(PROSES REVISI)
Tak disangka gadis yang menikah karena mengganti hukuman ayahnya kini mengubah hidup Javier De Willson.
Gadis itu bagai pelangi yang datang selepas badai. Mengisi kesepian dan kehampaan hidup seorang mafia kejam ini.
Kisah cinta mereka yang lika liku harus berakhir dengan terbongkarnya identitas asli Sky Alexander.
Javier memilih meninggalkan Sky karena garis keturunan istrinya itu.
Akan kah mereka kembali bersama?
Cerita ini di bumbui oleh kekocakan tingkah Athes and the geng... anak buah Javier De Willson.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thenia12 Nurhalimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#30
Sky turun dari taxi kembali ke rumah Javier dengan bersenandung ria seraya melompat lompat kecil, wajahnya begitu ceria dengan seragam cafe masih melekat di tubuhnya.
Pak Liam, Bibi Gail dan beberapa pelayan sudah berdiri di depan rumah menyambut kedatangan istri tuannya ini.
Hubungan Pak Liam dan Bibi Gail sangat baik dengan Sky Alexander, tanpa Javier menyuruh pun dengan tulus mereka menyambut kedatangan Sky.
"Selamat sore Nyonya." Mereka membungkukan badan.
"Sore juga." Sky ikut membungkukan badan dengan tersenyum.
Pak Liam melihat ke arah Bibi Gail merasa heran dengan tingkah nyonya nya ini yang begitu ceria tidak seperti biasanya.
Bibi Gail hanya menggeleng pelan dengan maksud ia juga tidak tahu apa yang terjadi dengan nyonya Sky.
"Sepertinya hari ini begitu menyenangkan untukmu, Nyonya," ucap Pak Liam dengan tersenyum.
"Iya, Pak Liam. Ini hari yang paling menyenangkan dan membahagiakan untukku. Ah aku tidak akan melupakan hari ini," jawab Sky dengan penuh semangat.
Pak Liam dan Bibi Gail hanya mengerutkan halisnya menatap satu sama lain.
"Eum... Apa Nyonya lapar? kami sudah menyiapkan makan sore untukmu nyonya." Kata Bibi Gail mengalihkan pembicaraan, karena merasa tidak terlalu sopan menanyakan sesuatu lebih jauh masalah istri tuannya ini.
Sky mengelus ngelus perutnya. "Ah iya kebahagiaan ini meningkatkan rasa laparku."
"Mari nyonya." Bibi Gail mengulurkan tangannya dengan sopan.
Sky masuk di ikuti bibi Gail, bersamaan dengan itu mobil Javier melenggang memasuki halaman mansion.
Sekretaris Han turun mengelilingi mobil untuk membukakan pintu.
"Selamat sore tuan," Sapa Pak Liam dengan suara seraknya membungkukan badan dengan beberapa pelayan.
"Apa Sky sudah pulang?"
"Sudah, Tuan. Sedang makan bersama Bibi Gail."
Javier mengangguk lalu melangkah menuju meja makan bersama sekretaris Han.
Ia melihat Sky melahap makanan dengan rakus, seperti sangat kelaparan. Dan lagi, Sky makan dengan sesekali tersenyum, di bawah meja Sky memainkan kakinya. Javier menatap heran istrinya ini, mengapa begitu ceria dan bahagia. Apa Sky baru menemukan sebongkah emas?
Javier duduk di hadapan Sky. Kedatangannya pun tak di anggap oleh Sky, ia masih sibuk dengan makanan dan senyuman aneh di bibirnya.
Javier melihat ke arah bibi Gail, perempuan paruh baya itu yang berdiri tak jauh dari tempat duduk Sky hanya menggelengkan kepala. Dengan maksud ia juga tidak tahu apa yang membuat nyonya nya ini begitu ceria.
Lalu tatapan Javier beralih ke arah Sekretaris Han. Sekretaris yang notabennya pintar ini langsung mengerti dengan tatapan tuan nya. Ia mengangguk lalu pergi menjauhi meja makan.
Untuk apalagi selain sekretaris Han di perintahkan mencari tahu apa yang membuat istrinya ini tersenyum bahagia tidak seperti biasanya.
"Hei!" Javier memukul meja membuat Sky terlonjak kaget, ia menatap suaminya dengan pipi gembul penuh dengan makanan.
"K-kau... sejak kapan ada disini."
Javier menghela nafas, ia benar benar di anggap hantu oleh istrinya sendiri.
"Apa yang kau pikirkan sampai mengacuhkan keberadaanku!"
"T-tidak. Tidak ada."
"Aku sudah tahu kau tidak akan bilang!"
Sky kembali mengunyah makanan di mulutnya yang belum sampai tertelan.
"Apa kau akan makan sendirian dan membiarkan suamimu ini hanya menonton."
"Makanlah!" Sky menunjuk berbagai macam makanan di meja dengan dagu nya.
"Tidak sopan! Ambilkan untuk suamimu ini!"
"Aku tidak mau, aku bukan pelayanmu ya!"
"Kau menjadi pelayan di sebuah cafe kecil tapi menolak menjadi pelayan untuk suamimu sendiri."
"Suami apa, aku menikah denganmu karena kesalahan ayahku. Kau tidak benar benar menjadi seorang suami yang harus aku layani!" Batin Sky.
"Bibi Gail bisakah tinggalkan kami berdua?" ucap Javier.
"Baik Tuan." Bibi Gail dan beberapa pelayan pergi meninggalkan Javier dan Sky selepas membungkukan badan.
"Sky." Javier kembali menatap Sky.
"Kau melupakan surat perjanjian itu. Bukankah disana tertulis kau harus menuruti semua perintahku. Maka aku minta layani aku sebagai seorang suami!"
"Cih, lihat si tua ini. Membahas surat perjanjian misterius itu. Aku sangat yakin isinya memang sudah di ubah oleh si tua ini. Aku tidak salah baca hari itu, isi perjanjian yang menguntungkan posisi ku sebagai seorang istri!"
"Sky!"
"...."
"SKY!"
"..."
"SKY ALEXANDER!"
"I-iya?"
"Berani sekali dia mengacuhkan ku seperti ini!" batin Javier.
"Aku ingin omlet."
"Ambil saja sendiri!"
Javier mulai di ambang frustasi nya melihat sikap Sky yang terkadang menyulut emosi nya.
"Sky kalau kau tidak perduli dengan surat perjanjian itu maka seharusnya kau perduli dengan Ayahmu!"
"Apa maksudmu!"
"Kau tahu hukuman apa yang akan di tanggung ayahmu jika kau terus membangkang seperti ini hah?! apa kalimat ku hari itu kurang jelas? aku bilang aku mencintaimu! Maka layani aku sebagai seorang suami!!" ucap Javier setengah berteriak.
"Cinta?cih! aku tidak melihat ada cinta di matamu itu! Aku tidak akan mudah percaya dengan kalimat busukmu itu!"
Sky menghela nafas, ia lebih memilih mengalah saja. Berdebat dengan Javier tidak akan membuat dia menang.
"Oke...oke. Kau mau makan omlet kan? Ini omletmu." Sky meletakan omlet di piring Javier.
"Dan ini teman untuk omletmu. Agar dia tidak kesepian." Sky meletakkan ayam di piring Javier.
"Dan lebih cantik jika di hiasi sayuran seperti ini." Ia kembali meletakkan beberapa sayuran memenuhi piring Javier.
Javier hanya diam dengan menatap piringnya yang penuh dan lagi lagi Sky mengambil hidangan yang lain. Apa gadis ini sedang mengerjainya?
"Piringmu sudah cantik dengan makanan itu tapi akan lebih cantik jika di tambah makanan penutup seperti ini." Sky meletakkan jeruk dan juga puding di atas tumpukan sayur di piring Javier.
Javier menghela nafas, menetralkan emosinya menghadapi tingkah istri keduanya ini.
"Melihat tingkahmu seperti ini ingin sekali aku melemparmu ke kasur Sky!!"
"Oke, hidangan sudah siap. Silahkan di makan." Sky tersenyum tanpa dosa.
Javier hanya diam dengan menatap tajam ke arah Sky. Tatapan ini membuat tubuh Sky merinding seketika.
"Apa dia akan marah sekarang? ah aku tidak perduli. Aku merasa puas sekarang!"
"Makanlah. Bukan kah kau ingin omlet?"
Hening. Javier masih menatapnya tajam, Sky mulai merasa aura negatif dari tatapan suaminya itu. Apa ini keterlaluan?
"K-kalau kau t-tidak mau makan. Aku.. aku akan mengambilnya kembali." Tatapan tajam Javier membuat nyali Sky mencelos begitu saja.
Tadinya keberanian dia seratus persen sekarang menurun drastis menjadi satu persen.
Sky sedikit bangkit dari duduknya hendak mengambil piring Javier untuk mengambil kembali tumpukan makanan yang ada disana.
Tapi tiba tiba Javier menarik cepat tengkuk leher Sky, mencium bibir Sky dengan ganas. Apa ia pikir bibir Sky adalah omlet yang ingin ia makan?
"Eeemmpph... Le-lepaskan.. Mmmpph.. Ja.. Jav..Javier." Sky berusaha mendorong dada bidang milik suaminya itu. Tapi nihil, seekor kucing tidak bisa lepas dari cengkraman macan buas.
Ciuman itu tidak lama, hanya dua menit akhirnya Sky berhasil melepaskan bibirnya dari bibir Javier dengan nafas tak beratur.
Ia membersihkan bibirnya dengan punggung tangan. "Kau g*la!"
Sky berlari menaiki tangga untuk mengunci diri di kamarnya. Javier hanya menatap punggung istrinya yang kian menjauh. Ia mengusap kasar wajahnya.
Sebenarnya Javier tidak berniat melakukan ini secara paksa dan kasar. Tapi mau bagaimana lagi istrinya harus di beri hukuman.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
dan jev jangan pernah kau sia2 kan Sky,, ingat itu
andaikan aku ada di situ,, tamba asyik pastinya 😃
selesai saikan masa lalu mu jev
picik benar ne si pak Mafia 😃
smangat buat junior nya ya😃
dan Aku mengingat Tuan muda Saga dan sekertaris nya Han
percayala Sky, setela Badai pasti ada pelangi,, semoga kebahagiaan segera menjemput 😘😘