black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."
" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
paket komplit
" kamu masih tau datang." ujar Bisma setelah sadar dan melihat ayu Surya dan Santi Wira di luar karena sasa tidak mau di dalam.
" ayah....." ujar Surya
" ah bagai mana dengan uang itu, apa kamu sudah ke kantor polisi untuk melapor. " tanya Bisma pada Surya.
" sudah, Surya sedah melakukannya hanya saja proses pengembalian uang itu akan lama dan tidak akan utuh, karena komplotan ini juga melakukan pencucian uang." ucap Surya.
" habis sudah semuanya." ucap Bisma sangat terpukul.
" sudah ayah tenang saja Surya akan pikirkan caranya." ucap Surya.
" memang ayah gunakan uang kas perusahaan berapa kak." ucap ayu yang hanya diam.
" itu..... 100jt, " ucap Bisma dengan berat dan penuh keraguan.
" aku ada 75 juta kak Surya bisa gunakan itu untuk menutupi kekosongan kas perusahaan." ucap ayu.
" jangan bercanda kamu, emang suami kamu itu milyader, suami sampah seperti itu berani bicara 75 juta, 75 Ribu saja itupun kalo ada." ucap Bisma.
" kamu serius dek." ujar Surya.
" ya aku serius...." ucap ayu mengabaikan ketidak sukaan Bisma pada suaminya.
" dari mana uang itu berasal." ucap Surya.
" dari mana berasal, kak Surya tidak perlu tau." ucap ayu.
" anak durhaka apa kamu sedang mengabaikan ayahmu, kamu ya semakin tidak tau aturan, berani melawan." ucap Bisma kesal karena di abaikan.
" ayah tenang jangan marah kesehatan ayah bisa menurun nantinya." ucap Surya.
" itu lihat lah adik mu yang semakin kurang ajar." ujar Bisma.
" stop ayah, ayu datang itu tanda masih menganggap ayah sebagai orang tuanya, lalu sekarang Ayu datang juga ingin membantu, itu tanda ayu masih peduli dengan keluarganya, ini hanya ayah yang terlalu membenci suami nya kan , jadi tolong kita saat ini sedang terhimpit." tegas Surya membuat Bisma diam seketika dan membuang muka.
" kirim saja no rekening perusahaan kak, aku harus pergi sekarang sepertinya Sasa juga sudah ingin pulang." ucap ayu.
" iya iya baik lah nanti sekalian kakak akan buatkan surat hutangnya." ucap Surya.
" tidak perlu kak..." ucap ayu.
" ee.... tapi...." ucap Surya.
" ayah ayu pulang dulu, jaga kesehatan. Kak, kakak ipar titip ayah jika ada apa apa hubungi ayu cepat." ucap ayu.
" iya.... Hati hati...." Surya dan Santi.
Ayu pun pergi keluar dari ruang perawatan itu. Di luar ayu melihat Wira yang menggendong Sasa yang sudah tertidur. Kemudian tanpa terasa air matanya menetes melihat Wira yang sudah jauh berubah.
" kamu kok nangis ay....... gimana keadaan ayah....." ujar Wira kebetulan berbalik dan melihat ayu seperti menangis tapi menyembunyikannya dari Wira dengan berusaha mengelapnya.
" aku baik baik saja, ayah juga sudah sadar dan kondisinya baik juga....." ujar ayu.
" ya udah aku masuk untuk melihat kondisi ayah....." ujar Wira.
" udah gak usah kita pulang sekarang...." ujar ayu.
" e.... Tapi...." Wira.
" udah ayo pulang sekarang." ucap ayu.
" apa kak Surya dan kakak ipar akan baik baik saja jika aku langsung pulang." ujar Wira.
" mereka baik baik saja, lagi pula kita suami istri apa beda antara suami atau istri yang berpamit untuk pulang, lagi pula Sasa sudah tidur." ayu.
" oh... Baik lah jika seperti itu...." jawab Wira
...****************...
Di kamar Wira dan ayu masih tidak tidur, ayu berada dalam pelukan hangat Wira kemudian membuka obrolan.
" suami....." panggil ayu.
" ya ...." jawab Wira.
" aku memberikan uang sebesar 75 juta untuk kas perusahaan ayah, apa tidak masalah." ujar ayu.
" masalah....." ucap Wira, yang seketika membuat ayu terkesiap.
" jika begitu aku tidak akan mengirim kan uangnya, maafkan aku....." ujar ayu.
" sepertinya Wira marah, dan tidak ingin membantu." pikir ayu
" kenapa hanya 75 juta, kenapa tidak 100jt mungkin, atau 200jt juga boleh." ucap Wira.
" suami..... Kamu membuatku takut...." ujar ayu salah tingkah.
" maafkan aku sudah membuatmu takut, aku hanya ingin memberitahumu, apa pun yang ingin kamu lakukan di masa depan lakukan saja tidak perlu persetujuanku." ucap Wira.
" bagai mana jika aku memutuskan meninggalkanmu di masa depan." ucap ayu.
" itu tandanya aku masih belum menjadi yang terbaik, jadi itu salahku." ucap Wira.
" suami aku semakin mencintaimu....." ucap ayu hatinya menghangat mendengar setiap kata yang di ucapkan Wira.
" oh ya coba lihat ini Satya memberikannya secara diam diam waktu itu, tapi aku lupa untuk memberitahu mu." ucap Wira memberikan kotak tidak terlalu besar.
Ini hanya alasan Wira saja untuk memberi ayu agar tidak di curigai dan tidak perlu di tanya asal usulnya, dan membiarkan Satya saja yang menjelaskan.
" apa ini...., apakah Satya tidak mengatakan apapun." tanya ayu.
" dia hanya bilang, tolong berikan ini pada istri mu, ini hadiah pernikahan kalian dari ku, begitu lah yang di katakan nya." ujar Wira mengarang seakan Satya lah dalangnya.
" biar aku lihat...." ucap ayu kemudian membuka kotak itu. Setelah di buka isinya sebuah kartu berwarna gold.
" ini kartu bank." ucap ayu.
" ya.... Coba aku lihat." Wira
" eh ada surat...." ujar ayu.
" coba kamu baca." ujar Wira.
" aku takut ...." jawab ayu.
" takut apa.... Tanya Wira.
" bagai mana jika ini surat cinta." ucap ayu.
" ngawur, Satya itu sudah menikah." jawab Wira.
" pria jika memiliki uang satu wanita saja tidak cukup." ujar ayu.
" untung saja semua uang kamu yang pegang ay...." ujar Wira.
" beruntung..... Apa buntung." ujar ayu.
" beruntung lah, uang itu hanya lembaran yang berisi angka, tapi istriku ini sama sekali tidak sebanding dan sangat tidak ternilai harganya." ujar Wira.
" gombal......" ujar ayu tapi hatinya senang.
" coba kamu baca saja...." ujar Wira.
" serius ni aku baca...." tanya ayu memastikan.
" iya... baca saja...." ujar Wira.
" saudara ipar aku sudah menganggap Wira sebagai saudara, jadi aku harap saudara ipar tidak keberatan dengan panggilanku, ini hadiah pernikahan kalian dariku, tolong jangan berikan ini pada Wira aku tidak percaya dengannya." isi surat itu dan selebihnya berisi akun dan password serta pin dari kartu itu.
" suami aku tidak tau sahabat dan temanmu itu begitu royal, tidak si firman, tidak Satya semuanya seperti orang gila jika memberikan sesuatu padamu, aku tidak tau kau melakukan kebaikan seperti apa pada mereka." ucap ayu.
" aku tidak tau mengapa istriku tidak bertanya langsung pada mereka." ujar Wira tidak mau menjelaskan apapun.
" aku rasa kamu ini memiliki kekuatan magis yang bisa menyihir dan mempengaruhi mereka agar selalu baik dan mendengarkan mu." ucap ayu.
" jika aku memilikinya akan ku gunakan pada istriku agar selalu mencintaiku dan tidak berpaling dariku." ucap Wira.
" sepertinya akan sulit untukku berpaling dan tidak mencintai suamiku ini, karena aku tidak akan menemukan sosok yang selalu membawa keajaiban,keberuntungan,cinta,dan kasih sayang." ujar ayu.
" paket komplit dong." ujar Wira.
" um... Paket komplit yang tuhan berikan padaku, dan aku ingin memiliki suamiku seutuhnya." ucap ayu