Warning!!!
21+
(DALAM TAHAP REVISI)
Sarah Fergueson, gadis berusia 16 tahun itu tak terkejut melihat tamu di rumah nya, Devano Lake, seorang pria berusia 25 tahun, sahabat sekaligus rekan kerja kakak nya itu memang sering bertamu kesana, namun apa jadi nya jika kedatangan Devano kali ini malah akan merubah hidup Sarah.
"Aku dan Sarah telah lama menjalin kasih, kami bahkan sudah bercinta, aku ingin menikahi nya sebelum dia hamil dan akan mempemalukan kalian"
Sarah hanya membuka mulut nya lebar dengan mata yg melotot sempurna, ibunya terkena serangan jantung, ayahnya begitu shock dan kakak nya sangat marah.
"Itu tidak mungkin" seru sang Kakak sembari bersiap memukul Devano, namun Devano segera menunjukan chat antara dirinya dan Sarah yg memang sangat romantis selama tiga bulan terakhir.
Devano melirik Sarah yg masih terkejut sambil ia berseringai bak iblis dan menatap Sarah penuh kemenangan. Sementara Sarah hanya bisa menyesali tindakan bodoh nya yg mengikuti tantangan sahabat nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
Sarah menemui Freya di kantornya untuk membicarakan kasus William, Freya saat ini hanya bisa mengumpulkan data data dari Airin. Nama lengkap nya Airin Sushmita, 24 tahun. Ayahnya meninggal karena paru paru saat usia Airin 15 tahun, dan tiga tahun kemudian ibu nya meninggal karena kecelakaan yg membuat Airin haus berhenti sekolah dan bekerja demi menghidupi adik adik nya. Adik laki laki nya bernama Reza, 18 tahun. Adik perempuan nya Naysila, 15 tahun. Keduanya sekolah di SMA negeri yg sama.
"Jadi pelecehan itu terjadi itu di rel kereta api yg sudah tak terpakai?" tanya Sarah setelah ia mencoba membaca berkas kasus William.
"Iya, ada saksi yg melihat mereka disana. Saksi mengatakan ia mengira mereka adalah sepasang kekasih yg bertengkar sehingga saat mendengar suara gaduh dia tak peduli" jawab Freya.
"Bagaiamana saksi mengira mereka sepasang kekasih?"
"Katanya mereka saling merangkul sebelum nya" mendengar semua jawaban Freya Sarah malah tertawa, membuat Naina dan Jacob merasa kebingungan.
"Kak Will di penjara dengan tuduhan yg serius lho, kamu malah ketawa?" tanya Naina.
"Karena orang yg menjebak Kak Will sepertinya belum mengenal Kak Will. Pertama, Kak Will phobia terhadap apapun yg berhubungan dengan kereta. Mendengar suara kereta di TV aja Kak Will udah mau pingsan, apa lagi pergi ke rel kereta. Kedua..." Sarah melirik Freya yg saat ini tersenyum pada nya, seolah tahu apa yg akan di Katakan Sarah "Kak Will bukan tipe orang yg romantis dan dia engga pernah merangkul pacar nya di tempat umum. Pegangan tangan sudah paling full tuh" ujar Sarah yg langsung di benarkan Freya selaku kekasih nya.
"Tapi sayangnya hal itu engga bisa menjadi bukti di pengadilan, Sarah. Kita butuh bukti yg lebih akurat" tutur Freya.
"Sarah tahu, Kak Fe. Kita pasti menemukan bukti nya, sesempurna apapun rencana yg di buat, pasti ada celah untuk di gagalkan"Ujar Sarah berusaha tetap positive thinking "Bukannya pemerkosaan di butuhkan visum?"
"Benar, tapi visum engga bisa di lakukan dengan alasan sudah lebih dari 48 jam. Jadi begini cerita nya, setelah di perkosa Airin di sekap disana selama dua hari lebih, dan setelah dua hari Airin berhasil kabur tepat nya jam 2 pagi, dia menghentikan taksi di tengah jalan dan meminta sopir taksi mengantar nya ke kantor polisi. Tapi karena sopir taksi nya mengantuk , mereka malah kecelakaan dan menabrak pembatas jalan hingga keduanya jatuh kedalam sungai dan terjebak disana cukup lama hingga bantuan datang"
"Apa kecelakaan nya benar benar terjadi?" tanya Sarah penasaran.
"Iya, banyak yg menjadi saksi. Sopir itu dan Aira juga terluka. Inilah yg membuat kita sulit membela Will" ujar Freya putus asa.
"Kak Will akan bebas, Kak Fe. Sarah yakin, tapi mendengar kronologi kejadian nya ini udah pasti di rencanakan dengan matang. Mungkin kecelakaan itu memang nyata dan banyak saksi nya. Tapi siapa yg menjadi saksi dan melihat langsung pemerkosaan dan penyekapan itu? Engga ada kan. Semua hanya berasal dari kesaksian Airin. Penyekapan itu seperti nya drama untuk mengulur waktu, dan kemudian Airin nyebur kedalam air. Maka semua bukti yg ada di tubuh Airin tersapu oleh air dan itu akan menjadi alasan Airin bahwa ia tak bisa lagi di visum. Karena jika dia di visum, maka akan ketahuan bahwa pemerkosaan itu engga pernah terjadi"
"Tapi saat Airin pergi ke rel kereta dan pria itu, mereka terekam cctv. Dan pria itu memang sangat mirip dengan Will"
"Di dunia ini banyak orang yg mirip satu sama lain, Kak Fe. Bahkan cukup meniru gaya berpakaian, gaya rambut dan gaya berjalan sudah bisa membuat seseorang mirip dengan yg lain nya bahkan bisa mengecoh yg melihat nya"
"Kita bisa memastikan itu William atau bukan jika kita meneliti lagi rekaman cctv itu" ujar Jacob.
"Rekaman itu sudah di ambil polisi dan di aman kan sebagai barang bukti" jawab Freya.
"Mungkin Jacob bisa mengambil nya..." Naina menimpali.
"Itu terlalu berbahaya, Naina. Keamanan di kantor polisi itu ketat. Kalau sampai Jacob ke tahuan mencoba meretas nya, selesai lah kita semua" ujar Freya.
"Jadi apa yg harus kita lakukan? persidangan nya sebentar lagi?" tanya Naina.
"Aku punya ide, ini bisa sedikit membantu membuktikan Kak Will tidak pernah pergi ke rel kereta dan ini juga akan menunda persidangan. Sehingga kita punya waktu untuk mencari bukti"
.
.
.
Setelah urusannya selesai. Jacob segera mengantar Naina dan Sarah pulang sebelum Aldo terbangun.
Dan mereka bernafas lega ketika sesampainya dirumah ternyata Aldo masih tertidur pulas. Sarah pun membangunkan Aldo, walaupun sepertinya Aldo masih sangat mengantuk.
"Ini sudah sore, Om. Ayo kita pulang, nanti Devano marah" ujar Sarah pura pura panik dan mendengar nama Devano tentu Aldo langsung membuka mata lebar lebar.
"Maaf, tadi..."
"Engga apa apa, Om. Om pasti capek, tadi Sarah nonton di kamar sama Naina. Jadi nya lama deh, sampek Om ketiduran" ujar Sarah lagi yg membuat Naina geleng geleng kepala.
"Pintar akting juga"
.
.
.
Saat makan malam, Sarah meminta sesuatu yg sedikit membuat Devano geram. Sarah meminta tinggal di apartemen William karena ia ingin menjaga kedua orang tua nya. Devano tidak setuju sebenarnya namun ia mengizinkan nya. Hati nurani nya sedikit tergerak semenjak Devano menyadari bahwa dia mencintai Sarah.
"Iya, tapi Aldo akan ikut dengan mu. Dia tetap akan mengikuti kemana pun kamu pergi" ujar Devano yg langsung membuat Sarah girang "Oh ya, aku punya hadiah ulang tahun untuk mu"
"Apa itu?"
"Nanti ku tunjukan, sekarang habiskan makanan mu"
Sarah tampak antusias dan penasaran dengan hadiah Devano. Maka dengan cepat Sarah menghabiskan makanan nya apa lagi ketika ia melihat Devano sudah selesai dan Devano pergi dari meja makan, Sarah sudah tahu kalau Devano pergi ke halaman belakang untuk me rokok.
Setelah selesai mkan, Sarah menyusul Devano yg ada di halaman belakang dan tampak Devano yg sedang me ngetik di laptop nya sambil sesekali menyesap rokok nya. Dan saat Sarah datang, Devano terlihat terkejut dan ia langsung menutup laptop nya.
"Mana hadiah ku?" tanya Sarah.
"Di kamar, ayo..." Devano menarik tangan Sarah dan membawa nya ke kamar mereka.
Ternyata Devano membeli kan tas, sepatu dan juga guitar untuk Sarah.
"Makasih hadiah ny, dev. Tapi aku cuma mau gitar nya" ujar Sarah yg membuat Devano bingung.
"Tas sama sepatu nya engga cocok? Atau mau yg lain?" tanya Devano dan ia terlihat kecewa.
"Bukan gitu, cuma ini semua mahal, kan? aku engga mau dengar orang ngomentari barang barang ku lagi dan mereka pasti akan bilang itu hasil korup papa" hati Devano terasa perih mendengar penuturan Sarah. Sekali lagi hati nurani nya merasa bersalah dan rasa bersalah ini kian membesar.
"Mau aku ajari main gitar?" tanya Devano mencoba mengalihkan pembicaraan dan mencoba menahan rasa bersalahnya.
Sarah tersenyum dan mengangguk. Kemudian Devano dan Sarah pergi ke balkon dan Devano mulai mengajari Sarah bermain gitar. Sarah tampak sangat menikmati nya dan ia bisa belajar dengan cepat.
"Mau les musik, engga?" tiba tiba Devano mewari nya karena melihat Sarah yg sepertinya bisa bermain musik namun Sarah menggeleng.
"Kamu aja yg ajarin aku, ya?" pinta nya.
"Ya engga bisa, aku mana ada waktu" jawab Devano yg membuat Sarah mendengus "Ya udah, nanti kalau aku ada waktu kosong, aku ajarin kamu" lanjut nya yg membuat Sarah langsung tersenyum lebar.
"Aku ngantuk, aku tidur duluan ya" ucap Sarah kemudian dan Devano mengangguk
"Nanti aku menyusul" ujarnya. Dan jawaban sederhana itu ternyata menimbulkan rasa yg lain untuk Sarah. Kini ia benar benar merasa di perlakukan seperti seorang istri oleh Devano.
Menepis segala perasaan aneh dan pemikirannya yg semakin liar, Sarah memukul kepala nya sendiri dan segera bergegas ke kamar nya.
.
.
.
Devano kembali menulis sesuatu di laptop nya, dan ekspresi nya tampak sangat aneh. Terkadang ia tersenyum miring, terkadang ia tampak geram, terkadang ia seperti tertekan dan sedih dan terkadang ia tampak bahagia.
"Dia merubah segalanya" gumam nya kemudian ia menutup laptop nya dan seperti kata nya tadi, ia pergi ke kamar untuk menyusul istri nya.
▫️▫️▫️
Tbc...