Novel ini menceritakan seorang wanita bernama Qirana. mempunyai sifat acuh tak acuh, yang hidup bersama kedua orang tuanya. dia selalu di dibatasi dalam pergaulan, tapi dia tetap keras kepala untuk menjalani hobby nya, dan suatu hari dia melihat adiknya diculik, dia membantunya supaya tidak diculik, sehingga kejadian tak terduga terjadi dia kecelakaan.
apa yg terjadi?
dia melewati waktu kemasa lampau, jiwanya masuk kedalam gadis bernama Zhu Qira han yang memiliki sifat yang jauh berbeda dengan dirinya.
apa yg terjadi selanjutnya?
ikutin ceritanya ya........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Vuspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu pria misterius lagi
.
.
.
"Hey...! Jangan takut sayang!. Kakak nggak jahat kok. ayo kita makan tanghulu..." Bujuk Qira, ia mengambil satu tanghulu dan memakannya " Enak tau. ini ayo mau nggak? " Sambil menyodorkan tanghulu itu.
Anak kecil itu kembali menelan ludah saat melihat Qira makan tanghulu itu, anak yang lebih besar itu dengan ragu mengambil tanghulu itu. Ia memberikan kepada anak kecil yang dibelakangnya. " Terimakasih kakak...." Ujarnya dengan gugup.
"Ayoo sini duduk dengan kakak...." Ucap Qira sambil duduk di bebatuan. Mereka mengikuti Qira dan duduk didepan Qira.
"Qiqi kau sedang apa? " Tanya Leon sambil diikuti oleh Wolf.
Anak kecil itu ketakutan melihat Wolf dan Leon " Kalian membuatnya takut!. " Sinis Qira "Kalian kemarilah...." ujar Qira.
Wolf dan leon mendekat " Adik. Perkenalkan nama Kakak Qira, kalian bisa panggil kak Qiqi. ini teman kakak. namanya kak Wolf dan kak Leon, " Kata Qira " Nama kalian siapa? " Tanyanya.
Mereka memakan tanghulu dengan lahap. Hanya berapa menit tanghulu itu habis dilahap mereka. mereka mendongak saat Qira bertanya, dengan mulut yang masih penuh membuat pipi mereka menjadi penuh dan bulat. itu membuat mereka sangat menggemaskan.
"Namaku Xeule dipanggil Eul kak. dan ini adik ku Xieli dipanggip Ele" Jawabnya sambil menatap Qira.
"Umur kalian berapa? " Tanya Qira. ia mengelus kepala anak kecil itu.
"Aku berumur 8 tahun. Dan adikku berumur 5 tahun..." Jawabnya sambil memeluk adiknya.
"Lalu mengapa kalian disini? Dimana orang tua kalian? " Tanya Qira. ia ragu sebenarnya. tapi jika memang mereka punya keluarga, Qira bisa membantu mempertemukan mereka bukan?.
"Orang tua kami dibunuh perampok. Kami ingin dijual dan dijadikan budak. Tapi kami bersembunyi dan kabur. Saat itu kami baru pulang bermain, saat kami sampai dirumah kami melihat ibu kami lagi disandra oleh perampok. mereka memenggal kepala mereka, saat itu kami ketakutan, mereka melihat kami, tapi kami kabur dan bersembunyi," Ujarnya sedih, ia menitihkan air mata. "Kami tak punya rumah lagi. saat kami kembali, rumah kami sudah dibakar oleh mereka" Lanjutnya sambil menunduk.
Qira mendengar itu langsung memeluk mereka "Tenanglah, kakak akan menjaga kalian..."Ucap Qira menenangkan.
"Tapi kakak tidak mau menjual kami kan? " Tanya Eul polos.
Qira menggeleng dan berkata " Tidak akan. Kalian akan tinggal dirumah kakak..." ujar Qira..
sebenarnya Qira itu punya 2 panti asuhan dan 2 rumah singgah. karena eh karena. kekayaan yang Qira dapatkan dari bisnis itu sungguh bikin orang tersedak darah... Bahkan kekayaannya setara dengan raja. Usahanya dimana mana. Apalagi zaman kuno nggak ngerti makanan era modern. Jadi kalo dijual disini. itu makanan yang sangat laris, bahkan siapa yang nggak kenal dengan Kedai Qira yang udah merajalela di kerajaan awan dan langit?. Belum lagi bisnis yang lain.
"Kakak janji bukan? " Tanya polosnya lagi.
."Janji.." ujar Qira dengan tersenyum.
Mereka memeluk Qira dengan erat, Wolf dan Leon hanya diam saja. Mereka memang tau Qira adalah orang yang sangat baik. Tapi ia akan berubah jika di Istana. Entahlah, mereka tak tau jalan Fikiran Qira.
Mereka berjalan menyelususri pasar, Qira membawa 2 anak kecil tadi, mereka mengikuti dari belakang, "Apa kalian mau makan? " Tanya Qira.
."Kami tak punya koin kak Qiqi..." Ucap polos Ele.
" Kalian hanya perlu bayar dengan mencium pipi kakak...." Ucap Qira sambil memasang pipinya.
Eul dan Ele mendekat dengan ragu.
cup. cup..
Eul mengecup pipi kiri Qira, sedangkan Ele sebelah kanan. Senyum Qira mengembang, ia seakan lupa masalah yang tenga ia pikul.
"Ayooo..." Ajak Qira tampa melihat kedepan, ia pokus melihat anak kecil yang menggemaskan ini.
baru satu langka ia sudah menabrak seseorang.
bugh....
Auuuuu.... Pantat Qira berciuman dengan tanah, Qira tak sadar jika ia saat ini ditindih oleh seorang pemuda, Qira hanya sibuk merasakan sakit dipantatnya.
"Sial" Umatnya, ia membuka matanya, matanya membelalak, saat melihat posisinya saat ini, ia berada dibawah seorang laki laki.
'*Pr*ia bertopeng itu? pria misterius' Fikir Qira, ia ingat ukiran topeng perak yang dikenakan oleh pemuda itu, ia adalah laki laki tertampan yang ia lihat, mata mereka saling menatap. mata Qira yang biru bagaikan jurang yang tak tau seberapa dalamnya.
Begitu juga dengan mata laki laki itu, kutukan! mata itu menghipnotis siapapu yang melihatnya. tapi tidak dengan Qira yang untuk ke2 kali nya ini!.
Ia mendorong laki laki itu. Laki laki itu tersadar, saat pantatnya menyentuh tanah.
"Beraninya kau..! " Suara bariton itu berteriak, ahhh suaranya saja sangat menggoda, sexy. laki laki itu terlalu sempurna.
"Kau tau. kau itu berat,! " Ujar Qira sinis.
Wolf dan Leon melihat itu hanya tercengang " Hmmm, kau tak apa Qiqi..." Tanya Leon.
" Hmm pantatku sangat sakit..." ujar Qira.
Laki laki yang menabrak Qira tak berbicara apapun, ia hanya diam melihat Qira. Ia berlalu pergi meninggalkan Qira, wajah datarnya tertutup topeng sayangnya.
"Hey! Tunggu! Kau harus tanggung jawab...! pantat ku sungguh sakit..! " Teriak Qira, ia tak menyadari jika ia sudah menjadi pusat perhatian.
Tapi laki laki itu sama sekali tak bergeming, ia masih terus berjalan.
"Sial" Umapat Qira saat melihat punggung laki laki itu menjauh.
" Apa punggungmu masih sakit Qiqi? " Tanya Leon, Qira pun mengangguk meng'iya kannya.
"Naik lah kepunggungku..! biar aku gendong.." Ujar Leon sambil membungkuk.
Senyum Qira secerah mentari pagi, dengan sigap ia melompat kepunggung Leon.
Hhapp....
Ia sudah dipunggung Leon " Kau bahkan kalah dengan anak kecil, " Desis Wolf sambil mengelus Kepala Ele yang ada digendongannya.
"Yang penting aku bahagia.." Jawab Qira. sebenarnya ia juga sudah sangat lelah untuk berjalan, ia diberi kesempatan untuk istirahat, kenapa ia harus menolak bukan...?
Leon dan Wolf mendengar ucapan ' bahagia'dari Qiqi. Kata itu menjadi obat kekhawatiran mereka aaat itu. saat Qira memasuki istana mereka tak pernah melihat Qira tersenyum, baru hari ini ia tersenyum.
Dengan Santai Leon mengendong Qira menuju rumah yang dulu ditempatkan Shu Jin dan yang lain. Saat ini rumah itu memang kosong, Qira berniat untuk menyuru Ele dan Eul untuk menempati rumah itu.
Dari jauh ada sepasang mata yang memandang Qira dengan sendu, ada sirat kesedihan dimata itu, "Harusnya aku yang menggendongmu dengan manja dari kecil, tapi aku salah satu orang yang membuatmu hancur.... " Gumamnya.
"Apa aku tak memiliki kesempatan untuk menyayangi mu? Dan memperbaiki kesalahku meimei" Lanjutnya dengan sedih. Ya dia adalah kakak Qira yaitu putra mahkota Xian Lii Yuan.
dan kalian tau? sebenarnya Qira menyadari hal itu..!
Qira dan yang lainnya mampir kekedai dahulu. untuk mengisi perut," Kalian mau makan apa.?" Tanya Qira dengan Eul dan Ele.
"Kak, Disini makanannya sangat mahal, kami tak mau merepotkan kakak, kita makan ditempat lain saja." Ucap Eul.
Mereka tak tau aja ini kedai Qira' Batin Leon.
"Kak Qiqi orang kaya, tenanglah, pesan semua yang kalian inginkan..." Ucap Qira sombong, sekali sekali tak apa bukan.
"Hmm benarkah?" Tanya Ele dengan berbinar.
"Adikk " Peringatan oleh Eul. Ele menundukkan kepalanya takut.
."Eul tak apa, kak Qiqi berkata sejujurnya kok..." Ujar Qira lembul.
"Pelayan...! " Panggil Qira.
Salah seorang pelayan perempuan datang, ets ia sama sekali tak tau jika kedai ini milik Qira, karena urusan kedai ia serahkan dengan Shu Jin, chao dan Chio, sedangkan ia sibuk berlati dengan kakek liu. Ada beberapa yang mengetahui hal ini. Tapi Qira menyuruh untuk tutup mulut.
"Mau pesan apa nona".
"Saya pesan semua makanan terenak disini, " Jawab Qira.
"Ba baik nona..." Pelayan itu pergi dengan gugup, 'Dia pasti gadis bangsawan ' batinnya.
"Kak Qiqi. Tak perlu! kami hanya ingin bubur kacang" Sahut Eul. Bubur kacang adalah makana termurah disini, sebenarnya ia ingin makan makanan yang enak enak tapi ia cukup tahu diri untuk merepotkan orang lain.
'*A*nak ini sungguh polos, ia sangat baik'batin Qira.
'Qira memang selalu mendapatkan orang yang baik hati,' Gumam Wolf.
.'*B*eruntungnya Qira selalu mendapatkan orang yang tulus, mungkin karena Qira orang yang baik hati, Hanya saja Keluarganya buta akan hal ini' Batin Leon.
"Kakak terlalu pusing untuk membuang uang kakak, jadi kalian harus membantu kakak yaa...." Ujar Qira, ia hanya bercanda.
"Benarkah?" Tanya Eul dengan polos.
"Hahahhaha. Benar, kau mau apa? katakan dengan kakak, pasti kakak beri...." ujar Qira lembut, 'polosnya' Batinnya.
.
.
.