"Aku ingetin, jangan sampek kamu jatuh cinta! Aku nikahin kamu karena terpaksa!"
"Sorry, pria seperti kamu bukan tipeku!" cetus Dea pada pria yang berdiri di depannya dengan sombong dan angkuh.
"Kamu yang bukan tipeku!" Daniel tidak mau kalah. Sebab Dea benar-benar gadis di bawah standard. Untuk nilai, bagai pria sesukses dirinya, Dea memiliki nilai F.
Yuk kenalan sama penulis, Instagram :
Sept_September2020
Baca juga karya Sept yang sudah Tamat
Rahim Bayaran
Istri Gelap Presdir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEPO BANGET
Dea I Love You
Bagian 30
Oleh Sept
Rate 18 +
Di sebuah kamar bernuansa serba purple, mulai dari wallpaper dinding sampai semua furniture di dalamnya, semua penuh dengan warna janda. Korden, sprai sampai sofa. Di dalam sana terlihat Dea sedang duduk sambil melipat tangan. Tatapan matanya kosong, ia terlihat menyesal pernah tidur bersama Daniel.
Harusnya ia menolak malam itu, Dea merutuki dirinya yang bodoh. Mau saja diajak tidur Daniel. Padahal dalam hati pria itu masih bersemayan gadis lain.
Klek
Metty muncul dari balik pintu membawa beberapa camilan dari kulkas.
"Gila lu? Nikah nggak kasih tau gue!" sentak Metty. Ia masih tidak percaya dengan curhatan Dea barusan. "Pantes waktu camping dulu gue ngendus hal aneh. Cuma gua gak curiga amat."
Srekkk
Suara kursi tertarik.
Metty menarik kursi di depan meja rias, ia ingin duduk sambil mengintrogasi sahabatnya itu. Kok bisa, Dea tidak bercerita? Padahal mereka kan teman. Giliran suami Dea selingkuh, Dea malah baru cerita.
"Sekarang jujur sama gue, Kita berteman gak sehari dua hari! Lo dah gue anggep sodara sendiri. Kalau gini ceritanya, pengen gue bejek-bejek suami lo!" ujar Metty dengan mengebu-ngebu.
Beberapa saat yang lalu, Dea mencurahkan semua isi hatinya pada Metty. Tidak mungkin mengadu ke Mama, Dea kurang percaya diri. Mengadu ke Ayah? Memikirkan pabrik saja sudah menyita pikiran ayahnya. Dea tidak mau menambah beban pikiran sang Ayah.
Tidak tahu lagi ke mana harus melangkah, ia hanya ingat, punya teman yang selama ini ada untuknya. Metty, biar bawel dan ember, sahabatnya itu selalu ada saat Dea susah atau senang.
"Sekarang, lo harus strong! Jangan mau diinjek-injek sama pasangan laknat itu! Dah kawin masih aja ketemu perempuan lain. Tuh juga ... gatel amat yang cewek? Gue rasa sama-sama doyan!" Sejak tadi Metty terus saja ngedumel. Ini karena ia tidak suka Dea dibuat main-main. Kalau memang masih cinta pacarnya, udahlah mending tidak usah buat Dea menderita. Pilih satu dan jangan maruk.
Ketika temannya ngomel-ngomel, Dea hanya diam saja.
***
Apartment Daniel.
Pria itu terlihat gusar, apalagi sekretaris Kim belum memberikan kabar. Sejak tadi Dara juga terus menghubungi, karena fokus memikirkan Dea, Daniel mengabaikan panggilan dari Dara.
Pusing memikirkan Dara yang masih menghubungi terus menerus, Daniel akhirnya melempar ponsel ke atas ranjang. Ia meraih jaket dan mengambil kunci mobil, Kim kerjanya amat lamban. Daniel jadi tidak sabaran. Ia pun beregas ke rumah Dea.
Kediaman Ayah Dea, dari depan rumah, suasana terlihat sepi. Jendela kamar Dea juga tertutup. Daniel seakan tidak percaya pada laporan sekretaris Kim, bahwa Dea tidak ada di rumah.
"Sebentar Tuan, saya buatkan minum dulu." Bibi tersenyum ramah pada Daniel, tidak ada angin atau hujan, tumben suami Nona mudanya datang, sendiri pula. Bibi curiga, tapi tidak bilang-bilang.
"Tidak, nggak usah Bik. Saya cuma mampir karena kebetulan lewat."
Daniel berbohong, pria itu berkelit. Padahal ke sana mau cari Dea. Tapi tidak ingin semua tahu Dea kabur, ia pun pura-pura.
Karena sudah membuktikan dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Dea tidak ada di rumahnya. Kini Daniel memutuskan ke kampus, dengan kecepatan tinggi ia melaju ke kampus biru.
***
Di dalam mobil, Daniel mengamati kondisi di sekitar kampus. Mau masuk, tapi enggan. Saat akan melajukan mobil, ia berhenti mendadak. Matanya teralih pada sosok pria muda yang baru melepas helm.
Vino, pria yang sempat ia duga ada affair dengan istrinya. Ah Daniel, yang selingkuh siapa yang curiga siapa!
Vino sendiri sedang menghentikan motor balapnya di depan seseorang. Mungkin teman satu jurusan. Keduanya nampak bicara serius. Kemudian Vino kembali memakai helm teropongnya lagi, helm seharga motor bebek. Saat akan menyalakan mesin motor, tiba-tiba Daniel menepuk punggung pemuda itu. Vino lantas menoleh, siapa gerangan yang menepuk pundaknya?
Mata Vino memincing, siapa gerangan pria di depannya? sepertinya bukan orang biasa dan mengapa sedikit familiar. Lama-lama Vino ingat, siapa Daniel. Itu adalah pria yang mengejar mereka saat camping dulu. Lalu ada apa pria itu ada di sini? Jangan-jangan mau ganggu Dea. Vino langsung turun dari motor, dua pria itu malah terlihat bersitegang.
"Dea ke kampus nggak hari ini?" tanya Daniel dengan gaya sombong.
Vino menatap Daniel dengan tatapan aneh, mengapa tanya dia? Mana Vino tahu. Mereka tidak tinggal satu rumah.
"Ada urusan apa?" balas Vino tidak kalah songgongnya. Dua pria itu beradu tatapan saling benci.
"Bukan urusanmu! Katakan, Dea ngampus tidak hari ini?"
Melihat sikap angkuh Daniel, Vino jadi kesal.
"Gue ingetin ya, nggak usah ganggu Dea lagi."
Daniel tersenyum mengejek. Bocah ingusan mau nantangin dia, ia rasa sudah bertanya pada orang yang salah. Daniel pun berlalu. Meninggalkan Vino yang masih merasa kesal dan penasaran. Siapa pria itu? Vino masih mengamati Daniel. Sampai pria itu lenyap di ujung jalan.
***
Rumah Metty.
"Dah berapa minggu nggak makan?" celetuk Mitty yang melihat Dea makan dengan lahap.
"Jangan komentar, gue kalau lagi kesel memang nafsu makan jadi nambah!" jawab Dea sembari memasukkan paha ayam ke dalam mulutnya.
"Ish!" Metty pun mengulurkan piringnya sendiri. "Nih ... Makan juga punya gue! Makan yang banyak, lo butuh tenaga banyak buat ngajar laki lo yang kurang ajar itu!" ujarnya dengan garang sembari berkacak pinggang. Setelah selesai mengisi perut, kini keduanya bersantai di ruang tamu.
"By the way, selama nikah sama laki lo ... udah ngapain aja?"
Deg, Dea langsung menelan ludah. Bersambung.
happy ending, senang bacanya 😍😍