Namanya Sinta Anjani, janda satu anak yang mempunyai ambisi untuk mencari suami dan ayah baru untuk anaknya, James. Kegagalan rumah tangga disebabkan oleh mantan suami yang dengan tega menyelingkuhi dirinya bahkan ketika janda itu dalam keadaan hamil. Tentu saja banyak rintangan dalam masa pencarian jodohnya, beberapa konflik keluarga bahkan sahabat baru dalam hidupnya menjadi kendala besar bagi janda itu. Akankah Sinta melabuhkan lagi cintanya? atau dia memutuskan untuk hidup tanpa ikatan pernikahan dan memilih menjadi seorang janda seumur hidup? entahlah kita ikuti saja takdir sang kuasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nurlaeli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PEREMPUAN BENGIS
Perempuan itu terus berjalan menghampiri meja Sinta, sekedar memberi hormat janda itu berdiri dari kursi kerjanya. Setelah jarak mereka tidak terlalu jauh istri dari Doni itu berhenti dan memperhatikan Sinta dari ujung kepala hingga kaki, merasa sedikit iri dengan kemolekan perempuan yang pernah di sakiti oleh laki-laki yang notabene adalah mantan suami Sinta.
"Ada yang bisa saya bantu Bu Doni?"
"Ada," perempuan itu melirik sekilas ke arah Sinta sebelum akhirnya melanjutkan kembali ucapannya.
"Saya minta tolong sekali ya sama kamu, jangan coba-coba menggoda suami saya. Ya memang saya akui kamu masih muda, kencang dan cantik. Kalau sampai saya berkunjung ke kantor ini lagi dan masih mendengar gosip antara kamu dan suami saya kamu saya pecat!"
"Maaf sebelumnya Bu Doni, meskipun saya seorang janda tetapi saya tidak pernah menggoda suami orang apalagi pak Doni."
"Saya tidak butuh penjelasan kamu ya, yang saya butuhkan hanyalah bukti dari ucapan kamu yang selalu mengelak gosip panas itu."
"Baik Bu, saya akan membuktikan kalau memang tidak ada apa-apa antara saya dan pak Doni."
Istri dari Doni itu keluar ruangan sembari mengeratkan tas yang ada pada tangan kirinya, ketika membuka pintu ternyata Farah karyawan baru di kantor itu sudah berdiri disana. Meski boss perempuan itu amat sangat membenci Farah yang berpapasan dengan dirinya namun perempuan itu tetap melangkah setelah melirik sekilas ke arah Farah, merasa urusan dengan karyawan baru itu sudah selesai.
tap tap tap
Farah terus masuk menghampiri Sinta, sang pemilik ruangan sedang sibuk mengerjakan beberapa tugasnya yang sudah harus dia kerjakan karena hari sudah menjelang sore.
"Tadi istri pak Doni bicara apa?" Farah bertanya yang tak direspon sedikitpun oleh Sinta.
"Sinta!"
"Iya, sesuatu yang tidak penting."
"Oh ya?"
"Menurut kamu?" Sinta memicing merasa tidak suka dengan perempuan di depannya yang selalu berusaha ingin tahu apapun yang terjadi kepada Sinta.
"Aku bertanya kepadamu."
"Sudah ku jawab," Farah menyadari Sinta yang sudah berani berlaku dingin kepada dirinya, buru-buru dia berdiri dan pergi meninggalkan Sinta yang masih acuh meskipun perempuan itu pergi tanpa berucap sepatah katapun.
tok tok tok
"Masuk!"
tap tap tap
"Permisi Pak Doni."
"Ada apa ?" Doni menatap Sinta dengan heran, biasanya perempuan itu langsung pulang ketika jam kantor sudah selesai namun Sinta kini mendatangi ruangannya.
"Maaf sebelumnya Pak, saya mau minta izin sebentar."
"Katakan!"
"Saya tahu kalau peraturan disini untuk mengambil libur saya masih belum memenuhi syarat tetapi saya meminta sekali kepada Pak Doni agar memberi saya cuti libur beberapa hari saja."
"Memangnya ada apa?"
"Ah itu Pak, urusan keluarga," seketika Doni langsung penasaran kepentingan apa yang akan Sinta urus hingga meminta libur.
"Memangnya sangat penting?"
"Iya Pak."
Hening sejenak sambil Doni mempertimbangkan permintaan Sinta, perempuan itu merasa cemas akan jawaban boss nya nanti.
"Aku memberi kamu libur tetapi bukan sekarang, bagaimana kalau minggu depan?"
"Begitu ya Pak?"
"Kamu tahu sendiri Sinta, jadwal pekerjaan aku sangat banyak minggu ini."
"Tidak apa-apa Pak Doni, saya tidak masalah"
"Memangnya akan ada urusan apa atau kamu akan menikah?" di gelengkan kepala Sinta dengan pelan memberi jawaban pertanyaan boss itu yang begitu menggelikan menurut Sinta.
"Bukan itu Pak, hanya saja ini rasanya mengganggu pikiran saya."
"Aku tidak boleh tahu?"
"Maaf Pak tidak bisa, kalau begitu saya permisi dulu," Sinta tidak mendapat jawaban dari ucapan pamitnya, laki-laki itu ternyata tengah mengelus dagunya seperti tengah
memikirkan sesuatu.
----
"Sinta!" yang dipanggil hanya menoleh dan seketika langsung jengah ketika yang memanggilnya adalah Farah, Sinta tidak membenci perempuan itu hanya saja sikapnya seperti buruk. Bukan mau su'udzon tetapi memang Sinta merasa tidak nyaman ketika bersama Farah, langkah kaki Sinta menuju luar kantor sembari membawa tas kerjanya. Meski dia sudah berusaha menghindari Farah namun nyatanya perempuan itu masih bisa menggapai pundak mungil Sinta untuk dirangkul, membiarkan Farah terus memimpin langkah menuju mobil Sinta.
"Temani aku minum kopi yuk!"
"Maaf Farah aku tidak bisa," Sinta membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam.
"Kalau begitu aku ikut pulang denganmu ya," tanpa persetujuan dari Sinta Farah langsung masuk menyusul Sinta dan duduk dengan santai di sebelahnya.
"Farah maaf ya, tapi hari ini rasanya aku sangat lelah dan ingin beristirahat sebaiknya kamu pulang juga."
"Ya sudah kalau begitu lain waktu saja," Farah keluar dari mobil dan ekspresi di wajah nya terlihat seperti kecewa.
tok tok tok
Belum juga ketukan pintu itu mendapat respon jawaban namun ternyata sang pemilik ruang menyambutnya dengan kehadirannya yang sudah membuka pintu langsung, Farah sang pelaku yang mengetuk pintu sedikit terkejut namun setelah itu dia mendorong kembali tubuh kekar Doni agar masuk lagi kedalam.
"K-kamu!" Doni menggerutu tidak habis pikir dengan kelakuan karyawan yang berani seperti Farah.
"Aku kenapa?" perempuan itu justru berdiri dengan melipat ke dua tangannya di depan dada.
"Pergi dari sini!"
"Aku hanya ingin mengajakmu pulang bersama."
"Ck jangan mimpi!"
"Itu bukan mimpi," Farah terkekeh mendapat penolakan dari Doni.
"Mau kamu apa ha?"
"Aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu, sebentar saja."
"Pergi!"
"Ayolah, hanya mengantarku pulang."
Doni memijat pelipisnya merasakan pening, bukan tanpa alasan Farah bisa seberani itu dengannya. Perempuan di hadapannya itu adalah mantan kekasih yang dulu dia tinggalkan untuk menikahi istrinya sekarang, jelas Doni tahu betul niat Farah untuk kembali mendekatinya.
"Aku tidak bisa, kamu lebih baik pesan taksi nanti aku yang akan membayar ongkosnya."
"Tidak mau."
"Baiklah keluar dulu dan tunggu aku di depan toko bunga," Farah mengernyit heran.
"Lalu kamu?"
"Aku akan menyusul."
"Takut mendapat gosip baru eh?"
"Kalau begitu silahkan pulang sendiri."
"Baiklah aku tunggu disana ya, jangan lama-lama."
Farah keluar dan Doni kembali duduk di atas sofa, pria itu tidak bisa menolak keinginan Farah mengingat seperti apa sifat perempuan itu. Sesekali bersama mantan kekasihnya mungkin tidak begitu membuat masalah, selagi istri tuanya itu tidak mengetahuinya.
Boss itu akhirnya keluar setelah dirasa langkah Farah sudah sedikit jauh, saat dia berjalan di depan ruangan Sinta janda itu sepertinya sudah meninggalkan kantor. Terlihat dari sepi dan dingin ruangan itu, Doni melangkah keluar dan beberapa karyawan yang masih disana menyapa dirinya. Tidak disangka ternyata Farah malah berdiri tepat didepan mobil boss nya, Doni celingukan sendiri takut ada yang mengetahui keberadaan Farah. Laki-laki itu tidak berjalan ke arah mobil, dia mengambil langkah menuju ke tempat yang tadi dia bilang kepada Farah agar menunggunya. Farah sendiri terheran dengan mantan kekasihnya yang malah meninggalkannya sendiri, kini Farah mengerti jika Doni benar-benar ingin menghindari skandal mereka berdua. Dengan rasa malas perempuan itu menyusul Doni menuju toko bunga.
Tidak punya harga diri rupanya
Lanjut lagi
Mau lanjut baca nih
Maaf tekat
Lama ya, kita nggak berjumpa.wkwkwk
Btwe sekarang author sudah ada kerjaan lain. Alhamdulillah.
Aku datang membawa info tentang cuan. Hehe.
Apakah di sini ada yang mau menjajal platfrom lain? Kebetulan saya salah satu Editor Akuisisi di sana. Maaf sebelumnya, saya sengaja tulis ini di kolom komentar. Takutnya kalau lewat pengumuman menyinggung pemilik rumah. Buat kalian yang mau dapat fee hingga 400 dollar. Boleh whatsapp ke saya 081413030520.. untuk info lain saya jelaskan di wa ya teman-teman. Terima kasih.
apa dibiarkan menggantung..
up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
semangat terus jangan sampai DOWN
Contohnya dilapak aku banyak siders yang baca perhari tapi kamu lihatkan yang komen hanya itu2 saja, like cuma seberapa? Tapi itu tak apa? Yang penting Aku sudah memberikan yang terbaik untuk mereka kalau masalah like dan komen itu Bonus bwat aku yang penting mereka BACA.
Sebenarnya aku nulis ini desakkan dari temen2 sesama author padahal aku sibuk banget kerja.Ini aku juga nulis di sela-sela waktu santai kalau gak ada kerjaan.Makanya saat ada yang minta bwat crazy Up itu tidak mungkin terjadi...??!
Semangat jangan sampai menyerah begitu mudah 🤗🤗🤗
main main ke karyaku ya mkasih