" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyerangan
Tengah malam pukul 2 dini hari, terdengar suara yang memekakkan telinga, Ely yang terbangun dari tidurnya mendadak terkejut ketika mendengar sebuah teriakan.
“ Ada apa? “ Ely bergegas berlari keluar kamar, para pelayan banyak yang keluar kamar dan berlarian.
“ Ada apa ini? “ tanya Ely panik.
DOORRR
DOORRR
DOORRR
“ Keluargamu semuanya harus musnah “ teriak seorang pria dengan memakai pakaian tertutup, mereka seperti menyembunyikan identitas mereka.
“Aku tahu apa yang kalian cari dirumah ini “ tajam Castello.
“ Castello “ ucap Maria takut saat mereka menodongkan senjata pada suaminya.
Bahkan anak buah Castello sudah tergeletak dengan tak berdaya.
“ Berikan data itu “ ancam mereka.
“ Data yang kalian cari tidak ada “
Geleng Castello.
“ Berikan atau aku akan membuat seluruh keluargamu tidak bernyawa“
“ Percuma kau melakukan itu, karena yang kalian cari tidak ada “ Castello mengeluarkan pistol dari sakunya.
DORRRR
Tembakan musuh lebih cepat mengenai Castello hingga membuat Maria berteriak.
“ Castelloooo “
Ely melihat itu langsung berlari diam-diam, ia mendengar suara tembakan dan teriakan para pelayan di sekitarnya.
BRAAKKK
“ Nona “ panggil Ely.
Tatapan Ely jatuh pada sosok Ester yang sedang terdiam duduk dilantai dengan gaun berwarna merah seperti mawar.
“ Nona… tidak papa? “
“ Pergilah melarikan diri Ely “ usir Ester.
“ Ayo pergi bersama …. Nona, penjahat sedang mengepung kediaman, mereka belum sampai sini, ayo segera pergi “ ucap Ely memegang tangan Ester,
“ Ini kesempatanku untuk tiada Ely, aku sudah muak dengan hidup yang tidak berpihak padaku “ lirih Ester.
“ Tidak Nona.., bagaimana Nona berkata seperti itu, ayo Nona Hikss Hiksss “ isak Ely.
“ jangan perdulikan aku, pergilah “ usir Ester,
“ Nona.., hidup tidak ada yang tahu ujungnya. Jika Nona menyerah maka membuktikan jika Nona kalah dalam hidup, roda dunia itu berputar, jika bukan kita sendiri yang bisa merubah nasib maka hidup kita tidak akan mengalami perubahan “ ucap Ely.
Ester terdiam dan menatap Ely.
“ Ayo nyonya “ ucap Ely berusaha menarik tangan Ester,
“ Please Nona.., hiduplah demi diri anda sendiri, selama ini aku yang merawat Nona dari kecil, rasa sakit Nona harus dibayar dengan kebahagiaan suatu saat nanti “ ucap Ely.
Ester menatap Ely dengan deraian air mata, lalu ia bangkit dan akhirnya mau pergi bersama Ely.
Mereka berusaha berlari untuk melarikan diri.
“ Kita lewat pintu belakang Nona “ ucap Ely. Mereka bersembunyi dibalik tanaman dan merangkak berusaha untuk melarikan diri ke arah pintu belakang.
“ Mau bersembunyi dimana kalian “ ucap seorang pria bersenjata hingga membuat Ester dan Ely menoleh ke arah belakang.
BUGHH
Ester tanpa banyak berbicara langsung memukul kepala pria itu dengan pot tanaman yang cukup berat didepannya.
“ Lari “ ucap Ester.
Mereka berlari lagi ke arah pintu belakang, Ester berusaha mengambil beberapa batu untuk jaga-jaga agar ia bisa melempari ke arah pria yang ingin melukai mereka, dan ternyata…
“ Nona pintu terkunci “ ucap Ely panik seketika.
Ely melihat sekelilingnya, pikirannya sudah kalut saat ini.
“ Ayo kesana Nona “ ucap Ely menarik Ester untuk mencari jalan lain.
Mereka merangkak kembali dan berusaha bersembunyi ketika mendengar suara teriakan dan tembakan secara brutal.
“Ayah Nona… tertembak!” Ely terputus kata, suaranya serak menghembuskan kabar yang mengguncang jiwa Ester.
Tubuh Ester membeku, otot-ototnya kaku seolah ditikam salju beku yang menusuk tulang. Meskipun ayahnya tak pernah melimpahkan kasih sayang seperti yang ia impikan, pria itu tetap darah dagingnya, ayah yang pernah mengisi masa kecilnya dengan setitik kehangatan sebelum dunia runtuh saat ibunya pergi dan segalanya berubah menjadi sepi yang dingin. Air matanya menahan amukan badai rasa, antara kebencian yang membakar dan kepedihan yang meremukkan hati. Namun satu hal pasti..kabar ini menancap dalam, menusuk lebih dalam dari peluru yang merenggut nyawa. Bohong jika dirinya tak sayang pada ayahnya, memang perilaku cuek ayahnya selama ini membuat dirinya sakit hati, tapi ia masih mengingat rasa sebuah keluarga.
“ Nona… “ lirih Ely memeluk Ester.
“Ada wanita cantik rupanya “ ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dari depan.
Ely langsung berdiri dan menghadap melindungi tubuh Ester.
“ Jangan sakiti kita “ ucap Ely takut Ester akan terluka.
“ aku ingin mengambil Nonamu itu..” senyum pria itu dengan menjijikkan.
Saat pria itu mengarahkan pistol, Ely dan Ester langsung berlari dengan cepat melarikan diri.
Ester menghentikan langkahnya, ia menatap ke arah batu dan melemparkan pada pria yang mengejarnya.
Hingga Ester dan Ely memasuki sekat sempit ke arah pintu samping dan ia langsung memegang pintu.
“ Nona terkunci “ ucap Ely parau, ia sudah gemetar takut bukan main.
“ Hikss Hiksss “ Isakan Ely membuat Ester menatap pelayannya itu. Air matanya ingin jatuh juga karena sudah frustasi, tapi ia berusaha berpikir dengan keras.
Ester menatap ke arah alat perkebunan di pojok, lalu ia mengambilnya dengan cepat dan langsung memukulkan pada gagang pintu itu.
“ Ada wanita cantik tadi, dia berusaha melarikan diri, dia memukulku dengan batu “ teriak penjahat itu.
“ Nona tidak bisa “ geleng Ely takut.
Ester menarik tangan Ely untuk berlari ke arah bangunan kiri mansion, mereka memasuki mansion dengan perlahan dan sebisa mungkin tak ketahuan oleh para penjahat.
“ Kita bersembunyi “ ucap Ester pada Ely.
“ Nona ke arah ruangan sana, aku akan ke arah sana. “ Ely memberi saran, Ester menurut dan mereka berpencar.
Mereka Ester membuka pintu ruangan kerja ayahnya, ia melihat sekitar. Lalu ia berjalan ke arah lemari dan berencana untuk bersembunyi di lemari, tanpa sengaja ia akan jatuh hingga ia memegang sebuah patung kecil di atas meja.
KREEKK
Ester kaget karena dinding terbuka, ia berjalan perlahan dan mendekati ruangan itu.
“ Ini ruangannya “ ucap seseorang.
Ester langsung masuk dan menutup kembali dinding yang terbuka.
Ia sembunyi didalam ruangan tersebut,
“ Cepat… cari data-data yang dimaksud oleh Bos “
Terdengar barang-barang dilempar kesana kemari, Ester bersembunyi dengan perasaan takut, ia memejamkan matanya untuk menetralisasi rasa takutnya.
“ Sial.. dimana Castello menyembunyikan data penting itu, “ gumam seorang pria.
“ Kita harus bertindak cepat “ teriak salah satu orang.
Terlihat seorang pria berlari dan berbisik pada seseorang yang berdiri.
“ Moretti? “
Ester mendengar nama yang pria itu sebut,
Tak lama ia mendengar suara langkah kaki lari dari ruangan tersebut.
Ester memegang dadanya dengan perasaan sedih dan takut tak karuan, tiba-tiba matanya melihat sebuah catatan kecil, Ester mengambil dan membacanya perlahan dengan minim cahaya.
* nama-nama anggota mafia,
* transaksi rahasia,
* tanggal pembunuhan,
* dan ada sebuah nama dengan satu simbol aneh berbentuk mahkota hitam yang ada didepan catatan buku tersebut.
Ester segera mengambil buku tersebut dan membawanya pergi keluar dari ruangan.
Saat Ester berjalan keluar dengan perlahan ia tak melihat siapapun, mansion terasa sepi, semua orang meninggal dengan tragis. Hingga langkah Ester masuk ke ruangan dimana Ely berada.
“ Ely “ kaget Ester lalu berlari mendekat dan memapah Ely di pahanya.
“ No-na “ Suara Ely sudah satu-satu. Ia menahan rasa sakit di tubuhnya.
“ Hiksss Hiksss Elyyy “ panggil Ester.
“ No-na harus bahagia “ rintih Ely lalu memejamkan matanya.
“ Ellyyyy “ teriak Ester dengan suara gemetar dan terguncang, ia memeluk tubuh pelayan itu dengan isakan yang begitu menyayat hati, ia telah kehilangan sosok yang selama ini ada bersamanya.
Moga sukses selalu ya Thor 🫶