NovelToon NovelToon
Menikahi Janda Dokter

Menikahi Janda Dokter

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Dokter / Tamat
Popularitas:936.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dareen

Reynand Adam merupakan Adik kelas dari Naura Jovanka. Mereka terlibat cinta, namun Jovanka dijodohkan dengan laki-laki lain dan Rey meneruskan sekolah di sekolah penerbangan untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang pilot. Akankah cita-cita Rey menjadi seorang pilot terlaksana? dan bagaimana ceritanya Rey sampai menikahi seorang Janda?

Ikuti kisahnya dan jangan lupa LIKE/KOMEN/VOTE cerita Gue, ya? Itu merupakan hadiah terindah untuk Penulis.

Hatur Nuhun,
Boezank Jr. (Darren_Naveen)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dareen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30. Mengurus Kepindahan Sekolah

Kedua wanita cantik itu melenggang ke arah Rey dan juga Vicky. Rhiena langsung berdiri mendekati Vicky yang telah menjadi kekasihnya saat ini. Sedangkan Princess berdiri di hadapan Rey dan memandang tajam netra sipit itu.

“Princess?”

Mata sipit Rey sedikit membulat, kaget dengan kedatangan Princess saat itu.

Princess tersenyum, “Tamunya gak diajak masuk, Bang?” ucap Princess tersenyum simpul.

“Ya Tuhan! Sampe lupa, ayok masuk! Kalian pasti lapar, ya?” Rey terkekeh.

“Hemm ... Mentang-mentang ngeliat cewek cantik, jadi salfok Abangnya Nana,” ucap Vicky menggoda.

Rhiena, Vicky dan Princess tertawa, melihat rona wajah Rey yang menjadi kemerahan akibat menahan rasa malu.

Akhirnya, mereka berjalan memasuki kost yang sangat sederhana.

‘Ceklek!’

Pintu terbuka.

“Silakan, masuk!” ujar Rey.

Mereka duduk bersama di ruangan yang terbilang cukup sempit. Tak lupa, Rey juga menanyakan kabar mamanya yang berada di Jakarta.

“Na, abang beli camilan dulu, ya, di mini market,” ucap Rey.

“Gak usah, di dalam mobil ada banyak camilan,” jawab Rhiena.

“Ya udah, mana kuncinya? Biar abang ambil.” Rey menengadahkan tangan.

Rey berjalan menuju mobil merah yang terparkir di luar sedangkan Vicky, Rhiena dan Princess asyik mengobrol di dalam ruangan sempit itu.

Pasti, Nana yang ngajakin Princess ke mari dasar adik Kupret! geeutu Reynand.

.

“Bang, kita pulang besok sore. Boleh ya, kita nginep semalam di sini?” ucap Rhiena.

“Iya, nanti abang bilang sama ibu kostnya.”

“Asyikkk!”

Rhiena terlihat bahagia, begitu pun dengan Princess.

“Bang, Nana main dulu ke luar sama Kak Vicky, ya?” ucap Rhiena sambil menggandeng lengan Vicky.

“Tapi, Na ....” ucapan Rey terpotong dengan kata see you good bye, dari Nana.

Dasar adik durjana! Pekik dalam hati Rey ketika Rhiena sudah pergi dengan Vicky.

Rhiena memang sengaja meninggalkan Princess dengan abangnya. Bermaksud agar Rey bisa membuka hati dengan wanita lain, karena ia tidak mau saudara kembarnya patah hati, ketika ditinggal menikah oleh pacar yang telah dijodohkan dengan pria lain.

“Princess, di luar aja, yuk! Gak enak kalau ada yang liat,” ucap Rey.

Princess tersenyum dan mengangguk tanda ia meng iyakan permintaan Rey.

Mereka duduk di kursi, tepat di depan kost Reyanand. Bukan keromantisan yang terjadi, malah kaku dan keheningan yang terjadi pada mereka.

Semilir angin sore ini, malah semakin membuat keadaan bertambah sunyi.

Saling membisu seperti tidak berpenghuni. Hanya sesekali wajah Princess yang ketahuan menatap wajah Rey, diam-diam mencuri pandang.

“Princess, kamu tidak dicariin ibumu kalau kamu ikut ke mari?” tanya Rey memecah keheningan.

“Enggak, aku udah minta izin kok sama Mama, boleh aja kalau aku jalan sama Nana, kan mamaku udah kenal sama Nana,” jawab Princess.

“Ooo ....” ucap Rey datar.

Dengan keheningan yang terjadi, mengakibatkan waktu terasa lamban berputar, hanya kebosananan yang terjadi pada mereka.

Akhirnya, waktu sudah berjalan cukup lama. Rhiena dan Vicky pun sudah pulang dari jalan-jalannya. Namun, perbincangan mereka tidak seperti yang diharapkan Princess. Rey lebih banyak diam, hanya sesekali bertanya. Itu pun, di luar dari perasaannya.

***

Ujian Nasional pun telah dimulai. Jo dan Salsa tengah sibuk menghadapinya.

Rencana pernikahan pun akan secepatnya digelar.

“Rey!”

Jo memanggil Reynand ketika ia ada di depan pintu gerbang sekolah.

Rey terdiam. Langkah kakinya terhenti tatkala suara gadis yang dicintainya memanggil.

“Kamu mau ngapain ke sekolah? Bukannya libur, ya?” ucap Jovanka.

“Mau ada perlu ke ruang guru,” ucap Rey berkilah.

“Gak bohong?”

Mata Jo mendelik.

“Enggak!” jawab Reynand.

.

“Rey, bentar lagi aku akan menikah. Aku berikan kesempatan untuk kamu membawa lari aku dari rumah,” ucap Jo dengan mata berkaca-kaca.

Rey terdiam. Dalam hatinya berkecamuk antara egonya ingin memiliki dan ingin mendapat restu dari orang tua Jovanka.

“Rey!” ucap Jo yang terdengar membentak karena Rey terlihat melamun.

“Sorry, Jo! Aku pikirkan lagi. Kamu fokus dengan Ujian Nasionalmu aja,” ujar Rey.

“Tapi, aku ingin hidup bersamamu, Rey! Aku tidak kuasa, membayangkan akan melewati hari-hariku dengan laki-laki yang tidak pernah aku cintai!” Air itu hampir meluncur di pipi Jovanka.

“Tapi, apa kamu siap dengan segala konsekuensinya, apabila kamu ikut denganku? Aku masih pelajar, aku tidak punya apa-apa untuk menjamin kamu dalam materi, Jo!”

Rey memegang pundak Jovanka.

“Kalau perlu, aku mau kerja supaya kita bisa hidup bersama, Rey,” suara Jo meluluh yang disertai air mata yang membasahi pipi.

Ya Tuhan, berat sekali untuk mengambil keputusan ini. Aku harus bagaimana? Aku tidak ingin membuat Jovanka sedih seperti ini. Tapi, aku juga pantang kalau harus mengajaknya kabur dari rumah, pekik dalam hari Reynand.

“Rey ....” suara parau Jovanka membuyarkan pikiran Reynand.

“Plisss ... Ajak aku pergi, ke mana pun yang kamu mau!”

Air mata itu kembali luruh di pipi.

Hening.

Jo dan Rey masih berhadapan di depan gerbang sekolah hingga terdengar suara bel berbunyi.

“Masuk, gih! Nanti telat lagi. Konsentrasi ya, Jo?” Untuk yang pertama kalinya, Rey mencium pucuk kepala Jovanka.

Deg!

Hati Jo berdegup kencang tatkala ia merasakan hangat dan mesranya bibir yang meluncur di ujung kepalanya.

Ya Tuhan, baru kali ini Rey cium aku, umpat dalam hati Jovanka.

“Yang serius ngerjain soalnya. Jangan berpikir yang aneh-aneh, biar nilainya bagus, janji?”

Rey mengulurkan jari kelingkingnya.

“Iya!” Jo mengaitkan kelingking miliknya dengan Reynand.

Rey sedikit mengacak rambut Jo dan mencubit pelan hidung mancung itu.

Hal itu yang membuat Jo menjadi semangat di hari-hari menjalani Ujian Nasional. Jo berlalu pergi, tinggalah, air mata Rey yang luruh tatkala harus membohongi Jo.

Rey sama sekali tidak ingin membawa lari Jo dari rumah. Tapi, demi Jo bisa berkonsentrasi dalam pelaksanaan Ujian Nasionalnya. Rey terpaksa membohongi Jovanka, seolah Rey akan mengajak pergi bersamanya.

“Maafin aku, Jo!”

Rey mengusap aitr matanya.

Langkah kaki Rey berjalan gontai tatkala akan memasuki sekolah. Melihat kelas dua belas, sedang melaksanakan Ujian Nasional.

Sungguh, dalam koridor sekolah, tak sedikit pun suara canda tawa yang bisanya terdengar di telinga. Hanya sesekali saja Rey mendengar bunyi kursi yang di seret. Mungkin, mereka terlalu tegang ketika menghadapi soal ujian, sehingga duduk pun terasa tidak nyaman.

Tok ... Tok ... Rok ....

Rey mengetuk kantor kepala sekolah yang berbarengan dengan ruang guru. Hanya saja ruang kepala sekolah lebih privat lagi dipisahkan.

“Permisi, Pak!” ucap Reynand.

“Rey?” Kepala Sekolah mengernyitkan dahi, “Kamu, mau apa datang ke sekolah di saat libur?” sambung kepala sekolah.

“Rey mau minta surat pindah sekolah, Pak,” ucap Rey dengan suara parau.

“Kenapa? Padahal, kamu termasuk anak berprestasi di sekolah ini, rencananya Bapak akan mengajukan beasiswa untukmu.”

“Rey udah keterima di DFS, Pak.”

“Sekolah Penerbangan itu?”

“Iya, Pak.”

“Waahh ... Bapak tidak menyangka, anak didik Bapak keterima sekolah di sana. Baiklah, Bapak akan menyuruh bagian staf kantor untuk mengurus surat kepindahan sekolahmu. Sekali lagi, selamat ya, Rey? Semoga kamu menjadi orang yang sukses.” Kepala Sekolah menepuk pundak Rey dan berlalu pergi.

Rey menunggu di ruang kepala sekolah. Cukup lama, karena mereka mengurus segalanya termasuk data Rey yang berada di sekolah tersebut.

Hingga akhirnya, terlihat kepala sekolah berjalan menghampirinya dengan membawa surat pindah sekolah dan berkas yang mungkin akan dibutuhkan ketika di seoklah baru.

“Ini, Rey!”

Kepala Sekolah menyodorkan dokumen Reynand.

Rey meraih, “Makasih, Pak!”

Rey memasukkan dokumen penting itu ke dalam tas ransel yang ia bawa. Rey melangkahkan kaki ke luar dari ruangan kepala sekolah, kebetulan bel istirahat telah berbunyi.

****** gue! Pasti Jo nanya-nanya lagi! Pekik dalam hati Reynand.

Rey bergegas berjalan kaki lebih cepat untuk menghindari Jovanka. Bukan hanya Jo yang sedih apabila membahas pernikahannya. Tetapi, Rey juga merasakan sakit hati apabila mendengar hal itu di telinganya.

“Rey!” pekik Jovanka.

Sial! Malah dipanggil lagi, pekik dalam hati Reynand. Rey membalikkan badan.

“Ada apa Jo?” tanyanya berusaha dengan ekspresi biasa.

“Udah beres ke ruang gurunya?”

“Udah.”

“Ada apa, sih?” Jo mengernyitkan dahi.

“Kan tadi udah dibilang. Ada tugas yang belum rampung, makanya aku nyusul ngerjain sekarang.”

“Oh gitu, sekarang mau ke mana?”

“Rey, kok belum pulang juga? Selamat, ya? Pokoknya Bapak menjadi orang pertama yang bangga sama kamu!” Lagi-lagi, Pak KepSek menepuk pundakku.

Jo mengernyitkan dahi.

Sepertinya, ada yang Rey sembunyiin dari aku. Tapi apa? Tiba-tiba pikiran itu merasuki pikiran Jovanka.

“Jo, aku balik, ya? Ingat. Konsentrasi ya, Sayang?” Rey mengacak sedikit rambut Jovanka.

Jo kembali tersenyum. Lagi-lagi, Rey memberikan perhatian lebih untuk Jovanka. Sehingga ia merasa kalau Rey telah kembali. Rey telah menjadi sosok kekasih dulu yang pernah hilang.

“Ya udah, aku balik, ya?”

Jo mengangguk.

Dengan berat hati, Rey melangkah menjauhi Jovanka yang telah berada jauh di belakangnya.

“Ya Tuhan, apakah aku kuat dengan konsekuensi yang nantiku ambil? Kuatkah, hatiku menjalani hidup tanpa Jovanka, wanita pertama yang aku cinta.”

Sebenarnya, Rey merasa sedih telah membohongi Jovanka. Namun, demi masa depannya. Rey rela menyakiti dirinya sendiri untuk orang yang ia cintai. Walau, pada akhirnya, dua-duanya akan merasakan sakit yang mungkin tak berujung. Rey memilih menyakiti dua orang dari pada harus menambah banyak orang yang terluka karena keegoisannya terhadap Jovanka.

Di sepanjang jalan, Rey terdiam membayangkan nasibnya dikemudian hari kalau harus menjalin cinta dengan wanita lain? Yang mungkin tidak akan pernah dapat menggantikan Jovanka di hatinya.

..

Mampir ke cerita Ane yang lainnya, yok!

Yang berjudul :

*Menikahi Janda Dokter (on going)

*Jodoh Si Play Boy (End)

*Jodoh untuk Papa (New)

*Perjalanan Narumi (New)

*Abisatya Sang Indigo (New) nyoba Misteri.

Bersambung..

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

JANGAN LUPA LIKE/KOMEN/VOTE Ceritannya, karena itu merupakan hadiah terindah untuk Penulis🙏😁

1
Ardee
wah cerita kakak bagus,, nih aq kasih 7 cangkir kopi utk menemani kakak heheje
Ardee
semakin dekat ini heheh
Ardee
semoga succes Ray, semangat utk meraih masa depan nya
marta💎
thor ini serius gk ad lanjutannya?
Dia Amalia
itu klu pacaran sm seumuran bnyk egoisnya,,,
mending pacaran sm yg dewasa bg Rey 🤭🤭
Niswah
bagus
Fadil21 Nazwa
bagus isi'a thoor, pertahankan 💪💪💪
Fadil21 Nazwa
d kira mau main main sama Alex, tau'a d jadiin jodoh, rasain Jo,, untuk Rey masih ada aq yg kn mengobati sakit hatimu 😄😄😄
MONARITA @ RITA
betul banget bang rey.....
MONARITA @ RITA
reyna,,,,perasaan itu x boleh nak dipaksakan dek...
𝓢𝓐𝓓🌷® Hiatus ☠ᵏᵋᶜᶟ
knp ada nama ak y Thor????
Dareen: eh, masa? 😅
salam kenal, kak 🙏
total 1 replies
Mei Hiat
belum up y thor🚶‍♀️
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
kasian🤣🤣🤣🤣
sintesa destania
authors are you 🆗️kok ga ada up lagi ya...
sintesa destania: semangat thors😇😭
total 2 replies
dudul
done vote
cie cie cieeeeee janda rasa perawan wkwkwkwk❤❤❤❤
🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀🏃🏼‍♀
pastilah tau😌😌😌
nahkan malu sendiri rendy akhirnya
🍉🕌kimˢᵉˡˡᵒʷ͢ ᵇᵍᶠ🦢
tidak bisakomen kalo masalah bumil oum
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!