Sejatinya anak adalah Mutiara di dalam sebuah pernikahan. namun tidak demikian dengan Tiara yang justru dianggap pembawa sial oleh wanita yang sudah melahirkannya.
Ia disalahkan sebagai penyebab hancurnya impian sang ibu, yang jelas jelas bukan salahnya.
Bu Nani belum bisa berdamai dengan keadaan dan melampiaskan kekecewaannya kepada Tiara.
Yuk baca kisah Tiara selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dara Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29
di saat mereka berempat sedang sibuk membersihkan Toilet, Teresya dan Lola datang.
"ups ada adik-adik alay lagi gosok-gosok toilet iuw" mengibas-ngibaskan tangannya di depan hidung. ujar Tere mengejek.
namun tidak ada yang menghiraukan cuitan Tere.
"bau, cocok sama mereka yang juga bau huek" tambah Lola dengan mual yang di buat-buat.
"heh kakak rese mending pergi sana dari pada ngotorin ni tempat, susah-susah kita bersihin" ketus Rani.
"kita bersih ya, sepatu kita aja gak kotor" ujar Tere gak terima menghentak-hentakkan kaki nya ke lantai.
"kalian tu yang bau huh" tambah Lola.
"kalian berdua tuh kotoran wek" Rani menjulurkan Lidahnya.
"udahlah Ran gak usah di hiraukan mereka, anggap aja mereka tak kasat mata" ujar Tiara.
"heh berani ya kamu sama aku" Tere emosi.
"memangnya kamu siapa harus di takuti ha!?" ketus Risty.
"pergi sana kakak rese" usir Dea.
"wah wah kalian berani ya sama kita" ujar Lola menyilang kan tangannya di dada.
"kenapa harus takut," Dea melemparkan sikat toilet yang habis ia gosokkan di closet dan mengenai kaki Tere.
"aaa..... " Teriak Tere, ia sangat Jijik dengan benda itu sementara Tiara dan ketiga sahabatnya terbahak-bahak. menyaksikannya.
"iuww... OMG! " Lola mundur.
Tere dan Lola pun berlari ke luar Toilet.
"awas kalian" ancam Tere dan Lola, sementara Tiara dan ketiga sahabatnya masih terus tertawa sampai Tere dan temannya menghilang dari pandangan mereka.
mereka pun melanjutkan membersihkan Toilet.
"byur byur byur" Tiara menyiram Lantai, ia merasakan sensai dingin menjalar di tumit kakinya. ia lupa kalau bagian bawah sepatunya sudah bolong.
"kenapa Ra" Tanya Risty melihat Tiara memandangi sepatunya.
"sepatuku basah"
"kok bisa" timpal Rani.
"sepatu Tiara udah bolong bagian bawahnya" sahut Risty
"kok kamu tau" tambah Rani lagi.
"iyalah, itu kan sepatu udah lama dari SMP"
"oh, minta beli baru aja lagi sama ayah kamu Ra" Dea Tiba-tiba bersuara.
"gak apa-apa kok, masih bisa di pake"
"itu udah gak layak pake Ra, mana bisa melindungi kaki kamu" tambah Dea.
Tiara Diam tidak menimpali ucapan Dea dan yang lain pun ikut diam.
"apa ucapanku salah" batin Dea.
suasana hening sesaat hanya suara sikat lantai dan siraman air yang terdengar.
"Tring.... " bel tanda masuk berbunyi, namun hukuman Dea belum juga selesai.
"Dea, kita masuk dulu ya" ujar Tiara.
"gak apa-apa kan sendiri? " tambah Rani.
"semangat ya" ujar Risty.
"iya girls"
Tiara dan sahabat-sahabatnya bergegas menuju kelas kecuali Rani sebelum melenggang pergi ia menakut-nakuti Dea dengan cerita karangannya.
"Dea, kamu harus hati-hati" ujar Rani.
"hati-hati kenapa? "
"di Toilet ini banyak hantunya"
"dari tadi aku sendirian di sini gak ada apa-apa"
"ya itu karena masih agak pagi"
"terserahlah, kamu kembali lah ke kelas"
"aku serius, katanya dulu di toilet ini ada siswi mati bunuh diri di toilet ujung itu, makanya toilet itu selalu di kunci"
"haha, satu sekolah juga udah tau kali toilet itu rusak"
"itu supaya murid-murid di sini gak takut.
katanya hantunya bergentayangan, kadang juga menampakkan diri"
"wah, bagus sekali ceritamu. ternyata seorang Rani pandai mengarang, kalau begitu kenapa kamu gak jadi penulis saja"
"terserah kalau gak percaya" Rani melenggang pergi.
Dea pun melanjutkan hukumannya.
ia teringat dengan cerita Rani tiba-tiba ia merasa takut sendiri.
"apa benar yang Rani bilang itu" memandang ke seluruh ruangan dan matanya terhenti di toilet ujung.
"ah sudahlah, tidak usah di pikirkan" melanjutkan hukumannya.
"buk" tiba-tiba pintu salah satu toilet tertutup.
✨💎💎✨💎💎✨
💎💎💎💎💎💎💎
💎💎💎💎💎💎💎
✨💎💎💎💎💎✨
✨✨💎💎💎✨✨
✨✨✨💎✨✨✨