Anak dari ayah Bian dan bunda Ariel 'Storry of Maid'
Follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Apa yang di cari oleh seorang wanita bayaran?
Uang?
atau kepuasan?
Nyatanya seorang Clarystal Anjani tidak membutuhkan semua itu.
Sejak pertemuannya dengan sang Cassanova tanggung, Farel Pranata. Hidupnya yang tadinya berwarna abu-abu, secara perlahan mulai berwarna. Namun, saat warna itu hampir sempurna,
sebuah badai datang dan menghantam hubungan mereka.
Akankah, Crystal bisa bahagia dengan Farel?
akankah Farel bisa berubah saat bersama Crystal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyelamat
"Apa yang harus gue lakuin?" gumam Crystal sedari tadi yang terus mondar mandir di dalam kamar.
Sudah hampir satu bulan dirinya di sekap di dalam ruangan itu, tanpa cahaya matahari dan tanpa udara dari luar.
Crystal tidak kabur kemana pun, hanya ada satu jalan di sana. Yakni, pintu kamar. Di luar kamar ada beberapa penjaga berbadan kekar yang menjaganya dengan ketat. Crystal sama sekali tak bisa berkutik.
Cklek!
Suara kini terbuka, membuat Crystal dengan cepat menoleh, lalu ia menghela nafasnya kasar saat melihat Suster masuk dengan membawa nampan berisi makanan seperti biasa.
"Makanan mu," ujar nya lalu ia meletakkan nya di meja.
"Suster, apa kau juga tak bisa keluar dari sini?" tanya Crystal dengan wajah memelasnya.
"Tidak, saya juga sama sekali tak di berikan kesempatan oleh pak Hardi," ujar Suster menundukkan kepalanya.
"Aaarkkkkkhhhh aku harus keluar dari sini, bagaimana caranya keluar!" pekiknya dalam hati.
Tidak ada alasan bagi Crystal untuk bisa keluar rumah tanpa sepengetahuan Hardi dan pengawalnya. Semua fasilitas Crystal sudah terpenuhi di dalam ruangan itu. Kecuali alat komunikasi, bahkan sang Suster juga tidak di perbolehkan membawa HP.
Merasa tidak ada gunanya merengek, Crystal pun akhirnya kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Memang sudah beberapa hari ini, dirinya juga merasa kurang enak badan, ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur. Bahkan, ia jarang memakan makanannya.
Crystal terbangun saat mendengar suara kegaduhan dari luar. Ia penasaran, berusaha mencari tahu dengan mengintip dari lubang kunci pada pintu.
Gelap, sama sekali tak terlihat, entahlah, Crystal tidak bisa melihat apapun yang terjadi di balik pintu itu. Tapi Crystal bisa mendengar bahwa di balik pintu itu seperti sedang ada perkelahian.
"Crystaaaal!" teriak seseorang dari arah luar, suara seorang laki-laki yang sangat amat ia kenal.
Dengan cepat, Crystal pun menggedor pintu nya sendiri untuk memberitahu bahwa dirinya ada di balik pintu ini.
"Aku disini!" teriak Crystal sambil terus menggedor pintu kamarnya.
Dorr... Dorr... Dorr...
Sebenarnya Crystal kurang suka mendengar suara suara tembakan dan teriakan, beserta perkelahian seperti ini. Namun, ini bersangkutan dengan dirinya, dengan keselamatannya dan dengan nyawanya.
Crystal berusaha menahan rasa takutnya dan mencoba menetralkan detak jantungnya. Suara tembakan semakin nyaring terdengar di telinga Crystal.
Entah apa yang terjadi di luar sana, hingga Crystal akhirnya bisa mendengar seseorang seperti hendak membuka pintu kamarnya.
Cklek, Cklek, Cklek, ...
"Crystal? Kamu di dalam?" tanya seseorang dari balik pintu.
"Yaaa, aku disini. Help me hiks hiks hiks," teriak Crystal.
"Cryst, kamu tenang oke. Jangan nangis, kamu mundur, aku akan mendobrak pintunya!"
"I—iya," jawab Crystal terbata, lalu ia segera memundurkan langkahnya dan menuju tempat tidur. Menurutnya di sana lah yang paling aman.
Braakkk ...
Braakkkk
Dua kali percobaan dan akhirnya berhasil, secepat kilat Crystal langsung loncat dari tempat tidur dan menghampiri lelaki itu.
Brug!
"Hiks hiks hiks," Crystal langsung terisak di gendongan lelaki itu, persis seperti bayi koala.
"Sssttt, aku sudah disini. Jangan takut, dan sekarang kita harus segera pergi dari sini."
"Tapi— .. bagaimana bisa kamu tahu aku ada disini?" tanya Crystal penasaran.
"Pertanyaan tidak penting! Sekarang ayo kita pergi sebelum Ayah kamu datang!" ucapnya lalu ia menggandeng tangan Crystal dan Crystal pun akhirnya menurut dan segera pergi meninggalkan tempat itu...
ya Allah cristy 😭😭😭😍😭