⚠️Jangan ada yang plagiat, ada baca alur yang sama, chat me, atau report karyanya⚠️
Harap bijak membaca, novel ini hanya karya fiksi belaka.
Ini adalah kisah Beeve, wanita berparas cantik yang baru saja lulus SMA, ia yang ingin melanjutkan studi harus terhalang, karena mendapati dirinya tengah mengandung anak dari hasil hubungan terlarang dengan kekasih yang berbeda keyakinan dengannya.
Alih-alih di nikahi oleh yang ia cinta, Beeve yang malang justru di campakkan bagai sampah.
Keluarganya yang tahu akan kondisi Beeve langsung sigap menikahkannya pada Andri sepupunya, yang saat itu telah sukses, tentunya dengan menyembunyikan kenyataan yang ada.
Pernikahan itu awalnya berjalan dengan normal, tapi semua berubah, ketika Andri mengetahui Beeve sudah tak suci lagi.
Akankah pernikahan Beeve dan Andri berjalan dengan lancar? Atau justru kandas di tengah jalan?
Mana yang akan terjadi? Ikuti terus alur cerita Beeve di Novel Jangan Salahkan Takdir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 (Salah Faham)
Tak lupa ia mengambil kue kering sebagai cemilan.
Setelah selesai ia membawa kopi itu ke ruang tamu dengan nampan.
Dengan wajah sumringah Beeve meletakkan kopi di hadapan Julian dan Andri.
“Silahkan di minum bang, mas Andri,” ujar Beeve.
“Terimakasih Bee.” ucap Julian seraya menyeruput kopi buatan adiknya, begitu pula dengan Andri.
“Ada apa kau ke kemari?” tanya Andri.
“Aku mengantarkan dompet Beeve,” terang Julian.
“Dompet?” Andri melirik Beeve, yang di balas senyum oleh Beeve.
“Iya, karena ktp atm dan lainnya ada disitu mas,” ucap Beeve.
“Iya, kemarin sewaktu kalian berangkat ke pulau seribu, Beeve lupa membawanya,” ujar Julian.
Andri mengetuk-ngetuk lutut dengan jemarinya, Berani sekali dia, batin Andri.
“Oh, begitu rupanya, sering-seringlah berkunjung kesini Jul, aku senang kalau kau datang bermain,” ucap Andri.
“Insya Allah, kalau ada waktu aku akan berkunjung.”
“Ya sudah, aku mandi dulu ya, karena mau berangkat ke kantor sebentar lagi, kau jangan pergi dulu, kita sarapan disini saja,” ujar Andri.
“Baiklah,” sahut Julian.
Lalu, Andri pun kembali ke kamarnya untuk mandi.
“Enggak ku sangka, Andri sebaik itu orangnya,” ucap Julian.
“Iya bang, makanya jangan terlalu khawatir pada ku.”
“Kau juga harus berlaku baik padanya, sayangi dia, dan layani dia dengan baik,”
“Baik bang.”
Tak lama, Andri pun keluar dari dalam kamar dengan setelan formal. Beeve menatap lekat wajah suaminya.
Ternyata mas Andri tampan juga, semoga ke depan hubungan kami berjalan dengan lancar, ya Tuhan, aku akan mencintai suami yang kau pilihkan ini untuk ku, tolong buat hatinya menerima ku ya Allah, Beeve berdo'a dalam hatinya.
“Ayo kita ke meja makan.” seru Andri, ketiganya pun menuju meja makan untuk sarapan pagi.
Winda sang Art melayani para majikannya dengan baik.
Saat menuangkan nasi ke piring Beeve, Andri di buat melongo, karena Winda menaruh nasi sebanyak 6 sendok besar ke piring Beeve.
“Terimakasih mbak.” ucap Beeve dengan tersenyum manis.
Andri yang tak tahu alasan mengapa porsi makan istrinya begitu banyak malah jadi salah faham.
Apa dia mau memberi tahu abangnya kalau dia enggak ku kasih makan? batin Andri.
Sementara Julian menatap aneh ke Beeve, Kenapa dia makan segitu banyak, bukankah itu bisa membuat Andri curiga? batin Julian.
Tatapan aneh Julian tersebut, di saksikan oleh Andri, yang membuatnya tambah geram akan Beeve.
Benar-benar perempuan ini, merusak citra ku banget, batin Andri.
Andri dan Julian makan dengan rasa tak tenang dalam hati, sedang Beeve merasa kalau sarapan pagi itu adalah yang paling nikmat.
Selesai sarapan, Andri dan Julian pamit pada Beeve untuk berangkat kerja.
Beeve benar-benar merasa kalau semua sudah baik-baik saja, tak lupa ia mengirim pesan pada Arinda.
✉️ “Terimakasih, berkat saran darimu, aku dan mas Andri berbaikan,” Beeve.
✉️ “Baguslah, nanti malam jangan lupa, pakai lagi piyama gemesnya,” Arinda.
✉️ “Siap,” Beeve.
Beeve mulai naik ke kamarnya, setelah sampai dalam kamar, ia membuka novel SAVE YALISA, yang ia ambil dari ruang kerja suaminya.
Ia pun menghabiskan waktunya hari itu dengan membaca novel sebagai penepis kebosananya.
Pukul 22:00 malam, Beeve yang merasa jenuh dalam kamar, memutuskan untuk keluar, ia yang mengenakan piyama menerawang berwarna pastel pun berdiri di atas balkon dekat dengan pintu kamarnya.
“Kira-kira mas Andri lagi apa ya?” gumamnya, meski ia merasa semua baik-baik saja namun ia masih belum berani untuk seenaknya lalu lalang di rumah itu.
Ketika ia merasa angin malam semakin dingin, ia pun beranjak dari balkon.
Saat Beeve akan masuk kamar, hatinya merasa ingin masuk ke dalam ruang kerja suaminya.
“Mungkin masih ada novel lain disana, mumpung mas Andri belum pulang,” gumamnya.
Ia pun melangkah ke ruang kerja sang suami, ceklek!
Beeve membuka perlahan pintu ruang kerja yang menjadi aktivitas pribadi sang suami.
Beeve melangkah ke rak ia mendapatkan novel SAVE YALISA, setelah mencari sebentar ternyata benar, ada sebuah buku yang menarik perhatiannya, yaitu kumpulan cerita horor berjudul KAMI HIDUP BERDAMPINGAN.
“Penulisnya sama dengan novel Yalisa,” gumam Beeve.
Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Beeve beranjak untuk keluar, tapi.... saat ia telah sampai ke depan pintu, Andri tiba-tiba masuk.
“Haah!!!” mata Beeve membulat sempurna karena terkejut.
“Sedang apa kau disini?” tanya Andri dengan wajah pasif.
“Aku hanya mengambil buku cerpen mas,” jawab Beeve.
“Apa kau sudah lupa? Aku enggak mengijinkan mu untuk masuk ke ruang kerja ku?!” Beeve di buat mati kamus, saat Andri berkata demikian, karena ia masih ingat betul akan peringatan suaminya.
“Jawab! Apa kau sudah lupa?!” Suara Andri makin meninggi, membuat jantung Beeve berdetak tak karuan.
“Ma-ma-maafkan aku mas, a-aku salah,” ucap Beeve kikuk.
“Kau tahu salah, tapi kau masih berani memasuki ruang kerja ku! Apa kau meremehkan ku?! Makanya kau mengabaikan kemarahan ku kemarin!”
Beeve meremass kuat cerpen yang ada di tangannya, tubuhnya kembali bergetar karena takut.
“A-aku minta maaf mas.” ucapnya lirih menahan tangis.
“Tak cukup sampai disitu, apa maksud mu makan dengan porsi jumbo tadi pagi, apa kau mau memberi tahu abang mu, kalau kau tak ku beri makan? Apa kau enggak lihat, tatapan aneh dan penuh tanya Julian tadi pagi? Apa kau sengaja mau membuat ku malu? Hah! Jawab sialan!” Andri semakin naik pitam kala mengingat apa yang telah Beeve lakukan.
“Maaf mas, aku hanya lapar,” jawabnya lirih sejurus dengan itu ia menitihkan air mata.
“Apa itu? Kau menangis? Kau pikir kalau kau menangis hati ku akan luluh dan memaafkan mu? Jangan mimpi Bee! Aku paling benci melihat orang yang menangis!” hardikan demi hardikan yang keluar dari bibir Andri, membuat hatinya Beeve seakan di tikam pisau berulang kali.
Ia yang sudah tak sanggup berdiri menahan getaran tubuhnya, seketika terduduk lemas, dan menangis pilu.
“Maaf mas, aku enggak sengaja, maafkan aku... hiks...”
Andri menarik nafas dalam-dalam, lalu berjongkok di hadapan wanita cantik berurai air mata itu.
“Di tambah lagi, apa semua ini?” mata Andri menunjuk ke pakaian Beeve.
“Kau pikir aku akan tergoda pada mu dengan memakai pakaian terbuka begini? Parahnya kau ke dapur dengan memakai setelah begini??? Kau tak malu?” ucap Andri dengan tertawa getir, membuat Beeve memeluk dirinya sendiri.
“Kau berkaca enggak sesudah memakainya?! di bawah cahaya lampu tubuh mu terlihat dengan jelas, hanya ujung bukit dan kemalu*n mu saja yang tidak tampak, apa kau bangga? Atau kau melakukan ini untuk menarik perhatian Ali? Sebab kau tak mendapat nafkah batin dariku?”
Wajah Beeve kembali kacau, bibirnya bergetar, ia tak menyangka jika suaminya salah faham lagi padanya.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Kissky_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
aku dah baca novel ini 3x ganti hp 3x tetep aja nangis aku pangling suka cerita ini
jangan salah kan takdir