NovelToon NovelToon
Noda Hitam Perkawinan

Noda Hitam Perkawinan

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Obsesi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Kalau seorang suami yang dikenal sebagai laki- laki romatis terhadap istrinya, sayang terhadap anaknya dan patuh kepada kedua orang tuanya saja bisa membuat noda hitam di dalam perkawinannya, lalu laki- laki yang seperti apa yang bisa dipercaya untuk menjaga kesetiaan rumah tangga...? Lalu apakah hati seorang istri yang sudah retak akibat pengkhinantan suami bisa pulih kembali, hanya dengan kata ''maaf...?"...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Cincin yang sama

Karena terus kepikiran kejadian tadi malam di mana Bagas salah menyebut nama saat bercinta, Suzan menjadi tidak fokus dalam bekerja. Suzan lalu keluar dari perusahaan untuk mencari udara segar. Dia pun pergi ke mall yang tidak jauh dari gedung perusahaan milik keluarga Hartanto. Karena kebetulan Alvaro minta dibelikan perlengkapan menggambar dan mewarnai.

Suzan pun pergi ke toko buku terlengkap di mall tersebut untuk membeli apa yang dibutuhkan oleh putra semata wayangnya. Suzan juga pergi ke foot court untuk membeli makanan ringan untuk dia makan di kantor. Dan setelah semua yang dia butuhkan selesai dibeli, Suzan turun ke lobby utama untuk kembali ke kantor. Namun tak sengaja Suzan bertemu dengan rekan bisnis tuan Hartanto yaitu tuan Ferdinan.

"Lho.. Suzan..." ucap tuan Ferdinan begitu melihat Suzan.

"Pak Ferdinan..." sahut Suzan dengan ramah.

Dan kali ini tuan Ferdinan tidak sendiri, melainkan dia bersama seorang perempuan cantik yang tak lain adalah Casandra, anak kandungnya.

"Casandra ..." Suzan heran kenapa tuan Ferdinan bersama dengannya.

Iya, Casandra tidak tahu bahwa Casandra adalah anak kandung tuan Ferdinan.

"Hai mbak Suzan...." sahut Casandra ramah.

"Kamu kok...

"Oya, kamu belum tahu ya, kalau Casandra ini anak sulung saya..." ucap tuan Ferdinan yang tentu saja paham dengan keheranan Suzan.

Lalu tuan Ferdinan menjelaskan pada Suzan kalau Casandra adalah anak sulung dari istri pertamanya, sebelum dia menikah dengan nyonya Vera.

"Oh begitu ya ..." sahut Suzan.

"Kamu sendirian...? Bagas mana...?'' tanya tuan Ferdinan.

"Ada di kantor..." jawab Suzan.

Lalu Suzan memberitahu tuan Ferdinan kalau dia pergi ke mall untuk membeli perlengkapan menggambar untuk Alvaro.

"Oya Suzan saya baru tahu kalau kamu dan nyonya Hartanto pelanggan di butik Casandra..." ucap tuan Ferdinan.

"Iya, saya suka sekali dengan gaun buatan Casandra. Anda beruntung pak Ferdinan, mempunyai anak yang berbakat seperti Casandra ..." Suzan tak segan- segan memuji Casandra.

"Iya, saya juga tidak menyangka kalau putri saya ini punya bakat sehebat itu..." tuan Ferdinan merasa bangga.

Sedangkan Casandra hanya tersenyum sinis sambil melirik ke arah sang papa. Karena menurutnya sang papa hanya bangga ketika Casandra sudah berhasil. Sedangkan dulu saat Casandra belum jadi apa- apa, baik papa dan mamanya hanya menganggap Casandra sebagai beban. Makanya Casandra di sekolahkan di sekolah Asrama karena mereka tidak ingin Casandra ikut dengan keluarga baru mereka.

Dan setelah itu, dia harus kuliah sambil kerja demi ingin meraih cita- cita menjadi desainer dan untuk hidup yang lebih baik. Dan setelah Casandra sukses mereka baru mau memuji Casandra.

"Saya yakin putri saya ini tak lama lagi bisa bersanding bersama desainer ternama di negri ini..." ucap tuan Ferdinan sambil merangkul pundak Casandra.

Casandra tersenyum simpul sambil menyibakkan rambutnya ke belakang. Dan bersamaan dengan itu, Suzan kembali melihat cincin di jari manis Casandra yang pernah dia lihat beberapa hari lalu.

Suzan kembali teringat kalau sang suami juga pernah membeli cincin yang sama namun entah untuk siapa cincin itu.

Suzan menghela nafas. Berbagai pikiran jelek terus membayanginya.

"Nggak... Nggak mungkin... Suamiku nggak mengenal Casandra, mana mungkin dia memberikan cincin itu padanya... Casandra kan desainer terkenal, dia tentu akan sangat mudah membeli perhiasan mewah.Atau bisa jadi Casandra mendapatkan cincin itu dari kekasihnya..." ucap Suzan dalam hati.

"Pah..." tiba- tiba istri tuan Ferdinan yaitu nyonya Vera datang.

"Hai mah..." sahut tuan Ferdinan.

"Lho ada Suzan juga..." ucap nyonya Vera tidak menyangka akan bertemu dengan Suzan di sana.

"Iya tante, kebetulan tadi Suzan abis beli perlengkapan menggambar untuk Alvaro..." sahut Suzan.

"Wah Alvaro suka menggambar ya ..." ucap nyonya Vera.

"Iya tante..."jawab Suzan.

Namun tiba- tiba ekspresi wajah nyonya Vera langsung berubah ketika melihat Casandra yang berdiri di samping tuan Ferdinan.

"Pah... Ngapain ada dia di sini...?'' tanya nyonya Vera setengah berbisik namun suaranya masih kedengaran baik oleh Suzan maupun Casandra.

"Iya mah, papa sengaja mengajak Casandra untuk makan siang bareng kita. Kan kita sudah lama sekali tidak makan siang bersama. Julia pasti suka kalau kakaknya ikut gabung..." sahut tuan Ferdinan.

Iya, Julia adalah anak tuan Ferdinan dan nyonya Vera.

"Ini nggak sesuai dengan perjanjian kita pah. Tadi pagi papa hanya bilang akan makan siang bersama. Papa nggak bilang kalau ada dia..." ucap nyonya sambil melirik tajam ke arah Casandra.

"Mah sekali- kali kan nggak papa ajak Casandra. Dia kan anak kita juga mah..." sahut tuan Ferdinan.

"Itu anak papa, bukan anak mama.... Anak mama cuma Julia. Ingat ya pah, dulu sebelum kita menikah, papa sudah janji tidak akan membawa anak itu masuk ke keluarga kita. Kita sudah sepakat... Kenapa sekarang papa mengingkarinya..." nyonya Vera nampak kesal.

"Mah...kan papa cuma ngajak Casandra makan siang saja. Papa nggak ngajak dia tinggal sama kita. Sudahlah mah, hal kecil seperti ini tidak perlu dipermasalahkan. Malu sama Suzan..." ucap tuan Ferdinan.

Nyonya Vera pun mendengus.

"Ngapain sih kalian ribut- ribut...? Kalau istri papa tidak suka aku ikut makan siang bersama, ya udah tinggal bilang aja langsung sama aku..." ucap Casandra

"Lagian siapa juga yang minta ikut makan siang bersama kalian. Kalau papa nggak maksa, aku juga males makan siang sama kalian. Mending aku makan siang sama cowok aku..." sambung Casandra sambil tersenyum sinis pada papa dan mama tirinya.

Melihat situasi yang makin panas, Suzan merasa tidak enak jika harus berlama- lama ada di antara mereka. Suzan pun pamit undur diri.

"Saya duluan ya om Ferdinan dan tante Vera...." ucap Suzan.

"Lho Suzan... Mending kamu ikut kami makan siang...." sahut nyonya Vera.

"Ehm...makasih tante, tapi Suzan harus kembali ke kantor. Masih banyak pekerjaan. Lain kali saja ya..." jawab Suzan.

Suzan pamit dari hadapan mereka. Dan ternyata Casandra juga ikut pergi tak lama setelah Suzan pergi. Karena Casandra tidak sudi makan siang bersama keluarga baru papanya, karena yang ada nanti mama tirinya terus memperlihatkan ketidaksukaannya.

"Casandra..." ucap Suzan yang tak sengaja bertemu lagi dengan Casandra di tempat parkir.

"Kamu nggak jadi makan siang sama papamu...?'' tanya Suzan.

"Ngapain mbak...? Aku makan siang sama orang yang nggak suka sama aku...? Mending aku makan siang sama pacar aku..." sahut Casandra.

"Kamu yang sabar ya Casandra. Semoga saja perlahan- lahan tante Vera bisa menerima kamu menjadi anggota keluarganya..." ucap Suzan yang merasa iba pada Casandra.

Casandra hanya menghela nafas.

"Aku sudah biasa hidup sendiri. Mereka mau menerima aku atau nggak, nggak masalah buat aku..." sahut Casandra sambil berdiri di samping mobilnya.

Suzan pun tersenyum.

"Kamu hebat Casandra, kamu orang yang kuat dan sabar dalam situasi apapun...aku salut sama kamu..." ucap Suzan sambil tersenyum.

"Makasih mbak Suzan..." jawab Casandra.

"Lalu kamu mau ke mana...?'' tanya Suzan.

"Rencananya sih aku mau makan siang sama pacar aku. Tapi dia masih meeting sama klien. Ya, terpaksa aku harus nunggu sampai dia selesai dengan urusannya..." jawab Casandra.

"Oh begitu ya... Ya udah kalau begitu aku duluan ya... Dah Casandra..." Suzan melambaikan tangan pada Casandra lalu naik ke mobilnya dan segera kembali ke kantor.

Sekitar lima menit kemudian Suzan sampai di perusahaan keluarga Hartanto. Dan Suzan pun bergegas menuju lift untuk naik ke lantai lima di mana ruang kerjanya berada. Namun sampai di lantai tiga tiba- tiba Suzan ingin mampir ke ruang kerja Bagas. Suzan juga penasaran apa yang sedang dilakukan oleh sang suami.

Suzan keluar dari lift dan langsung berjalan ke arah ruang kerja Bagas. Sesampainya di depan ruang kerja Bagas, Suzan bertemu dengan Fikri.

"Selamat siang bu Suzan... " ucap Fikri.

"Siang..." jawab Suzan.

"Bu Suzan mau ketemu pak Bagas ya ...?'' tanya Fikry.

"Iya, Bapak ada...?'' tanya Suzan.

"Pak Bagas masih ada klien di dalam..." jawab Fikri sambil menujuk ruang kerja Bagas menggunakan ibu jarinya.

"Siapa...?'' tanya Suzan.

"Bu Sonia..." jawab Fikri.

"Suamiku hanya berdua saja di dalam...?'' tanya Suzan.

Iya bu..." jawab Fikri

Iya, tiba- tiba Suzan merasa tidak nyaman mendengar sang suami berada di dalam satu ruangan dengan perempuan lain. Iya, intinya Suzan merasa cemburu. Suzan tahu seperti apa Sonia. Dia adalah perempuan cantik dan juga seksi. Bagaimana mungkin seorang istri tidak akan cemburu jika suaminya berduaan dengan perempuan seksi di sebuah ruangan.

"Tapi sebentar lagi urusan mereka selesai kok bu, kalau bu Suzan mau masuk, nggak papa..." ucap Fikri yang ternyata bisa membaca raut wajah Suzan.

"Mari saya antar...." sambung Fikri.

Fikri lalu mengantar Suzan masuk ke ruang kerja Bagas, dan sebelumnya tentu saja dia mengetuk pintu lebih dulu.

Suzan terdiam beberapa saat ketika melihat Bagas dan Sonia sedang duduk di sofa dan mereka terlihat sangat akrab. Mereka berbincang santai dan sesekali tertawa.

"Hai sayang..." ucap Bagas begitu melihat Suzan masuk ke ruang kerjanya diantar Fikri.

Sonia pun menoleh ke arah Suzan.

"Hai Suzan..." Sonia melambaikan tangan.

"Sini sayang..." ucap Bagas sambil mengulurkan tangannya ke arah Suzan.

Suzan mendekat ke arah Bagas, namun wajahnya masih menunjukkan ekspresi datar. Iya, walaupun antara suami dan Sonia tidak terjadi apa- apa namun Suzan sangat tidak menyukai situasi seperti ini.

Bagaimana tidak, Bagas hanya berdua di sebuah ruangan dengan seorang wanita cantik dan seksi. Di mana Sonia memakai pakaian kantor dengan bawahan rok mini yang memperlihatkan sebagian pahanya. Ditambah lagi baju yang Sonia pakai menampilkan belahan dada yang juga memperlihatkan sebagian buah dadanya kelihatan menyembul.

Mungkin bagi sebagian laki- laki, pemandangan seperti itu dapat membuat pikirannya menjadi liar membayangkan yang tidak- tidak. Dan Suzan tentunya khawatir jika Bagas juga mempunyai pikiran yang sama selama melihat penampilan Sonia.

"Apa kabar Suzan...? Lama kita tidak bertemu....?" Sonia mengulurkan tangan ke arah Suzan untuk mengajak ya salaman.

Namun ketika hendak menyambut uluran tangan Sonia, mata Suzan menangkap sesutu di jari manis Sonia. Iya, sebuah cincin berlian. Cincin itu begitu mirip dengan cincin yang dipakai oleh Casandra. Dan itu artinya cincin Sonia juga mirip dengan cincin yang ditemukan oleh bi Marti di saku celana Bagas.

"Oh ya ampun ... Sonia juga memakai cincin yang sama dengan cincin yang dipakai oleh Casandra...? Kenapa banyak orang yang memakai cincin yang sama..." ucap Suzan dalam hati.

Iya, awalnya sempat terbersit dalam benak Suzan kalau Bagas memberikan cincin itu kepada Casandra. Namun setelah dia melihat cincin yang sama di jari Sonia, kecurigaan Suzan tiba- tiba beralih pada Sonia.

"Sayang..." ucap Bagas sambil menepuk pelan pundah Suzan karena dia nampak melamun.

"Oh...i..iya..." Suzan lalu menyalami Sonia.

Bersambung....

1
Sri Darmayanti
jelg selingkuh semua,,, ketahuan semua busuknya... sisan pergi ya
Mommy Almira: Keluarga selingkuh 🤭
total 1 replies
Asmara
lanjut thor
Wang
Ceritanya menarik 😍
Salsa
Suami kurang ajar 🤬🤬🤬🤬
Asmara
Semoga Suzan cepet tahu siapa selingkuhan Bagas, lalu gugat cerai, trus CLBK deh sama di Bintang 😍😍
Mommy Almira: Semoga ya kak 🥰🥰
total 1 replies
Asmara
Siapa kira" pacarnya Sonia...?
Dini Anggraini
Kak kapankah bagas dan Cassandra ketahuan selingkuh kak enak banget papanya bagas suruh2 Suzan harus dapat proyek besar terus kerjanya bagas apa dong kak enak2 kan saja. Dan Suzan bila suatu saat nanti kamu akhirnya keluar dari perusahaan itu bangunlah perusahaanmu sendiri tanpa bantuan siapapun aku mau lihat apa perusahaan keluarga bagas masih bisa berdiri tegak saat Suzan sudah pergi? 🥰
Mommy Almira: Nanti ya kak, masih proses... kan Bagas anak nggak guna, nggak bisa kerja 😄🤭
total 1 replies
Asmara
.Keren🥰🥰🥰🥰
Asmara
Suzan bloon bgt sumpah.... Bagas gila, semoga cepat ktahuan , biar dicerai sama Suzan, 😡😡
Asmara
Sonia selingkuhannya siapa ya..
Dini Anggraini
Bagus susan aku dukung kamu kalau perlu video saat bagas dan casandra melakukannya agar di pengadilan nanti bisa jadi bukti nyata buat mereka berdua malu karena telah menyelingkuhi kamu. Apalagi casandra punya butik terkenal di kalangan sosialita pasti pelanggan langsung kabur begitu skandalnya viral di media sosial. Zaman sekarang ini butuh bukti nyata dan di viralkan agar orang lain ikut menghujat perbuatannya.Bila bagas nanti minta maaf jangan pernah maafkan tetap gugat cerai dia. 🥰🥰
Dini Anggraini: sama2 Kak ceritanya bagus kok 👍👍🥰🥰🥰
total 2 replies
Asmara
Hah...? jadi mamannya Bagas juga selingkuh... astogeee... 😄
araaself
lanjutttt kakk
Mommy Almira: Besok ya kak, sehari 1 bab 😁
total 1 replies
Asmara
Gila..gila...gilaaa... Ya ampun Thor , ngueas emosi bgt ceritanya... Lanjut,.
Asmara
Suamimu dah kenyang Suzan... 😅
Asmara
Ya ampun Suzan, oon jg kmu ya, suamimu LG digoda pelakor kok nggak nyadar
Asmara
Ih nyebelin bgt sumpah si Bagas 😡
Asmara
Palingan cincin buat pelakor
Asmara
Hadeeh... parah ini , disuruh ngurus perusahaan malah berbagi peluh tiap hari di hotel . parah...parah..
Asmara
Baru bab 2 udah bikin emosi Thor, Bagas suami kurang ajar 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!