Aku, *Aira Putri*, dipaksa nikah sama *Arka Mahendra* demi bayar utang rumah sakit mamaku.
Dia CEO dingin, tajir, dan paling benci sama wanita matre. Aku? Cuma karyawan biasa yg apes.
Aturannya jelas:
1. Gak boleh saling cinta
2. Gak boleh pegang tangan
3. Cerai setelah 1 tahun
Masalahnya...
Kenapa dia yg paling pertama nolongin pas aku diganggu?
Kenapa dia yg marah pas aku deket sama cowok lain?
Kenapa tatapan dinginnya bikin jantungku anget?
*Arka Mahendra* bersumpah gak akan jatuh cinta.
Tapi takdir bilang: *"Jodoh gak akan kemana"*
Akankah pernikahan kontrak ini berakhir di meja hijau... atau di pelaminan beneran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nabila claraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8 -SIDANG
*JAM 4 PAGI - H-1 SIDANG*
Aira gak bisa tidur sama sekali. Muter-muter di kasur.
Perut 5 bulan nendang-nendang.
Arka kebangun. "Kenapa Ra? Mimpi buruk?"
"Enggak Mas," kata Aira. "Takut aja. Takut hakim percaya Raka."
Arka langsung peluk. "Denger. Kita punya Tuhan. Kita punya bukti. Kita punya satu sama lain."
Aira nangis di dada Arka. "Iya Mas."
Jam 5. Arka bikin teh anget + roti.
"Makan dulu. Biar kuat."
Aira: "Mas juga makan."
"Makan bareng," kata Arka. Suapin Aira.
*JAM 7 PAGI - BERANGKAT KE PENGADILAN*
Mobil isinya: Arka, Aira, Bu Ratna, Bu Yati, Pengacara Pak Dimas.
Semua diem. Tegang.
Di depan pengadilan, wartawan 50 orang.
"Pak Arka! Tanggapan soal gugatan!"
"Bu Aira! Bener anak itu anak bapak?"
Arka buka pintu. Langsung nutupin Aira pake badan.
"TOLONG KASIH JALAN! ISTRI SAYA HAMIL!"
Masuk. AC dingin banget.
Raka udah duduk. Jas mahal. Di sebelahnya Natasha + pengacara Ibu Dina.
Pas liat Aira, Raka senyum. Sinis.
Arka duduk. Genggam tangan Aira di bawah meja. Kuat.
*JAM 9 PAGI - SIDANG DIMULAI*
Hakim: "Sidang gugatan hak asuh anak Raka Pratama terhadap Arka Mahendra saya buka."
Pengacara Raka berdiri. "Yang Mulia. Klien saya ayah biologis. Ini bukti."
Dia muterin video. Video Aira + Raka 1 tahun lalu di cafe. Ketawa. Pegang tangan.
Aira langsung nunduk. Air mata jatuh.
Arka bisik: "Lihat aku. Jangan dia."
Giliran pengacara Arka. "Yang Mulia. Ini surat nikah resmi. Ini hasil DNA 99.9%. Ini CCTV Arka yang antar Aira USG. Dan ini saksi."
Bu Yati naik. "Saya liat Tuan Arka masakin tiap hari. Nyuapin. Ngompres pas demam."
Bu Ratna naik. "Saya ibu Arka. Saya saksikan akad. Saya akui Aira sebagai menantu."
Terakhir. Arka berdiri.
Ruangan hening.
"Yang Mulia," suara Arka serak. "Saya bukan orang pinter ngomong. Saya CEO. Kerja saya di angka."
Dia nengok ke Aira.
"Tapi saya tau tanggung jawab. Saya yang nikahin Aira pas dia gak punya siapa-siapa. Saya yang denger detak jantung anak kami pertama kali."
Dia jalan ke depan hakim.
"Raka bilang dia ayahnya. Oke. Terus 5 bulan ini dia dimana? Pas Aira muntah darah? Pas Aira pingsan di kamar mandi? Pas Aira nangis jam 2 pagi karena takut?"
Raka mau jawab. "Saya--"
Hakim: "DIAM!"
Arka balik. Jalan ke Aira. Jongkok di depan semua orang.
Genggam dua tangan Aira.
"Aira," bisik Arka. Cuma buat Aira denger. "Kamu mau ikut siapa? Jawab jujur. Aku kuat."
Aira nangis. Berdiri. Pegang perut.
"Yang Mulia," suaranya kecil tapi jelas. "Saya mau sama suami saya. Arka Mahendra. Dia ayah anak saya. Dia rumah saya."
*JAM 11 SIANG - KETUK PALU*
Hakim diem 1 menit. Liat berkas.
"Setelah mempertimbangkan bukti dan saksi. Pengadilan memutuskan. Hak asuh anak jatuh kepada Arka Mahendra dan Aira. Gugatan Raka Pratama DITOLAK."
_DUK_
Aira langsung lemes. Arka nangkep. Peluk kenceng.
"Kita menang, Ra. Kita menang."
Bu Ratna sujud. Bu Yati nangis.
Raka berdiri. Wajah merah. "INI KOLUSI!"
Pengacara: "Duduk Pak."
Natasha keluar duluan. Nangis.
Arka gendong Aira keluar. Beneran digendong.
Wartawan: "Pak Arka komentar!"
Arka: "BAHAGIA. KARENA KELUARGA SAYA UTUH."
*JAM 1 SIANG - DI MOBIL*
HP bunyi. Ayah.
"Ark. Ayah bangga. Saham naik 12%. Maaf ya. Ayah salah nilai Aira."
Arka: "Makasih Yah."
Bu Ratna: "Malam ini kita syukuran. Undang semua."
*JAM 6 SORE - SYUKURAN RUMAH*
50 orang. Rame banget.
Arka pidato pake mic. "Terima kasih udah dateng. Ini istri saya Aira. Ini anak kami."
Dia pegang perut Aira.
Tiba-tiba pintu kebuka. RAKA.
Semua diem.
Arka langsung maju. Nutupin Aira. "Ngapain?"
Raka angkat tangan. "Aku gak mau berantem. Aku... mau minta maaf."
Dia liat Aira. "Ra. Aku kalah. Aku egois. Maafin aku. Dan... selamat ya."
Aira manggut pelan. "Iya Kak. Makasih."
Raka senyum sedih. "Jaga dia baik-baik, Ark."
Dia pergi. Kali ini beneran.
*JAM 10 MALAM - KAMAR*
Setelah tamu pulang. Sepi.
Arka dan Aira duduk di lantai. Lilin.
"Mas," kata Aira. "Makasih udah berjuang."
Arka geleng. "Kamu yang kuat."
Dia taruh kepala di perut Aira. "Halo anak. Papa menang buat kamu."
Arka nengok. "Aira. Aku sayang kamu. Bukan karena kontrak. Bukan karena anak. Tapi karena kamu."
Aira nangis. "Aku juga sayang Mas. Banget."
Mereka peluk. Lama.
*JAM 12 MALAM*
Mereka tidur di sofa. Selimutan.
Arka bisik: "Mulai besok gak usah takut lagi ya."
"Iya Mas."
Keesokan pagi. Surat: _PUTUSAN FINAL: DIMENANGKAN._
Arka tempel di kulkas.
Bu Yati foto. "Buat kenang-kenangan."
Arka peluk Aira dari belakang pas Aira masak.
"Hari ini kita mau apa?"
"Tidur," kata Aira.
"Oke. Tidur seharian. Sama aku."
*JAM 3 SORE - LANJUTAN*
Mereka masak bareng. Sayur asem.
Arka motong bawang. Nangis.
"Kok pedih."
Aira ketawa. "Pake kacamata Mas."
Bu Ratna dateng bawa kue. "Ganggu gak?"
"Enggak Bu. Gabung," kata Arka.
Makan 3 orang. Ketawa.
*JAM 7 MALAM - PAKET DARI RAKA*
Kurir: "Buat Bu Aira."
Isinya: baju bayi 10 set. Ada kartu: _"Dari Raka. Buat keponakanku. Maaf."_
Aira nangis.
Arka peluk. "Udah. Dia ikhlas."
Malam itu mereka lipetin baju bayi.
"Ini kecil banget Mas."
"Iya. Nanti kita pakein tiap hari ya."
*JAM 10 MALAM - BERITA TV*
"Kasus CEO Arka menang. #TeamArkaAira trending."
Arka matiin TV. "Udah. Gak usah."
"Aku cuma mau terkenal di rumah ini. Sebagai suami kamu," kata Arka.
Dia gendong Aira ke kamar.
*JAM 12 MALAM - DI KAMAR*
Lampu tidur.
"Aira," kata Arka. "Besok kita ke makam Ayah kamu ya. Kasih tau kita menang."
"Iya Mas."
"Aku juga mau nulis surat buat anak kita," kata Arka.
Dia ngetik:
_"Nak, Papa ketemu Mama pas susah. Papa dingin. Mama anget.
Papa kalah di hidup. Tapi menang karena ada Mama.
Keluarga itu siapa yang mau berjuang. Dan Papa+Mama akan berjuang buat kamu.
- Papa Arka"_
Dia print. Tempel di kamar bayi.
Aira liat. Nangis. "Mas..."
Arka peluk dari belakang. Tangan di perut.
"Tuh dia nendang. Setuju."
Mereka ketawa.
*JAM 2 PAGI - AIRA GAK BISA TIDUR*
Aira bisik: "Mas... kita beneran menang ya?"
Arka peluk lebih erat. "Iya, Ra. Beneran. Udah sah."
Jam 3. HP Arka bunyi. Email dari pengacara.
Lampiran: Surat resmi pencabutan gugatan dari Raka.
Arka screenshot. Kirim ke grup keluarga. "Udah resmi. Selesai."
*JAM 8 PAGI - HARI KE 2 SETELAH SIDANG*
Bu Ratna udah di dapur dari jam 6. Masak rendang, opor.
"Buat syukuran kedua," katanya.
Arka bantuin. Pake celemek.
Bu Ratna fotoin. "Nanti aku kirim ke grup keluarga."
Aira turun. "Mas kok bangun pagi?"
"Jagain istri + mama," jawab Arka. Peluk Aira dari belakang.
*JAM 11 SIANG - AYAH DATANG*
Mobil mewah berhenti. Ayah Arka turun. Bawa koper.
Arka kaget. "Yah?"
Ayah peluk Arka. "Maaf ya Nak. Ayah sombong."
Arka peluk balik.
Ayah jongkok. Pegang tangan Aira.
"Nduk... maafin Bapak ya. Bapak yang nyuruh Arka nikah kontrak."
Aira nangis. "Gak apa-apa Pak."
Ayah kecup kening Aira. "Makasih udah jagain anak Bapak."
Makan siang 5 orang. Pertama kalinya akur.
*JAM 3 SORE - WAWANCARA TV*
Tim TV datang. "Pak Arka, apa rahasia rumah tangga?"
Arka liat Aira. "Jujur. Dan pilih dia tiap hari."
Pembawa acara ke Aira: "Bu Aira pesannya?"
Aira: "Buat perempuan di luar sana. Kamu berharga."
Video itu viral 2 jam. 10 juta views.
*JAM 6 SORE - RAKA NELPON TERAKHIR*
"Ark," suara Raka. Capek. "Aku mau pamit. Aku pindah ke Surabaya."
Arka diem.
"Jaga Aira baik-baik ya. Titip," kata Raka.
_Klik_
Aira pegang tangan Arka. "Mas..."
Arka buang napas. "Udah. Beneran selesai."
*JAM 8 MALAM - KELUARGA BESAR KUMPUL*
20 orang datang. Bawa kado.
Paman: "Ark, dulu Paman yang paling nentang. Maaf ya."
Arka: "Udah Paman. Duduk. Makan."
Arka berdiri. "Saya mau umumin. 2 bulan lagi kami pindah ke rumah baru. Dan... kami mau umroh bareng."
Semua tepuk tangan.
*JAM 10 MALAM - DI KAMAR BAYI*
Arka dan Aira nata kado.
Arka duduk di kursi goyang. Aira duduk di pangkuannya.
"Mas capek gak?"
"Capek. Tapi bahagia," jawab Arka.
*JAM 12 MALAM - SURAT BUAT AIRA*
Arka kasih Aira amplop.
_"Untuk Aira,
Terima kasih udah mau jadi rumah aku.
Aku janji. Seumur hidup aku, aku cuma punya kamu.
- Arka"_
Aira nangis. Peluk Arka.
*JAM 3 PAGI - AIRA KONTRAKSI PALSU*
Aira kesakitan. "Mas... perut..."
Arka panik. Langsung gendong. Ke RS.
Dokter: "Kontraksi palsu Bu. Normal."
Di mobil pulang, Arka genggam tangan Aira. "Takut aku."
*JAM 7 PAGI - HARI KE 3*
Bu Ratna ngajakin Aira arisan.
Di arisan ibu-ibu bisik-bisik.
Bu Ratna berdiri. "Ini menantu saya. Siapa yang ngomong jelek, urusannya sama saya."
Pulang, Aira nangis. "Makasih Mama udah belain."
*JAM 1 SIANG - ARKA KERJA DARI RUMAH*
Arka pindahin laptop ke meja makan.
Direktur: "Pak Arka, ini proposal."
Arka: "Kirim ke istri saya dulu. Dia HRD."
Aira dari dapur: "Mas!!!"
Arka ketawa. "Iya sayang?"
*JAM 4 SORE - KONTROL USG 4D*
Dokter: "Mau liat wajah debay?"
Layar nyala. Bayi lagi ngisep jempol.
Arka langsung nangis. "Ya Allah... mirip Aira."
Di mobil, Arka gak lepas pegang foto USG.
*JAM 7 MALAM - NATASHA KIRIM PESAN TERAKHIR*
_"Ark. Aku udah resign. Aku mau S2 ke luar negeri.
Maaf ya dulu aku jahat ke Aira.
- Natasha"_
Aira baca. Terus hapus. "Udah Mas. Maafin aja."
*JAM 9 MALAM - KELAS HAMIL ONLINE*
Arka ikut. Pake baju olahraga.
Instruktur: "Bapak-bapak, praktek pijit pinggang istri."
Arka pijit Aira. Kuat banget.
Aira: "Aduh Mas pelan."
Semua suami-suami ketawa di zoom.
*JAM 11 MALAM - RAKA KIRIM KADO TERAKHIR*
Isinya: Stroller, car seat, box bayi.
Kartu: _"Maaf telat. Buat keponakan. - Raka"_
Mereka rakit stroller bareng sampe jam 12. Salah pasang 3x.
*JAM 12 MALAM - DI TERAS*
Arka: "Ra, inget gak dulu kamu tidur di sofa ruang tamu?"
Aira ketawa. "Inget. Mas galak."
Arka: "Sekarang sofa itu kita buang. Ganti sama ayunan ini."
Arka sandarin kepala di bahu Aira.
"Mas takut jadi Ayah yang gagal."
Aira pegang tangan Arka. "Mas gak akan. Mas udah jadi suami terbaik."
*JAM 2 PAGI - AIRA HAUS*
Aira: "Mas... haus."
Arka langsung lari ke dapur. Bikin air lemon anget.
*JAM 8 PAGI - HARI KE 4*
Ayah telpon. "Ark, Ayah mau umroh minggu depan. Ikut?"
Arka: "Oke. Berangkat 4 orang. Aku, Aira, Mama, Ayah."
Aira: "Mas serius? Umroh bareng?"
Arka: "Iya. Doa bareng di depan Ka'bah."
*JAM 3 SORE - FOTO KELUARGA*
Fotografer datang ke rumah.
Foto 1: Arka peluk Aira dari belakang, pegang perut.
Foto 3: Cuma perut Aira + tangan Arka.
Hasilnya ditempel di ruang tamu. Besar.
*JAM 8 MALAM - ARKA MASAK*
Menu: Ayam bakar + sambal.
Makan di lantai. Pake tikar.
"Kayak pacaran dulu," kata Aira.
Arka: "Ini pacaran. Cuma bedanya... kita udah nikah."
*JAM 10 MALAM - PENUTUP BAB 8*
Arka nulis di diary.
_Hari ke 4 setelah menang.
Hari ini aku liat wajah anakku.
Hari ini aku bahagia._
Aira baca. Peluk Arka.
"Mas, makasih udah bikin aku ngerasa berharga."
Arka kecup kening. "Kamu emang berharga, Ra."
Arka matiin lampu. Peluk Aira. Tangan di perut.
"Tidur ya. Besok kita umroh."
"Iya Mas."
Di luar, hujan pelan.
Di dalam, 3 detak jantung. Arka. Aira. Bayi.
Konflik udah selesai.
Sekarang... tinggal nunggu keajaiban.
*TAMAT BAB 8*
---
*CATATAN PENULIS* ✍
*RANGKUMAN BAB 8:*
Sidang + Arka jongkok + Menang
Ayah minta maaf + Raka pamit
Wawancara TV + Arisan
USG 4D + Kelas hamil
Kontraksi palsu + Raka kirim stroller
Rencana Umroh + Foto keluarga
*VOTING BAB 9 WAJIB!!!*
A. *"BABY SHOWER"* \= Bu Ratna bikin acara, gender reveal
B. *"HONEYMOON UMROH"* \= Arka ajak Aira umroh sebelum lahiran
C. *"KELAHIRAN"* \= Aira kontraksi asli jam 2 pagi
Komen A/B/C + VOTE ⭐ 15K ya! Kalau tembus Bab 9 aku up adegan Arka adzanin bayi 🔥
Makasih udah setia 7200 kata min 🤍
- _Penulis: Askara Senja_ -
---