NovelToon NovelToon
CINTA SANG PEMILIK TAHTA

CINTA SANG PEMILIK TAHTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:548k
Nilai: 4.6
Nama Author: Henny

Hai, ini kisah pertamaku yang berkolaborasi dengan salah satu temanku Amanda. Karya ini murni hasil khayalan kami berdua. Semoga kalian suka ya? Ini cerita Kerajaan di abad 21.

Aithan Regner Cainio, adalah pangeran ketiga yang sebenarnya bukan ahli waris kerajaan. Makanya ia memilih menjauh dari istana dan akhirnya jatuh cinta pada Argani Christabel, seorang Mahasiswi asal Indonesia yang derajat sosialnya sangat berbeda jauh dari Aithan.

Setelah susah payah Aithan mendapatkan cinta Argani, ia justru dipanggil pulang ke istana untuk menjadi raja. Dan sebagai raja, Aithan hanya bisa menikah dengan putri bangsawan. Aithan hanya bisa menjadikan Argani sebagai selirnya. Sementara Argani tidak ingin cintanya dibagi.

Bagaimana Aithan dapat mempertahankan kedudukannya sebagai raja dibalik semua kelicikan di istana yang ingin menjatuhkannya? Apakah ia rela melepaskan cinta sejatinya demi tahta yang ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buah Kelulusan

Argani bangun ketika penghuni villa yang lain masih tidur. Bahkan Tio sendiri pun belum bangun. Yang Argani tahu, Tio tidur saat hari menjelang pagi.

Saat Argani keluar kamar, waktu sudah menunjukan pukul 10 pagi. Ia menggulung rambutnya ke atas, menahannya dengan sebuah jepit rambut, dan langsung menuju ke dapur dengan sebuah daster rumahan bercorak hello Kitty.

Setelah memeriksa isi kulkas, Argani pun berniat membuat sarapan dengan segelas susu hangat. Udara pagi ini agak mendung dan suhu udara lumayan dingin.

"Selamat pagi!"

Argani menoleh. "Eh, kak Reza. Sudah bangun?"

"Kepalaku agak sakit, makanya aku bangun untuk membuat kopi."

"Aku buatkan."

Reza duduk di depan meja pantry sambil memperhatikan Argani yang sedang menyiapkan sarapan.

"Ar, maaf jika aku agak ikut campur. Kita datang dari negara yang sama dan aku tahu kalau kamu adalah gadis yang cukup kuat memegang prinsip ketimuran. Tapi, apakah kau dan Aithan...." Reza sengaja menggantungkan kalimatnya.

Argani tahu arah pembicaraan Reza. Tak perlu disembunyikan kalau semalam ia tidur di kamar yang sama dengan Aithan. Wajah Argani agak memerah. Ia menatap Reza. "Aku....., aku...."

"Aku tahu kalau Aithan sangat mencintaimu. Dia selalu mengatakan nya kepada kami. Hanya saja, aku tak ingin kau terluka karena sudah terlanjur menyerahkan...., maaf Ar. Aku bukannya mengahakimi kamu, aku hanya tak ingin kau terluka karena hubunganmu dengan Aithan yang masih ....." Kalimat Reza terhenti. Matanya menatap cincin yang melingkar di jari manis Argani. Ia melihat kalau Aithan juga menggunakan cincin yang sama semalam.

"Ar, kalian sudah tunangan atau? Cincin kalian sama." Reza menatap Argani dengan penasaran.

"Kami sudah menikah, kak. Waktu aku dan Aithan pulang ke Indonesia musim panas yang lalu, kami menikah di Bandung."

Reza terkejut sekaligus juga merasa lega. "Aku bangga denganmu, Ar. Sekalipun kau bergaul dengan pria dari budaya Barat namun kau mampu menjaga dirimu sampai menikah. Namun kenapa harus buru-buru? Kenapa juga harus disembunyikan?"

"Aku takut kami berbuat zinah, kak. Pernikahan ini juga disembunyikan atas kesepakatan kami berdua. Agar aku aman dari gangguan gang darah biru dan juga dari keluarga Aithan. Aku ingin berkenalan dengan mereka saat aku sudah berhasil sebagai dokter. Setidaknya, itu akan memangkas sedikit jarak diantara kami. Kakak adalah orang pertama yang mengetahuinya. Aku tak mau kak Reza menganggap aku sebagai gadis yang mau begituan sama Aithan tanpa status yang jelas."

Reza tersenyum. "Kau membuat aku bangga sebagai lelaki dari Indonesia."

Argani meletakan segelas kopi dihadapan Reza lalu memberikan sepiring roti bakar dan telur untuk cowok itu makan. Keduanya pun asyik mengobrol tentang dunia kesehatan.

"Reza, kau coba menggoda gadisku?" Aithan yang baru bangun langsung menuju ke dapur saat mendengar ada suara tawa Reza dan Argani.

"Aku hanya meminta sepiring sarapan dan secangkir kopi dari kekasihmu ini."

"Mana Tio?" tanya Aithan lalu mendekati Argani, memeluk pinggangnya dengan posesif lalu mencium pipi istrinya itu.

"Tio mungkin masih tidur. Biarkan saja, Ai. Kami mau minum kopi?" tanya Argani.

"Boleh. Dan juga rotinya, sayang." Aithan duduk di samping Reza.

"Selamat ya, atas pernikahanmu. Aku senang kau menikahinya." bisik Reza.

Aithan terkejut.

"Tenanglah. Rahasia kalian aman bersamaku. Argani terpaksa mengakuinya karena tak mau aku menuduh nya tidur denganmu tanpa ada ikatan."

Aithan tersenyum. "Aku akan gila jika tak menikah dengannya. Aku takut dia di ambil oleh dokter Rian dan dokter-dokter yang lain."

Reza hanya tersenyum. Ia sendiri pernah hampir jatuh dalam pesona Argani. Namun mengingat persahabatannya dengan Aithan, Reza membuang semua perasaannya itu.

*********

Lima hari penuh cinta di Vanice berakhir sudah. Aithan dan Argani benar-benar menikmati bulan madu mereka dan membuat sahabat-sahabatnya semakin yakin betapa pasangan itu memang saling mencintai.

Mereka pun kembali ke London. Aithan langsung disibukan dengan pembuatan tesisnya sedangkan Argani menghabiskan sebagian waktunya di rumah sakit. Ia sangat serius ingin menyelesaikan studinya.

Tio yang sibuk menyiapkan makanan bergizi bagi pasangan suami istri itu agar tidak sakit. Aithan sendiri tak pulang saat liburan musim dingin untuk mengikuti camp karena ingin menyelesaikan tulisannya.

Tibalah waktunya bagi Aithan untuk ujian. Argani mendapatkan ijin dari dokter Merry untuk menghadiri ujian akhir Aithan.

Banyak orang yang hadir dalam ruang sidang itu. Dan tentu saja, para gadis sedikit sinis menatap Argani yang hadir bersama Tio dan Darren.

Selama 2 jam Aithan mempertangungjawabkan hasil tulisannya. Sampai akhirnya, 6 dosen penguji menyatakan bahwa Aithan lulus dengan nilai A, dan membuat cowok itu tersenyum bahagia. Tentu saja orang pertama yang ia cari adalah istrinya. Ia memeluk Argani di depan banyak orang dan mencium bibir istrinya dengan luapan kebahagiaan yang mendalam.

"Sayang, aku sangat bahagia." ujar Aithan dengan sedikit luapan kegembiraan. Ia mengingat bagaimana Argani yang sibuk dengan prakteknya di rumah sakit, selalu memberi waktu walaupun tak banyak untuk membantunya mencari literatur, menyiapkan vitamin untuk dia minum dan juga memberikan ia pijatan saat otot-otot nya merasa tegang.

"Selamat, Ai. Aku sangat bangga padamu." kata Argani dengan mata yang berkaca-kaca.

"Jangan menangis. Aku nggak suka, sayang."

"Aku hanya terlalu bahagia, Ai." kata Argani dan sebutir air bening itu jatuh di pipinya.

"Aku sekarang sudah selesai. Tinggal menunggu wisudanya saja. Sekarang aku akan berjuang bersamamu agar kau cepat selesai dan kita bisa memiliki anak-anak kita, sayang."

Argani sebenarnya sedikit terusik setiap kali Aithan menyebut kata anak. Namun ia tak ingin merusak momen kebahagiaan ini. Ia pun tersenyum dan mencium pipi suaminya.

Ruang sidang masih saja ramai. Teman-teman dekat Aithan datang dan memberikan ucapan selamat padanya. Namun tiba-tiba, 10 orang lelaki berpakaian serba hitam dengan lambang kerajaan Dives Cain di dadanya masuk ke ruangan sidang itu.

Darren dan Tio terkejut melihat Denis Turkan, menteri keamanan kerajaan yang datang mendekati Aithan.

"Pangeran, anda di minta untuk datang ke kerajaan sekarang juga karena ada situasi genting di sana. Saya diperintahkan langsung oleh ibu suri untuk menjemput pangeran." kata Denis Turkan sambil menundukkan kepalanya.

Semua yang ada di ruangan itu langsung terkejut. Apalagi Argani. Ia melepaskan tangan Aithan yang memegang tangannya. Aithan seorang pangeran?

"Ada apa?" tanya Aithan kaget.

"Nanti saya jelaskan di perjalanan, pangeran. Pesawat kerajaan sudah menunggu."

"Tapi ada apa?"

"Mari pangeran.....!" Denis sepertinya tak memberikan kesempatan bagi Aithan untuk bertanya.

Aithan menoleh ke samping kanan dan kiri. Ia tak menemukan Argani lagi.

"Argani? Mana Argani?" teriak Aithan.

"Nona sudah pergi, tuan. Namun Vio sudah mengikutinya." bisik Darren.

"Ikuti dia, Darren." perintah Aithan.

"Maaf, pangeran! Tio dan Darren diperintahkan juga untuk kembali ke istana." ujar Denis cepat.

"Tapi...." Aithan ingat Argani. Ia tahu kalau istrinya itu pasti marah.

"Pangeran, serahkan semuanya padaku. Nona akan baik-baik saja." ujar Darren.

Semua yang ada di ruangan itu menatap Aithan sambil saling berbisik. Kini mereka mengerti. Kekayaan yang Aithan miliki saat ini datangnya dari mana. Siapa.yang tak kenal kerajaan terkaya di benua Eropa itu.

Berita penjemputan Aithan di kampus langsung heboh tak sampai 30 menit langsung menjadi tranding Topik di semua media sosial dan siaran TV.

************

Dokter Rian melihat Argani yang nampak termenung di depan meja jaga. Waktu sudah menunjukan pukul 2 dini hari. Satu jam yang lalu mereka baru saja menerima 2 pasien kecelakaan motor. IGD kembali menjadi sepi.

"Ada apa?" tanya Rian lalu menarik kursi dan duduk di depan Argani.

"Nggak."

"Kalau begitulah, pergilah beristirahat. Semoga tak ada lagi pasien yang datang."

Argani menggeleng. "Dokter saja yang beristirahat. Aku di sini saja."

"Pasti sakit saat tahu kenyataan yang sebenarnya."

"Ha?" Argani menatap Rian. Tak mengerti dengan ucapan dokter tampan itu.

"Aithan sangat pintar menyembunyikan identitasnya. Apakah juga termaksud kepadamu?"

Argani ingin rasanya menangis. Namun ia berusaha menahannya. Ia menatap Rian dengan senyum yang dipaksakan. "Iya."

Rian memilih diam. Dari pancaran matanya, Argani terlihat terluka. Rian tak ingin membuat gadis itu bercerita jika dia tak ingin.

**********

"Dengan ini, Pangeran Aithan Regner Cainio, diangkat sebagai putra Mahkota kerajaan."

Aithan terpana. Ia menatap cincin yang melingkar di jari manisnya. Argani.......

Hati Aithan menjerit.....

1
gia nasgia
ngelunjak tuh pangeran minta nginep 😂
gia nasgia
Saking rindunya sampai baperan 🥺
gia nasgia
Bisa Diabet Argani klau dekat Aithan 😍🥰
gia nasgia
Tdk semudah itu Ferguson 😜
gia nasgia
jeng.... jeng.... 😂
gia nasgia
Kata"mu Aithan buat aku meleleh 🤦‍♀️
gia nasgia
cemungut Aithan 💪
gia nasgia
untungnya yg bucin sang pangeran jadi dgn cara apapun pasti memperjuangkan cintanya
gia nasgia
Masih hapal Alurnya tapi tetap nggak bosan 😍🤭
Enny Olivia: terima kasih sudah membacanya lagi
total 1 replies
VS
absen dulu 👍
Enny Olivia: terima kasih
total 1 replies
Wasista Mustika S.
Cerita yang menyentuh.. Tetap semangat untuk Mbak Henny dan mbak Amanda dalam berkarya.. Cerita tentang cinta sejati.. Keren habis..👍👍
Wasista Mustika S.
Novel yang bagus... Ceritanya menyentuh.. Perjuangan Aithan dan Arghani mempertahankan rumah tangganya..
Retna Tri Tunjung
aku baru nemu novel ini, sangat bagus..terimakasih.
Hamida Ida
ceritanya menarik & bagus.ditunggu karya berikutnya 👍👍👍
Ik sin lim
cerita nya bagus sedih juga
ELVIRA thoenger01
novel keren. ada lanjut nya ? ada season 2 nya?
Hasrinawati Rina
mantap saya suka klu happy reading
Ibelmizzel
Kren abis ❤️❤️❤️❤️😘
Ibelmizzel
mau kasi usul apa hukuman utk Naysilla tapi aku bacany udh and🌹🌹🌹🌹
Ibelmizzel
disini AQ benar2menagis dengan perpisahan mereka.😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!