Cindi seorang gadis cantik yang dikagumi oleh banyak kaum adam.namun tak seorangpun yang bisa melelehkan hatinya yang dingin...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak'e Dirayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#30
setelah menyepakati tawaran big bos, cindi kembali ketempatnya.
"cantik...makan siang yuk"ajak chef irfan saat jam sudah menunjukan waktu makan siang.
"maaf chef sa-"cindi berniat menolak.
"ayolah cantik...kamu selalu menolak tawaran ku...cuma makan siang bersama kok".
"eghm..."suara seorang pria yang berdiri dibelakang irfan"zahra sudah ada janji dengan saya"ucapnya kemudian.
irfan yang melihat rafa di berakangnya merasa gugup"eh...big bos...siang bos" rafa hanya menanggapi dengan anggukan dan irfan langsung pamit mengundurkan diri menuju kitchennya.
"kamu mulai sekarang saja"ucap rafa tanpa ekspresi.
"tapi bapak nggak makan siang dulu?".
"nanti dijalan saja"rafa langsung berjalan dan diikuti oleh cindi
ketika masuk kedalam mobil rafa,aroma mint begitu mendominasi suasana disana, apa lagi saat rafa duduk disebelah cindi, sama seperti saat dia masuk keruangan big bosnya itu,entah kenapa cindi merasa nyaman dengan suasana itu.
sampailah mereka diapartemen si bos. cindi langsung mengambil sapu dan alat pel dan mulai membersihkan ruangan demi ruangan,sedangkan rafa menuju ruang kerjanya dan memulai kerjaannya.
sebenarnya waktu itu akan ada rapat penting,tapi karna melihat cindi digoda oleh laki-laki lain yang dilihat oleh rafa dari cctv,dia langsung memutuskan untuk rapatnya via video call.
karna apartemen rafa tidak begitu kotor dia dengan cepat sudah membereskan kerjaannya ruangan aja nggak kotor-kotor amat... masa bayar orang begitu banyak?huft...sultan mah bebas.
cindi masih menunggu rafa keluar dari ruang kerjanya,tapi si bos malah belum juga keluar.entah kenapa dia merasa matanya begitu berat,dia merebahkan tubuhnya kesofa,cindi merasa sangat lelah dan mengantuk,ia pun memejamkan matanya.
rafa yang beru keluar dari ruang kerjanya terkekeh melihat cindi yang tertidur di sofa dengan lelapnya.dia kemudian menggendong cindi menuju kamarnya, agar cindi bisa tidur lebih nyaman.
dia menurunkan cindi dengan berhati-hati agar cindi tidak terbangun,dipandanginya wajah cindi yang terlihat damai. tanpa rafa sadari,dia mengecup bibir cindi yang masih terlelap itu.kemudian membelai rambutnya dengan lembut.
aku sangat merindukanmu...tahukah kamu rindu ini benar-benar menyiksaku?
setelah membersihkan dirinya dan menerima pesanan makanannya,rafa kembali kekamarnya berniat untuk membangunkan cindi,tapi saat dia melihat cindi yang begitu lelapnya,dia tidak tega membangunkannya
rafa memutuskan untuk membiarkan cindi tidur,dan dia pun merebahkan tubuhnya disamping cindi yang tidur dengan posisi miring.
dipeluknya cindi dari belakang seperti,yang ia lakukan saat dulu cindi menginap diapartemennya di kota A. rafa akhirnya menenggelamkan wajahnya di leher ceruk cindi dan mencium aroma tubuh cindi yang ia rindukan. merekapun tertidur dengan damai dengan rafa yang memeluk cindi dari belakang.
bingung,adalah ekspresi dari cindi saat ini, dia bingung saat membuka matanya dia berada diatas kasur empuk milik big bosnya,dia ingat kemarin sore usai membersihkan apartemen si bos,dia tertidur disofa dan sekarang saat dia bangun malah ada diatas kasur.
cindi menutup wajahnya dengan kedua tangannya,betapa malunya dia bisa-bisanya dia tidur kayak kebo dari sore hingga pagi diapartemen bosnya.terdengar suara gemericik air dari kamar mandi, cindi kemudian beranjak dari kasur lalu merapikan selimut diatasnya.
saat cindi akan keluar dari kamar, seseorang menghentikan langkahnya dengan suaranya"mau kemana?" yang tidak lain adalah rafa yang baru keluar dari kamar mandi.
"mmm...maaf pak,saya akan segera pulang"jawab cindi yang setelah melihat rafa langsung memalingkan wajahnya,karna sibos hanya melilitkan handuk dipinggangnya.
"sebelum pulang sarapan dulu"rafa membuka pintu lemari untuk mengambil pakaiannya"dan...apa kamu juga tidak mau mandi dulu?"
cindi mengerjap karna mendengar kata mandi dari bosnya itu,jika dipikir-pikir memang dari tadi sore cindi tidak mandi, dia saja serasa mau muntah karna mencium bau badannya.
akhirnya cindi memutuskan untuk mandi dan sarapan dulu diapartemen bosnya, lumayan lah bisa ngirit untuk biaya makannya,karna dia tidak punya pakaian ganti disana,cindi meminjam kaos putih dan celana santai dari bosnya,yang tentu saja kebesaran untuknya.
"pelan-pelan makannya" rafa yang melihat cindi makan begitu cepat dan tergesa-gesa"kamu sudah berapa tahun tidak makan?"
cindi memutar bola matanya dan hanya menanggapi ucapan bosnya itu dengan senyum yang dipaksa karna mulutnya penuh.
"nggka pernah makan enak?" tanya rafa menginterupsi.
cindi menggeleng kuat kemudian meneguk air putihnya"bukan begitu pak...saya sering makan enak saat bekerja dihotel bapak,"
"dari chef itu?"rafa terlihat tidak senang"lagian jangan panggil saya bapak...kita juga seumuran"
"emang kita seumuran? masa sih pak? memang bapak tau umur saya?" tanya cindi beruntun"bapak terlihat sudah 30 tahun lho pak..."cindi terkekeh"saya kan baru 17 tahun pak"
rafa mengangkat alis nya sebelah tanda dia heran atas pernyataan cindi what...aku sudah terlihat tua?? umpat nya dalam hati dan dia masih terlihat muda...bahkan jika aku tidak tau tanggal ulang tahun nya maka aku akan percaya jika dia bilang umurnya adalah 17 tahun. merasa kesal rafa meninggalkan cindi sendiri diruang makan menuju kamar nya.
dan cindi...dia langsung pulang setelah mencuci peralatan makan yang sudah mereka gunakan.
happy reading semua...
jangan lupa klik jempol ya...
Syarat dan ketentuan:
Sudah tamat dan Penulis belum di kontrak/sedang tidak terikat kontrak dengan penerbit manapun.
Jenis naskah yang dicari:
1. Novel;
2. Kumpulan Puisi;
3. Kumpulan Cerpen;
4. Naskah non Fiksi, dll.
Jika bersedia harap segera menghubungi saya via DM instagram (@dwafril) atau laman chat yang tersedia pada platform ini.
AE Publishing Cab. Gresik
*paling lambat 15 Agustus 2023
safana jangaan mau dibatain tuntut terus seenak nya aja, kan dari awal safana sudah menolak,eh si brengseknya nya malah maksa dihh