Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.
Shen Hao Feng.
Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.
Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.
Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Masuk Ke Benua kegelapan
"Saudara iblis jika boleh tahu dari mana kamu berasal? Aku tidak pernah melihatmu selama aku menjaga gerbang."
Shen Hao Feng memutuskan melanjutkan aktingnya sebagai iblis. "Aku Shen Niu asalku dari dunia luar dan aku masuk ke Benua kegelapan karena aku dengar disini terdapat banyak kekuatan iblis kuat."
Mata pria itu agak melebar. "Dari dunia luar? Artinya kamu kesini untuk mendapatkan kekuatan lebih besar, Shen Niu?."
Shen Hao Feng mengangguk. "Apa Senior tahu tempat mana agar aku bisa mendapatkan kekuatan besar?."
"Jika ingin mencari kekuatan biasanya kamu harus bergabung dengan Sekte terlebih dahulu. Di Benua Kegelapan terdapat 4 Sekte utama yang biasanya para iblis wajib mendaftar." tegasnya.
"Hm? 4 Sekte utama? Itu artinya benua kegelapan sedang dalam masa kehancurannya atau 4 Sekte itu hanya sebagai fondasi?." pikir Shen Hao Feng.
"Ada apa Shen Niu? Kamu terlihat bingung."
"Ah sebenarnya kenapa ada istilah 4 Sekte utama? Apa benua kegelapan sedang dalam masa kekacauan atau..." Shen Hao Feng ragu untuk melanjutkan.
"Hahhaa." pria tua iblis tertawa sejenak. "Shen Niu pikiranmu tajam juga, benar. Benua Kegelapan sedang dalam masa kekacauan besar." tegasnya.
Wajah Shen Hao Feng berkerut serius. "Masalah seperti apa yang di hadapi."
Dia menghela nafas pendek. "Perang kekuasaan. 4 sekte memimpin jutaan iblis kuat untuk saling berperang berebut gelar top 1 terkuat di Benua kegelapan. Tujuannya adalah, menyaingi Dewa Langit." katanya serius di saat terakhir.
"Apa?." Shen Hao Feng terkejut terlihat dari wajahnya. "Dulu benua ini hancur karena Dewa Langit marah sebab terkumpulnya kekuatan untuk menyaingi mereka. Sekarang apa sejarah akan terulang lagi?." pikirnya.
"Senior terimakasih sudah berbagi informasi. Sudah saatnya saya pamit untuk kunjungi kota terdekat atau benteng."
Dia mengganguk paham. "Shen Niu, ini." ia mengeluarkan gulungan dari cincin penyimpanan. "Itu adalah peta Benua kegelapan seluruhnya berisi Kota, atau Benteng termasuk keberadaan 4 Sekte utama." ia tersenyum.
Shen Hao Feng menerina gulungan peta dengan puas. "Terimakasih senior, saya izin pamit." Shen Hao Feng segera terbang pergi ke tujuan pertamanya.
"Kota Benteng, Yanhu." pikirnya. "Yah kurasa benua kegelapan lebih menarik dari yang aku kira." Shen Hao Feng menambah kecepatannya agar sampai sebelum gelap.
Setibanya di Kota benteng Yanhu, Shen Hao Feng mengantre untuk masuk ke dalam kota. Ia juga melihat bahwa penjaga kota meminta kartu identitas agar bisa masuk tapi Shen Hao Feng tidak memiliki itu.
"Bisa kau tunjukan kartu identitasmu?." penjaga itu mengulurkan tangannya.
Shen Hao Feng tersenyum. "Maaf saya kehilangan kartu identitas milikku. Kalau tuan ini tidak keberatan bagaimana kalau saya beri satu Yuanbao untuk biarkan saya masuk dan mengurus kartu identitas?."
Mendengar satu Yuanbao, mata sang penjaga termasuk teman-temannya terbelalak dan ia tertawa ramah.
"Baik, baik tuan. Saya paham kalau begitu biarkan saya yang mengantar anda juga ke Balai Raya."
Shen Hao Feng menyeringai tipis. "Tentu saya tidak masalah, silahkan pimpin jalannya."
Penjaga iblis tersenyum lebar dan memimpin Shen Hao Feng pergi.
"Untuk ukuran seorang prajurit penjaga saja sudah mencapai ranah Langit awal? Sepertinya kekuatan besar berpuncak pada benua kegelapan."
Saat masuk ke dalam Kota Benteng Yanhu. Shen Hao Feng mendapat beberapa informasi. Pertama gaya pemukiman dan kehidupan sehari-hari sama seperti manusia.
Kedua, banyak pasukan berpatroli dalam bentuk unit termasuk pasukan penjaga benteng yang siap siaga dalam jumlah besar. Mata Shen Hao Feng menyipit menyadari keanehan itu.
"Tuan penjaga apa anda tahu kenapa ada banyak sekali pasukan yang berpatroli dan berjaga di benteng?."
Prajurit itu berhenti melangkah lalu berbalik menghadap Shen Hao Feng. "Tuan... Kota Benteng Yanhu di perintahkan untuk segera atur pasukan dan di kirim ke garis depan bersama beberapa Kota dan Kota benteng lainnya. Ini semua atas perintah Sekte tertinggi daerah Utara."
Dahi Shen Hao Feng berkerut. "Maaf bukankah tempat ini memiliki Kaisar? Apa Kaisar diam saja saat 4 Sekte berperang berebut kekuasaan?."
Prajurit kembali berjalan serta menjawab pertanyaan Shen Hao Feng. "Kaisar juga berperang. Kaisar berperang sendirian melawan 4 Sekte. Sebaliknya ini seperti perang Saudara. Kami memihak Sekte Utara ada juga yang berpihak ke Sekte lain dan Kekaisaran."
"Ternyata seperti itu..." gumamnya. "Jadi pria tua iblis tadi berpihak ke Kekaisaran?."
Setibanya di Balai Raya Shen Hao Feng membuat kartu identitasnya dengan nama samaran yakni Shen Niu.
Shen Hao Feng memberi prajurit sebelumnya satu Yuanbao emas.
"Terimakasih tuan! Terimakasih jika tuan butuh sesuatu tuan bisa temui saya di gerbang karena saya kapten pasukan penjaga."
Shen Hao Feng mengangguk mengerti. "Kalau begitu pergilah kuyakin kau sibuk. Aku juga memiliki urusan lain yang harus ku selesaikan."
"Ya tuan." ia memberi hormat lalu pergi meninggalkan Shen Hao Feng sendiri di keramaian.
"Baiklah..." Shen Hao Feng berbalik. "Kurasa aku harus mencari informasi terkait Sekte di Utara ini." Shen Hao Feng juga tahu kalau tempat terbaik mencari informasi adalah tempat makan.
...
Setibanya di restoran makan yang mewah, Shen Hao Feng duduk di kursi kosong serta memejamkan matanya menunggu pelayan datang.
"Halo tuan bisa saya terima pesanan nya?." pelayan yang di maksud Shen Hao Feng tiba begitu cepat.
Mata Shen Hao Feng terbuka dan mengeluarkan dua Yuanbao Emas. "Aku ingin satu informasi yang sepadan dengan Yuanbao Emas dan makanan terenak disini untukku dan jangan lupa alkhohol nya."
Mata pelayan itu berbinar dan buru-buru memasukkan kedua Yuanbao ke dalam saku. "Baik saya akan bawakan makanan terenak dan alkohol terenak di tempat makan kami!."
Shen Hao Feng tersenyum. "Bisa kau beri tahu aku apa Sekte di Utara?." tatapannya berkilat dingin.
Pelayan tadi agak terkejut tapi dia mengutarakannya secara profesional. "Pertama Sekte di Utara bernama Sekte IblisPenguasa Neraka. Murid-murid disana memiliki kekuatan yang besar apalagi Tetua dan Ketua Sektenya." ia sampai merinding.
"Hm... Menarik." Shen Hao Feng tersenyum tipis. "Bawakan makananku dan aku akan tanya lagi nanti."
"Ah baik tuan." pelayan itu segera pergi untuk membawakan makanan Shen Hao Feng.
Tak perlu waktu yang lama sampai pelayan itu tiba dengan banyak makanan serta alkohol yang sangat harum. Tentu saja itu menarik perhatian iblis-iblis lainnya tapi Shen Hao Feng tak peduli.
Shen Hao Feng melihat makanan iblis disini di masak dengan baik dan bumbu yang tepat. Ia mencoba satu dan merasa makanannya enak.
Pelayan yang sama masih berdiri di pojok menunggu Shen Hao Feng bertanya. Sampai Shen Hao Feng bicara saat menelan makanannya.
"Seberapa kuatnya Sekte Iblis Penguasa Neraka?."
"Ah untuk soal kekuatan saya tidak bisa memberi tahu dengan pasti tapi mereka sangat berbahaya." tegasnya. "Syarat masuk kesana saja di butuhkan kultivasi ranah Langit puncak paling minimum."
"Hm..." Shen Hao Feng meminum segelas kecil alkoholnya. "Aku ingin satu informasi lagi, ada dimana pelelangan terbesar di Kota Benteng ini?."
"Karena aku perlu uang banyak untuk membeli artefak atau membuat pil aku harus menjual beberapa artefak beharga yang tidak perlu kugunakan. Salah satunya mungkin lukisan Bao Yun." Pikirnya.
"Kalau tempat pelelangan terbaik Kota benteng Yanhu ada di pusat Kota dan memiliki bangunan paling tinggi maka disitulah tempatnya."
"Begitu ya, terimakasih." Shen Hao Feng menyuruh pelayan itu pergi karena pertanyaan nya selesai.
Setelah selesai makan Shen Hao Feng bergerak ke pelelangan. Saat masuk ia di hampiri oleh gadis cantik ras iblis.
"Tuan ini mau kemana?." tersenyum manis.
Shen Hao Feng menghela nafas panjang di hatinya. "Maaf aku sibuk, aku perlu menjual beberapa artefak jadi jangan ganggu aku." Shen Hao Feng bergegas masuk meninggalkan gadis disana yang kesal.
"Merepotkan sekali bertemu gadis ras iblis seperti itu." gumam Shen Hao Feng. Ia terus berjalan sampai ke bagian pelayanan.
"Permisi aku ingin menjual beberapa barang di pelelangan ini, apa bisa?."
'Bisa tunjukan kartu identitasnya?."
Shen Hao Feng menyerahkan kartu nya dengan cepat.
"tuan Shen Niu ya... Barang apa yang ingin anda jual? Artefak, senjata, pil, atau bahan untuk pil?."
Shen Hao Feng tersenyum. "Satu artefak, satu kotak pil kualitas 2 dan mungkin buku teknik kultivasi."
"Eh?." bahkan bagian pelayanan sendiri tertegun mendengar Shen Hao Feng berniat menjual barang berkualitas begitu mudah.