Keysa Indira Fidelya, gadis cantik dan kaya raya, menutupi latar belakang dan kecantikannya demi melarikan diri dari pernikahan. Ia pergi ke Kota B dan menjadi seorang mahasiswa yang berpenampilan culun dan tidak menarik sama sekali di sana.
Namun, tidak pernah disangka kalau hari pertama di kota pelariannya, Keysa akan bertemu dengan seorang pria paling disegani di Kota B. Seorang pria yang berani mencium paksanya sampai dua kali.
Devano G Mahardika, lelaki sombong, orang terkaya nomor satu di kota B, bahkan di Negara X. Lelaki yang menyebabkan Keysa marah karena telah berani menciumnya secara paksa dan terjadi konflik di antara mereka. Akan tetapi, Devano juga tanpa sengaja telah menyelamatkan Keysa yang sedang dalam masalah.
Dengan hal tersebut, cerita kedua insan ini dimulai, dari yang menantang banyak masalah, latar belakang kehidupan, permusuhan menjadi percintaan serta orang ke tiga juga mewarnai cerita kehidupan mereka.
*Cerita ini mengikuti Misi Kepenulisan yang diselenggarakan oleh Noveltoon. Jika ada kesamaan dengan novel lain harap maklum, karena alur ditentukan oleh editor dan author hanya mengembangkannya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leogirl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
[Hai, Faya! She is beautiful. Aku sangat kagum padamu. Kamu sangat hebat bisa membuat sahabatku mabuk kepayang oleh pesonamu. Seribu jempol dan love untukmu 👍👍❤❤]
[Bagaimana kalau kita makan malam bersama?]
Setelah membaca pesan dari Ezra, Keysa kembali membuka pesan berikutnya. Matanya menyipit saat membaca pesan yang dikirim seseakun. Akun itu dengan percaya dirinya mengajak Keysa makan malam dan berkata bahwa Faya sangat hebat, bisa membuat sahabatnya mabuk kepayang.
"Dia siapa lagi?" gumam Keysa pada dirinya sendiri, setelah membaca pesan tersebut. Namun, melihat ID yang digunakan dan cara bicara dari tulisan yang dikirim, tiba-tiba wajah Devano langsung terlintas di kepala Keysa.
"Apa mungkin si Arogan itu?" Tidak ingin hanya menebak-nebak, Keysa pun menanyakannya langsung kepada si pengirim pesan.
[Siapa ya?] balas Keysa.
[Siapa ya? Coba kamu tebak siapa aku!😆 ]
Pesan Keysa langsung dibalas, tetapi orang itu malah mengajaknya main tebak-tebakan.
"Ish ... malah ngajak maen tebak-tebakkan. Enggak ada kerjaan banget," rutuk Keysa, dan memilih mengabaikan pesan tersebut.
[Apa kamu sudah melupakanku? Padahal kita pernah bertemu sebelumnya, lho. Ya, Tuhan aku sedih sekali, kau melupakan pertemuan kita begitu saja. 🥺🥺] Tidak selang berapa lama, orang itu mengirim pesan lagi.
Orang yang pernah bertemu Keysa dengan wajah asli hanyalah Ezra dan Devano. Berarti tebakannya benar, orang yang sedang berkirim pesan saat ini adalah lelaki arogan yang selalu mengajaknya ribut.
"Beneran si Arogan. Tapi kenapa Dev tiba-tiba menghubungiku, padahal tadi dia bilang kalau sahabatnya menyukaiku? Itu artinya dia tahu dong kalau Ezra menyukaiku." Keysa dibuat bingung sendiri.
[Apa kamu lelaki yang masuk ke toilet wanita saat di klub?] Tanya Keysa berbasa-basi.
[Ya Tuhan, aku bahagia sekali ternyata kamu masih mengingatku. Tebakanmu benar sekali.🤗🤗] Devano membalas lagi.
[Kenapa mengajakku makan malam kalau kamu tahu sahabatmu itu menyukaiku?] Sebuah pesan kembali Keysa kirim kepada Devano.
***
Di sisi lain. Di sebuah rumah mewah bergaya Eropa, tepatnya di sebuah kamar besar milik anak lelaki putra pemilik rumah tampak seorang lelaki duduk di ranjang sembari membanggakan diri karena pesannya dibalas oleh Keysa.
"Lihatlah dia membalas pesanku!" Dengan senyum yang mengembang Devano menunjukkan ponselnya yang berisi balasan pesan dari Keysa, tepat di muka Ezra. "Pesonaku memang tiada terkira, levelmu masih jauh di bawahku. Lihatlah pesanmu saja dari tadi tidak dibalasnya!" lanjutnya yang malah mengejek si pemilik rumah.
Yang diajak bicara malah membuang muka sambil menjauhkan ponsel Devano dari wajahya. "Jangan ganggu dia Dev! Dia itu berbeda dengan gadis-gadis yang pernah bertemu denganmu," tandas Ezra. Ia tidak suka sahabatnya bermain-main dengan Faya karena ujung-ujungnya sudah bisa ditebak akan seperti apa.
Mendengar ucapan Ezra membuat Devano mencebik. "Baru bertemu sekali saja sudah dibuat bucin, sampe kau bela dia mati-matian. Tapi, aku sama sekali tidak percaya dengan ucapanmu. Bagiku mereka sama saja. Seperti yang sudah-sudah, para wanita cantik hanya ...." Devano tidak melanjutkan ucapannya. Bibirmya malah menampilkan senyum dengan sejuta arti. "Tapi tidak ada salahnya juga kalau kita mengujinya.
Sementara itu, di asrama, Keysa yang masih berkutik di depan laptop tiba-tiba menera notifikasi lagi. Setelah dilihat ternyata Devano membalas pesannya.
[Sama seperti sahabatku, aku pun mengagumimu sejak pandangan pertama. Wajah cantikmu selalu hadir dalam setiap bangun dan tidurku, dan aku selalu berharap bisa bertemu lagi. Kita makan malam bersama, lalu semakin dekat.]
"Ih, bulsyit sekali! Rayuan playboy cap biawak buntung mulai beraksi." Keysa seakan-akan mau muntah membaca pesan dari Devano. Ia pun memilih untuk tidak meladeni Devano lagi.
Namun, tidak selang lama sebuah notifikasi kembali masuk. Seseorang mengirimkan hadiah ke akun-nya. Setelah dilihat ternyata pengirimnya adalah Devano.
"Ini maksudnya apa lagi?" gumam Keysa dengan alis yang mengkerung.
[Bagaimana, apa kamu mau makan malam denganku? Pasti mau dong.]
Setelah sejumlah uang masuk, sebuah pesan dari orang yang sama kembali masuk.
"Ini apa-apaan? Dia kira aku cewek apaan? Dikira mo jual diri apa gimana?" Keysa dibuat kesal oleh hadiah dan pesan yang dikirim Devano.
[Terima kasih atas ajakannya. Tapi maaf, aku tidak bisa.]
Ingin sekali Keysa membalas pesan Devano dengan kata makian seperti yang biasa ia lontarkan saat berseteru dengan lelaki itu. Akan tetapi, ia redam kekesalannya karena sekarang yang sedang berbalas pesan bukanlah Keysa melainkan Faya—Gadis berparas cantik yang sangat lugu sampai kedua lelaki bersahabat itu menyukainya.
Entah apa yang ada di pikiran Devano. Namun, sepertinya ia tidak mau menyerah begitu saja. Sejurus kemudian Keysa mendapat lagi notifikasi dan pesan dari Devano.
"Ya, Tuhan! Cantik sekali … siapa yang mau menolak barang seindah itu?" Mata Keysa langsung berbinar melihat sesuatu yang dikirimkan Devano. "Aku mau!" serunya sambil membalas pesan Devano.
***
Ezra yang sedang duduk di samping Devano, melirik sang sahabat dengan alis yang mengekerung. Devano yang tadi dengan bangganya menyombongkan diri karena pesannya dibalas Faya alias Keysa, tetiba terdiam dengan raut wajah yang berubah masam dan senyumnya pun ikut menghilang. Penasaran apa yang terjadi, Ezra menggeser tubuhnya mendekati Devano, lalu melihat ke arah benda pipih yang sedang dipegang Devano dan tawa Ezra pun memenuh seisi kamar. Ia lantas mengejek sang sahabat yang ajakannya ditolak mentah-mentah oleh Keysa, bahkan uang yang di trasfer pun dikembalikan lagi oleh gadis itu.
"Sudah kubilang, Faya itu berbeda. Jangan kau pukul rata semua wanita akan gila sama harta. Lihatlah! Faya tidak sama dengan wanita lain," ujar Ezra sembari memukul bahu Devano. Ia bahagia sekali, sahabatnya yang sombong itu langsung kalah telak saat itu juga.
"Aku tidak percaya. Pasti gadis itu berpikir kecantikannya tidak sebanding dengan uang segitu. Dia pasti ingin hadiah yang lebih besar baru menerima tawaranku." Devano masih tidak percaya dan tidak sejalan dengan pemikiran Ezra.
Ia pun kembali mengirimkan sesuatu lagi, tetapi kali ini bukan uang. Devano mengirimkan sebuah gambar kalung bertahtakan berlian yang sangat indah dan tentunya harganya jauh di atas uang yang dikembalikan oleh Keysa.
[Ini adalah kalung berlian limited edition, perusahaan hanya membuat sebanyak sepuluh biji saja dan hanya orang-orang tertentu yang bisa memilikinya. Jika kamu mau makan malam denganku, bukan hanya fotonya saja yang kukirim, tetapi aslinya pun akan kukirim saat ini juga.]
[Aku sangat berharap kamulah pemilik kalung ini. Jadi kirim alamatmu dan kita makan malam bersama.]
Dua pesan berhasil Devano kirim. Ia yakin, gadis yang dikirim pesan akan terpesona dengan apa yang akan ia berikan kepadanya. Karena sejatinya wanita akan selalu silau dengan yang namanya perhiasaan dan kemewahan, begitulah yang ada di kepala Devano tentang wanita. Belum lagi, barang yang akan ia kirim adalah barang limited edition, sudah pasti semua orang akan menginginkannya. Dan, itu membuat Devano semakin yakin kali ini gadis itu tidak akan menolaknya.
[Mau anda kirim Taj mahal sekali pun aku tetap tidak bisa. Anda tidak perlu repot-repot mengirimkan kalung itu, karena aku tidak menginginkannya. Dan sebelum aku murka, berhenti menyogokku dengan uang atau barang apapun karena itu sama saja dengan anda merendahkanku.] Ternyata otak Keysa kembali berjalan. Ia yang sempat terhipnotis oleh kalung limited edition yang dikirim Devano, sejurus kemudian lantas memaki mati-matian Devano dan mengirim balasan penolakan untuk kesekian kedua kalinya.
Jawaban dari Keysa meruntuhkan keyakinan Devano. Gadis itu tetap menolaknya, membuat Devano menatap layar tidak percaya—Ada wanita yang menolak barang semahal itu. Sementara itu, Ezra semakin dibuat menggilai gadis yang menurutnya berbeda dan tidak silau akan harta.
"Sudah kubilang dia berbeda. Berhentilah Dev, aku mohon! Dia tidak bisa jadi sasaranmu berikutnya." Ezra berucap dengan sedikit penekanan.
"Kenapa tidak bisa?"
"Karena aku menyukainya dan benar-benar menyukainya." Akhirnya, Ezra mengakui perasaannya terhadap Keysa.
Devano yang tidak percaya dengan ucapan sahabatnya itu langsung melirik lelaki di sampingnya, mencoba memastikan kalau yang dikatakan Ezra bukanlah sebuah kebohongan. "Kau benar-benar menyukainya?"
Ezra tidak langsung menjawab. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu menoleh ke arah lelaki yang sedang menunggu jawaban darinya dan mengangguk pasti.
"Ya, aku menyukainya. Sangat-sangat menyukainya. Jadi aku mohon kau jangan ganggu dia, dan aku juga berharap kau jangan ikut campur!"
Begitu mendengar ucapan Ezra, Devano pun akhirnya menyerah. Ia tidak lagi membalas pesan Keysa.
ko Thor biar si Keysa mcm prmpuan murahn
msa si Thor suka sngat prgi clube