NovelToon NovelToon
System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran

Status: tamat
Genre:Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Alveandra

Alvin Moor seorang menantu laki - laki yang tidak berguna.

Alvin yang harusnya menjadi tulang punggung, dia malah menjadi tulang rusuk.

Istrinya Jeni Su merupakan seorang Wanita karir.

Mereka berdua menikah karena saling mencintai, tapi karena Alvin tidak bekerja layaknya seorang suami pada umumnya, dia dihina terus menerus oleh mertuanya.

Cacian dan Makian sudah menjadi makanan sehari - hari Alvin.
dia tetap bertahan karena dia sangat mencintai Jeni Su.

Tapi ada kalanya Jeni juga merasa jengah dengan Alvin akibat omongan keluarganya yang selalu membanding - bandingkan Alvin dengan menantu yanga lainnya.

Karena pendidikan Alvin sangat rendah, dia tidak bisa mencari pekerjaan yang memiliki gaji tinggi.

Akibatnya Jeni hampir saja menceraikan Alvin karena tergiur dengan ucapan orang tuanya yang mengenalkan dia dengan seorang taipan.

Tapi pada saat Alvin berada di titik terendah, tiba - tiba anugrah System Cek in masuk dalam tubuhnya.

Akankah Jeni menceraikan Alvin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi Ke Kediaman Keluarga Su

Alvin mengajak Jeni ke kamar dan melakukan olahraga yang membuat mereka tambah saling menyayangi.

Jeni sekarang mau di ajak Alvin berolahraga, kapanpun, dimanapun asal Alvin menginginkannya, karena Jeni ingin menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri yang sempat tertunda tiga tahun belakangan.

...**...

Sementara itu di kediaman Keluarga Su, Danil sedang mengumpulkan kembali anak - anaknya. Karena sudah satu minggu tidak ada yang berhasil bekerja sama dengan Matrix Capital.

" Sebenarnya apa yang kalian lakukan selama ini hah !, aku kecewa dengan kalian !" Danil Su meraung keras. Hingga suaranya menggema di dalam ruangan tersebut.

Semua anak Danil menundukkan kepalanya, mereka semua tidak berani menatap Ayahnya yang sedang marah.

Hanya Leni saja yang terlihat tersenyum senang. Pasalnya hanya dia yang tidak dibebani tanggung jawab itu.

" Sekarang katakan padaku apa masalahnya !?, apa aku perlu turun sendiri untuk melakukan pekerjaan ini ?!" Danil menatap marah anak - anaknya.

Peter memberanikan diri untuk buka suara " Kakek, sebenarnya ini semua salah suami Jeni, dia yang mengenal pemilik Matrix Capital tapi tidak mau membantu kami !"

Jordan langsung menimpali " benar Ayah, ini semua salah Alvin, masa kemarin kami datang ketempatnya langsung di usir, padahal kami hanya ingin meminta bantuannya "

Wajah Leni yang tadi berbinar berubah menjadi jelek, dia tidak menyangka jika Jordan dan anaknya malah melimpahkan kesalahan mereka pada Jeni.

Leni buka suara " Kakak !, kenapa kamu bawa - bawa masalah ini dengan Jeni !, dia tidak tahu apa - apa !, dan semenjak kapan Pria bodoh itu mengenal pemilik Matrix Capital !?"

Jordan mencibir " Kamu ibunya saja tidak tahu bagaimana kehidupan Jeni dan suaminya sekarang !, terus kamu mau menasehati aku ?, Leni berpikirlah sebelum bicara !"

Leni mau menjawab lagi, tapi tiba - tiba Danil menggebrak Meja " Braaakkk !"

" Diam kalian semua !"

Seketika semua orang diam, Jorah Su memegangi pipinya yang bengkak akibat di tampar Alvin dan giginya lepas.

Jorah Su tidak bicara sama sekali karena untuk bicara saja pipinya terasa nyeri.

Danil menatap Leni Su " Leni !, apakah benar yang dikatakan Jordan dan Peter jika suami anakmu mengenal pemilik Matrix Capital ?".

Leni menggelengkan kepalanya " Aku tidak tahu Ayah, karena Jeni sekarang sudah tidak tinggal bersamaku "

Danil menghela napas, dia tahu kenapa Leni tidak tinggal bersama anaknya " Leni !, hubungi Jeni dan suruh dia kemari sekarang !"

Leni hanya menganggukkan kepalanya, dia langsung mengeluarkan Ponselnya dan menghubungi Leni.

Di Mansion Alvin.

" Ahhhh sayang " Leni sedang mendesah ketika di pompa Alvin.

Tiba - tiba ponselnya berdering, Alvin menghentikan pompaannya dan menyuruh Leni mengangkat teleponnya.

Alvin sesekali memompa Jeni, membuatnya merajuk manja " Ih..sayang sebentar dulu "

Jeni dengan susah payah mengambil ponselnya tanpa melepas aktivitas mereka.

" Siapa yang menelpon sayang ?" tanya Alvin yang sedang rebahan di atas istrinya.

" Ibu " jawab Jeni malas.

" Angkat saja, kasihan sudah lama kamu mendiamkannya " Alvin menyuruh dengan lembut.

Jeni menghela napas " Baiklah "

" Halo ...Bu...emmmmhhhh " Jeni memelototkan matanya ketika Alvin dengan iseng memompanya.

Di tempat Leni berada, dia mau marah tapi tiba - tiba terdiam ketika mendengar desagan tertahan Jeni " Jeni !, apa yang sedang kamu lakukan !?"

" Aku tidak sedang apa - apa.. Emhhhhhh " Lagi - lagi Jeni seolah mendesah tertahan.

Leni mengerutkan keningnya, dia menghela napas, ketika tahu apa yang sedang di lakukan Jeni " Ke rumah Kakek sekarang !, dia ingin bertemu denganmu !" Setelah mengatakan itu Jeni langsung menutup Ponselnya.

" Bagaimana Leni ?" tanya Danil penasaran.

" Dia pasti kesini " jawab leni yakin.

Tapi sepuluh menit berlalu, dua puluh menit berlalu hingga satu jam berlalu Jeni dan Alvin tak kunjung datang.

Wajah Danil menggelap, dia sangat marah karena seolah telah di permainkan oleh Jeni dan Alvin.

" Leni !, apa kamu tidak bisa mengatur anakmu !, dia menganggap kakeknya hanya mainan saja !" Danil meraung marah.

Leni menggertakkan giginya, dia juga sangat marah, gara - gara Jeni dia ikut di marahi Danil.

Jordan dan Peter tersenyum bahagia, karena dia bisa melihat penderitaan Jeni lagi, Jorah juga mau tersenyum tapi dia langsung kesakitan.

Setelah satu jam lebih, seorang pelayan masuk ke ruang keluarga tersebut " Tuan Besar, Nona Jeni sudah datang dengan suaminya !"

Danil menggertakkan giginya " Suruh mereka cepat masuk !"

" Baik tuan !" Pelayan tersebut langsung keluar.

Tak berselang lama, Alvin dan Jeni memasuki Ruang keluarga, mereka berdua memakai pakaian mahal yang melekat di tubuh mereka, ditambah mereka terlihat sangat mesra.

Danil Mengernyitkan dahinya menatap pasangan tersebut, Karena Alvin dan Jeni nampak sangat percaya diri sekali.

" Jeni Su !, sekarang kamu berani membantah kakekmu !" bentak Danil saat Jeni dan Alvin akan membungkuk hormat.

Danil berbicara lagi " Apakah kamu sudah lupa dimana kamu dilahirkan Jeni !, apa bagimu keluarga Su tidak ada artinya setelah..."

Danil belum selesai bicara Alvin memotongnya " Setelah apa Tuan Danil Su !, istriku tidak pernah mendapatkan apa yang mereka dapatkan !, istriku berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bantuan dari kalian !" Alvin menunjuk semua orang yang ada di tempat tersebut.

" Braaakkk !!" Danil Su menggebrak meja sambil berdiri.

" Alvin !, berani sekali kamu bicara seperti itu di depanku !, mana rasa terima kasihmu karena keluarga Su telah menampungmu !" Ucap Danil marah.

" Terima kasih ?, Hahahahaha.... Apa anda bercanda ?, apa di antara akalian ada yang pernah menerimaku ?!"

Tatapan Alvin berubah menjadi serius " hanya istriku yang mau menerimaku !, kalian semua hanyalah orang - orang egois yang gila dengan sebuah harta !"

Semua orang tercengang ketika melihat Alvin yang berani berbicara seperti itu di depan Danil. Danil juga ikut tercengang, karena biasanya Alvin hanya akan menundukkan kepalanya dan duduk di pojokkan, bukan seperti sekarang yang berani berbicara dengan tegas.

1
Dedeh Dian
keren alur ceritanya..hebat author... pokoknya ditunggu karya sambungan nya... makasih
Naga Hitam
udah baca kedua kalinya sambil menunggu S2...
Naga Hitam
sementara ponselnya masih jadul
Naga Hitam
sikapnya tidak mencerminkan wanita kelas atas
Naga Hitam
cehhh
Naga Hitam
masakkk gak tauu..katanya asisten dari sistem
Relimawati Sihombing
👍
Lalan Usman
manatp pisan
Endro Budi Raharjo
flupi jd melongo....
Endro Budi Raharjo
gelitik i sj.....
Endro Budi Raharjo
di bawah di bunuh di atas di tusuk....
Endro Budi Raharjo
asem...si joni lecet msh bisa joging....
Endro Budi Raharjo
godaannya buesaaaaarrrrr......
Rayan Teno
nah gini kan enak
Rayan Teno
gua suka yang no drama gini, tidak berbelit-belit dan menunjukkan wibawa MC sesuai alur ceritanya, semangat terus
Endro Budi Raharjo
sengmangkin lamaaaa mencakulnyaaa
Night Watcher
masalahnya muter2 dr sumber yg sama, we do an😁🤭
Night Watcher
kan system sdh kasih penjelasan?
Night Watcher
pasukan bayangan kok kyk police?
kesya katanya org system, kok ketakutan?
Night Watcher
ngerayu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!