NovelToon NovelToon
Anak Genius: Ayahku Seorang Superstar

Anak Genius: Ayahku Seorang Superstar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius
Popularitas:629
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Pada satu malam ... seorang pria merenggut kehormatannya, hingga menanamkan benih dalam rahimnya.
Lima tahun kemudian ... the twins hadir dikehidupannya. Selama itu tidak ada yang pernah tahu siapa ayah biologisnya, hingga the twins Semi & Arsyad mencari ayah mereka.

Dan di satu waktu Kedua orangtua mereka dipertemukan.

Akankah mereka saling mengenali?
Apa usaha Semi & Arsyad berhasil?

subscribe karya ini untuk ikuti cerita lanjutannya. Jangan jadi pembaca bisu ya, harus like, komen dan vote.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkunjung Ke Rumah Min-Ji

Seperti rencana tadi malam, Adam bersama keluarganya pergi ke rumah Min-Ji. Dari tadi Zahra sudah sangat gelisah antara malu dan takut.

Malu karena perlakuannya kemarin, dan takut ... Jika Haesung tidak memaafkannya. Entah kenapa semenjak bertemu Haesung firasatnya selalu saja buruk.

Mobil yang dikendalikan Abi Adam pun memasuki kompleks perumahan elit, dari dalam mobil Semi dan Arsyad menatapnya takjub, baru kali ini mereka keluar dari desa, bangunan-bangunan di kota sangat tinggi, jalanan riuh penuh asap kendaraan, tapi ketika memasuki komplek perumahan ini rasanya sejuk, setiap jalan dipenuhi dengan pohon, jalanan aspal yang mulus tidak membuat mobil berlenggok seperti di desa.

"Wah, Abang. Rumahnya Uncle pasti besar, lihat saja setiap rumah yang kita lewati besar-besar."

Hawa dan Adam tersenyum mendengar ocehan Semi.

"Adek, jangan norak ya. Tidak ada yang lebih nyaman dari rumah Ninik dan Aki," ujar Arsyad.

Masih kecil saja Arsyad selalu menjaga perasaan aki dan niniknya. Tidak ingin menyinggung soal rumah, Arsyad berkata demikian kepada Ninik dan Akinya.

Arsyad dan Semi masih menempelkan wajah mereka pada kaca mobil. Bersamaan dengan itu sebuah mobil melewatinya, Arsyad dan Semi tidak tahu jika mobil itu milik Haesung yang hendak kembali ke Korea.

"Ummi? Zahra boleh bertanya?" Kini giliran Zahra yang bersuara.

Ummi Hawa menoleh dari balik kaca dashboard. "Ada apa Nak?"

"Nyonya Min-Ji di sini dengan siapa Ummi? Kenapa dia tiba-tiba tertarik pada Islam?"

Hawa menanggapi dengan senyuman. "Waktu itu ... Nyonya Min-Ji singgah di mesjid kita. Dia terdiam sambil melihat santriwati berwudhu dan berbondong memasuki mesjid.  Karena dia terus memperhatikan Ummi tanya,  sedang apa dan kenapa hanya berdiri saja. Nyonya Min-Ji terlihat canggung waktu itu, dengan ragu ia menjawab. 'Maaf, apa boleh saya meminta airnya untuk membasuh wajah? Tapi saya bukan muslim'."

"Lalu Ummi jawab apa?" Potong Zahra.

"Ummi bilang, ya ... silakan. Air di sini bebas digunakan untuk siapa pun asal kita yang hendak memakainya harus suci atau bersih.  Nyonya Min-Ji nampak terkejut. Dia pergi ke area wudhu setelah membuka sendalnya."

"Terus?" potong Zahra lagi.

"Setelah salat berjamaah magrib, Ummi melihat beliau duduk dipinggiran teras mesjid. Beliau nampak bingung seperti sudah kehilangan sesuatu."

"Ummi tanya?"

"Iya dong. Waktu Ummi tanya kenapa, ternyata Nyonya Min-Ji ini korban hipnotis, dia jalan-jalan ke sebuah desa untuk berwisata tapi ternyata dia ditipu oleh jasa travelnya. Uangnya dibawa, semuanya tapi untungnya ponsel masih ia miliki. Ummi setelah mendengar ceritanya, Ummi hanya ingin menolong apalagi dia bukan orang sini, takutnya tidak ada yang mengerti bahasanya."

"Terus, Ummi ngerti?" tanya Zahra penasaran.

"Ya ngerti, orang dia ngomong bahasa indo kok."

Detik demikian tawa Semi dan Arsyad mengguncang mobil. Mereka terbahak ketika mendengar cerita niniknya ditambah ekspresi Zahra setelahnya.

"Ummi kok bercanda," protes Zahra dengan raut wajah kesalnya.

"Siapa yang bercanda, Nyonya Min-Ji ternyata sudah sering ke Indonesia jadi dia sudah bisa bahasa Indonesia. Ummi langsung saja ajak ke rumah, suguhin makan dan jamuan lain setelah itu dia pulang dijemput saudaranya. Dan Alhamdulillah... setelah lama Nyonya Min-Ji kembali. Dia mengingat semua kebaikan Ummi jadi dia juga membantu Ummi dan Abi ketika kami kena musibah."

"Musibah apa Ummi?"

"Tidak perlu dijelaskan, kamu juga tahu Nak," katanya pada Zahra. "Dan sampai sekarang ... Nyonya Min-Ji selalu memberikan donasi untuk pondok. Hingga akhirnya beliau tertarik pada Islam dan ingin mempelajarinya."

"Alhamdulillah... semoga benar ya Ummi. Semoga beliau diberi hidayah," ucap Zahra setelahnya.

"Aamiin," balas Ummi dan Abi bersamaan.

"Nah, sekarang Abang ... Adek ... dengar gak tadi cerita Ninik? Kira-kira pelajaran apa yang didapat?" tanya Abi Adam.

Arsyad dan Semi berpikir.

"Tahu Aki," jawab Arsyad. "Kita harus saling menolong, jangan melihat siapa dan dari mana orang yang kita tolong itu. Karena menolong adalah kebaikan yang tidak pernah terlupakan."

"Semi juga tahu Aki, karena menolong ...  kebaikan juga akan datang kepada kita."

"BETULL... Seperti yang sudah diterangkan juga dalam surah Al-Mai'dah ayat 2 'Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan'."

"Emang ada ya, tolong menolong yang berbuat dosa?" tanya Semi dengan wajah polosnya.

"Tentu ada, misalnya Adek berbohong terus Abang bantu Adek untuk tutupin kebohongan Adek, nah itu yang tidak boleh," jelas Ummi Hawa.

"Kenapa? Abang dan Adek berbohong sama Mama ya?" Tatap Zahra pada Arsyad dan Semi yang lama terdiam.

"Enggak Mama." Semi dan Arsyad langsung menggeleng.

Tapi, Aku ngumpetin rambut uncle di dalam laci, apa itu dosa?— pikir Arsyad dalam hatinya.

"Alhamdulillah sudah sampai," ucap Ummi Hawa membuyarkan lamunan Arsyad.

"Ini rumahnya Ummi?" tanya Zahra, menatap pintu besar dan tinggi di depannya.

"Iya. Ayo turun," ajak Ummi Hawa.

Mereka semua turun dari mobil, bersamaan dengan itu Nyonya Min-Ji juga keluar dari rumahnya. Dia nampak terkejut melihat kedatangan Ummi Hawa satu keluarga. Dia langsung mendekat, dan memeluk Ummi Hawa dengan bahagia.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

"Aku sampai kaget Ummi dan keluarga mau berkunjung ke rumah saya. Kenapa tidak bilang?" tanya Min-Ji dengan ramah.

"Biar jadi kejutan," bisik Ummi Hawa, membuat Min-Ji tertawa.

"Ayo masuk," ajaknya pada mereka semua.

Setibanya di dalam mereka langsung disuguhkan jamuan, minuman jus buah dan cemilan ringan juga ada kue brownies yang menggiurkan mata Semi dan Arsyad. Mereka berdua memang sangat suka dengan kue satu itu. Namun, mereka tidak berani mengambil karena malu.

Min-Ji menyadari tingkah mereka, apalagi tatapan keduanya pada si coklat empuk itu. Dengan senyum Min-Ji berkata " Kalian mau kue? Ini adalah kue brownies paling enak ... Ayo cobain," ucapnya yang menyerahkan piring brownis pada Semi dan Arsyad.

"Boleh?" tanya keduanya.

"Tentu. Ambillah," ujar Min-Ji. Arsyad dan Semi pun langsung ambil. Mata mereka berbinar setelah menyantapnya.

"Emhh ... Ini enak sekali. Boleh aku ambil dua?" tanya Arsyad.

"Kalau buat dibawa pulang boleh?" tanya Semi.

Min-Ji semakin gemas dibuatnya. "Boleh, dong. Mau dua, mau semuanya juga boleh, untuk pulang ... Nanti Tante bekalkan, ya."

"Jangan Tante. Maaf merepotkan, mereka memang sangat suka brownies Tante," ujar Zahra.

"Tidak apa-apa Zahra, kebetulan masih ada lebih di kulkas. Ngomong-ngomong ... Kalian suka sekali sama brownies seperti Haesung dia juga suka banget."

Kesukaan kami sama. Apa uncle Haesung memang papaku— batin Arsyad

"Oh iya, Haesung kemana? Tidak kelihatan?" tanya Ummi Hawa.

Min-Ji menarik napas.

"Baru saja, dia pergi. Haesung harus kembali ke Seoul karena masalah pekerjaan. Jadi ... Ya, aku tidak bisa melarang. Managernya terus saja menghubunginya."

"Jadi Haesung sudah pergi?" tanya Zahra, yang nampak kecewa.

1
Dini_Ra
Teruntuk kalian yang baca karya ini. Author mau jelaskan jika karya ini sebenarnya sudah pernah publish sebelumnya dengan cover yang berbeda. Mungkin dari kalian ada yang sudah pernah baca, lalu kenapa sih Thor? kok yang ini covernya beda, terus babnya juga udah banyak tapi yang ini kembali dari awal.

Aku jelasin yang sekarang ya🙏
Sebelumya kan author bikin novel ini ingin ikut event tapi yang kemarin itu gak bisa karena publish sebelum bulan Mei. Author tanya dong sama editor dan q&A ternyata tetap gak bisa dan mereka kasih saran kalau mau masuk event novelnya hapus saja lalu upload ulang. yaudahlah aku hapus novel yang kemarin lalu upload ulang.

jadi ... ini bukan plagiat ya, maaf sudah membuat kalian bingung 🙏. Semoga kalian suka dan baca karya ini sampai selesai 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!