Leukemia atau kanker darah adalah salah satu penyakit mematikan yang paling di takuti banyak orang di dunia ini. Leukemia juga bukan sekedar penyakit sepele, karena jika seseorang terlambat mengatasinya bisa - bisa akan sulit untuk disembuhkan. Proses pengobatannya pun cukup menguras kantong karena harus rutin melakukan kemoterapi sampai waktu yang telah ditentukan oleh seorang dokter.
Laura Shalsabila adalah seorang siswi cantik dan berprestasi yang harus mengalami nasib malang ini. Laura di vonis mengidap penyakit leukemia ini sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Namun disaat Laura di vonis mengidap penyakit leukemia secara bersamaan masalah besar datang menghampiri Laura, dimana Laura harus menyimpan perasaan sakit hatinya terhadap Chika sahabatnya sendiri berpacaran dengan seseorang yang ia sayangi.
Akankah Laura mampu melawati hari - hari tersulitnya ini?🤔
Author : Febi Ayeni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febi Ayeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
"Kok berhenti sih yank baru sebentar doang!" Ucap Chika yang berdiri di hadapan Raka.
"Aku haus yank ambilin minum di mobil dong!" Jawab Raka.
"Yaudah kamu tunggu disini dulu ya!" Ucap Chika yang kemudian berjalan menuju parkiran yang tidak jauh dari tempat mereka jongging.
Ketika Chika membuka pintu mobil Raka dan mengambil minuman yang terjatuh di lantai mobil Raka tak sengaja baju Chika nyangkut di laci mobil Raka. Chika mencoba melepaskan bajunya yang tersangkut itu dan ketika Chika menarik bajunya terbukalah laci mobil itu. Begitu kagetnya Chika saat melihat beberapa jenis obat yang ada di laci itu.
"Obat?" Ucap Chika kebingungan. Kemudian Chika mengambil salah satu obat itu, dan Chika tau persis itu obat pereda rasa sakit.
"Ini kan obat yang untuk meredakan rasa sakit?" Tanya Chika kebingungan.
"Raka sakit apa?" Tanya Chika lagi.
Chika yang penasaran segera mengembalikan obat tersebut ke dalam laci itu dan mengambil minuman itu. Chika berlari kearah Raka duduk dan kemudian memberikan Raka minuman itu.
"Yank obat yang di dalam laci mobil kamu itu obat siapa sih?" Tanya Chika. Raka yang sedang minum pun terkejut mendengar pertanyaan Chika barusan.
"Uhuuk uhuuk, yang mana sih yank?" Tanya Raka lagi sambil batuk - batuk.
"Yang di dalam laci dekat air minum ini tadi lho yank!" Ucap Chika.
"Ohh itu, itu obatnya temen aku ya ketinggalan kemarin!" Ucap Raka yang mencoba tidak terlihat panik.
"Lho kok bisa ada di mobil kamu sih yank?" Tanya Chika yang masih tak percaya.
"Ya kan kemarin aku kan ada bilang sama kamu mau ngantarin teman aku kemoterapi!" Jawab Raka santai. Dan kebetulan kemarin Raka sudah ngomong seperti itu kepada Chika sehingga membuat Chika tak lagi penasaran.
"Oh iya ya aku yang lupa!" Ucap Chika sambil tersenyum malu.
Skipp...
Begitulah kejadian sebelum Chika benar - benar mengetahui kondisi Raka saat ini.
"Chika, sebelum Raka koma dia menitipkan surat ini untuk kamu, Raka bilang kasih surat ini ke Chika ketika ia mengetahui kondisinya yang sebenarnya!" Ucap Mama Raka sambil menghapus air matanya dan mengulurkan surat kepada Chika.
Chika pun mengambil surat itu tanpa menjawab atau pun bertanya lagi kepada Mama Raka karena ia benar - benar merasa bersalah telah berfikir negatif kepada Raka saat Raka memutuskannya.
"Kapan pun Raka akan pergi tante sudah ikhlas, tante ga sanggup harus melihat Raka benar - benar tersiksa seperti ini!" Ucap Mama Raka yang kini tak sanggup lagi menahan air matanya untuk mengalir.
Chika pun langsung memeluk Mama Raka yang sangat - sangat terpukul ya bagaimana tidak, seorang ibu yang harus menerima kenyataan bahwa sewaktu - waktu anak semata wayangnya harus pergi meninggalkannya. Chika yang terbawa suasana sedih pun tak mampu berkata apa - apa. Bagaimana tidak Chika yang hanya berstatus pacar Raka saja sudah merasakan sedih yang luar biasa bagaimana dengan Mama Raka, seorang ibunya yang melahirkan, merawat, menjaganya hingga sampai yang maha kuasa menakdirkan dia harus mengidap penyakit kanker hati yang sangat mematikan itu.
Beberapa saat kemudian Raka terbangun dari komanya, begitu senangnya Mama Raka dan Chika yang dari tadi masih setia berada di sampingnya.
"Maa maa!" Ucap Raka terbata bata dan Mama Raka pun kemudian menggenggam tangan Raka.
"Iya nak!" Jawab Mama Raka.
"Raaa... kaaa saaa... yang Mama dan Paa.. paa!" Ucap Raka terbata - bata yang membuat Mama Raka dan Chika sontak menangis.
"Chii.. kaa, aaa... kuuu selalu menyaa.. yangiii... Mu!" Ucap Raka kepada Chika yang merupakan kata - kata terakhir Raka.
Tiiiiiiiiiiiiitttttt......
Suara komputer pendeteksi detak jantung menunjukkan garis lurus yang artinya pasien telah pergi.
"RAKAAAAA!" ucap semua orang yang berada di ruangan itu termasuk yang baru masuk.
2 hari setelah itu Chika baru berani membuka surat yang Raka titipkan untuknya.
~Dear Chika...
Aku sama sekali tidak ingin melihat kamu menangis, setiap tawa mu membuat aku bersemangat untuk menjalani hidup ini. Aku sangat bersyukur kepada yang maha kuasa telah menghadirkan seorang malaikat yang begitu cantik dan luar biasa kepada ku.
Jujur ketika pertama kali aku mengetahui bahwa ternyata aku di fonis dokter mengidap penyakit kanker hati dan sudah memasuki stadium 3, aku marah, aku kecewa kenapa aku baru menyadari itu ketika umurku tak lagi panjang. Aku bingung harus bagaimana menjelaskan ke kamu hingga pada hari di mana ternyata kanker hati yang aku derita sudah memasuki stadium akhir aku memutuskan untuk benar - benar harus melepaskan kamu. Aku sengaja memutuskan kamu pada hari ulang tahun kamu agar kamu bisa melupakan aku sebagai orang yang paling jahat di dunia ini, agar kamu tak mengingat aku lagi.
Andai kamu tau pada saat aku memutuskan kamu dengan cara seperti itu, jujur aku terluka karena kamu benar - benar sangat kecewa pada saat itu atas keputusan sepihak yang aku lakukan.
Aku bersyukur karena kamu masih mencariku dan kamu tau semuanya dari usaha kamu sendiri.
Terima kasih kamu telah menjadi alasan ku untuk bertahan hidup.
Aku sangat menyayangi kamu Chika.
I Love You 💗
~Raka~
Sehabis Chika membaca surat itu Chika langsung menangis tak henti - henti sambil memeluk boneka Panda yang Raka berikan.
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉
Terimakasih buat yang udah dukung, like dan komentnya. 😊