Aku selalu mencintaimu setiap hari dari awal pertemuan kita. Rain Khadija. Jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap sosok laki-laki yang menjadi suaminya. Mereka menikah di usia muda. Rain teramat mencintainya sementara Ragga Hadiwijaya dengan segala dendam masa lalunya terus menyakiti dan menyangkal cintanya.
Akankah Rain bertahan dalam pernikahan yang terus membuatnya jatuh cinta pada suaminya sementara Ragga terus menjauhinya? Rain cukup bahagia walau hanya bersanding tanpa dicinta Ragga. Rain yakin Ragga akan mencintainya seperti saat menjadi sepasang kekasih dulu.
Ini karya pertamaku, mohon dukungannya yaa. 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syaesha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesan Pengantar Tidur
Rain akhirnya meminta diantar pulang pukul 19:00 setelah berdebat lumayan alot dengan Ega. Sebenarnya Rain ingin pulang dari jam 18:00 tadi tapi Ega dengan berjuta alasan mencegahnya. Sudah minta dibuatkan coklat panas lalu minta dipotongi kuku sampai minta Rain menyetrika seragam sekolahnya. Ega benar-benar menahan Rain dengan segala cara yang bisa dia lakukan.
Setibanya di rumah, Ega ikut turun untuk sekedar menyapa Ibu.
"Maaf ya Tan, Rainnya baru dianterin."
Ibu yang sedang duduk di teras tersenyum mengangguk.
"Udah sana pulang lagi! ngapain sih pake turun segala?"
Rain malah mengusir Ega. Ibu dengan pelan memukul lengan Rain seraya berkata "Kamu tuh bicara yang sopan, masa sama pacar begitu."
Ega menahan tawa melihat Rain diceramahi Ibunya. Rain mendengus kesal.
"Terserah deh kalau masih mau di sini, Aku mau mandi. Aku mau tidur." Rain judes sekali bicaranya
"Iya Aku pulang. Tadi mau salim doang sama Tante. Masa anterin anak gadis nggak pamit dulu ke Ibunya. Kan nggak sopan ya, Tan?" Ega lalu meraih tangan Ibu Rain. Ibu tertawa mendengar ucapan Ega.
"Assallamuallaikum" Ucap Ega seraya pergi
Rain dan Ibu kompak menjawab salam Ega dan langsung ke dalam setelah Ega melajukan mobilnya.
Merasa tidak enak akhirnya sebelum mandi Rain meraih ponsel dan mengirimi Ega sebuah pesan.
*Makasih ya sayang, maaf Aku cuma becanda. Tidur yang nyenyak ya. Besok pagi Aku tunggu. I Love You*
Selesai mandi Rain hendak menemui Ibu yang berada di kamar. Tapi Ibu ternyata sudah tidur. Rain mengecup kening Ibunya lama. Dibelainya pipi wanita yang tetap cantik meski usianya tak lagi muda.
"I Love You, Mom." Lirihnya lalu kembali ke kamarnya sementara Ibu sudah terlelap di alam mimpi.
Saat baru saja merebahkan diri, Ponsel Rain berbunyi. Pesan masuk. Ega mengiriminya pesan.
*I Love You too sayang. Kirim photo dong. Aku kangen lagi* Ega
*Nggak mau ah, malu. Aku lagi jelek* Rain
*Aku ntar nggak bisa tidur mikirin kamu* Ega
Rain menghela nafas. Repot sekali kenapa jadi lebay begini sih Ragga Hadiwijaya itu? Kemana sifat dingin dan angkuhnya itu? Rain merapikan rambutnya. Dia mengambil posisi dengan pencahayaan bagus. Rain berpose dengan sangat manis walau hanya memakai baju rumahan dan tanpa polesan apapun. Rain langsung mengirimnya pada Ega
*Cantik. Kenapa pacarku secantik ini sih? kenapa kamu bisa semanis ini sih sayang? Aku tambah cinta sama kamu. Mata kamu kenapa auranya ngajak berumahtangga banget sih sayang*
Balasan dari Ega membuat pipi Rain merona dan hidungnya mengembang.
*Gombal teruuuus" Rain
*Serius, Yang. Kamu cantik. Aku suka semua yang ada di Kamu*
*makasih* Rain
*sama-sama, Sayang* Ega
*Ya udah tidur sana, Aku udah ngantuk*
*Iya sayang. Love You"
Rain tidur tanpa membalas pesan Ega, dia berucap lirih setelah membaca do'a tidur 'I love You, Ragga Hadiwijaya'
Sementara di kamarnya Ega pun hanya senyum geleng-geleng. Gadisnya itu selalu saja berhasil membuatnya kesal dan gemas dalam waktu bersamaan. Bagaimana bisa Kamu nggak balas Rain? awas kamu ya. Gumam Ega tersenyum miring.
****************************************
pukul 04:00 Setelah menunaikan tahajudnya Rain masuk ke kamar Ibunya yang juga baru saja selesai tahajud. Ibu tersenyum melihat kedatangan anak gadisnya. Aah rasanya baru kemarin Rain dilahirkan sekarang sudah gadis saja. Rain yang masih mengenakan mukena memeluk manja Ibunya
"Kenapa nih Anak Ibu? biasanya kalau gini habis melakukan kesalahan."
Rain mengangguk, feeling Ibu selalu kuat.
"Maaf Yaa Ibu cantik, Aku nggak bisa nahan diri. Maaf ya Aku pacaran padahal usiaku baru mau 17." Rain semakin mengeratkan pelukannya. Ibu mengusap-usap kepala Rain.
"Iya sebenarnya berat sekali Ibu membiarkan hati anak gadis Ibu dicuri oleh lelaki." Ibu terus mengusap kepala Rain.
"Apa Rain sekarang terlihat seperti anak yang membangkang?"
Ibu menggeleng
"Maaf ya dua hari ini main terus ke rumah Ega." Rain merasa bersalah.
"Hari ini jangan ke rumah Ega ya, pulangnya naik angkot aja ya!" Kata Ibu
"Tapi, Bu...." Rain sedikit kaget dengan penuturan Ibu. Bukannya sudah disepakati dengan Ega juga bahwa setiao hari akan selalu datang dan pulang bersama.
"Nanti pulang naik angkot. Terus datanglah ke restoran. Ibu butuh bantuanmu."
Rain melepaskan pelukannya. Di satu sisi dia tak mau mengecewakan Ibu di sisi lain Ega mana bisa membiarkannya pulang naik angkot dengan status mereka yang berpacaran. Saat hendak protes, adzan shubuh berkumandang. Jadilah keduanya sholat shubuh berjamaah dengan Ibu sebagai imam.
Terimakasih untuk yang sudah menyempatkan membaca. Happy reading