NovelToon NovelToon
BABY-NYA OM GALAK

BABY-NYA OM GALAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Sugar daddy / Cinta Seiring Waktu / Duda / Konflik etika
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika gadis SMA memilih kerja sampingan sebagai seorang sugar baby.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cari Daddy

Ketiga pasang mata milik sahabat Yuna kompak membulat. "Jangan bercanda deh, Yun!" ucap Mega tidak percaya.

Yuna menghela nafas panjang."Aku serius guys! aku sama sekali nggak bercanda!" Yuna berusaha untuk meyakinkan, meskipun mereka masih tetap tidak percaya.

"Kalian nggak percaya sama aku?"

mereka bertiga kompak menggeleng.

"Aku udah pikirkan masalah ini baik-baik loh. Kalau bulan ini kalian bisa bantu aku, gimana untuk bulan-bulan berikutnya? kalian kan nggak mungkin terus bantuin aku tiap bulan." kata Yuna.

Ketiga sahabatnya terdiam. Benar apa yang Luna katakan, untuk bulan ini mungkin mereka bisa membantu sahabatnya ini. Namum untuk bulan berikutnya, mereka belum tentu bisa membantu lagi.

"Tapi kamu yakin mau jadi seperti kita?" keraguan muncul dari kedua mata Hasya. Meskipun ia yang paling sering mengajak Yuna bercanda untuk menjalani profesi seperti dirinya.

Tanpa keraguan sedikitpun, Yuna mengangguk. "Please bantuin aku cariin Daddy yang kaya, ganteng, tajir melintir, royal, dan yang paling penting statusnya duda. Soalnya aku nggak mau sampai ada drama digerebek sama istri sah, apalagi sampai di viralin di medsos!"

Hasya, Mega, dan Lily mengangakan kedua mulut mereka mendengar persyaratan yang Yuna minta.

"Itu permintaan orang ngelunjak yang nggak tahu diri!" cibir Lily.

Yuna mengerucutkan bibirnya. "Ya kan aku cuma mengajukan persyaratan. Kalau bisa dapat semua... Tapi kalau nggak bisa ya minimal kaya dan statusnya duda,"

"Nah kalau yang seperti ini... kemungkinan masih bisa dicari! Tapi kamu jangan berharapnya yang terlalu tinggi ya? mencari sugar daddy, itu untung-untungan dan jodoh-jodohan. Kalau dapat yang oke, iya pasti oke. Tapi kalau dapat yang pelit, yah nggak perlu diceritain deh!" terang Mega.

Mereka berempat mulai berunding. Terutama Hasya, Mega, dan Lily yang masing-masing diantara mereka, akan menanyakan hal ini ke Daddy mereka.

Tidak terasa jam masuk kelas sudah tiba. Mereka kembali mengikuti pelajaran dengan serius dan fokus. Karena meskipun jalan yang mereka pilih salah, namun dalam hal pendidikan... mereka tidak ingin bermain-main. Sebeb semua ini menyangkut masa depan, dan tidak mungkin mereka akan terus menjalani profesi seperti ini, selamanya.

Begitu bel pulang berbunyi. Ketiga sahabatnya pamit pulang duluan, karena mereka sudah ada janji dengan Daddy-daddy mereka yang sudah menunggu di tempat janjian.

"Sudah menunggu dari tadi Om?" tanya Hasya dengan lembut, sambil memeluk dan mencium Joe, yang tak sabar langsung menyambar bibirnya dengan rakus.

"Pelan-pelan dong Om!" kata Hasya dengan nada manja.

"Nggak bisa Sayang! Om sudah terlalu merindukan kamu," jawab Joe, kembali menyerang bibir tipis Hasya dengan brutal.

Tidak terlalu sulit bagi Hasya untuk mengimbangi ciuman bibir Joe. Ia sudah sangat mengerti, apa yang pria berusia 40 tahunan dengan wajah Chinese itu inginkan.

Hasya melingkarkan kedua tangannya di leher Joe, ia sangat menikmati perpaduan bibir yang terjadi antar mereka. Hanya suara kecapan, dan deru nafas memburu yang terdengar dari dalam mobil tersebut. Kedua tangan Joe, mulai bermain-main nakal... di area gunung kembar milik Hasya yang memang sedikit lebih besar dari ukuran normal.

"Jangan di sini Om!" cegah Hasya, saat Joe mulai membuka seragamnya.

Cck!

Joe berdecak. Namum Ia tetap menghentikan niatnya. "Sebentar saja Hasya, hitung-hitung pemanasan?" pinta nya dengan wajah memelas.

Hasya menggelengkan kepala. "Kita masih di tepi jalan loh Om. Om mau kita digerebek warga?"

"Ah sial! kamu bener juga!" umpat Joe kecewa... dengan terpaksa harus menahan diri hingga mereka berdua sampai di hotel.

Dalam perjalanan, Hasya terus melingkarkan kedua tangannya di lengan Joe. Inilah yang pria itu inginkan, karena ia paling suka wanita yang manja dan selalu bergantung padanya. Sedangkan sang istri di rumah terlalu mandiri, bahkan bisa dibilang tidak perlu ada sosok Joe di sampingnya.

"Oh iya Om. Om punya kenalan yang butuh sugar baby gak?" Hasya mendongak, tanpa berniat untuk melepaskan pelukan tangannya.

"Memangnya kenapa Hasya?" jawab Joe fokus pada jalanan menuju hotel.

Hasya menegakkan duduknya, sebelum menjawab pertanyaan itu. "Jadi gini Om. Temen aku ada yang mau cari Daddy juga... Om Bisa bantuin nggak? tapi dia maunya yang kaya dan statusnya duda!"

"Tapi teman kamu itu cantik nggak?" Joe melirik sekilas sambil mencuri cium di bibir.

"Cantik banget Om!" Hasya membuka ponsel dan menunjukkan foto Yuna.

"Besar juga!" komentar Joe.

Plak!

Yuna memukul pelan lengan Joe. "Om genit! jangan bilang Om tertarik dengan sahabat aku?" Hasya melipat kedua tangannya di dada, sambil mengerucutkan bibirnya

"Jangan ngambek dong Sayang?"

Joe memegang salah satu tangan Hasya dan membawanya menuju bibir untuk dia kecup dengan lembut.

"Om kan cuman bilang besar. Tapi bukan berarti Om tertarik sayang. Tidak ada yang bisa mengalahkan servis goyangan maut milik Hasya!" Joe mencolek dagu gadis itu.

"Iih! Om ini bicara apa sih!" kedua pipi Hasya merona dibuatnya.

Joe tertawa geli. Karena ia berhasil membuat baby-nya jadi gak ngambek lagi.

"Nanti akan Om Carikan ya? Sekarang lebih baik kamu fokus melayani Om saja!"

Karena mereka sudah sampai di hotel. Joe dengan tidak sabar membawa Hasya untuk segera masuk. Karena hasratnya sudah memuncak sejak tadi, dan ingin segera mendapatkan pelepasan di dalam pelukan gadis SMA itu.

Di tempat yang berbeda. Mega dan Lily juga melakukan hal yang sama dengan Hasya. Selain memberikan kepuasan pada Daddy nya. Mega dan Lily juga meminta tolong pada mereka untuk mencarikan Sugar daddy yang cocok untuk Yuna.

 

Sedangkan di kos-kosannya. Yuna baru saja selesai mengganti pakaian dan ingin keluar untuk mencari makan siang di sekitar sana.

Saat ia berjalan di trotoar. Yuna tanpa sengaja melihat mobil sang ibu yang kacanya diturunkan. Di dalam mobil itu, ia melihat ada ibunya yang sedang nyetir mobil, dan di sampingnya... tentu ada Edo yang tangannya seperti sedang bergerilya di area gunung kembar Ibunya.

"Dasar nggak tahu malu!" umpat Yuna, yang tidak habis pikir dengan mereka berdua, yang dengan santainya mempertontonkan hal tak lazim di tempat umum.

"Aku semakin yakin untuk tidak lagi terlibat dengan dua manusia itu!" gumam Yuna, bukan lagi dalam mode sakit hati. Tapi sudah dalam mode mati rasa.

Namun untungnya, mobil itu melaju dengan cukup kencang. Hingga yuna tidak perlu melihat lebih lama lagi, adegan yang membuatnya mual bahkan hampir muntah.

"Kok bisa sih, aku punya ibu yang seperti itu?"

Satu kalimat itu, yang masih terus terngiang dan menjadi tanda tanya dalam diri Yuna. Yang hingga detik ini, belum mendapatkan jawaban. Apakah perubahan ibunya, karena memang sakit hati karena dikecewakan oleh ayahnya. Atau memang karena fantasi liar ibunya yang baru muncul ketika sudah dalam keadaan janda.

1
Aisyah Aisyah
cerita nya menarik
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
geli sih sama si Edo ...gak mau nabokin aja gitu kalo deketin kamu lagi Yuna ...

duh2 gimana ya kalo Bastian mau Nina ninu kan yuna lagi di rumah mama nya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
seru juga cerita nya 🤣
Ira Janah Zaenal
Yuna kamu terlalu menggoda... jangan salahkan Bastian yg menempel terus padamu😍
Dew666
👍👍👍👍👍
Erita Simanjuntak
ceritanya bagus
Bunda SB: terima kasih
total 1 replies
Erita Simanjuntak
sangat bagus
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Dew666
💎💎💎💎
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
yuk lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!