NovelToon NovelToon
Sistem Sultan Tanpa Batas

Sistem Sultan Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Bullying dan Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Sistem / Cintapertama
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eido

Dion Arvion, siswa kelas tiga SMA yang kurus dan pendek, menjalani hari-harinya sebagai korban penindasan.

Diperas, dihina, dan dipaksa menyerahkan uangnya oleh teman-teman sekelas, Dion hidup dalam ketakutan dan keputusasaan tanpa jalan keluar.

Hingga suatu hari, saat hatinya hampir hancur, sebuah suara terdengar di dalam benaknya, sebuah layar hologram muncul di hadapannya.

[Sistem Sultan Tanpa Batas berhasil diaktifkan]

Sejak saat itu, hidup Dion berubah drastis. Dengan bantuan sistem misterius, ia tidak hanya menjadi semakin kuat, tetapi juga berubah menjadi crazy rich dalam waktu singkat.

Uang, kekuatan, dan pengaruh, semuanya berada dalam genggamannya. Kini, Dion bukan lagi korban.

Dengan senyum dingin dan kekuatan sistem di sisinya, ia bersiap membalas semua penghinaan, menghancurkan para penindas, dan menginjak dunia yang pernah merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eido, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Di dalam ruangan itu, suasana terasa berat, para perwakilan terus mengamati Dion, mereka menerka dan mengira seberapa kuat perwakilan baru itu.

Di depan semua orang, Mordain tersenyum sambil membenarkan kacamata nya. "Silahkan perwakilan baru dari Kelas Matematika untuk duduk, terserah kau ingin duduk dimana." ucap nya tenang.

Dion mengangguk kecil, ia melangkah perlahan kearah kursi paling terdekat dengan nya, Barra mengikuti Dion dari belakang nya, ia tidak ingin menjauh dari nya, karena ia tahu, jika ia berada jauh dari Dion, dengan tubuh lemah nya, ia akan hancur dengan aura dari para perwakilan kelas itu.

Clap! Clap!

Suara tepuk tangan keras terdengar dari Mordain, menghentikan percakapan kecil dan memaksa perhatian tertuju kepada nya.

Mordain dengan wajah serius nya, ia berjalan melangkah ke tembok ruangan, sebuah layar dari proyektor tiba-tiba muncul, dalam proyektor itu sebuah peta Kota Lampung terlihat.

"Baiklah... karena semua perwakilan telah hadir, mari kita mulai rapat ini." ucap nya keras.

Dion yang sedang duduk, memperhatikan semua nya. 'Untuk sekarang, aku akan memperhatikan, bagaimana rapat ini berjalan.' gumam nya dalam hati nya.

"Tema hari ini adalah... bertahan. Bertahan dari gempuran SMA Cakhra Aurora."

Tangan Mordain yang memegang kayu kecil panjang, sambil menunjuk sebuah sekolah di bagian barat kota lampung.

"Aku mendengar dari informan ku, mereka akan mulai menyerang sekolah kita."

Mata nya tertuju ke layar proyektor, lalu menatap satu persatu para perwakilan.

Para perwakilan mengernyitkan dahi, mereka tampak cukup terkejut dengan apa yang dikatakan Mordain.

"Mereka ingin menyerang kita? bagaimana orang-orang bodoh itu ingin menyerang, bukankah mereka sudah kalah dengan kita." tanya Raka bingung.

"Benar, bagaimana bisa mereka percaya diri seperti itu?" timpal Kevin.

Nathan, Gilang, Zayn, Alex pun mengangguk setuju. Tiga hari yang lalu, mereka semua membantai orang-orang dari SMA Cakhra Aurora.

Mordain pun mengangguk setuju, tangan nya menopang dagu nya. "Apa yang kalian katakan benar, mereka sudah kalah dengan kita, tapi... bagaimana mereka bisa sepercaya diri itu dengan menyerang balik?" ucap nya, suaranya perlahan dan terdengar misterius.

Wajah penasaran dari masing-masing perwakilan kelas pun terlihat, suasana di ruangan itu berubah drastis.

Mordain baru saja terus menjelaskan, dan baru saja ia menyelesaikan penjelasannya, seketika gelombang reaksi meledak di sekeliling meja panjang.

“Apa?!”

Gilang berdiri setengah dari kursinya, suara bentakannya memecah keheningan. “Itu tidak mungkin!”

“James telah kembali?” Zayn ikut berseru, mata peraknya menyipit tajam. “Apa informanmu benar-benar bisa dipercaya?!”

“Bangsat!” Nathan menghantam meja dengan telapak tangan. “James itu sudah lama menghilang! Jangan bilang kau main-main dengan informasi seperti ini!”

Amarah dan ketidakpercayaan bercampur menjadi satu. Nama itu, James, terlontar seperti kutukan. Bahkan bagi mereka yang duduk di puncak kekuatan SMA Cahaya Senja, nama itu memiliki bobot yang membuat dada terasa sesak.

Mordain tetap berdiri di tempatnya. Senyum liciknya telah menghilang, digantikan ekspresi getir.

“Informanku tidak berani berbohong,” katanya pelan namun tegas. “Dan alasan aku memanggil kalian semua ke rapat ini… adalah karena hal ini.”

Ia menarik napas panjang, seolah menahan tekanan yang menumpuk di dadanya.

“Aku tidak ingin sekolah ini, kembali berada di bawah kendalinya.”

Kata-kata itu jatuh berat, James. Orang terkuat nomor satu di SMA Cakhra Aurora. Sosok yang namanya pernah mengguncang dunia bawah pelajar Lampung.

Seseorang yang, pada puncaknya, hampir menyatukan seluruh SMA di wilayah Lampung, kecuali Bandar Lampung yang kala itu masih memiliki kekuatan penyeimbang.

“Brengsek…” gumam Alex, rahangnya mengeras. “Kalau dia benar-benar kembali, kita tidak punya harapan.”

“Benar,” sambung Gilang dengan suara pahit. “Tidak peduli seberapa kuat kita, atau seberapa banyak jumlah kita. Kalau James turun tangan… SMA Cahaya Senja bisa dihancurkan dalam hitungan hari.”

Satu per satu wajah para perwakilan berubah suram. Bahkan Mordain, yang biasanya selalu tenang dan penuh perhitungan, tampak tertekan. Aura kepercayaan diri yang tadi mengisi ruangan perlahan menguap, digantikan rasa takut yang nyata.

Dion, yang sejak awal hanya mendengarkan tanpa menyela, akhirnya angkat bicara.

“Bukankah, di sekolah ini juga ada orang terkuat?” tanyanya datar.

Semua kepala menoleh ke arahnya.

Tatapan Mordain berhenti sejenak di wajah Dion, sebelum ia mengangguk perlahan.

“Kita memang punya,” jawabnya. “Tapi… orang itu tidak mudah digerakkan.” Ia terdiam sesaat, lalu menambahkan dengan nada getir, “Dan untuk membuatnya bergerak, dibutuhkan uang dalam jumlah yang sangat besar.”

'Jadi begitu...' pikir Dion.

Para penindas ini bukan hanya kuat, mereka juga pengumpul dana. Pemerasan, setoran, semua itu… ternyata bukan hanya untuk diri mereka sendiri.

Uang yang mereka kumpulkan, uang murid-murid yang ditindas, disalurkan untuk menjaga satu sosok. Seseorang yang menjadi penopang kekuatan sejati SMA Cahaya Senja.

'Tapi siapa dia?' Dion menyipitkan mata dalam hati. 'Siapa orang terkuat itu sebenarnya?'

Ketegangan di ruangan semakin menebal. Rapat yang tadinya terasa seperti ajang pengenalan kekuatan, kini berubah menjadi diskusi bertahan hidup.

Namun satu hal jelas bagi Dion.

Meski mereka menganggapnya “perwakilan baru” meski namanya kini duduk sejajar di meja itu, Ia bukan bagian dari mereka. Ia tidak pernah mengakui posisi itu, ia tidak duduk di sana untuk bersekutu.

Dion hanya datang karena satu hal, rasa penasaran. Dan di balik ketakutan para penindas itu, ia justru melihat sesuatu yang lain, yaitu celah.

1
iky__
I keep reading
iky__
up trus thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!