Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"Apa dia tidak akan mengadu pada tuan Marquis nanti, nona?" tanya Qing Qing pada Shen Yuxiao.
Di kereta, saat perjalanan menuju ke rumah Gu Tianing. Shen Yuxiao bahkan terlihat sangat tenang. Sementara Qing Qing yang hanya pelayan, tentu saja merasa sangat khawatir. Nyawa seorang pelayan di jaman ini sudah seperti lalat saja. Sama sekali tidak berharga.
"Kenapa kamu memikirkan orang desa itu? kalau dia tidak datang tepat waktu, justru dia yang akan dimarahi oleh ibu. Ibu tidak mungkin lebih membelanya daripada aku. Lagipula, ibu bilang dia sudah punya rencana untuk mempermalukan wanita desa itu. Membuatnya tidak akan pernah dibela ayah lagi. Sudahlah, kamu diam saja!"
Qing Qing mengangguk dengan cepat. Dia tidak membuka mulutnya lagi sampai mereka tiba di kediaman bangsawan Tian, suami Gu Tianing.
"Nona hati-hati!" Qing Qing segera membantu Shen Yuxiao turun dari kereta.
Tapi begitu Shen Yuxiao menoleh ke arah pintu utama kediaman bangsawan Tian. Shen Yunan sudah berada disana bersama dengan Cao Cao.
"Kakak, kakak sudah sampai?" tanya Shen Yunan segera menghampiri Shen Yuxiao.
Orang-orang yang sejak tadi memperhatikan Shen Yunan yang penampilannya memang sangat bersinar, langsung berbicara satu sama lain.
"Oh dia dari kediaman Marquis!"
"Bukankah nona muda disana hanya ada satu?"
"Lalu siapa dia?"
"Apa dia keponakan tuan Marquis?"
Shen Yunan yang mendengar itu tentu saja tidak melepaskan kesempatan memberitahu semua orang tentang kebenarannya.
Shen Yunan berbalik arah, padahal tadinya dia sudah mau menghampiri Shen Yuxiao yang wajahnya sudah hampir seperti kebakaran jenggot melihat Shen Yunan berada di sana bahkan sebelum dia.
"Nona-nona bangsawan yang anggun dan cantik. Aku adalah Shen Yunan, putri kandung kediaman Marquis Shen. Adiknya Kakak ketiga ku Shen Yuxiao!" Shen Yunan bicara dengan tanpa beban, senyumnya bahkan sangat lebar.
Mendengar itu Shen Yuxiao langsung bergegas menghampiri Shen Yunan.
"Oh, jadi benar kabar itu! kalau putri tunggal di kediaman Marquis tertukar?"
"Jadi kamu gadis dari desa itu?"
"Tapi tidak seperti wanita desa!"
"Iya betul, akulah yang ditukar pelayan kediaman Marquis saat bayi. Dan tinggal di desa selama 17 tahun!" Shen Yunan mengatakan itu dengan wajah memelas.
Membuat beberapa wanita bangsawan berhati baik jadi kasihan padanya.
"Kasihan sekali!"
"Kejam sekali, bukankah sama saja dengan kehidupannya di curi orang lain?"
"Benar, dia pasti sangat menderita hidup di desa. Padahal dia anak kandung tuan Marquis Shen"
"Nona-nona, adikku dari desa. Bicaranya suka sembarangan..."
"Ini Shen Yuxiao, ya? kenapa pakai cadar seperti itu?"
"Nona kami sedang tidak enak badan!" sela Qing Qing berniat menjelaskan.
Shen Yunan yang tentu saja tidak bisa melewatkan kesempatan membuat Shen Yuxiao emosi. Segera saja ikut bicara.
"Nona-nona, kakakku keracunan. Di racun pelayannya sendiri, entah kenapa pelayannya seperti itu, wajahnya bentol-bentol merah, tangannya juga, seluruh tubuhnya..."
"Shen Yunan!" bentak Shen Yuxiao.
Para putri bangsawan itu menjauh dari Shen Yuxiao. Mereka sangat perduli pada kecantikan dan kebersihan. Tentu saja semuanya takut tertular.
'Dasar wanita desa sialan! semua orang menjauh dariku, awas saja dia!'
"Kalau begitu berdirilah agak jauh dari kami. Bisa jadi penyakit itu menular kan?" tanya salah satu nona yang perhiasannya sangat banyak.
"Tidak, itu hanya keracunan biasa. Sebentar lagi juga sembuh..."
"Qing Qing apa yang kamu katakan? bukannya tabib bilang, kalau belum mendapatkan pil salju dari putri agung Chengyi, penyakit kakak ini tidak akan sembuh!"
"Shen Yunan tutup mulutmu!" kesal Shen Yuxiao.
"Apa aku salah bicara?" tanya Shen Yunan berpura-pura polos.
Para nona bangsawan semakin menjauh, dan Shen Yunan semakin bersikap menyebalkan saja melihat Qing Qing terus membela Shen Yuxiao.
Dari jauh, Liu Yuting bisa melihat kalau tangan Shen Yuxiao sudah terkepal kuat sejak tadi. Hanya saja imagenya kan memang wanita terpelajar dan berbakat, jadi dia tidak boleh marah dan emosi di depan para wanita bangsawan lainnya.
Wen Lang yang melihat itu sampai tak bisa menahan kekehannya.
'Nona keempat ini benar-benar ya! kenapa dia bicara seperti dia yang bodohh. Padahal dia biasanya sangat pintar sekali bicara di depan tuan?' batin Wen Lang.
Liu Yuting yang menyadari anak buahnya terkekeh segera melirik tajam ke arah Wen Lang.
"Apa yang kamu tertawakan?"
"Ti... tidak ada tuan!"
Liu Yuting kembali melihat ke arah keramaian itu.
'Tidak ada gunanya mengawasinya, dia bahkan tidak butuh di jaga siapapun!' batin Liu Yuting.
"Kita pergi saja!"
"Tu... tuan, tidak mau masuk?"
"Aku bilang pergi ya pergi!" Liu Yuting segera meninggalkan tempat itu.
Gu Tianing sudah memasuki aula, disana suaminya Tian Fengyu juga tampak hadir dengan gagah. Bukan hanya ada para pejabat senior , bangsawan senior dan guru-guru besar. Tapi ada banyak nona-nona bangsawan, ada banyak pejabat muda, pelajar yang berprestasi, dan juga beberapa komandan yang belum menikah.
Acara seperti itu terkadang selain untuk memberi selamat pada yang ulang tahun. Mempererat silaturahmi antara sesama pejabat, juga ajang mencari jodoh biasanya.
"Terima kasih atas kehadiran kalian semua. Di hari yang bahagia ini, silahkan makan dan minum sepuasnya!" kata Tian Fengyu.
Semua orang mengangkat gelasnya dan bersulang. Di dekat meja utama, seorang wanita cantik berdiri dengan senyum yang licik.
"Ibu, ayah. Tidak akan lengkap rasanya kalau acara seperti ini, tidak ada pertunjukannya!"
Gu Tianing mengangguk setuju.
"Kamu benar!"
"Karena itu, aku dengar kakak Shen Yuxiao dari kediaman Marquis datang. Kenapa tidak memintanya memainkan kecapi. Permainan kecapi kak Shen Yuxiao adalah yang terbaik di kota ini bukan?"
"Benar, Yuxiao bagaimana? apa kamu mau memainkan kecapi untuk bibi?" tanya Gu Tianing.
Shen Yuxiao berdiri dan memberi hormat.
"Bibi, Shen Yuxiao merasa sangat terhormat bila bisa memainkan kecapi di hari istimewa bibi!"
"Benar-benar lembut dan terpelajar!" puji Tian Fengyu.
Shen Yuxiao maju ke depan, sebelum memainkan kecapi dia melirik ke arah Shen Yunan.
'Cih, kenapa melirik begitu padaku? mau aku colok matamu itu?' ujar Shen Yunan dalam hati.
***
Bersambung...