Sebuah tragedi membuat sang CEO kehilangan ingatannya sehingga dia harus kehilangan cintanya yang diambil rekan bisnisnya dari Amerika.
Kembalinya ingatan sang CEO membuatnya ingin merebut kembali sang pujaan hati yang sudah berbadan dua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dafid frustasi
Setelah membersihkan diri,David memyuruhku untuk mandi,
"Kau mandilah,"perintah David.
"Aku mandi di rumah saja pak,lagian saya tidak membawa pakaian ganti,"tolak halusku.
"Kamu menginap disini karena besok kita akan ke Bali,,"katanya tegas.
"Apa apa an kau ini tuan America seenakmu sendiri mengatur aku,aku tak bisa, tugas di kantor sangat banyak",tolakku dengan sedikit emosi.
"Kau sekarang asisten pribadiku jadi aku membutuhkanmu untuk menyiapkan keperluanku selama di Bali,"katanya dengan tersenyum licik.
"Lalu bagaimana dengan pekerjaan ku di kantor???"tanganku memegang kepala karena pusing dengan Si boz Amerika ini.
"Biar Raka yang urus,kau bisa mengerjakan setelah pulang dari Bali,kita disana juga bekerja bukan main main,"katanya dengan sedikit kesal.
"Baiklah,,baiklah terserah kau saja,menyerah saja daripada terus berdebat,ujung ujungnya pasti aku yang kalah."kataku pasrah
"Good girl,mandilah kau bisa menggunakan pakaianku,,"berjalan memilihkan bajunya.
"Aku pakai bajumu ya seperti orang orangan sawah,,aneh aneh saja.."mode memonyongkan bibir.
Buk,,sebuah kaos putih mendarat sempurna di wajahku,
"Orang Amerika jelek,,,"teriakku sungguh sangat kesal dengan David.
"Hahahahahahaha,"David tertawa terbahak bahak.
"Tidak bisakah kau memberikan dengan baik baik,dasar orang Amerika gila,jelek" gerutuku sambil meremas remas kaosnya dan menuju kamar mandi.
"Sungguh wanita ini membuatku gila,"gumamnya.
Aku yang masih marah masih mengaktifkan
mode memonyongkan bibir,aku berjalan menuju sofa,dan memainkan ponselku.
"Boz Amerika tak bisakah saya pulang sebentar untuk mengambil baju?"bujukku dengan memelas.
"No,bentar lagi akan ada yang mengantar pakaian kemari,"ucapnya tanpa melihat.
"Dasar,"gerutuku.
David menaruh ponselnya dan duduk disebelahku,aku sedikit menjauhkan diri!
"Kenapa kau tidak seperti wanita wanita lainnya,"mata David menatap aku dengan tatapn yang sulit diartikan.
"Maksudnya??"tanyaku.
"Ya..kamu berbeda Piut,,"ucapnya.
"P..U..T,,,,put not piut,,"
membenarkan ucapannya karena dia trus saja memanggilku sesuai ejaan bahasa inggris.
"Ok..ok aku panggil baby saja."
bingung karena aku selalu komplain.
"Aku berbeda bagaimana maksud kamu!!!"bingung dengan maksud David.
"Kebanyakan wanita mengejarku dan ingin denganku namun kamu selalu menolakku seakan tak ingin dekat dekat denganku,"
kata David dengan serius.
"Sebenarnya kamu tampan,kamu menarik,kaya,bule pula siapa sih yang tidak suka denganmu,tapi......"
aku menggantung kata kataku.
"Tapi apa,,"dengan wajah yang sangat penasaran.
"Kau kejam,seenaknya sendiri dan aku tak suka dengan pria yang seperti itu,,"kataku.
Padahal sebenarnya alasan aku menolaknya karena ada David di hatiku,,aku masih sangat mencintai David.
"Baiklah aku akan mencoba merubah sikapku,
apakah hanya itu alasanmu tak menyukaiku,,"tanyanya lagi.
"Sebenarnya.....sudahlah lupakan,,"kataku.
"Sebenarnya apa???katakan cepat jangan buat aku penasaran.,,"David penasaran.
"Di hatiku ada Sesorang,"kataku dan langsung membuat David sedikit marah.
"Siapa dia???"dengan ekspresi marah.
"David,"Jawabku.
"David???"teriaknya
"Ya namanya sama dengan namamu,itulah kenapa aku tak pernah memanggil namamu,
Aku sangat mencintainya,"Air mata pun lolos dari mataku.
"Karena melihatku menangis David langsung memelukku,"
"Maaf,"sebuah kata yang lolos dari bibir David,dan David pun tidak bertanya lebih jauh.
David pun memerintahkan asisten rumahnya untuk mengantar makanan ke kamarnya,
"Makanlah,"perintah David.
"Nanti saja,,"tolakku.
"Aku tidak suka di bantah,"katanya tegas.
"Baiklah baiklah, tapi tak usah ngegas gitu,,gerutuku dan langsung mengambil makananku."
"Kau tak makan!!"tanyaku.
"Nanti saja,kau makanlah dulu setelah itu kau boleh istirahat."
ucap david lalu keluar meninggalkanku dikamarnya.
"Kenapa hatiku sangat sakit saat dia mengatakan mencintai seseorang???"
batinnya
David menuju kamar tamu sebelah kamrnya,dia berniat tidur disana malam ini,ntah mengapa David merasa sakit hati padaku.
Karena merasa frustasi David pun minum,hatinya gelisah....
Aku yang gak bisa tidur pun keluar mencari si boz amerika.
"Nona,ini baju anda,"seorang pelayan memberikan banyak paper bag yang berisi baju dan sepatu.
"Terimakasih,eh pak maaf,si boz Amerika mana ya???"tanyaku yang membuat pelayan David tertawa karena aku memanggil David boz Amerika.
"Maksudnya tuan David,,"terka pelayan tersebut.
"Iya,,"kataku sambil terkekeh.
"Bukannya Dari tadi dia di kamar?saya tidak melihatnya turun,coba nona cek di ruang kerjanya atau ruang lain di lantai ini,,"kata pelayan.
"Ya sudah,terima kasih."kataku
Pelayan tersebut membungkukan diri pamit untuk kebawah.
"Aku diajak kerumahnya dan dia meninggalkan diriku sendiri dikamarnya,,dasar boz Amerika tak punya hati,"umpatku dalam hati dengan trus mencari David di lantai ini.
Saat hendak kembali ke kamar karena capek tak menemukan David di lantai yang sangat luas ini,tiba tiba terdengar suara botol pecah di kamar sebelah.
Aku pun mengetuk ngetuk pintu namun tidak ada sahutan dari dalam,akhirnya aku pun memberanikan diri membuka pintu
Ceklek....
Aku pun kaget melihat banyak sekali botol minuman berakohol,
"Apa yang kamu lakukan tuan??kenapa kau minum banyak sekali,"botol minuman alkohol berserakan dilantai,dan ada beberapa yang pecah.
"Apa kau membenciku???kenapa kau mencintai David yang lain bukan David aku."
ucapannya ngawur.
"Anda sedang mabuk tuan,,lebih baik tuan beristirahat,"kataku kemudian menarik tangannya dan memintanya naik ke ranjang.
"Bagaimana bisa kau mencintaiku hanya dalam waktu kurang dari seminggu,,apa kamu sudah tidak waras,"kataku dengan terheran heran.
Setelah berbicara ngawur David pun langsung tidur,,
Aku kembali ke kamarnya dan tidur juga.
Keesokan harinya,David memintaku untuk ke kantor,katanya aku tidak usah ikut ke Bali,
Dia juga menyuruhku untuk membawa baju baju yang sudah disiapkannya dan dia tidak lagi menjadikan aku asisten pribadinya.
"Kenapa dia,,ah masa bodoh,"batinku.
Aku pun bersiap ke kantor dengan memakai baju yang David belikan.
David dan Chris terbang ke Bali, dan semua urusan kantor Raka yang handle.