NovelToon NovelToon
Solo Reaper At The End Of The World

Solo Reaper At The End Of The World

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: RyzzNovel

Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.

Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.

Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.

Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.

Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Setelah rapat mereka yang canggung dan dipaksakan untuk terasa profesional layaknya politikus sejati, aturan mereka akhirnya terbentuk sebagai berikut:

Konflik apapun harus diselesaikan dengan percakapan. Ketika skalanya terlalu besar, sebaiknya diselesaikan di antara penguasa tanpa melibatkan penduduk yang tinggal di wilayah kekuasaan.

Dilarang ikut campur dalam masalah wilayah seseorang, kecuali ada izin dari penguasa yang terkait.

Sumber daya di New World tidak dimiliki siapapun kecuali yang berada dalam batas wilayah masing-masing.

Tower Sovereign adalah zona netral. Tidak ada tindakan permusuhan dalam bentuk apapun di dalam Tower.

Penguasa tidak boleh menggunakan penduduknya untuk menyerang wilayah lain secara langsung maupun tidak langsung.

Untuk saat ini hanya lima aturan tersebut yang mereka terapkan, mengingat kurangnya pengalaman mereka sebagai penguasa.

Dengan berakhirnya rapat itu, mereka menelusuri tower lebih jauh. Tujuan selanjutnya adalah lantai tengah.

Mereka memasuki lift yang tampak terlalu canggih bahkan untuk standar dunia mereka sebelumnya.

"Jenis ini jelas tidak ada di dunia kita sebelumnya kan? Aku berasal dari keluarga kaya raya, tapi aku tidak pernah melihat yang seperti ini satu kali pun." Rome tampak kagum.

Lift itu dilengkapi layar hologram, cukup dengan menekan layar untuk menentukan tujuan lantai.

Zenith mengangguk, "Pasti mahal kalau dijual. Bagaimana kalau kita bawa kabur saja lift ini?"

Rome tersenyum geli. "Maksudmu menjualnya kepada monster?"

Siapa di dunia ini yang akan membeli lift ini? Dan bagaimana cara membawanya kabur?

Tidak salah lagi, otaknya pasti sudah rusak.

"....."

Yang mengejutkan mereka, lift itu bergerak dengan lembut. Tidak ada getaran, tidak ada dengungan mesin, semuanya berjalan sempurna hingga mereka tiba di lantai tengah tanpa gangguan apapun.

Hal pertama yang menyambut mereka adalah sebuah koridor panjang dengan enam pintu yang masing-masing terlihat polos tanpa label apapun, kecuali sebuah layar hologram kecil yang menempel di dinding di sampingnya. Di ujung koridor terdapat satu ruangan lagi yang tampak bebas dimasuki karena tidak memiliki pintu atau penghalang.

"Ada enam pintu di sini, mungkin ruangan kita masing-masing? Di deskripsi sistem disebutkan bahwa kita akan punya ruangan pribadi." Nine mendekat ke salah satu pintu terdekat dan mencoba membukanya.

Terkunci.

"Haruskah aku menerobosnya saja?" Loen menawarkan dari samping.

"Jangan bodoh! Itu mahal!" Zenith berteriak.

Rome menatap Zenith dengan tatapan kosong. "Apa hubungannya?"

Tentu saja tidak ada.

Loen mencoba menarik pintunya, tidak ada respons. Zenith mencoba, hasilnya sama. Tapi begitu Rome yang maju, layar hologram di dinding itu tiba-tiba bereaksi.

[Identifikasi Berhasil]

Desss!

Pintu itu terbuka dengan suara desisan ringan. Mereka yang sebelumnya berjuang membuka pintu secara paksa terdiam, berkedip tiga kali berturut-turut.

Meski Rome sendiri sama terkejutnya, bibirnya langsung berkedut dan membentuk seringai mengejek.

"...Kalian para petani sangat bodoh."

Tentu saja dia bertingkah seolah sudah tahu dari tadi.

Nelphy tidak mempedulikan ejekan itu dan langsung mencoba mencocokkan dirinya ke pintu-pintu yang tersisa, sebelum akhirnya menemukan ruangannya di bagian tengah.

"Pintunya menggunakan pemindai wajah. Ini sangat mahal."

Zenith mengabaikan Rome dan fokus pada layar hologram itu, menjilat bibirnya.

Sama seperti Nelphy, dia segera mencari ruangan miliknya. Satu per satu, mereka akhirnya memasuki ruangan masing-masing dengan penuh semangat, kecuali Nate yang hanya menggaruk bagian belakang kepalanya.

"Kapan aku bisa kembali?"

Dia menghela napas kasar, lalu berhenti di depan satu-satunya pintu yang tidak didatangi siapapun. Sudah jelas itu miliknya.

[Identifikasi Berhasil]

Desss!

Pintu terbuka. Nate melangkah masuk tanpa ragu.

Hal pertama yang menarik perhatiannya adalah betapa tidak masuk akalnya ruangan itu. Panel pemantauan wilayah memenuhi satu dinding penuh. Portal teleportasi berbentuk lingkaran berdiri di sudut ruangan, terhubung ke wilayah pribadi dan Tower. Satu meja kerja dengan antarmuka sistem lengkap. Dan di bagian belakang, satu ruang istirahat kecil.

"Yah, ini agak menarik kurasa."

Nate tersenyum kecil, menjelajahi ruangan itu sejenak. Tidak banyak yang spesial untuk saat ini, mungkin karena dia bahkan belum mulai membangun wilayahnya sendiri. Meski begitu ruangan itu jelas sangat memuaskan, karena apa yang dia bayangkan sebagai proses membangun wilayah yang merepotkan ternyata dipermudah hingga batas tertentu.

Dia memasuki portal di sudut ruangan, merasakan sensasi yang sama memuakkannya seperti saat memasuki portal dungeon.

Begitu kesadarannya kembali, Nate menemukan dirinya berdiri di atas tanah kering yang penuh retakan. Wilayahnya ternyata dekat dengan lautan dan jalur sungai yang sudah lama mengering.

"...Aneh. Jika dekat dengan lautan, mengapa tanahnya retak seperti ini? Apa lautnya tidak ramah?"

Nate memikirkannya sebentar, tapi hanya sebentar sebelum menghela napas kasar karena teringat sesuatu.

Dia membuka toko dunia.

Layar hologram langsung dipenuhi begitu banyak lampiran sekaligus, dan Nate hanya bisa diam sejenak. Dia pikir isi toko itu akan berkutat seputar penciptaan negara, tapi skalanya jauh melampaui itu.

Pada dasarnya, Nate bisa mengubah dunia itu sendiri.

\=\=\= Toko Dunia \=\=\=

Penciptaan Gunung: Harga tergantung ukuran.

Penciptaan Pepohonan: Harga tergantung seberapa banyak pohon.

Penciptaan Hewan: Tergantung jenis dan jumlah hewan.

\=\=\= Toko Dunia \=\=\=

Masih ada banyak hal lainnya di bawahnya.

Nate tertawa kosong, merasakan sesuatu yang asing di dalam dadanya.

Sejak kapan?

Dia tidak menyangka bahwa akan datang hari di mana dia menjadi sesuatu yang menyerupai Tuhan itu sendiri. Dia bisa menciptakan pegunungan, dia bisa menurunkan hujan, dia bisa melakukan hampir semua hal yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh kekuatan yang jauh melampaui manusia.

Karena tampak menarik, Nate kembali ke ruangan pribadinya dan menatap wilayahnya melalui layar hologram. Tanah tandus dan lautan yang luas. Tidak ada apapun selain itu.

Untuk sesaat dia memikirkan tentang wilayah seperti apa yang tepat untuk dia bangun, lalu senyuman muncul di wajahnya.

"Ini mungkin kekanakan, tapi memiliki pulau terbang pribadi adalah impian banyak anak kecil. Aku akan mewujudkannya untuk diriku sendiri."

Tapi untuk memulai, dia berniat memperbaiki wilayahnya yang masih tandus terlebih dahulu. Dia memeriksa toko dunia sejenak, lalu tanpa ragu-ragu menekan penciptaan gunung.

Kesadarannya tersedot.

Begitu muncul kembali, Nate menemukan dirinya dalam wujud berwarna biru transparan, mengambang di atas langit, menatap wilayahnya secara langsung dari ketinggian.

"Oh?"

Senyuman muncul di wajahnya. Lalu dengan tangannya yang terangkat, tanah tandus yang kering itu tiba-tiba terangkat dan menggemuk, membentuk pegunungan baru yang kokoh.

Nate tidak tahu berapa banyak credit yang akan terkuras, jadi dia menahan diri dengan hanya menciptakan beberapa gunung sekaligus, cukup untuk membentuk satu wilayah kecil yang layak dihuni.

Grrumm!! Grrumm!!

Tanah terus bergemuruh, pegunungan terbentuk. Tidak lama setelahnya, di sekitar dan di dalam pegunungan itu, tanah kering tiba-tiba ditumbuhi rumput hijau yang subur, diikuti deretan pohon-pohon yang tumbuh tinggi. Jalur sungai yang kering perlahan terisi air yang mengalir lembut mengikuti jalurnya. Beberapa hewan muncul di dalam hutan, ikan-ikan kecil melompat dari sungai.

Dalam sekejap mata, Nate menciptakan empat pegunungan yang berdiri di titik-titik keempat belah ketupat. Di tengahnya terbentuk wilayah yang cukup luas, kira-kira tiga kali lipat kota metropolitan yang pernah dia tinggali, seluas itu hingga seseorang hanya akan bisa menjelajahinya sepenuhnya setelah berjalan selama dua bulan penuh.

Setelah itu, layar hologram di sampingnya muncul:

[Apakah kamu ingin menyimpan perubahan ini dengan harga 3.118.312 (Diskon 95%) Credit?]

Tonjolan kekesalan yang sangat jelas terlihat di wajah Nate.

"Di sinilah aku berpikir bahwa aku akhirnya akan bisa menikmati hidup dengan nyaman karena memperoleh jutaan credit dengan mudah, tapi apa-apaan ini?"

Dia bisa melihat dirinya akan segera bangkrut.

Meski begitu, dia segera menenangkan dirinya. Mengingat skala perubahan yang baru saja dia ciptakan, harga tiga juta credit dengan diskon sembilan puluh lima persen sebenarnya terdengar murah. Dan semahal apapun harga aslinya tanpa diskon itu, Nate bisa merasakan bahwa itu memang sangat layak.

Dengan berat hati, Nate menerimanya.

***

1
Pradama Okta
harusnya udah peringkat D gak sih, kan syarat dari E ke D 5600 kill
Nameless: yang dihitung monster peringkat E keatas, kalau F kebawah gak kehitung
total 1 replies
SETH
cerita nya bagus..mudah2an rajin update dan gak hiatus
blueby
bagus
Nameless: terimakasih!
total 1 replies
KayyLawrence
mampir cuyy,jujur ceritanya bagus,langsung saja terbitkan dan adaptasi jadi manhwa
tintakering
mampir, k
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!