NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Sebut Mandul, Kini Menjadi Ratu

Istri Yang Kau Sebut Mandul, Kini Menjadi Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Pipin

Ditinggalkan tanpa harta yang sebenarnya adalah haknya, membuat Shella tidak mempunyai apapun, tapi siapa sangka, dia malah di dekati oleh pria yang lebih berkuasa dari suami lama nya, yang sudah ditemani nya sejak NOL..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Pipin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Upik abu segera naik jabatan

"Wuaaaa... Mbak Shella!"

Nia mendadak pecah tangisnya malam itu. Sambil memegang kain lap ruko yang sudah kumal, gadis itu mengelap ingusnya yang nyaris meleleh secara dramatis.

"Kita kan baru kenal beberapa hari, Mbak... Kok Mbak Shella sudah mau naik jabatan saja? Langsung dipromosikan sama Tuan Besar Antartika lagi! Ini namanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat jelata!"

Shella terkekeh melihat tingkah heboh rekan kerjanya itu. Ia melangkah mendekat, lalu menepuk-nepuk bahu Nia dengan sayang.

"Dengar ya, Nia. Kalau suatu hari nanti aku sukses besar, entah aku berhasil membangun sebuah perusahaan baru atau apa pun itu..." ujar Shella dengan tatapan serius penuh tekad. "...aku berjanji akan mengeluarkanmu dari pekerjaan berat ini. Aku akan membawamu ikut bersamaku. Aku janji."

Nia seketika tertegun. Matanya yang sembap menatap Shella dengan pandangan tak percaya."Terharu akut, Mbak..." bisik Nia sesenggukan.

Gadis itu benar-benar tidak menyangka, seorang wanita yang baru ia kenal hitungan hari di balik bak cuci piring sudah memikirkan masa depannya sedalam ini.

"Selamat ya, Mbak Shella. Aku yakin Mbak pasti sukses besar. Mbak tidak usah memikirkan aku yang di sini. Aku baik-baik saja kok, sudah kebal dengan aroma sabun colek," ujar Nia sambil memaksakan senyum tulus. "Yang penting Mbak dapat pekerjaan yang layak, aku sudah ikut senang. Walaupun... jujur ya Mbak, aku sedikit cemburu karena besok Mbak sudah tidak usah repot-repot mengerok lemak ayam lagi, hehe."

Shella tertawa renyah, mencubit gemas pipi Nia sebelum akhirnya mereka saling melambaikan tangan untuk pamit pulang.

Setelah obrolan panjang dan penuh drama air mata sabun colek di dapur tadi, Shella akhirnya sampai di rumah kontrakannya yang sempit. Dia duduk bersila, bersyukur akan kekejaman hidup yang akan sedikit berkurang kedepannya.

"Ya ampun... Terima kasih, Tuhan, atas kesempatan emas yang mendadak ini. Aku berjanji tidak akan macam-macam atau bertingkah aneh-aneh dengan bos korporat bermulut cabe itu," gumam Shella dengan khusyuk.

"Aku hanya ingin hidup tenang. Tolong pastikan saja tagihan PayLater-ku terjamin pembayarannya bulan depan, dan berikan aku rezeki agar bisa menyewa kamar yang cukup layak untuk beristirahat tanpa harus mendengar suara tikus kerja bakti tiap malam."

Shella mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping, lalu berdeham pelan saat memikirkan satu hal lagi.

"Oh, sama satu lagi soal jodoh, Tuhan... Aku tidak minta yang muluk-muluk kok. Tidak perlu sekaya Tuan Muda di drama Korea. Aku hanya minta pria yang baik, setia, tidak hobi selingkuh dengan sepupuku sendiri, dan... kalau bisa tolong jangan yang kere-kere amat ya, Ya Allah. Dompetku sudah lelah dengan kemiskinan struktural ini. Amin."

Baru saja Shella hendak memejamkan matanya untuk menjemput mimpi, ponselnya mendadak bergetar hebat di atas lantai. Sebuah notifikasi pesan WhatsApp masuk dari nomor baru yang belum disimpan, namun foto profilnya menggunakan gambar siluet pria berjas mahal yang sangat mencirikan keangkuhan.

Siapa lagi kalau bukan Reygan Aliansyah.

Shella membuka pesan tersebut dengan malas, namun sedetik kemudian matanya langsung melotot membaca isinya:

[00.15] Nomor Tidak Dikenal:

Saya ada janji temu besok siang dengan wanita pilihan Mama.

Pastikan besok kamu sudah punya seribu satu cara kreatif agar

memastikan saya tidak mati kebosanan atau mati konyol menghadapi

wanita itu.

Datang ke lobi kantor pusat jam 9 tepat. Jangan telat sedetik pun,

atau saya potong tunjangan skincare-mu bulan ini.]

"Wah, wah, wah..." cibir Shella sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Baru juga resmi naik jabatan jadi asisten khusus hitungan jam, tugas pertamanya langsung disuruh jadi bodyguard tameng anti-perjodohan! Dasar bos kapitalis tidak tahu diri, jam dua belas malam masih saja sempat-sempatnya menebar ancaman potong gaji!"

**

Di dalam ruangan nya, Reygan terlihat kesal bukan main, di sampingnya terlihat Shella yang sudah siap siaga.

​"Kamu sudah siap? Sebentar lagi Mama akan membawa wanita itu ke sini," gerutu Reygan.

​Pagi-pagi sekali, ibunya sudah menelepon dengan suara melengking, memuji-muji calon menantu pilihannya. Katanya cantik, dari kalangan beretika, berkelas, dan merupakan definisi nyata dari menantu idaman. Bagi Reygan, itu semua omong kosong. Selama hidupnya, ia sudah dikenalkan dengan belasan wanita modis, dan semuanya berakhir sama di matanya: membosankan dan hanya mengincar isi dompetnya.

​CEKLEK.

​Pintu ruangan terbuka. Sosok wanita paruh baya berpenampilan super elegan melangkah masuk dengan senyum merekah.

​"Pagi, Rey..." sapa sang Mama dengan riang, langsung memeluk singkat anak lelaki kebanggaannya itu.

​Reygan melepaskan pelukan mamanya dengan kaku, mencoba memasang wajah super sibuk. "Ma, di mana wanita itu? Tolong cepat sedikit, aku ada rapat penting setelah ini."

​Mamanya langsung berkacak pinggang, menatap Reygan dengan pandangan jengkel. "Bohong kamu! Mama sudah memeriksa semua sistem dan memastikan jadwalmu kosong melongpong hari ini, paham? Jangan coba-coba kabur pakai alasan korporat!"

​Reygan mendesah pasrah, bahunya merosot lemas. Kekuasaan Ibu Negara Aliansyah Group memang tidak ada tandingannya. Dengan mudahnya sang Mama mematalkan semua pertemuan bisnis penting hari ini tanpa persetujuannya sama sekali.

​Tak lama kemudian, derap langkah sepatu hak tinggi yang anggun terdengar dari arah luar.

​"Kak Gladis?!" Shella sedikit kaget dengan siapa tamu dari Reygan hari ini, bagaimana tidak, dia adalah kakak nya sendiri.

Gladis, kakak perempuan Shella yang berusia 29 tahun—hanya terpaut satu tahun di atas Shella—memang selalu menjadi sosok yang sangat pemilih dan perfeksionis.

​Gladis menghentikan langkahnya, menatap sang adik kandung yang kini berdiri dengan setelan asisten kerja. Tidak ada raut ejekan kasar atau makian di wajahnya. Gladis justru menampilkan sikap acuh tak acuh yang sangat berkelas, seolah keberadaan Shella di tempat itu sama sekali tidak memengaruhi harga dirinya.

​"Halo, Shella. Jadi... kamu kerja di sini sekarang?" tanya nya tenang seolah menyapa orang asing.

​Reygan yang awalnya masih sibuk menatap layar ponselnya, bertanya dengan nada tidak acuh tanpa mendongak. "Jadi, kalian berdua sudah saling kenal?"

​Namun, begitu Reygan mengangkat kepalanya dan matanya berbenturan langsung dengan sepasang mata Gladis, waktu seolah berhenti berputar.

​BAM!

​Reygan terpaku di tempatnya berdiri. Sepasang matanya menatap lurus ke arah kecantikan Gladis yang begitu menyilaukan. Di mata Reygan saat itu, penampilan Gladis yang luar biasa glamor, anggun, dan tanpa cela terlihat puluhan, bahkan ratusan kali lipat jauh melampaui Shella yang terkesan kucel dan barbar.

​Reygan benar-benar membatu. Ia bahkan sampai melongo dan lupa menjabat tangan Gladis yang sudah terulur anggun di depan dadanya. Otaknya mengalami short-circuit massal.

​Melihat putranya yang biasanya sedingin es Antartika mendadak berubah menjadi patung lilin yang meleleh, Mama Reygan langsung tersenyum bangga penuh kemenangan.

​"Kenapa diam, Rey? Cantik sekali, kan? Mama bilang juga apa," ucap sang mama bangga. Baru kali ini dalam sejarah ia melihat Reygan menunjukkan ketertarikan yang begitu intens pada seorang wanita.

​"Eh... Ma... Ya... Dia... sangat cantik," sahutnya terbata, suaranya mendadak serak dan salah tingkah.

​Ada apa dengan jantungnya? Mengapa dadanya bergemuruh hebat hanya karena menatap pesona sang kakak kandung asistennya itu?

​‘Siapa wanita sesempurna ini? Mengapa dia bisa terlihat begitu memikat sejak detik pertama?’

1
Lili Inggrid
lanjut..
Pipin: mksih udh mmpir kk, siap ☺
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
semoga shella dpt yg lebih² segalanya dari reygan
Pipin: Kedepan kita liat alur nya kak 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
shella shella bucin emang bikin orang bego sih
Pipin: Dmana aja sama kk 😂
total 1 replies
Adinda
semoga shella didekatin CEO ganteng biar Reagan cemburu
Pipin: kwkwkwk, apa msukin tokoh lain ya 😍
total 1 replies
Firmahadi
halo bos ku izin mampir
Pipin: hallo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!