NovelToon NovelToon
Istri Kecil MR. Arogant

Istri Kecil MR. Arogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lusica Jung 2

🔔 Up Setiap Hari 🔔

SS 1-2

SS 1 NATHAN-VIONA
SS 2 ZIAN-LUNA

Viona Anggella adalah salah satu dokter ahli bedah terbaik yang dimiliki rumah sakit tempatnya bekerja. Suatu malam ketika pulang dari bekerja.Dia menemukan seorang pria terkapar bersimbah darah di depan pagar rumahnya.

Tanpa peduli siapa pria asing itu sebenarnya.Viona langsung membawanya masuk ke dalam rumahnya, bahkan dia tidak peduli apakah dia pria baik-baik atau bukan. Karna tujuannya adalah menyelamatkan nyawanya yang berada dalam bahaya.

Dan tanpa Viona sadari.Pertemuan itu malah menghantarkan dia pada sebuah kisah percintaan yang rumit di mana dia berada di antara dua hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 "Kau Sangat Layak"

Author ingin mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya pada kakak-kakak sekalian yang sudah menyempatkan waktunya untuk singgah dan membaca novel ini. Semoga tidak bosan ya sama alur cerita yang Author buat.

Selalu dukung Author dengan memberikan like, koment sesuai alur dalam cerita biar Author makin semangat buat lanjutin novelnya sampai tamat 🙏🙏🙏 Dan mohon doanya semoga pengajuan kontrak untuk novel ini bisa di terima 🙏🙏🙏 Aminn...

-

Kabar tentang pernikahan Nathan dan Viona sudah sampai ke telinga Cherly. Wanita itu yang tidak terima karna Nathan direbut dari sisihnya memutuskan mendatangi rumah sakit milik keluarga Lu tempat Viona selama ini bekerja. Cherly akan membuat perhitungan dengannya.

"VIONA ANGGELLA, KELUAR KAU!!! JANGAN SEMBUNYI SAJA KAU WANITA JALA**. KELUAR KAU!!!"

Cherly datang dan membuat keributan dengan berteriak-teriak memanggil nama Viona seperti orang kerasukkan. "BRENGS**, KELUAR KAU WANITA JALA**." Cherly terus berteriak karna sosok Viona belum juga menampakkan batang hidungnya. "AKU TAU KAU TIDAK TULI, VIONA ANGGELLA. KELUAR KAU WANITA TIDAK TAU DIRI." satpam sudah mencoba mengusir Chery karna sudah mengganggu ketenangan para pasien tapi tidak berhasil.

"Ada apa ini?" Di saat bersamaan, sosok cantik berparas jelita datang dengan dua perempuan lain yang memakai jas sama seperti yang dipakai oleh gadis itu 'Viona.' "Ada apa kau mencariku?" tanya Viona saat sudah berada di depan Cherly.

Plakkk!!

Alih-alih sebuah jawaban. Malah sebuah tamparan yang Viona dapatkan membuat Kirana, Sunny dan semua yang berada di lorong rumah sakit membulatkan matanya melihat insiden itu

"Jadi kau orangnya? Orang yang sudah merusak hubunganku dengan Nathan oppa." sinis Cherly sambil menatap Viona tajam.

"Yakkk!! Apa-apaan kau ini eo? Kenapa kau menampar dan menuduh Viona sembarangan?" bentak Kirana marah. Kemudian Cherly mengalihkan pandangannya pada Kirana dan menunjuk gadis itu tepat didepan wajahnya.

"Diam kau, dan sebaiknya tidak usah ikut campur. Karna urusanku dengan wanita ini bukan kau."

"Jadi kau yang bernama, Park Cherly?" ucap Viona sambil menyeringai tipis. Gadis itu melipat kedua tangannya di depan dadanya dan metap Cherly angkuh. "Pantas jika Nathan oppa lebih memilih diriku dibandingkan dirimu. Aku merasa kasihan padamu, Nona Park. Kau begitu menyedihkan, apakah cinta sudah membutahkan matamu sampai-sampai kau bertindak seperti wanita yang tidak memiliki harga diri."

"BRENGS** KAU...."

PLAKKK!!

Dengan sigap Viona menahan tangan Cherly sebelum menyentuh wajahnya untuk yang kedua kalinya. wajahnya yang bisanya kalem menjadi dingin dengan tatapan penuh intimidasi, membuat Kirana dan Sunny bersusah payah menelan salivanya melihat tatapan nyalang Viona.

"Jika kau kemari hanya untuk membahas hal itu, lebih baik kau pergi saja. Aku tidak memiliki waktu untuk melayanimu, masih banyak pasien yang menungguku." ujar Viona dingin "Kirana, Sunny. Kita pergi dari sini." sambungnya dan melewati Cherly begitu saja.

Tidak terima diabaikan oleh Viona, dengan kasar Cherly menarik lengan Viona dan mendorongnya dan membuat gadis itu terhuyung kebelakang hingga tanpa sengaja menabrak dada bidang seseorang. Cengkraman lembut pada lengannya memaksa Viona untuk mengangkat wajahnya dan wajah dingin Nathan-lah yang pertama tertangkap oleh mutiara hazelnya.

"Oppa."

"Kau tidak apa-apa?" tanya Nathan memastikan, Viona menggeleng.

"Sakit. Oppa, dia menyakitiku. Lihatlah, dia memlintir lenganku." Cherly berpura-pura memasang mimik wajah kesakitan melihat Nathan yang tiba-tiba muncul tanpa terduga.

Nathan meninggalkan Viona dan menghampiri Cherly yang tengah menyeringai tajam pada gadis itu karna berfikir Nathan akan membela dirinya. "Oppa, dia itu yang memulai duluan. Jala** itu tidak hanya memlintir tanganku tapi juga menjambak dan menampar wajahku." adu Cherly pada Nathan sambil berpura-pura terisak.

Plakkk!!!

Alih-alih sebuah usapan lembut atau pelukan hangat. Malah sebuah tamparak keras yang dia dapatkan, saking kerasnya hingga membuat wajah Cherly menenggok kesamping. "Oo-oppa, kenapa kau malah menamparku?" ucap Cherly sambil memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh Nathan.

"Aaahhh." rintih kesakitan keluar dari bibir Cherly karna cengkraman Nathan pada rahangnya. Sorot matanya tajam dan berbahayal "O...oppa sakit." Jeritnya histeris.

"Aku peringatkanmu, Park Cherly. Jangan coba-coba untuk menyentuh apalagi menyakiti dia lagi. Sekali lagi kau berani menyentuh apalagi melukainya, aku tidak akan segan-segan untuk membuat perhitungan denganmu. Aku tidak peduli meskipun kau adik dari sahabatku sendiri, camkan itu. Kita pergi dari sini." Nathan menggenggam tangan Viona dan membawa gadis itu meninggalkan Cherly yang sedang uring-uringan tidak jelas karna sikap Nathan padanya.

"Apa kalian semua lihat-lihat? Pergi kalian dari sini." amuknya sambil mengusir semua orang yang berada di sana termasuk Kirana dan Sunny.

"Dasar wanita sinting." sinis Kirana dan Sunny seraya meninggalkan gadis itu.

"YAKKK!!"

-

Nathan dan Viona baru saja tiba di rumah mereka. Rasa cemas sekaligus penasaran menghinggapi perasaan gadis itu melihat perban yang melilit dahi Nathan juga plaster menutup luka di bawah mata kanannya dengan bercak darah pada permukaan perbannya yang menandakan jika luka itu masih baru. "Oppa, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa kau bisa terluka seperti ini?" tanya Viona sambil menatap Nathan penuh kecemasan.

Nathan pun menceritakan yang sebenarnya pada Viona. Bukan maksud Nathan ingin memperkeruh hubungan antara Viona dan Leo, hanya saja Nathan tidak ingin ada rahasia apapun antara dirinya dengan sang Istri. Sedangkan Viona yang mendengar cerita Nathan menjadi tidak enak padanya, karna bagaimana pun juga Nathan terluka karna dirinyal "Itulah yang terjadi, sepertinya laki-laki itu masih belum menerima jika saat ini kau menjadi milikku."

"Laki-laki itu." geram Viona sambil mengepalkan tangannya, amarah terlihat jelas pada sorot matanya. "Tunggu saja, aku pasti akan membuat perhitungan dengannya."

"Tidak perlu, aku tidak mengijinkanmu. Dia pria yang sangat berbaya dan aku tidak ingin jika bajing** itu sampai melukaimu." Viona mendesah berat, gadis itu menggeser duduknya dan berhambur kedalam pelukan Nathan.

"Sepertinya mereka tidak akan tinggal diam dan terus berusaha untuk memisahkan kita. Aku akan melindungi pernikahan ini apapun yang terjadi, dan aku tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan apalagi memisahkanmu dariku." Tegas Nathan sambil mengusap rambut panjang Viona dengan gerakan naik turun.

Viona melonggarkan pelukannya dan menatap wajah tampan suaminya. "Oppa sudah makan malam?" Nathan menggeleng. "Mandilah dulu, aku akan menyiapkan makan malam untuk kita. Tadi pagi aku membuat makanan kesukaanmu dan aku menyimpannya dikulkas, aku akan memanaskannya dulu." ucap Viona yang kemudian dibalas anggukan oleh Nathan.

"Baiklah, Sayang."

.

Dua puluh menit telah berlalu , beberapa makanan telah tersaji di atas meja. Viona tersenyum puas melihat hasil masakannya yang hampir semuanya adalah makanan kesukaan Nathan. Viona sedikit tersentak saat merasakan sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang serta seseorang menyandarkan dagunya diatas bahu kirinya.

Aroma maskulin yang begitu memabukkan langsung masuk dan berkaur di dalam hidung Viona. "Oppa." renggek Viona , memohon agar Nathan melepaskan pelukanhya.

"Aku merindukanmu, Baby." bisik Nathan kemudian mencium leher jenjang Viona.

"Uhhh!! Geli." Viona menurunkan tangan Nathan dari perutnya kemudian berbalik dan posisinya dengan Nathan kini saling berhadapan. Viona mengalungkan kedua tangannya pada leher Nathan. "Aku juga merindukanmu, Oppa." balasnya, Viona sedikit berjinjit dan mengecup singkat bibir Nathan.

Seakan tidak terima Viona mengakhiri ciumannya, Nathan segera menyergap bibir Viona. Nathan mencium bibir Viona dengan lembut dan penuh perasaan. Salah satu tangannya memeluk pinggang ramping gadis itu sedangkan tangan lain menekan tengkuknya. Ciuman yang semula lembut penuh perasaan kini berubah menjadi ciuman panas yang menuntut.

Lengkungan panjang yang keluar dari bibir Viona dimanfaatkan oleh Nathan untuk mendapatkan akses lebih. Dengan gencar lidah Nathan menelusup ke dalam mulut Viona. Sebelah tangannya yang berada dipinggang Viona menariknya lebih dekat dan membunuh jarak diantara mereka.

Nathan menarik dirinya sejenak untuk menatap wajah Viona yang memerah. Mata coklatnya memancarkan gairah seperti kobaran api ditengah kegelapan malam. Api itu menyambar Viona dengan cepat hingga membuat kupu-kupu dalam perutnya semakin lincah menari-nari mengirimkan gelenyar panas keseluruh tubuhnya saat Nathan menciumnya sekali lagi. Nathan mengeram dalam ciuman itu ketika Viona menghisap lidahnya.

Viona semakin mengeratkan pelukannya pada leher Nathan, agar tidak jatuh dalam posisinya. Seolah mengerti kekuatan kaki Viona hanya tinggal beberapa persen saja.. Nathan mengangkat tubuh gadis itu dan mendudukkan diatas meja tanpa melepaskan tautan bibirnya. Bibir Nathan masih terus melum** bibir Viona , mereka berciuman tanpa peduli meskipun pasokan oksigen dalam paru-paru mereka mulai menipis.. dan Nathan baru melepaskan tautan bibirnya setekah merasakan pukulan ringan pada dada bidangnya.

"Kau masih tetap saja payah, sayang." ucap Nathan sambil menghapus jejak liur dibibir Viona.

"Itu karna aku tidak terlalu berpengalaman. Oppa, bisa kita makan sekarang? Aku sudah sangat lapar." Nathan menyentil gemas kening Viona melihat ekspresi wajahnya yang begitu menggemaskan.

"Baiklah."

.

Setelah makan malam. Nathan dan Viona memutuskan untuk pergi kekediaman keluarga Lu. Viona mengatakan jika dia merindukan Senna karna wanita itu beberapa hari tidak datang kerumah sakit. Setibanya di sana, mereka langsung di sambut oleh semua anggota keluarga. Viona dan Senna memutuskan untuk berbincang di kamar Ibu satu anak itu sementara Nathan berbincang bersama para pria di ruang keluarga.

"Viona, cobalah perhiasan ini." Senna menghampiri Viona sambil membawa satu set perhiasan turun temurun milik keluarganya.

"Ini adalah perhiasan turun temurun milik keluarga, Lu. Aku ingin kau menyimpan perhiasan ini. Dan perhiasan ini adalah bukti nyata jika kau sudah di terima dalam keluarga ini."

"Tapi, Kak. Apakah aku layak menyimpan dan memiliki perhiasan ini?" Viona mengangkat wajahnya dan menatap Senna yang juga menatap padanya.

Senna meraih tangan Viona dan menggenggamnya. "Tentu saja kau sangat layak, Sayang. Kau adalah menantu bungsu keluarga ini, aku bersyukur karna yang menikah dengan Nathan adalah dirimu, bukan wanita tidak tau diri itu. Kau adalah menantu kebanggan keluarga ini, jadi jangan pernah ragu untuk menyimpannya." tutur Senna panjang lebar. Viona tersenyum kemudian memeluk Senna.

"Terimakasih karna telah menerimaku dalam keluarga ini, Kak. Aku sangat-sangat beruntung memiliki kakak ipar sepertimu." Senna tersenyum dan membalas pelukan Viona.

"Sama-sama , sayang."

Sementara itu. Para pria yang berada diruang keluarga terlihat begitu seriua, entah apa yang sedang mereka bahas sampai-sampai seserius itu. "Tentu aku tidak akan membiarkannya, aku akan menghabisi siapa pun yang berani menghalangi langkahku dan aku tidak akan memaafkan mereka yang berani mengusik ketenangan keluarga ini. Bukan hanya Ardinata kepar** itu saja yang akan aku habisi, tapi juga kepar** yang sudah membuat Kak Senna menderita selama bertahun-tahun." ujar Nathan sambil mengepalkan kedua tangannya.

Nathan tidak akan memaafkan mereka yang sudah berani mencari masalah dan mengusik ketenangan keluarganya. Dan Nathan pasti akan melindungi Rio apapun yang terjadi , dia tidak akan membiarkan laki-laki itu mengambil dan merebut Rio dari sisi Senna. Karna hanya Senna yang berhak atas diri Rio sepenuhnya.

"Kkkyyyyaaaa."

Jeritan dan lengkingan panjang yang berasal dari lantai dua membuyarkan keseriusan Nathan dan semua orang yang berada di ruang keluarga juga dua wanita yang sudah keluar dari kamar bernuansa putih itu.

"Satya, Frans, Rio. Ada apa?" panik Senna saat dia sudah berada di kamar putra semata wayangnya.

"Huaaaa!! Kakak." teriak Satya dan langsung berhambur memeluk Senna membuat Ibu satu anak itu kebingungan. "Rio, dan Frans, mereka semua jahat padaku. Hiks, aku baru saja membeli data internet tapi mereka malah menghabiskannya untuk melihat video laknat. Hiks... padahal aku juga ingin melihat video-video itu juga kartun favoritku. Tapi mereka malah menghabiskannya." adu Satya sambil menangis sesengukan.

"Benarkah itu?" keduanya menggeleng cepat sambil memasang wajah polos tanpa dosanya. "Kalian bertiga akan dihukum, besok kalian tidak boleh pergi kemana pun dan harus membersihkan rumah. Ponsel, mobil dan semua fasilitas kalian akan dicabut selama satu minggu. Mengerti!!" tegas Senna membuat ketiga pemuda itu membelalakkan matanya.

"APA? TIDAKKK!!!"

Nathan dan Viona hanya bisa mendengus. Kadang Nathan berfkir, kapankah keponakan dan kedua adiknya bisa bersikap dewasa tidak lagi kekanakan seperti ini. Bagaimana pun dan sekonyol apapun kelakuan mereka, Nathan tetaplah menyayangi mereka karna mereka bertiga adalah bagian penting dalam hidupnya.

-

Tepat pukul 11 malam mereka berdua, Nathan dan Viona tiba dirumah mereka. Nathan melepaskan mantel hitamnya lalu menghampiri Viona yang sedang duduk bersila di atas tempat tidur. Natha mengambil tempat di samping Viona dan membiarkan gadis itu bersandar pada dada bidang yang tersembunyi di balik turleneck hitam lengan terbuka yang dia pakai. Jari-jari mereka saling menggenggam dan meremas.

"Oppa." panggil Viona lirih.

"Hm."

"Kau lelah?"

"Lumayan, memangnya kenapa?" Viona menggeleng.

"Tidak, hanya bertanya saja." jawabnya tersenyum.

Setelah perbincangan singkat itu. Tidak ada lagi yang bersuara, baik Nathan maupun Viona sama-sama memilih untuk diam dalam keheningan tanpa merubah posisi mereka.

Sesekali Viona mengangkat wajahnya untuk menatap wajah Nathan yang sejak tadi hanya berekspresi datar.

Gadis itu merubah posisinya dan duduk berhadapan dengan Nathan, mata hazelnya menatap lurus pada sepasang mutiara coklat milik suaminya. "Oppa, apa kau merasa kecewa padaku karna aku masih belum siap untuk melakukan hubungan denganmu?" tanyanya hati-hati. Takut-takut jika ucapannya akan melukai dan menyinggung perasaan Nathan.

"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" Viona menggeleng, Nathan menakup wajah Viona dan mengunci manik hazelnya

"Dengarkan aku, Sayang. Aku memang menginginkan itu darimu, aku ingin menjadikanmu milikku sepenuhnya. Tapi aku tidak akan memaksamu jika kau memang belum siap, aku akan tetap menunggu sampai kau benar-benar siap. Jadi jangan berfikir jika aku akan kecewa apalagi marah padamu." Nathan menarik bahu Viona dan memeluk hangat tubuh gadis itu.

"Teriamkasih Oppa, aku beruntung memiliki suami sepertimu." Viona mengangkat wajahnya dan tersenyum lebar.

"Sama-sama, Sayang. Sudah tengah malam, sebaiknya kita tidur sekarang." Viona tersenyum kemudian mengangguk.

"Baiklah,"

.

.

Bersambung.

1
EndRu
padahal pernikahan Nathan Viona sangat ditunggu-tunggu.. lha kok malah diskip
. piyeee to kiihh..
banyak yang kecewa pastinya
EndRu
it7lah Leo sebenarnya. sangat egois
EndRu
seruu Koo Nathan cemburu begitu.
bikin gemes
EndRu
lagi lagi ada Jesika..
Luhan
EndRu
lebih menarik dari cerita 2 novel sebelum.ya
EndRu
waah bau bau perjodohan dari Sang Kakak ini.
EndRu
ada nama yang sama dengan cerita novelmu yang lain. apa mereka orang yang sama?
EndRu
1 kaan 20 ??? wooww
EndRu
semoga Bagus.. jadi nyimak dulu..
karena aku tidak suka cerita sad ending
Febri Ana
sdh nikah aja
Febri Ana
lanjuuttt
bunda endang
alur ceritanya bagus
dan tdk monoton
ada lucu2nya dari ketiga trio setannnn 😂
Debbie Teguh
bukannya domestik n lokal itu sama aj ya?
Debbie Teguh
gak di korea gak di berlin tembak2an mulu thor
Debbie Teguh
kayak papa nathan dulu thor, konflik gak abis2
Debbie Teguh
kok aneh harta kasi ke luna pdhl anak angkat
Debbie Teguh
terlalu panjang thor, dan konfliknya diulang2 gt
Debbie Teguh
yah jacksoon kok mati
Debbie Teguh
kok jd gantian gini ya matinya
Dewi Puspita
Ada seru, Lucu juga romantis , buat Author Semangat 💪 y 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!