Intan adalah gadis yang lugu dan baik hati, dia selalu membantu ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah mewah. Intan bersama ibunya hanya orang biasa yang tidak memiliki keluarga dan beruntung mereka bertemu dengan bu Ratna yang membawa mereka kerumah nya dan bekerja di sana.
Ratna yang berusia 18 tahun itu nampak cekatan membantu ibunya. Sikap sopan dan paruhnya membantu Ratna dan suami Agung begitu menyukai Intan, 5 tahun sudah berlalu kini intan sudah beranjak menjadi gadis dewasa.
Di mana kisah yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi, kisah pencinta dan tanpa restu akan terlibat dalam kehidupan nya.
Saat pertemuan nya dengan anak tunggal keluarga Wicana yang sudah menampung nya dan ibunya selamat bertahun-tahun lama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lembayung Senjaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam Bersama
Lilly sudah siap dengan gaun hitam yang menjuntai ke lantai dengan belahan yang sedikit terbuka menambah kecantikan nya, gadis itu berdandan sangat cantik karena itu adalah hari di mana dia akan bertemu dengan keluarga besar Mahendra dan dia ingin mereka melihat nya dengan sempurna.
" Cantik dan sempurna. " Gumam Mahendra mencium leher jenjang Lilly yang terekspos sempurna dari belakang.
" Tentu saja, aku udah gak sabar pengen ketemu mereka dan kita akan semakin deket mungkin bisa lebih dari deket.. " Lilly berbalik menatap Mahendra dengan kebahagiaan yang begitu terpancar dari mata coklat nya.
Mahendra tersenyum simpul melihat bagaimana gadis itu begitu bahagia dan bersemangat tapi dia tidak tahu apa yang akan dia hadapi malam itu, Mahendra merasa ragu tapi dia tidak bisa membatalkan pertemuan itu secara sepihak.
" Kamu kenapa sih, ayo aku udah siap orang tua kamu pasti sudah menunggu di sana aku juga udah gak sabar sayang. "
" Ayoo.. " Mereka segera berangkat ke restoran bintan 5 langganan keluarga Cendana yang sudah di siapkan Mahendra untuk mempertemukan orang tuanya dan kekasihnya itu.
RESTORAN VERANITA
Di sana mereka sudah siap dengan pakaian yang tak kalah rapi dan sesekali saling memuji.
" Sebenarnya siapa yang akan di kenalkan Mahendra pada kita pa?. " Ucap Ratna penasaran.
" Entah lah bun, siapapun itu kita harus menerima nya dengan baik dan menyambut nya tentu saja kan?. " Agung sendiri merasa jika putra nya itu akan mengenal kan seseorang yang penting pada mereka tapi Agung juga merasa sedikit khwatir jika istrinya nanti membuat sesuatu yang akan melukai perasaan Mahendra.
Tuk Tuk Tuk
Gema sepatu terdengar nyaring membuat mereka berdua langsung menatap ke arah di mana suara itu berasal, sepasang kekasih dengan pakaian yang senada berjalan pelan menghampiri mereka.
" Benar saja dugaanku. " Batin Agung saat melihat putra nya datang menggandeng seorang gadis cantik.
Sedangkan Ratna nampak diam memperhatikan mereka dari bawah sampai atas dengan pikiran yang sulit di tebak. Lilly dengan senyuman manis dan sopan menghampiri mereka dan langsung memberikan salam membuat mereka segera memperhatikan ekpresi nya.
" Tante Om salam kenal maaf kami terlambat, aku Lilly salam kenal.. " Lilly langsung memberikan salam dan berpelukan dengan Ratna yang terlihat canggung.
Mahendra menarikan kursi untuk Lilly semakin membuat Ratna tahu akan kemana pembicaraan mereka malam ini.
" Bunda papa sebenarnya Mahen mau ngomong ini dari lama tapi Mahen masih memilih waktu yang pasti dan menuju ku ini sudah saat nya. " Agung menatap keberanian putra nya yang kini sudah benar benar dewasa bukan lagi anak remaja nya yang nakal.
" Ini Lilly dia seorang model profesional di luar negeri dan hubungan kita sudah lebih dari 3 tahun lamanya sejak kedatangan Mahen ke Singapura, Mahen mau mengenal kan Lilly sebagai kekasih dan sekaligus calon istri Mahendra dan aku harap kalian bisa menerima nya. "
" Tunggu nak tunggu dulu jangan terlalu terburu-buru mengenal kan gadis ini sebagai calon istri mu, bunda dan papa belum mengenal nya orang tuanya atau pendidikan nya latar belakang keluarga. Iya kan paaaa?. " Ratna menatap suaminya yang diam saling bertatapan dengan Mahendra dan tersenyum simpul.
" Mahendra, bunda tahu ini hidup kamu tapi ada bunda dan papa yang juga mau kehidupan yang baik untuk kamu, apa lagi dia model tentu saja pergaulan nya bebas dan orang tuanya mungkin tidak sama sepeti kita kan?. " Seketika wajah Lilly berubah dia tidak mengerti dengan apa yang di bicara kan oleh orang tua kekasih nya itu.
" Maaf tan, maksud tante aapaaa ya?. " Lilly yang berusaha sabar bertanya dengan lembut meminta penjelasan pada Ratna.
" Kamu kan model Lilly dan tante tahu betul di balik itu apa lagi kamu akan sering pergi dan bertemu dengan banyak orang di luar sana, bisa saja nanti kamu akan tidur dengan salah satu dari mereka lalu hamil dan minta... "
" Bundaaaaa.... " Mahendra yang kenal membentak Ratna untuk pertama kalinya dan langsung membuat wanita itu diam membisu.
" Mahendra, suara mu tidak lebih tinggi dari suara bunda mu." Agung yang merasa suasana memenas berusaha mengontrol putra nya itu.
" Bunda maaf, tapi kata kata yang bunda lontarkan itu tidak baik dan itu menyakitkan Lilly bunda. Mungkin memang benar keluarga jauh dari dari kita Mahen tahu tapi Mahen akan tetap menerimanya seperti apapun itu.. " Mahendra mendekati Ratna yang diam duduk memegang tangan dingin wanita tua itu.
" Izinkan Mahen untuk bersama dengan Lilly bunda, Mahendra tahu bunda hanya ingin terbaik kan untuk masa depan ku dan aku merasa ini yang terbaik. " Ratna melepaskan tangannya dari Mahendra menatap dingin putra nya dan gadis bernama Lilly yang masih diam memperhatikan suasana.
Hatinya bener bener sakit mendengar setiap kata pelan tapi menusuk dari mulut ibu kekasih nya itu, bahkan air matanya yang dia tahan jatuh begitu saja membuat nya semakin terlihat seperti gadis yang salah.
" Bunda tidak akan merestui hubungan mu dengan dia, bisa saja dia tidur dengan orang lain yang kamu sendiri tidak akan tahu Mahendra. Model itu buruk apa kamu sudah menyelidiki latar belakang keluarga nya apa kamu tahu semua pendidikan atau apapun itu. Kita dari keluarga terhormat dan kita akan bersama keluarga yang jauh lebih terhormat dari kita apa kamu mengerti?. " Bentak Ratna dengan keras membuat sebagian pengujung menatap mereka dengan penuh tanda tanya.
Mereka menatap iba ke arah Lilly yang terpojok dan di permalukan di depan banyak orang, semua orang menatap ke arah keributan mereka dan terus memandang gadis itu.
" Hentikan bunda, bunda menyakiti Lilly dengan kata kata bunda.. " Lilly yang sakit hati langsung berlari pergi dari hadapan mereka.
" Mau kemana kamu.. " Ratna menahan tangan Mahendra saat pria itu ingin mengejar nya.
" Bunda sudah lah biarkan saja, Mahen sudah dewasa bukan lagi bayi yang bisa kita atur. " Agung memegang tangan Ratna melepaskan genggaman nya dari tangan Mahendra.
Pria itu langsung berlari mengejar kekasihnya sedang kan Ratna diam membisu menatap kepergian putra nya, dia tidak akan kehilangan putra nya lagi kali ini dia akan membuatnya memiliki siapa yang jauh lebih berarti dalam hidup nya.