Dewi seorang istri yang di tinggal merantau suaminya Abi ke Kalimantan dan harus tinggal di kampung merawat mertua dengan uang kiriman seadanya dari sang suami, Dewi pun harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan sang mertua.
Hingga suatu ketika Dewi mendapati sebuah rahasia besar dari teman Abi, ternyata Abi diam-diam menikah lagi, hati Dewi hancur dan dia pun nekat ke Kalimantan untuk memastikan sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundae safiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Orang baik akan bertemu yang baik pula
Sesuai dengan janji pak Dhe pada Dewi, hari ini datang seorang pengacara ke restoran di mana Dewi kerja juga tinggal di sana.
''Mas Ilham apa kabar?'' sapa pak Dhe sembari menyalami Ilham si pengacara yang akan di percayakan pak Dhe untuk membantu perceraian Dewi dan Abi.
''Alhamdulillah sangat baik pak Dhe, kebetulan sudah lama saya enggak main ke sini kok tiba-tiba pak Dhe memanggil saya, apa ada masalah?'' tanya Ilham penasaran, dulu Ilham pernah menangani kasus di restoran tersebut, ada pelanggan yang keracunan makanan dan menuntut restoran untuk ganti rugi dan Ilham lah yang membantu menangani kasus tersebut sehingga menemui jalan damai ke dua belah pihak.
''Ah bukan saya, hanya saja ada seseorang yang kasihan hidupnya dan perlu bantuan dari Mas Ilham'' ucap pak Dhe pelan.
''Siapa pak Dhe dan apa permasalahannya sehingga perlu saya bantu?'' tanya Ilham yang makin penasaran.
''Jadi begini mas Ilham, saya ada satu karyawan, dia baru datang dari Jawa ke sini karena ingin menemui suaminya, suaminya itu ternyata sudah menikah lagi tanpa sepengetahuan karyawan saya ini, semasa di Jawa dia merawat ibu mertuanya sembari bekerja serabutan, uang dari suaminya tak mencukupi kebutuhan karena ibu mertuanya sedang sakit, dan sekarang dia tau kalau selama 2 tahun ini ternyata suaminya telah membohonginya dan dia ingin berpisah dengan suaminya tersebut serta memberikan pelajaran untuk laki-laki itu'' jelas pak Dhe pada Ilham.
''Oke pak Dhe saya mengerti, apa bisa saya bertemu dengan yang bersangkutan?'' pinta Ilham pada Pak Dhe.
''Ah tentu saja, tunggu sebentar saya panggilkan dulu orangnya'' jawab Pak Dhe yang kemudian segera beranjak dari tempatnya dan pergi menemui Dewi yang masih sibuk di belakang.
Tak lama kemudian Pak Dhe pun datang bersama Dewi, dan memperkenalkan mereka berdua.
''Nah Dewi ini mas Ilham, pengacara yang akan bantu kamu nantinya'' ucap Pak Dhe pada Dewi.
''Ah iya pak Dhe, halo mas Ilham saya Dewi'' sapa Dewi sembari menjabat tangan Ilham.
''Halo juga saya Ilham, silahkan duduk mbak Dewi'' balas Ilham.
Dewi dan pak Dhe pun kemudian duduk di kursi kosong dekat Ilham berada.
''Bisa mbak Dewi ceritakan secara detail permasalahan yang mbak Dewi alami'' pinta Ilham pada Dewi, kemudian Dewi pun bercerita semuanya dari A-z dari awal nikah sampai isu pernikahan Abi di Kalimantan muncul dan dia pun menyusul untuk memastikan.
''Apakah sudah ada bukti kalau suami mbak Dewi menikah lagi?'' tanya Ilham.
''Sudah, kemarin saya lihat dengan mata kepala sendiri suami saya datamg ke restoran ini bersama seorang wanita yang di panggilnya sayang, saya sendiri yang melayani mereka dan juga sebelumnya pak Dhe sudah bertemu bahkan di perkenalkan sendiri oleh wanita itu ya kan pak Dhe'' ucap Dewi sembari menoleh ke arah Pak Dhe.
Pak Dhe pun mengangguk kemudian berkata '' saya juga sudah mencari informasi tentang mereka sebelumnya atas permintaan keponakan saya, dan hasilnya memang seperti itu, mereka sudah menikah 2 tahun yang lalu'' imbuh pak Dhe.
''Baik, serahkan semua sama saya, saya akan mengumpulkan bukti penghianatan suami mbak Dewi, kalian tenang saja setelah bukti kuat kita langsung gugat ke pengadilan'' jawab Ilham dengan yakin dan tegas.
''Hah...ja...jadi mas Ilham mau bantu saya?!'' Dewi terkejut dan senang.
''Tentu, saya tidak akan membiarkan ketidakadilan meraja lela!'' ucap Ilham meyakinkan.
''Tapi apa bayarannya mahal, berapa saya harus bayar?'' tanya Dewi ragu-ragu.
''Mbak Dewi enggak usah pikirkan soal itu'' ucap Ilham pada Dewi, Dewi pun bengong kemudian menoleh pada Pak Dhe dan Pak Dhe pun mengangguk.
''Ah baiklah kalau begitu terima kasih banyak mas Ilham sudah mau bantu saya, sekali lagi saya enggak tau harus bagaimana membalas budi baik mas Ilham nanti'' ucap Dewi yang tak enak hati.
''Sudah...jangan begitu, Mas Ilham dengan ihklas bantu kamu terima saja dengan senang hati'' sahut pak Dhe meyakinkan Dewi.
''Betul mbak Dewi, semua pekerjaan tidak melulu soal uang, ada kalanya kita harus menolong yang lemah supaya bisa hidup lebih baik lagi'' jawab Ilham dengan bijak.
''Syukurlah saya masih di pertemukan dengan orang-orang baik seperti kalian'' ucap Dewi dengan tulus.
''Itu karena kamu juga orang yang baik!'' jawab Pak Dhe dan Ilham secara bersamaan.
''Hahahahaha....!!!' mereka bertiga pun tertawa bersama, kemudian Dewi kembali bekerja dan pak Dhe mentraktir Pengacara Ilham untuk makan bersama di restoran miliknya tersebut.
Waktu telah menunjukkan sore hari, pengunjung resto semakin banyak karena pada umumnya mereka yang pulang kerja mampir untuk mengisi perut, Dewi dan yang lain sangat sibuk.
"Pelayan!" panggil salah satu pelanggan yang berada di pojokkan, Dewi yang melihat dan mendengarnya segera mendekat sembari membawa buku menu.
"Selamat datang mau pesan apa mas?" sapa Dewi dengan ramah.
"Kamu...!" pengunjung resto tersebut terkejut saat melihat Dewi.
"Maaf apa kita saling kenal?" tanya Dewi pelan dan sopan.
"Kamu enggak ingat aku, aku yang waktu itu nabrak kamu di depan rumah sakit!" ucap pria tersebut pada Dewi, Dewi pun mengingat-ingat kembali dan beberapa saat kemudian dia pun teringat.
"Astagah, iya saya ingat, masya Allah enggak nyangka kita ketemu di sini" ucap Dewi yang juga tidak menyangka bisa di pertemukan lagi dengan orang yang tak sengaja menabraknya.
"Iya...kebetulan sekali, kamu apa kabar kok bisa kamu ada di sini, ah iya boleh minta kontak kamu, aku tahu kamu sedang bekerja nanti kalau sudah senggang kita bisa ngobrol-ngobrol" ucap pria itu pada Dewi, tanpa ragu Dewi pun menuliskan nomor Hp nya di kertas dan memberikan pada pria itu.
"Baik akan ku hubungi kamu nanti, aku pesan menu utama di resto ini dan juga secangkir kopi!" ucap pria itu dengan senyum ramah.
"Baik di tunggu sebentar ya mas, oh iya mas nya siapa namanya saya Dewi!" ucap Dewi sembari mengulurkan tangan untuk berkenalan.
"Bagas!" jawab pria itu dengan tegas.
"Baik, mas Bagas tunggu sebentar ya pesanan mas Bagas akan segera saya siapkan" pamit Dewi dengan sopan.
Sepeninggal Dewi Bagas pun tersenyum sendiri, dia sangat senang bisa bertemu Dewi lagi, jujur saja saat pertemuan pertama waktu itu entah kenapa Bagas merasa tertarik dengan wajah polosnya Dewi dan sekarang Tuhan sedang memberikanya kesempatan.
"Semoga kamu menjadi jodohku wahai bidadari" ucap Bagas dalam hati. Dewi pun entah kenapa merasa senang bertemu dengan Bagas lagi, mungkin karena di perantauan bisa bertemu sesama orang Jawa nya jadi serasa bertemu saudara sendiri.
cinta boleh wi gobloogg jangan