NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Berubah manjadi cantik / Tamat
Popularitas:17.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: Kirana Pramudya

Saat suamimu merundungmu dan mengataimu hanya karena fisikmu yang berukuran XXL, bagaimanakah perasaanmu?

Kanaya Salsabilla, Penulis Novel Digital yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya merundungnya, melakukan kekerasan verbal, hingga bermain api dengan mantan terindahnya di depan matanya.

Darren Jaya Wardhana, Direktur Pemasaran Jaya Corp yang merupakan pria mapan dan gagal move on dari cinta masa lalunya itu, justru memperlakukan Kanaya sebagai istrinya dengan buruk.

Di satu sisi, ada Bisma Adi Pradana, seorang Dokter yang membantu Kanaya dan terus memotivasi gadis itu untuk mengubah penampilannya.

"Tidak ada yang lebih menyakitkan selain hidup seatap dengan suami yang terang-terangan terjebak dengan mantan terindanya." Kanaya Salsabilla.

"Aku menolakmu. Menikahi Kalkun Jelek sepertimu, justru membuatku mendapatkan kutukan." Darren Jaya Wardhana.

"Teruslah berusaha, karena pintu selalu terbuka bagi mereka yang mau berusaha dan tidak menyerah." Bisma Adi Pr

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Muay Thai

Beberapa waktu pun berlalu, Kanaya masih saja menata hatinya. Berusaha fokus dengan profesinya sebagai penulis novel digital, sekalipun terkadang dirinya justru terjerumus dalam berbagai pikiran yang sangat mempengaruhi kinerja otaknya. Jujur saja, setelah Darren mengatakan ingin melakukan poligami, Kanaya seolah tidak bisa menulis dengan rajin. Beberapa kali, dia justru seolah terkejar dengan waktu karena tidak bisa mempublikasikan Bab baru nya dengan waktu yang telah tetapkan sebelumnya.

Beban pikiran rasanya benar-benar melanda Kanaya dan membuat gadis itu sulit untuk berkonsentrasi. Bagaimana pun suaminya selalu menggoreskan luka, memang pernikahan tanpa cinta yang dijalani keduanya seolah tidak menjanjikan hari yang indah dan cerah. Akan tetapi, Kanaya sendiri menyesalkan sikap Darren yang seolah tiada habisnya menyulut api dan menggores luka di hatinya.

Untuk mendapatkan refreshing sejenak dan berharap dirinya bisa lebih fokus, kali ini instruktur Muay Thai yang dijanjikan oleh Bisma datang ke apartemen Kanaya. Sebagaimana permintaan Kanaya kepada Bisma, bahwa dia menginginkan instruktur perempuan dan juga bisa datang ke apartemennya tentunya setelah Darren berangkat kerja.

Pagi itu, kurang lebih jam 09.00 WIB, seorang instruktur Muay Thai untuk pertama kali datang ke apartemen Kanaya.

Terdengar suara bel pintu apartemennya berbunyi, karena itu Kanaya bergegas untuk membukakan pintu.

Tidak disangka seorang gadis yang juga dikenal oleh Kanaya yang menjadi instrukturnya Muay Thai.

“Sinta ….” sapa Kanaya seolah tak percaya akan kembali bertemu dengan teman semasa SMA nya yang bernama Sinta itu yang kini berdiri dengan mengenakan pakaian khas olahraga dan membawa beberapa peralatan Muay Thai di dalam tas gendongnya.

“Oh hei, Kanaya … tidak kusangka ternyata engkau.” ucap Sinta sembari memeluk teman lamanya itu.

“Iya ini aku … bagaimana bisa kamu menjadi Instruktur Muay Thai, Sin?” tanyanya seolah tak percaya.

Sinta pun tertawa. “Aku dulu kuliah menjadi jurusan Pendidikan Olahraga, Nay … kemudian aku mengambil sertifikasi untuk Yoga dan Muay Thai, ya sekarang beginilah aku.”

Keduanya sama-sama terkekeh geli, kemudian Sinta bersiap memberikan beberapa penjelasan materi dasar terlebih dahulu sebelum memulai praktik Muay Thai.

“Nah, jadi begini Nay, prinsipnya Muay Thai ini memang bisa menurunkan berat badan. Namun, tidak instans ya … tetapi, ada banyak manfaat lain dari Muay Thai ini yaitu menyehatkan jantung, memperkuat otot-otot kaki, membantu melepaskan stress, dan juga membakar lemak dalam tubuh. Jadi manfaatnya itu banyak banget, kalau Bisma menawarkanmu Muay Thai, aku rasa sih ini tawaran yang tepat.”  ucap Sinta memberikan penjelasan kepada Kanaya.

Di satu sisi, Kanaya nampak mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang dikatakan Sinta. Dia juga berharap, tidak hanya menjadi kurus dan langsing, tetapi juga sehat tentunya. Masih terlintas dalam benaknya bagaimana dia kelebihan hampir 34 kilogram lemak di tubuhnya. Kanaya tidak ingin semakin mengalami gangguan kesehatan karena obesitas yang dia derita.

“Sekarang kita mulai dari gerakan dasar ya Nay … yang pertama menyempurnakan kuda-kuda. Caranya begini ya, ikuti aku dulu. Rentangkan kaki selebar pinggul. Tempatkan kaki yang lebih tangkas sedikit di belakang tubuh. Posisi ini memungkinkan kamu untuk memiliki momentum yang lebih besar untuk menendang dengan menggunakan kaki tersebut. Nah, kemudian kencangkan sedikit otor di perut. Tujuannya adalah untuk berjaga-jaga apabila lawan memukul perut kita. Tempatkan kepalan tangan yang dominan dengan posisi melindungi wajah, tetapi siap untuk menyerang. Tempatkan kepalan tangan yang lain di depan tubuh dengan posisi setinggi hidung. Bergerak terus dan cobalah mengubah ritme ya. Tujuan gerakan ini supaya lawan tidak bisa memprediksi gerakanmu. Sekarang coba ya. Yak ... pukul.”

Sinta rupanya Instruktur yang sangat baik, dia tidak hanya meminta Kanaya untuk langsung praktik, tetapi juga mengajarkan dari basic-nya, dari gerakan dasar. Selain itu tujuan dari setiap gerakan untuk diberitahukan kepada Kanaya.

Sementara Kanaya yang masih pemula tentu masih kaki untuk melakukan gerakan kuda-kuda yang sempurna, karena itu Sinta pun membenarkan posisi kaki dan tangan Kanaya supaya lebih benar.

“Coba lagi Nay … perkuat kaki kamu yang dominan untuk menahan berat tubuhmu. Posisi tangan juga ya. Kita mulai dari gerakan kuda-kuda terlebih dahulu.” instruksinya kepada Kanaya.

Praktis beberapa waktu berlalu, dan baru gerakan kuda-kuda yang dipelajari Kanaya. Kendati demikian, hanya berlatih kuda-kuda saja sudah membuat badan Kanaya bercucuran keringat.

“Berat banget ya Sin ….” keluh Kanaya ketika temannya itu menyudahi sessi Muay Thai pagi ini.

Sinta pun tertawa lebar. “Bagi pemula, saat pertama itu terasa berat Nay … yang penting semangat. Apa yang menjadi tujuannya, walaupun berat, capailah itu.” ucap Sinta yang kali ini ingin memotivasi temannya itu.

Kanaya pun menyeka keringat di keningnya dan tertawa. “Bener banget … aku hampir nyerah tadi, untung aja kamu ingetin buat terus maju dan mencapainya. Ya ampun dengan tubuh seberat ini rasanya aku kecapekan banget.”

“Gak apa-apa, nanti kalau sudah terbiasa, badan kita juga biasa juga kok. Enggak terasa berat. Ngomong-ngomong kamu tinggal di sini Nay? Setahuku ini apartemen mewah banget. Hanya selevel Crazy Rich yang bisa tinggal di sini.” ucap Sinta sembari memperhatikan situasi di dalam apartemen itu.

Kanaya pun tertawa. “ Ini bukan punyaku kok Sin … aku cuma menumpang hidup di sini.”

Sinta mengernyitkan keningnya. “Menumpang hidup? Maksud kamu, kamu menjadi ART di sini?”

Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Sinta, mengingat perjalanan Kanaya di masa bangku SMA, Sinta ingat sekali bahwa temannya itu tidak sekaya itu untuk bisa tinggal di apartemen mewah.

Bukan marah, Kanaya pun justru tergelak. Dia tidak marah atau pun tersinggung, karena Sinta berpikir pasti temannya itu tidak tahu dengan kisah hidupnya. “Hahahha … begitulah Sin. Anggap saja begitu. Jadi, apartemen ini bukan milikku, aku hanya menumpang di sini.” ucap Kanaya dengan terkekeh geli.

Bagi Kanaya, biarlah temannya itu menganggapnya menjadi ART di tempat ini menurut Kanaya itu lebih baik, daripada justru mengakui dirinya sebagai istri dari seorang pengusaha muda bernama Darren Jaya Wardhana.

Sinta nampak menatap Kanaya sembari tersenyum. “O … berarti yang memiliki apartemen ini baik ya karena membolehkan kamu untuk melakukan Muay Thai di sini.”

Kanaya pun tersenyum kecut.

Siapa yang baik, Darren? Baik dari mana coba. Dilihat dari puncak Monas, juga pria itu tidak ada baik-baiknya.

Kanaya lantas tertawa dan menatap Sinta. “Jadi, pertemuan selanjutnya kapan Sin? Masih harus gerakan dasar dulu ya?” tanyanya yang tentu saja mengalihkan pembicaraan dengan teman sekaligus Instrukturnya Muay Thai itu. Alih-alih menanggapi pertanyaan Sinta, Kanaya justru mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan pertemuan selanjutnya.

1
Ran Tea
Luar biasa
esther
Kanaya kok kayak tsk ingat sama org tua angkat nya yg begitu syg sama dia pd hal jd dir keuangan di peeusahaan org tua angkt sadat kanaya ‘
esther
Kayana tdk usah terlalu menuntut sdh bersyukur dapat suami yg baik dr spesialis kok berlebihan seksli ‘
Casudin Udin
Luar biasa
v_cupid
😉
Puriah
anakku juga lancar bicaranya 3tahunan
Fily Barasi
Luar biasa
Hera Edrina
haddeh.badan gede apa gunanya??

tubruk aja itu laki laki..hingga terjungkal
Zahra Rika
lg gndut nya jg cantik lho
Zahra Rika
ak mendukung mu nay
y_res
perceraian emang dibenci Allah tapi dibolehkan jika mudharatx lebih banyak,,,
Nurhana
ya salah jg orang tua nya Daren klu ga cinta kenapa masih di paksa nikah itu nama nya ego nya orang tua lagian jg Kanaya kenapa mau aja di jodohin kesel jg baca novel ini
Yus Warkop
sakitkatkan? nikmatilah
Yus Warkop
iya yah kadang orang itu kalau lagi susah atau menemui kesulitan selslu merasa bahwa dia paling susah pdahal kadang udate sttus mersa paling teraniaya pdhal kalo kita lihat ke bawah banyak yg lebih menderita dari kita sungguh kita harus banyak"pandai bersyukur.

terimakasih thor atas ilmunya aku yg hanya tinggal baca novel dngan gratis , kadang suka ngeluh kalau nunggu lama up
Yus Warkop
kabar s daren gimna
Yus Warkop
semangat
Yus Warkop
rasain daren
Yus Warkop
naudzubillah khimindzalik zinah daren
Yus Warkop
rasain daren
Yus Warkop
bersyukur mertua baik adik ipar baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!