"Apa ???" Mata Bella terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut orang tuanya.
"Bella sudah dewasa pa, Aku Bisa Memilih Lelaki yang pantas untukku, Tidak Perlu Mencari kan ku pasangan Hidup." Ucap Bella Dengan Nada Kesal.
"Ini semua demi Kebaikan kamu juga nak" ujar mama Bella.
"Jangan Membantah Papa, apa Papa pernah mengajarimu Berkata Seperti itu? Jangan Buat malu papa. Seperti Tidak pernah mengajarimu Sopan Santun" Ucap Wira Pratama, Ayahnya Bella.
"Bella tidak akan pernah Menerima Perjodohan Ini Pa." Balas Bella dengan Nada Ketus
"Kalau Kau tidak Menerima Perjodohan Ini, Kau bisa angkat kaki dari Rumah Ini" Teriak Wira dengan kesal.
"Baik Kalau Begitu, Aku juga Sudah Muak Dengan Kelakuan Papa yang Tidak Pernah Mengerti Perasaanku" Ucap Bella dengan Air Mata yang hampir jatuh.
"Tunggu Apalagi, Lekas Pergi" Ucap Wira Kepada anak nya itu, ia tak pernah menyangka Putri satu-satunya itu bisa membantah nya.
Jangan Lupa Like,komen dan Votenya.
Selamat Membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Acara
Alarm di kamar bella dan christin berbunyi nyari di pagi itu. Bella langsung beranjak dari tempat tidur dengan gaya malas-malasan dan langsung pergi mandi.
“Huh, dingin banget pagi ini” gumam bella saat air mengguyur tubuh nya.
Setelah selesai bersiap ia mengambil tas dan ponsel nya .
“Masih jam lima, sempat sarapan gak ya.” Gumam nya lagi saat memasukkan ponsel kedalam tas.
Lalu ia pergi ke meja makan mengambil roti dan susu, tiba-tiba ponselnya berbunyi ia buru-buru mengambil handphone di tas nya.
“Halo” bella
“Pagi bella, kamu udah berangkat belum ?” tanya suara di sebrang sana
“Ini lagi sarapan yo, kamu udah dimana ?” tanya bella
“Aku udah di lokasi bella, kamu langsung berangkat ya” rio
“Oke rio” balas bella dan menutup sambungannya.
“huh.. Untung bukan Bos galak” ucapnya.
Setelah menghabiskan roti dan susu nya, bella langsung berangkat ke rumah brayen untuk menjemput lelaki itu. Setibanya di rumah brayen, ia melihat lelaki itu baru saja keluar dari rumah dengan pesona yang begitu menawan.
Wah, tumben banget. Luar biasa. Batin bella terpesona melihat lelaki itu
“Selamat pagi tuan” sapa bella membungkuk
“Ayo cepat, kau bangun jam berapa ? kenapa baru sampai ?” tanya brayen kesal.
Baru saja aku memujimu, jika bisa ku tarik kembali kata-kata ku itu. Batin bella
“Emm, masuk lah tuan. kita pergi sekarang” ucap bella sambil menatap brayen dengan wajah tersenyum paksa.
Brayen hanya mendengus kesal, ia tidak mau berdebat dengan wanita yang bersama nya itu di depan rumah nya. Setibanya di gedung, bella dan brayen berjalan beriringan layaknya anak buah dan Bos.
“Hmm, tuan saya ijin pergi ke toilet dulu ya. Nanti saya menyusul” ucap bella memelas.
“Hm” brayen
Rio melihat brayen tengah duduk di ruang tunggu, lalu ia pun menghampirinya.
“Selamat pagi Tuan”sapa rio membungkuk.
“Hm, bagaimana ?” tanya brayen
“Semuanya aman tuan, Saya sudah memeriksa seluruh rangkaian acara ini. Nanti tuan kevin akan dijemput oleh digo” jelas rio
“Hm, baiklah. Kalian boleh istirahat jika tugas kalian sudah selesai” ucap brayen
Aku yakin tuan, mungkin setelah dirumah lah kami dapat beristirahat dengan tenang. Batin Rio
“Baik tuan, terimakasih” ucap rio pamit
Setelah rio pergi, ponsel brayen berbunyi .
“Halo”
“Pagi tuan”
“Dodi, kau sudah berangkat ?” tanya brayen
“Saya baru saja sampai di bandara tuan, setengah jam lagi saya akan tiba disana.” ucap dodi
“Hm, baik lah. Aku tunggu” ucap brayen memutuskan sambungannya.
“Lama sekali, kau ngapain saja di kamar mandi ?” tanya brayen menatap bella tajam.
Idih, kepo banget sih. Ya kali gue bilang abis ganti pembalut, bener-bener deh si gila ini. Bella
“maaf tuan, ada yang bisa saya bantu ?” tanya bella mengalihkan pertanyaan brayen
“Beri aku sarapan” brayen.
Emang gue emak lo apa. Enak banget tinggal nyuruh-nyuruh.. huh sabar Bella, sabar. batin nya
“Baik tuan, Saya ambil dulu di belakang” pamit bella
Baru pagi juga, itu bos udah buat dosa gue melimpah. Huftt
Setelah mengambil sarapan untuk brayen, bella pergi bergabung dengan karyawan lainya untuk membantu mempersiapkan acara itu.
Tok..tok..tokk
“Masuk”
“Pagi tuan” ucap dodi masuk kedalam ruangan.
“Kau sudah sampai ? bagaimana keadaan bibi ?” tanya brayen
“Kondisinya lumayan baik tuan.” jawab dodi tersenyum ramah.
“Baguslah” ucap brayen lega
“Bella, adik nya tuan brayen sudah sampai di bandara. Tolong kabari tuan segera” ucap rio
“”Oh, baik rio. Terimakasih” jawab bella
“tuan, adik anda sudah sam” bella menggantung kalimatnya karena brayen sedang mengobrol dengan seseorang yang membelakangi bella
“Ada apa ?” tanya brayen menatap bella, dodi pun langsung menoleh kebelakang dan terkejut melihat bella, demikian juga dengan bella. Namun mereka hanya bertukar senyum.
“Hmm, Adik anda sudah sampai di bandara dan sedang menuju kesini tuan” jawab bella
“Baik lah”
Mereka pun segera menuju tempat penyambutan kevin bagaskara, adik kandung dari Brayen. Brayen dan dodi duduk di sebuah kursi yang lebih mewah dari yang lainnya. Sedangkan bella memilih memisahkan diri dari mereka dan bergabung dengan rio.
“hei bella, kenapa dari tadi kau diam saja ? apa kau ada masalah ?” tanya rio penasaran.
“ah tidak apa-apa rio, aku hanya deg-deg kan dengan acara ini, hehe” bella
“Tenang saja nona bella, semua akan berjalan dengan lancar” rio
“Eh, kau kenal dengan adik nya tuan belum ?” tanya bella tidak bisa menahan pertanyaan di kepalanya.
“Tentu saja kenal, tapi kami tidak begitu dekat” rio
“Hmm, apa dia juga sama seperti kakak nya ?” tanya bella lagi
“Tidak, dulu mereka berdua sangat baik dan asik diajak mengobrol. Tapi entah kenapa tuan brayen tiba-tiba berubah drastis.” Jelas rio
“Berubah gimana maksudnya ?” bella
“Ehem, begini bella. Kemarin tuan brayen tidak seperti sekarang ini. Dulu dia sangat asik dan tidak emosian” rio mulai kesal
“Oh, begitu ya. Apa sikapnya berubah sejak aku menjadi seketarisnya ?” tanya rio lagi
“Tidak,sikap tuan brayen berubah sebelum kau datang” rio
“Begitu ya” bella
Akhirnya, yang ditunggu-tunggu telah datang. Terlihat sebuah mobil berwarna putih memasuki area itu. Orang-orang yang didalam langsung heboh mengatur tempat untuk bersembunyi. Begitu juga dengan bella, ia mengumpat dengan rio dan para karyawan lainnya.
“baru kali ini aku menghadiri penyambutan seperti ini rio” bisik bella geli
“Aku juga bella, malah terlibat di penyusun acaranya. Hihi” rio
“Entah kenapa pikiran tuan brayen bisa seperti ini. Sangat gila” bella
“Mungkin waktu kecil tuan tidak main petak umpet gini” imbuh rio lagi
Mereka tertawa geli melihat semua orang yang ada di gedung itu bersembunyi. Tiba-tiba pintu terbuka. Bella memperhatikan gerakan kaki lelaki yang baru saja membuka pinti itu. Ia kesulitan melihat wajah lelaki itu karena takut ketahuan. Tiba-tiba...
Trettttt..... Tedet...... Tretttt... Tedet.....
Pom..Prompompompom......
“SELAMAT DATANG UNTUK KEVIN BAGASKARA” ucap si pembawa acara.
Semua orang berdiri memberi hormat kepada kevin, layaknya seorang raja yang sangat dihormati. Kevin tertegun melihat ruangan itu, ia di hujani dengan kertas-kertas yang berhamburan dikepalanya. Dan terdengar suara terompet berbunyi. Lalu brayen muncul dengan gagah dan terenyum bangga menatap kevin.
“Kakak” ucap kevin berlari memeluk brayen
“Kakak, aku sangat terharu dengan ini semua. Terimakasih kak ” kevin
“Sama-sama, kakak juga bahagia melihat mu kembali lagi” ucap brayen mengeratkan pelukannya.
“Aku sangat merindukan mu kak, aku rindu curhat tentang gadis-gadis ku padamu.” Ucap kevin
“Kau” brayen melepaskan pelukannya
“Hahaha” kevin
“Apa kau tidak merindukan ku juga ?” tanya dodi berdiri di belakang kevin. Kevin langsung menoleh.
“Kak dodi” ucap kevin memeluk dodi
“Apa kabar ?”dodi melepas pelukannya
“Baik kak” kevin
“Ayo kita makan dulu, kau berhutang cerita padaku” brayen
“Haha, apa kau benar-bena merindukan cerita gadis-gadis ku kak ?” ledek kevin
Setelah menyapa orang-orang yang ada disana, Lalu mereka pergi ke sebuah meja yang berisi makanan-makanan lezat.
“Wah, Mpek-mpek kesukaanku” ucap kevin senang
“Kevin bagaskara ? itu kah dia ? kenapa kau baru muncul sekarang. Aku benar-benar merindukan mu kevin. ” batin bella menatap ketiga lelaki yang menikmati makanan itu.
“hei, kenapa bengong begitu ?” tanya rio mengagetkan bella
“Kau ini, membuatku terkejut saja. ayo kita makan, aku laper” ucap bella manja