Sebuah tembok besar menghalangi kehidupan dua insan yang saling jatuh cinta satu sama lain.
Mereka dihadapkan oleh keadaan yang hampir tidak mungkin bisa dilewati.
Mereka hanya memiliki dua pilihan, terus melangkah maju tapi menghancurkan semua orang, atau bergerak mundur namun mereka sendiri yang akan hancur.
Akankah kebahagiaan dan cinta akan berpihak pada mereka yang berjuang, ataukah perpisahan yang akan mereka dapatkan?
Dan mungkinkan ruang dan waktu dapan mempersatukan mereka?
Terus ikuti kisahnya di novel "Ruang dan Waktu" sebuah novel terusan dari novel "Keluarga Yang Tak Dirindukan" karya author Weka Hatake~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WK Rowling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran Yang Terbongkar
"Duduklah!" Satya berkata dengan dingin.
Dengan ragu Adel menuruti perintah papanya tersebut, ia duduk di depan meja kerja milik Satya.
Satya meletakan ponselnya di depan Adel untuk menunjukkan sebuah rekaman video, "Apa maksud dari video itu?"
"Ini..."
"Jawab!!!" Satya berteriak keras yang membuat Adel tersentak ketakutan.
"B-bagimana papa bisa mendapatkan video ini?"
"Sekretaris saya kemarin melihatmu sedang dimaki oleh pria itu. Apa kamu mau mempermalukan saya hah?!"
Adel memejamkan matanya setiap kali satya membentaknya, "Enggak pa, Adel nggak bermaksud buat mempermalukan papa, Adel cuma..."
Satya memukul meja seiring dia berdiri, sampai membuat Adel memundurkan kursinya, "Apa fasilitas yang saya berikan ke kamu itu kurang cukup? Uang, tempat tinggal, semuanya yang saya sediakan itu masih kurang untuk kamu sampai kamu mempermalukan saya dengan bekerja seperti itu hah?!"
Adel muak dengan semua ini, dia terus-terusan disalahkan, padahal menurutnya, ia melakukan semua itu karena orangtuanya sendiri tak memperdulikannya.
"Fasilitas apa yang papa bicarakan? Uang yang selalu ditanya habis untuk apa sama sekretaris papa yang nggak tahu diri itu!?Rumah? Rumah yang seperti neraka ini maksud papa? Iya?!" Adel juga berkata dengan keras meskipun air mata sudah membasahi pipinya.
Satya benar-benar berada di puncak kemarahannya, dia menghampiri Adel kemudian berkata, "Apa kamu bilang?!"
"Aku kerja karena aku mencari tempat untuk kebahagiaan aku pa, rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman tapi malah membuatku serasa terbakar berada di dalamnya!"
"Anak kurang ajar!" Satya mendatarkan tangannya di pipi Adel sampai membuat ujung bibir gadis itu berdarah.
Dan terjadi lagi, wajah gadis mungil itu harus ternodai oleh tangan orang tuanya sendiri.
Adel berdiri dengan keberanian ia menentang Satya, "Kenapa papa nggak habisi nyawa aku sekalian!" Jerit Adel, nafasnya memburu sambil sesekali menyeka air matanya yang berjatuhan.
"Anak ini benar-benar..."
"Tolong pa sekali saja, sekali saja izinkan aku melakukan hal yang bikin aku bahagia." Ucap Adel lirih sambil menunjukkan jari telunjuknya.
Namun Satya sama sekali tak perduli dengan rengekan Adel, "Keluar dari pekerjaan itu hari ini juga, atau kamu akan menanggung sendiri akibatnya!" Selepas berkata demikian Satya langsung pergi meninggalkan Adel seorang diri.
"Pa, papa!" Adel meraih tangan Satya namun dihempaskan begitu saja oleh pria paruh baya itu.
***
"Kaisar coba lihat ini!" Andre menunjukkan layar ponselnya ke depan wajah Kaisar.
Kaisar membelalakkan matanya terkejut lalu merebut ponsel itu dari tangan Andre, "Ini... Lo dapat dari mana foto ini?" Tanyanya kepada Andre.
"Gue lihat sendiri kemaren pas lagi jalan di mall." Jawab Andre.
Kaisar hanya diam membisu sembari memandangi layar ponsel ditangannya.
"Ah udahlah gue lagi banyak pikiran, lo jangan nambah-nambahin pikiran gue ah!" Ucap Kaisar sambil meletakkan ponsel itu ke dada Andre.
"Ye dikasih tahu malah sewot."
"Udah yuk ke kantin aja, laper nih gue." Kaisar mengusap perutnya tanda lapar.
"Lo yang traktir ya." Ucap Andre sambil nyengir.
"Hmm." Gumam Kaisar.
"Kaisar! Sini gabung!" Nara melambaikan tangan ketika melihat Kaisar datang ke Kantin, gadis itu tengah menikmati makan siang bersama dengan teman-temannya.
Kaisar tersenyum tipis dan membalas dengan melambaikan tangan juga, "Aku sama Andre, kamu lanjut aja." Jawabnya.
"Tumben nggak gabung." Tanya Andre heran.
Kaisar melirik Andre sinis kemudian menjawab, "Ya kali gue ikut kumpul bareng ciwi-ciwi, kalo cuma sama Nara doang ya nggak papa."
"Kirain lo nolak karena pingin makan sama gue." Ucap Andre sembari menunjukkan ekspresi sedih yang dibuat-buat.
"Sekali lagi lo pasang muka kayak gitu, gue nggak mau traktir" Ancam Kaisar yang merasa geli dengan ekspresi Andre.
"Iya-iya galak banget si mas boy."
"Kimprit ni anak!" Kaisar memukul kepala Andre sampai membuat pemuda yang sudah berteman lama dengannya itu mengaduh kesakitan.
Happy Weekend guys! 😍
lanjut thor..
thank ya thor 😁 😁
perang dunia anak dan emak
dasar Rani, waktu sehat nyakitin perasaan Anika dan nipu Rendra... sekarang sakit pun nyusahin Satya dan Adel... 😡