NovelToon NovelToon
PENGGANTI 100 HARI

PENGGANTI 100 HARI

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Pengantin Pengganti / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Kalista putri

Amara yang tidak percaya pernikahan lagi, kini tiba-tiba ada seorang yang menawarkan pernikahan sebagai pengganti 100 hari tanpa iya duga ternyata dia adalah pria yang pernah menolong nya pria yang selalu dia anggap lemah dan bodoh.

Dalam pernikahan itu kedua nya saling membantu dalam karir dan kekeluargaan walaupun di penuhi dengan saling mengejek dan perdebatan, hingga tepat di hari ke 100, Amara yang di jebak oleh musuhnya meminum obat terlarang dan membuat mereka melakukan hubungan suami istri yang tidak ada dalam pikiran nya, rasa cinta yang baru mulai di sadari justru malah berakhir dengan rasa kecewa karena adiknya sadar dari koma nya.

konflik semakin banyak rahasia masa lalu mulai terungkap saat mantan suaminya mengejarnya, di tambah masalah tentang identitas Amara yang menjadi ancaman bagi nya, siapa kah sebenarnya Amara dan Rahasia Apa yang di sembunyikan mantan suaminya?

Apakah Amara akan memilih kembali dengan sang mantan atau justru malah memilih suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Kalista putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman Pertama

"Wisnu, Aku tidak mau punya suami yang miskin dan tidak punya asal usul yang jelas, kita cerai saja," ucap Eliza yang merasa malu karena insiden itu, Dia sudah memimpikan menjadi istri Orang kaya malah berakhir dengan fakta itu, membuat nya di cemooh oleh orang-orang.

"Kita baru nikah loh, kok gitu, kamu bilang akan menerima Aku apa adanya." Wisnu berusaha untuk mempertahankan rumah tangga nya yang baru saja di mulai itu.

"Jaman sekarang emang hidup gak perlu uang, sekarang kamu bahkan bukan anak orang kaya, apa untungnya tetep bertahan, Eliza yang cantik ini bisa mendapatkan seribu laki-laki yang lebih baik dari mu, seharusnya sadar diri," hina Ibu Eliza dengan menohok setelah nya menarik putri nya pergi menjauh dari tempat itu.

"Eliza gedung pernikahan ini, kita bayar bareng yah, kamu juga harus bayar juga," teriak Wisnu namun Eliza tetep melangkah keluar tanpa berniat untuk menoleh sedikitpun.

"Kakek lihat cucu mu ini, acaranya kacau begini," Adu Wisnu pada Wardana.

"Ini semua gara-gara kamu yah, Glen kau memang biang masalahnya," lanjut nya sambil mendorong Glen membuat pria itu langsung menghindar.

"Biang masalah diri mu, malah nuduh orang dasar gila," jawab Glen tidak habis pikir.

"Wisnu, mulai hari ini, kau bukan bagian dari Jonson, maka kau tidak punya hak apa-apa, menjauh lah dari keluarga Jonson kalo gak ingin nasib mu sama seperti ibu mu," tegas Wardana membuat Wisnu memohon dan berlutut.

"Kakek tapi selama ini, Aku selalu menjadi cucu yang patuh, masa hubungan kita harus berakhir begitu saja," ucap Wisnu Namun Wardana malah pergi begitu saja, karena Dia ingin mengejar Glen dan keluarganya yang sudah keluar dari tempat itu.

"Melani, tunggu," panggil Wardana membuat Melani menghentikan langkahnya.

"Pria Tua, mau apa? Mau menghina Mama lagi?" ketus Klaudia yang menjadi garda terdepan untuk Melani.

"Maaf untuk perlakuan ku selama ini, sudah salah sangka padamu," ucap Wardana dengan penuh sesal.

"Tidak seharusnya, Ayah merendahkan mu, padahal kamu adalah menantu yang baik tidak pernah menuntut apa-apa, gara-gara Ayah pasti kamu sakit hati banget yah," lanjut nya sambil menitihkan air mata nya.

"Semuanya sudah berlalu, Mas Wira juga gak bakalan balik lagi kan?Aku sudah memaafkan Ayah sejak lama, dan melupakan dendam yang ada, tidak semestinya keluarga kita pecah belah kan," Jawab Melani dengan lapang dada, itulah Dia wanita yang selalu bersikap lemah lembut.

"Kamu memang berhati mulia, Ayah jadi malu sendiri," ucap Wardana sambil berkaca-kaca.

"Klaudia, bisakah kamu memaafkan Kakek Tua ini?" tanya Wardana menatap cucunya dengan penuh harap.

"Baiklah, selama dirimu tidak membuat Mama sedih, Aku tidak masalah," jawab Klaudia sambil tersenyum tipis lalu membiarkan pria tua itu memeluknya.

"Semuanya, berkat istriku yang pintar ini," ucap Glen membuat semuanya menoleh ke arah Amara.

"Amira terima kasih, berkat mu, Kakek yang buta hati ini, jadi tahu semuanya," ucap Wardana menatap Amara dengan lekat.

"Itu karena Glen, kalo gak Aku tidak akan melakukan itu semua," jawab Amara dengan datar, membuat Wardana mengangguk mengerti.

"Bagaimana? kalo kita, makan bersama di rumah Kakek?" usul Wardana menatap semua nya dengan penuh harap.

"Sayang sekali, Aku ada urusan," jawab Glen yang tidak ingin berlama-lama dekat dengan kakeknya karena masih merasa segan.

"Kalo begitu, kami permisi dulu," lanjut nya langsung menarik tangan Amara menjauh dari tempat itu.

Keduanya berjalan kaki, menikmati suasana jalan yang cukup indah itu.

"Lah kok malah kabur, terus jalan begini?" tanya Amara dengan heran, karena merasa kesal dengan Glen yang menurut nya aneh, seharus nya naik mobil malah jalan kaki.

"Mau mengajak mu ke suatu tempat, kita naik Taxi saja yah, biar bisa keliling tanpa repot bawa mobil," jawab Glen sambil menghentikan taxi membuat Amara hanya menanggapinya dengan ikut saja, tanpa berkomentar apapun.

Hari itu Glen mengajak Amara ke wahana, pria itu ingin menciptakan kenangan yang berkesan sebelum semuanya berakhir.

"Ngapain ngajak ke sini? Seperti anak kecil saja?" tanya Amara setelah taxi berhenti di pintu gerbang wahana.

"Menghibur diri, biar menciptakan kenangan manis," jawab Glen sambil tercengir, membuat Amara memutar bola matanya malas.

"Ayo, kita ciptakan suasana yang berkesan, hari ini Aku merasa terbebas dari semua beban yang berat," ajak Glen sambil menarik Amara masuk lalu langsung membeli tiket masuk, membuat wanita itu hanya menurut saja walaupun merasa aneh dengan suaminya itu.

"Mau naik kincir ria gak?" tanya Glen menatap ke atas.

Amara jadi mengingat saat dulu adik nya yang selalu antusias untuk naik kincir ria, sedangkan dirinya selalu ketakutan dengan ketinggian wanita itu hendak menolak tapi Glen sudah terlebih dulu menarik tangan nya.

Keduanya kini sudah berada di atas, Amara tampak menikmati pemandangan dari atas.

"Katanya kalo orang ciuman di atas begini, bakal jadi pasangan abadi," ucap Glen membuka obrolan.

"Alah itu cuma mitos, percaya banget sama hal begitu," jawab Amara dengan datar.

"Kan cuma katanya," jawab Glen sambil tercengir.

"Kalo beneran jadi pasangan abadi, gak papa kan?" lanjut nya menatap Amara dengan tatapan lain.

Cup

Amara tiba-tiba mengecup bibir Glen sekilas, membuat Glen terdiam, wajahnya tiba-tiba menjadi memerah.

"Begitu kah? Apa kah semua nya bisa berubah, gak yah? Semuanya cuma mitos percaya banget yang kaya gitu," ucap Amara dengan santai nya, tidak memperhatikan Glen yang sudah memerah sadari tadi.

"I-itu apa yang kamu lakukan?" tanya Glen terbata-bata membuat Amara menoleh ke arah Glen.

"Jangan bilang, Lo gak pernah ciuman?" selidik Amara menatap Glen dengan tatapan heran.

"Wajahnya memerah gitu, kayak anak gadis lagi kasmaran aja," Amara semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Glen, hingga kini jarak mereka hanya sejengkal saja.

"Iya ini ciuman bibir pertama Aku, kamu sudah mencuri nya," jawab Glen yang hampir menangis membuat Amara tiba-tiba tergelak.

"Serius? sepayah itu? Selain bodoh dan lemah, Lo juga belum berpengalaman?" tanya Amara merasa tidak percaya, wanita itu yang biasa nya datar dan kaku kini bahkan tertawa lepas.

"Kamu kalo tertawa lucu juga yah?" Glen justru malah fokus dengan Amara yang tertawa, karena wanita itu tidak pernah tertawa sepuas itu, sampai membuat penumpang lain Salfok ke kedua nya.

Secepatnya Amara langsung menghentikan tawanya, lalu segera minta untuk turun karena tiba-tiba mood nya menjadi buruk.

"Lah kok malah turun? Padahal belum lama loh," tanya Glen mengikuti Amara, setelah turun dari kincir ria.

"Mau coba yang lain bosen," jawab Amara datar.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!