggang celananya.

"Jangan sombong dulu, bocah," gertak Sang Bayangan mencoba menutupi rasa takutnya.

"Kau mungkin memiliki fisik yang kuat, tapi kau tidak akan bisa menghindari ini."

Syring syring syring.

Puluhan jarum beracun melesat keluar dari tangan pria itu menuju tepat ke arah Bima.

Jarum-jarum mematikan itu memancarkan cahaya kehijauan di bawah sinar bulan yang redup.

"Jarum beracun?" tanya Bima terdengar sedikit geli.

"Kau mencoba bermain-main dengan racun di depan seorang tabib?"

Bima menarik nafas panjang dan menghentakkan kaki kanannya ke atas tanah.

Bum.

Gelombang udara yang sangat kuat meledak seketika dari dalam tubuh Bima.

Angin kencang menyapu halaman itu dan membuat puluhan jarum beracun itu langsung berbalik arah.

Jarum-jarum itu jatuh berserakan di atas rumput tanpa bisa menyentuh ujung pakaian Bima sedikit pun.

"Sialan!" umpat Sang Bayangan mulai merasa frustrasi.

Dia tidak pernah menghadapi lawan yang bisa mematahkan semua serangan andalannya dengan semudah ini.

"Apa tujuan sebenarnya Asosiasi Medis Gelap?" tanya Bima memancing informasi.

"Kalian terus mengincar rumah sakit keluarga Herman tanpa henti belakangan ini."

Pria bertopeng itu tertawa sinis mendengar pertanyaan Bima.

"Kau terlalu naif, Tabib Muda," ejek Sang Bayangan sambil memegang dadanya yang mulai bergemuruh.

"Keluarga Herman memegang kendali atas rantai pasokan obat tradisional terbesar di negara ini."

"Jika kami bisa menjatuhkan reputasi mereka, maka pasar obat akan jatuh ke tangan kami sepenuhnya."

Bima mengangguk pelan seolah mulai mengerti inti dari permasalahan bisnis kotor tersebut.

"Jadi ini semua hanya karena keserakahan semata," simpul Bima menatap tajam musuhnya.

"Kalian mengorbankan nyawa puluhan orang tidak bersalah di rumah sakit demi menguasai pasar bisnis."

"Itu adalah tindakan pengecut."

Sang Bayangan mendengus marah dikatai pengecut oleh anak muda yang baru dikenalnya.

"Dalam dunia bisnis bawah tanah, tidak ada yang namanya tindakan pengecut," bantah pria itu keras.

"Yang ada hanyalah siapa yang kuat dan siapa yang lemah untuk bertahan hidup."

"Dan aku akan memastikan kau mati malam ini juga!"

"Apakah kau sudah kehabisan mainan?" tanya Bima memotong ucapan pria itu dan melangkah maju pelan.

1
@𝐊𝐫𝐮𝐥𝐜𝐢𝐟𝐞𝐫 𝖋𝖙 𝙆𝙂
aku pertama ni dapat apa 😁
kiyoe: selamat anda mendapatkan ucapan dari author kak hehe
total 1 replies
@𝐊𝐫𝐮𝐥𝐜𝐢𝐟𝐞𝐫 𝖋𝖙 𝙆𝙂
lanjut gak nih
@𝐊𝐫𝐮𝐥𝐜𝐢𝐟𝐞𝐫 𝖋𝖙 𝙆𝙂: 😁👍👍aman
total 2 replies
Asmara Kacau
di tunggu bab selanjut nya thor
kiyoe: baik kak mohon di tunggu yaa buat bab selanjutnya yang lebih menarik 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!