Arabella Pramudita harus terjebak dengan seorang Duda Ganteng yang selama ini mengikuti dan mencintai nya.
"Menikahlah dengan ku sayank, aku akan memberikan apapun yang kamu mau."
"Cihh....aku tidak sudi menikah dengan laki laki seperti kamu."
"Bagaimana kalau kamu hamil??"
Moreno Suryapradika sengaja menjebak seorang gadis kecil yang sudah mencuri hatinya, hanya dengan cara inilah Reno bisa menikahi gadis yang belakangan ini mengobrak abrik jiwa raganya.
Bagaimana Reno sang Duteng menaklukan hati Abel, gadis remaja yang masih sekolah itu??
Ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu Frekuensi
Abel masih berdiri di depan kamar, tepatnya di depan pintu, dengan telinga nya ia tempelkan di pintu, supaya lebih mengena dengerin nya. Ia bahkan sudah seperti cicak cicak di dinding, tetapi kalau Abel nemplok di pintu.
Gadis cantik itu lagi lagi menggeleng, ia juga menepuk jidatnya berulang ulang, bahkan sampai mencubit pipinya, berharap apa yang di dengar adalah salah, dan ini hanyalah mimpi.....
Lamaran?? oh tidak....
'Ternnya Om duda tidak main main, apa yang dikatakan nya ia lakukan, dan aku takutnya dia bicara yang iya iya, walaupun itu kenyataan tapi aku gak mau sampai Papi tau yang sebenarnya.'
"Duh pusing!!"
Kali ini, bukan hanya kedua orang tuanya yang pusing, tetapi...Abel juga, dirinya harus bisa memberikan jawaban jika Reno benar benar mengatakan apa yang sejujurnya terjadi.
Padahal ia sendiri tidak tau kenapa malam itu bisa bersama dengan Om duda, bukan hanya bersama lagi , tetapi satu selimut, satu ranjang dan mungkin juga berbagi kehangatan.
"Mami masih tidak percaya Pi?? tapi kalau di lihat lihat Reno ganteng juga."
Di saat seperti ini, Mami Yuna masih bisa memuji seseorang, bahkan setelah mendengar tentang nama Moreno Suryapradika, Mami Yuna mengambil ponselnya dan sengaja meng kepo in semua berita yang berhubungan dengan pria itu.
"Lihatlah Pi, calon mantu kamu. Sudah ganteng, mapan matang dan tajir .... masuk tivi dan majalah lagi."
Entah setaan apa yang masuk di dalam diri wanita yang tidak lagi muda tetapi masih terlihat cantik itu, padahal dirinya tadi shok berat ketika mendengar putri tunggalnya di lamar oleh seorang duda dengan jarak umur yang lumayan jauh, tetapi kini ... Mami malahan memuji duda itu, bahkan beberapa kali sempat tidak berkedip melihat foto Reno yang memang terlihat sangat tampan dan matang.
Papi Tian melirik sekilas ke arah istrinya yang sangat antusias menceritakan tentang Reno yang tampil di beberapa media sosial, padahal sebenarnya Papi Tian juga tau tanpa melihat ke arah ponsel, dengan mengakses semua yang berhubungan dengan Reno.
Namun, beliau tidak mau mengecewakan istrinya yang sudah begitu antusias bercerita kesana kemari mengenai Reno, pria dewasa yang sudah berani melamar Abel.
"Ganteng Pi, ga kelihatan kalau sudah jadi duda.!!", celetuk Mami Yuna lagi yang membuat Papi Tian menggeleng kan kepalanya.
Papi Tian memang tidak memungkiri, jika sosok Reno memang sangat lah tampan dan mempesona, apalagi berkali kali Papi sempat mendengar rekan bisnis Papi membicarakan tentang Reno, dan mereka berlomba lomba untuk menginginkan Reno sebagai menantunya, bukan hanya soal ganteng nya saja, tetapi juga karena kepintaran dan kekayaan yang di miliki oleh pria yang tahun ini genap berusia tiga puluh dua tahun.
Dan tak jarang juga Papah Eko, Papahnya Reno, mengenalkan dan berniat untuk menjodohkan Reno dengan anak kenalan beliau, tetapi...selalu saja berkahir dengan penolakan., padahal dari kalangan wanita biasa hingga artis, sudah Papah Eko sodorkan tetapi selalu di tolak Reno.
Namun, siapa sangka jika pilihan Reno jatuh pada seorang gadis cantik yang usianya jauh di bawah nya, dan dengan tingkat kenakalan yang membuat orang tuanya resah.
Sungguh, Papi Tian tidak tau harus menjawab apa dan bagaimana, apakah harus senang?? atau sedih??
Mami Yuna menaruh ponsel nya lagi di atas meja, usaha nya untuk mencari tau tentang calon menantunya ia sudahi, meskipun belum puas ,tetapi rasanya masih ada pembicaraan yang penting yang harus di selesaikan, sebelum Abel pulang tentunya.
"Abel sudah pulang Mi?", tanya Papi Tian yang saking asiknya bercerita hingga lupa menanyakan anaknya.
"Belum Pi, tadi ngirim pesan ke Mami mau jalan dulu dengan Resa dan Arman."
Papi Tian menggangguk, tanda paham dan tidak mempermasalahkan tentang ijin Abel, karena ia tau Abel pergi nya dengan siapa, walau pun mereka satu frekuensi dengan anaknya tetapi masih bisa di tolerir.
Padahal, manusia yang dibicarakan nya sudah pulang dari tadi, dan mendengar semua pembicaraan , bahkan sempat mengumpat juga.
"Pi....."
Mami Yuna mendekati Papi Tian, memegang wajah suaminya yang tampak begitu teg@ng dan memikirkan sesuatu.
"Kalau misal Abel mau dengan Reno bagaimana??", tanya Mami Yuna hati hati.
"Huffh....Papi harus bilang apa lagi, selain merestuinya, karena yang menjalani hubungan adalah mereka berdua. Dan Papi juga yakin kalau Reno tidak akan main main dengan Abel, dia adalah pria baik, begitu juga dengan kedua orang tua nya."
Padahal tadi siang, Papi Tian sudah memberikan lampu hijau untuk Reno, dan kali ini...berpura pura saja di depan istrinya, takut kalau kena omelan, tapi nyatanya....
Mami Yuna tersenyum penuh arti, di dalam hati nya beliau bersorak sorai, karena akan mendapatkan menantu seperti Reno, bukan karena hartanya tetapi karena ketampanan yang dimiliki pria itu, yang sebelas dua belas dengan suaminya.
'Abel....Mami akan buat kamu jatuh cinta dengan Reno sayank.....'
Aduh!! Mami dan Papi nya Abel satu frekuensi menginginkan menantu yang tampannya diatas rata rata.
Hanya di novel2 yg kayak gini, Padahal dulu dia yg sok jual Mahal, sekarang malah sok TERSAKITI,Seolah dia yg paling Benar,Lagian Reno ngapain di ladeni Lelaki kayak Naga dan Rangga sih, Para Cowok yang gak benar..