NovelToon NovelToon
Barbarian Duke Daughter

Barbarian Duke Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / TimeTravel / Tamat
Popularitas:373.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Erofantic

Clarissa Joanna Lyon Watson, seorang putri Duke satu-satunya yang awalnya punya sifat manja serta lemah berubah menjadi karakter wanita bar-bar setelah siuman dari tidur panjangnya. Dengan jiwa yang berbeda. Konflik antara ayahnya yang seorang Duke dengan Putra Mahkota yang merupakan tunangannya menjadi pemicu ketidak stabilan duchy (wilayah) Lyon yang membuat Clarissa harus turun tangan dengan memberi pelajaran pada Putra Mahkota atau membuatnya mencintai setengah mati.

jangan lupa like, komen, rate dan vote ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erofantic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 : Amarah

"Jadi maksud Yang Mulia bahwa Putra Mahkota mengetahui bencana itu akan terjadi di wilayah Lyon? Bukannya mengevakuasi rakyat wilayah Lyon yang terdampak tapi malah membiarkannya begitu saja?" ujarku penuh penekanan. Ada gemuruh amarah dari nada suaraku.

"Benar." jawabnya.

Aku tercekat. Untuk tidak percaya pun karena kenyataannya Putra Mahkota memang mengabaikan wilayah Lyon ketika terjadi bencana. Mungkin ada sedikit rasa kemanusiaannya karena bantuan dari pusat kota memang ada meskipun selalu dijarah perampok. Itu yang aku tahu ketika kunjungan pertama ke wilayah barat Lyon.

"Apakah karena pembelotan ayah saya yang sempat mendukung anda? Itu tidak masuk akal. Hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk berbuat kejam seperti itu."

Pangeran kedua tidak menyahut, dia hanya menatapku yang terlihat penuh amarah. Sepertinya pangeran kedua pun tidak yakin apakah hanya karena alasan itu saja. Aku menghela nafas panjang, berusaha mengontrol emosi yang sesaat memuncak.

"Saya tidak terlalu yakin apakah hanya alasan itu saja atau ada masalah lain antara ayah nona dengan Putra Mahkota. Hanya saja, apapun alasan itu bukan menjadikan rakyat Lyon sebagai korban dari perasaan pribadinya." sahutnya.

"Benar. Dan itu sangat kejam." suaraku sedikit bergetar.

Sebenarnya untuk masalah dukungan dari keluarga Duke Albert, ayahku, sangat berpengaruh tinggi dalam penentuan tahta sekalipun keluarga Duke lainnya yang langsung dari keluarga kekaisaran mendukung. Karena apa? karena kekuatan dukungan dari bangsawan lain terhadap keluarga ayah sangat tinggi dan banyak. Makanya banyak bangsawan yang menginginkan keruntuhan keluarga Duke Lyon ketika bencana kemarin.

Karena itu pula, ketika ayah merubah dukungannya terhadap pangeran lain secara otomatis akan menguatkan posisi pangeran yang didukung oleh ayah dan menggoyahkan posisi Putra Mahkota. Dan untuk menggulingkan posisi Putra Mahkota pun bisa ayah lakukan meskipun akan dianggap sebagai pengkhianatan besar karena melawan kehendak kaisar. Dan pembelotan yang sempat ayah lakukan bisa dianggap pengkhianatan untuk Putra Mahkota sendiri. Maka tak heran Putra Mahkota merasa marah dan dendam.

Aku semakin terdiam. Jangan sampai emosi membuatku bertindak gegabah. Aku juga harus memastikan kembali pada ayah alasan sebenarnya ayah sempat mendukung pangeran kedua alih-alih memberi dukungan Putra Mahkota yang dipilih kaisar. Meskipun sekarang dukungan ayah sepenuhnya untuk Putra Mahkota karena keterikatan pertunangan denganku.

Aku juga tidak tahu apa alasan pangeran kedua memberitahuku hal seperti ini. Apakah ada motif lain dibalik ini? Apakah ini yang dimaksud pangeran kedua agar aku tetap berpikir rasional ketika mendengar hal ini? Berpikir secara rasional seperti apa yang diinginkannya? Berpikir rasional dalam keputusan kedepannya? atau dalam dukungan terhadapnya?

"Apakah saya boleh tahu apa tujuan anda mengatakan semua ini, Yang Mulia?" tanyaku.

Pangeran kedua tersenyum dengan sorot mata yang masih sama.

"Tidak ada alasan khusus. Hanya menyayangkan tindakan Putra Mahkota terhadap wilayah Lyon, wilayah tunangannya sendiri. Bukankah kejam mengorbankan banyak rakyat hanya karena dendam pribadi?" jawabnya.

"Saya mengerti kalau itu tindakan yang kejam dan tidak mencerminkan seorang pemimpin. Saya sempat emosi, bahkan sangat marah mendengar ini. Tapi saya juga harus memastikan kebenaran semua kabar yang anda sampaikan karena saya tidak boleh bertindak gegabah."

Sesaat raut wajah pangeran kedua terlihat sedikit terkejut dengan ucapanku.Tampak pangeran kedua memicingkan mata, sorot matanya semakin tajam menatapku. Mungkin reaksiku tidak seperti yang diharapkannya.

"Bukankah ini maksud anda agar saya berpikir rasional?" timpalku lagi.

Tampak senyuman tersungging dari bibir pangeran kedua. Entah apa arti senyuman itu.

"Diluar dugaan ternyata nona sangat pandai mengontrol emosi dan bijak dalam berpikir. Ternyata rumor hanyalah rumor."

Aku tersenyum kecil menanggapi ucapan pangeran kedua. Aku juga tidak bisa membayangkan kalau Clarissa yang dulu akan menanggapi seperti apa mendengar kabar seperti ini. Apakah akan tetap memberikan hatinya sepenuhnya pada Putra Mahkota dan mengabaikan penderitaan rakyat? Atau bertindak berani dengan memutuskan pertunangan dengan Putra Mahkota? tapi kalau dilihat dari sifatnya sih, sepertinya pilihan pertama yang akan jd keputusannya.

"Apakah anda mengharapkan reaksi lain dari saya? Meskipun saya berpikir ada motif lain dengan anda mengatakan ini semua."

Pangeran kedua kembali tersenyum. Kali ini senyuman yang lebar. Ada binar yang terlihat dimatanya ketika menatapku.

"Fufufu... Ternyata nona selain cantik juga cerdas. Menurut nona sendiri bagaimana? Apakah memang ada motif dari tindakanku ini?"

Aku terdiam sesaat. Ternyata tidak mudah juga menghadapi pangeran kedua. Sikapnya yang kalem sangat sulit ditebak.

"Kalau melihat situasinya, iya, anda memiliki motif tersembunyi." jawabku blak-blakan.

"Pfft.. haha. Astaga, nona berterus terang sekali." Pangeran kedua tertawa.

"Aku tidak menyangkal kalau aku mengharapkan reaksi lain dari nona dan..." pangeran kedua tidak melanjutkan ucapannya dan malah tersenyum lebar menatapku.

"Ini pertama kalinya aku berbincang langsung seperti ini dengan nona, dan aku yakin pasti banyak yang berpikir sama denganku tentang nona." Pangeran kedua meraih cangkir yang berisi teh lalu menyeruputnya perlahan dengan elegan.

"Apakah saya orang yang menarik bagi anda, Yang Mulia." ucapku menebak.

'uhuk' tampak pangeran kedua tersedak mendengar ucapanku yang blak-blakan.

"Sepertinya benar dugaanku." dia tersenyum lebar.

'Iya, saya cukup sering mendengar pujian seperti itu. Jadi saya harap anda jangan jatuh hati pada saya."

"Pfft..hahaha... Astaga. Ucapan nona sungguh menghibur. Sepertinya aku akan sungguhan jatuh hati melihat sifat nona seperti ini. Apalagi nona cukup tenang menanggapi kabar ini, sungguh diluar dugaan."

Aku tersenyum kecut. Bukan tenang, tapi hatiku bergemuruh. Amarah, kecewa dan sedih bercampur menjadi satu.

"Saya tidak merasa tenang, Yang Mulia. Saya marah. Sungguh saya marah kalau ternyata apa yang anda bilang tentang Putra Mahkota benar adanya. Tapi saya juga tidak bisa serta merta menyalahkan Putra Mahkota karena bencana itu tidak bisa dihindari, siapa pun tidak akan bisa mencegah ketika alam murka..." Aku kembali terdiam.

"Harusnya bencana itu bisa dicegah sebelum terjadi. Apalagi informasi tentang bencana itu sendiri sudah diketahui sebelumnya." ujarnya.

"Tidak, Yang Mulia. Bencana itu pasti terjadi karena itu merupakan gejala alam yang tidak bisa dicegah oleh manusia. Dari kerusakan hingga kerugiannya. Hanya saja, kalau sudah diketahui sebelumnya kalau bencana ini akan datang, minimal mengevakuasi rakyat diwilayah terdampak akan sedikit mengurangi tingkat kerugian dan kematian."

Pangeran kedua terdiam mendengar penuturanku. Begitupun aku. Sepertinya aku harus memastikan semuanya pada ayah, memaksa ayah untuk menceritakan konflik yang sebenarnya terjadi dengan Putra Mahkota. Agar aku bisa membuat keputusan kedepannya, sekalipun itu suatu keputusan yang besar.

Tidak banyak hal yang aku perbincangkan dengan pangeran kedua. Mungkin karena ini merupakan pertemuan yang pertama dan aku juga sulit menebak seperti apa karakter pangeran kedua, karena sifatnya yang cendrung hati-hati dan kalem. Serta aku tidak tahu ada motif tersembunyi apa dari pangeran kedua atas pertemuan ini.

Dirasa cukup berbincang, aku pun pamit. Dan selayaknya etika seorang bangsawan untuk mengantarkan tamu sampai depan kereta kudanya, begitupun pangeran kedua.

"Aku harap bisa berbincang lagi dengan nona suatu hari nanti." ujarnya sebelum kepergianku.

"Dengan senang hati, Yang Mulia."

1
Taris
Luar biasa
Ary Suwetty
Kecewa
Ary Suwetty
Thor??? gimana kisah lanjutnya sdh mau 6 bln g update....ditunggu thor
Dede Mila
adegan legen....😜😜😜
Mi Nu Chie
knp cerita ini ga d lanjutin Thor 😭
Mi Nu Chie
outhor nya kmna y iniii....Uda staun lebih ga upp😭😭
Mi Nu Chie
masih berharap novel ini ada lanjutan nya masih nunggu akuu,,,😭😭😭
kunel
kalau menurutku sih perasaan yang dimiliki sama putra mahkota itu lebih ke obsesi dari pada cinta, karna diakhir nya dijelaskan suka atau tidaknya clarisa dia akan tetap di sisi nya


(Ini pendapat pendapat aku pibadiya)
kunel
hmm....menarik awal yang bagus
Cty Badria
hiatus ya thor ...g up2 lg
Ary Suwetty
thoor ini sudah lama g update...di-update lagi yg thoor...
senja
wah hiatus
Ririn Santi
kapan up ceritanya lagi Thor? please....
Wiwuk Putri
tamat nya gantung
Wiwuk Putri
logan anggota array? jangan2 pemimpinnya lg
⍣⃝⃞🌈ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ★᭄᭄R⃟нǟᰔᩚянǟ☯︎⃟࿐❥
∧_∧  
( ・∀・)
⊂_へ つ
 (_)| 🙋‍♀️ 💕 янǟ࿔ янǟ࿔ ☘
◦•●◉✿ Terima kasih ✿◉●•◦
ʕっ•ᴥ•ʔっ 💜 ⭕ ( ͡°ᴥ ͡° ʋ) (๑•́ ₃ •̀๑)
💐🌻🌹🥀🌻⚘🦋🎀💎💘⚘🌻
✾༊᭄◉absent 🆁‏‏‏🄷🅰✿🆁‏‏‏🄷🅰 ∘̥⃟⸽⃟ ೄྀ
Wiwuk Putri
kok mirip2 komik yg tak baca udah tamat ya
mirip loh tp aq suka
Fatma Intan
lama gk up ya
Fatma Intan
woooowwww ungkapan cinta yg bgt dalam
sehingga meleleh kan hatiku😂😂😂🥰🥰🥰🥰
Fatma Intan
uhuhhu pantassss lah pertunangan d batalkan.
Pokoknya gk rela bngt clasisa sm si pengecut putra mahkota
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!