NovelToon NovelToon
Bulan Merah Dari Timur

Bulan Merah Dari Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Biruwarna

Ketika bulan merah muncul di langit Timur, dua saudara kembar terlahir kembali membawa kekuatan yang seharusnya tidak pernah kembali ke dunia.

Yang satu dingin dan lebih suka diam. Yang satunya galak, mageran, sombong seenaknya, dan paling malas menunjukkan kekuatannya—sampai-sampai orang di sekitarnya sering dibuat tepok jidat. Namun di balik sikap mereka yang menyebalkan, keduanya menyimpan hati yang jauh lebih baik daripada yang terlihat.

Di tengah kerajaan yang dipenuhi keindahan, sihir, dan makhluk-makhluk gaib, kemunculan mereka perlahan membangunkan sesuatu yang telah lama tertidur.

Sebab kelahiran kembali mereka bukanlah kebetulan.

Dan ketika bulan merah kembali bersinar, kekacauan dari masa lalu mulai menagih sesuatu yang pernah hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biruwarna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 : Hampir ketahuan

"Buka pintu selnya! Buka sekarang!" teriak Wang Jian histeris sambil mengguncang-guncang jeruji besi pembatas dengan sekuat tenaga. Wajahnya yang penuh lumpur dan kotoran kuda tampak semakin mengerikan karena urat-urat lehernya menonjol keluar.

"Heh, babi hutan kurang gizi, kalau kau mengguncang kandang itu lebih keras lagi, yang ada gigimu yang rontok duluan, bukan gemboknya!" ejek Yui santai. Ia kembali menggigit apel merahnya dengan suara kres yang sengaja dikeraskan, menatap tiga pemuda di sebelah dengan sebelah alis terangkat.

"Shen Rui! Sialan kau! Gara-gara mulut manismu yang suka menebar fitnah itu, kami diseret ke tempat jahanam ini!" maki Li Mo, ikut menempelkan wajahnya di jeruji sambil meludah ke lantai sel. "Kau tahu? Di luar sana kami sedang menikmati hidup sebagai tuan muda, tapi sekarang kami harus mendekam di sel bau kotoran siluman karena ikut terseret kesialanmu!"

"Wah, wah, dengar itu, Tuan-tuan sekalian," balas Yui dengan nada dramatis, meletakkan tangan kanannya di dada. "Kalian sendiri yang dengan sukarela merangkak di belakangku seperti anak anjing kudisan yang kelaparan, lalu sekarang mau menyalahkan aku? Otak kalian itu ditaruh di mana? Di lutut? Atau tertinggal di tumpukan tai kuda tadi?"

"KAU...!" Zhao Qi berteriak nyaring, mencoba meraih kerah jubah Yui lewat celah jeruji yang sempit. Namun karena jaraknya terlalu jauh, ia justru kehilangan keseimbangan dan tersungkur mencium lantai jerami yang kotor. "Aduh! Sialan!"

Tawa Yui meledak seketika, memenuhi ruangan bawah tanah yang lembap itu. "Hahaha! Makanya, kalau tangan pendek jangan sok panjang tangan! Jatuh kan, rasain tuh debu penjara iblis!"

"Sudah kubilang kita habisi saja dia! Jangan dengar bacotannya!" geram Wang Jian, wajahnya makin merah padam menahan amarah yang hampir meledakkan kepalanya. Ia mulai menendang-nendang jeruji besi dengan membabi buta. Brak! Brak! Brak! "Rui! Keluar kau dari sel itu kalau berani! Kita selesaikan secara jantan!"

"Ih, tidak mau! Di luar dingin, banyak preman bau kotoran kuda," cibir Yui sambil menjulurkan lidahnya. "Di sini aku disayang Raja Iblis, diberi makan buah segar setiap hari. Kalau mau keluar, minta tolong sana sama siluman harimau yang melempar kalian tadi!"

Keributan suara teriakan, makian, dan hantaman logam itu bergemanya sangat keras, membuat siapa saja yang mendengarnya merasa pusing tujuh keliling.

BARRR!

Tiba-tiba sebuah hantaman gelombang energi hitam yang luar biasa pekat menghantam dinding gua. Ba Mofeng, Raja Iblis Rawa, muncul di ujung koridor penjara dengan tiga mata menyala merah murka dan gadingnya yang bergetar menahan emosi tingkat dewa.

"BISA Kalian DIAM, HAH?! KELOMPOK BOCAH TENGIK KURANG AJAR!" suara Ba Mofeng menggelegar seperti guntur di dalam gua, membuat debu-debu berjatuhan dari langit-langit sel. "Kalian berempat ini benar-benar sekumpulan parasit paling berisik yang pernah menginjakkan kaki di istanaku! Kalau kalian tidak menutup mulut busuk kalian dalam waktu tiga detik, aku sendiri yang akan mencincang kalian semua menjadi umpan cacing rawa!"

Mendengar ancaman langsung dari sang Raja Iblis yang memancarkan aura membunuh tingkat tinggi, Wang Jian, Li Mo, dan Zhao Qi langsung tersentak kaku. Mereka menelan ludah dengan susah payah, merosot jatuh ke lantai jerami, dan menutup mulut rapat-rapat tanpa berani mengeluarkan satu suara pun.

Yui sendiri hanya mengerjap-ngerjapkan matanya polos, lalu melambaikan tangan kecilnya pada sang Raja Iblis. "Ah, Kakek Jelek... eh, maksudku Yang Mulia Raja Iblis yang terhormat. Anak-anak ayam baru ini memang kurang didikan istana. Maklum, mereka dari desa sebelah. Jangan diampuni kalau mereka berisik lagi, ya!"

Ba Mofeng memutar bola matanya, mendengus kesal, lalu berbalik pergi sambil menggerutu mengutuk hari di mana ia menculik manusia ke istananya.

Sementara di lantai atas istana, situasi tegang yang sama sekali berbeda sedang dialami oleh Shen Yuan dan kawan-kawan.

Dengan mengenakan jubah dayang siluman yang sedikit kebesaran dan kerudung kain untuk menutupi wajah, Yuan, Lin Yue, Su Yin, Mei Lin, dan yang lainnya berjalan mengendap-endap menyusuri koridor batu hitam yang diterangi obor api hijau.

"Dengar, kita harus tetap menunduk dan jangan bicara sembarangan," bisik Yuan sangat pelan di barisan depan, matanya waspada mengawasi setiap tikungan.

Namun, sialnya, nasib baik sepertinya sedang malas berpihak pada mereka hari ini. Dari arah berlawanan, muncul seorang Pengawas Iblis wanita bertubuh tinggi besar dengan taring mencuat dan membawa cambuk duri di tangannya. Matanya yang tajam langsung menangkap gerak-gerik kelompok dayang baru yang terlihat kaku.

"Hei, kalian berlima! Berhenti di situ!" bentak Pengawas Iblis itu dengan suara serak yang menggelegar.

Langkah Yuan dan para gadis seketika terhenti. Jantung mereka serasa mau copot.

Pengawas itu berjalan mendekat, mondar-mandir mengitari barisan mereka sambil mengendus-endus udara. Alisnya bertaut curiga. "Kalian ini dayang-dayang baru dari sektor mana? Kenapa cara berjalan kalian aneh sekali? Seperti prajurit yang mau maju perang, bukan seperti pelayan istana!"

Lin Yue menelan ludah, berusaha menyembunyikan rasa gugupnya di balik kerudung. "A-ah, maafkan kami, Pengawas... Kami baru saja dihukum membersihkan halaman lumpur di luar, jadi kaki kami agak kaku..." alasan Lin Yue dengan nada gemetar yang dibuat-buat semulus mungkin.

"Halaman lumpur? Mana ada jadwal membersihkan halaman malam-malam begini?!" sergah Pengawas itu curiga, mengangkat cambuknya dan menodorkannya tepat ke depan dada Yuan. "Buka kerudung kalian! Aku curiga kalian adalah mata-mata manusia yang menyusup!"

Yuan mengepalkan tangannya di balik lengan jubah, aliran angin spiritual di telapak tangannya mulai bersiap berputar untuk menghajar siluman sialan itu, mengabaikan rencana awal mereka untuk tidak menggunakan Qi.

Namun, sebelum Yuan sempat merobek penyamarannya, sebuah suara teriakan nyaring dari ujung koridor menyelamatkan mereka.

"PENGAWAS! PENGAWAS! DARURAT! ADA SILUMAN CELENG MENGIKAT KEPALA DI DAPUR UTAMA!" teriak seorang prajurit iblis berlari terbirit-birit.

Pengawas iblis itu mendengus kesal, mengurungkan niatnya memeriksa kerudung Yuan. "Ck, bikin ribut saja siluman celeng itu! Kalian berdua, cepat bawa nampan berisi makanan ini ke sel tahanan bawah tanah sekarang juga! Jangan buang-buang waktu!" maki Pengawas itu pada Yuan dan Su Yin, sebelum akhirnya berlari menyusul prajurit tadi.

Yuan dan Su Yin menghela napas panjang, meresapi kelegaan luar biasa saat siluman itu menjauh.

"Hampir saja..." bisik Su Yin lemas, menyeka keringat dingin di dahinya.

"Kita tidak boleh membuang kesempatan ini," kata Yuan dengan mata berbinar tajam. Ia menatap nampan besar berisi daging panggang dan buah roh yang baru saja diserahkan kepadanya. "Mereka menyuruh kita mengantar makanan ke sel bawah tanah. Itu artinya... kita bisa langsung masuk ke penjara tempat Rui dikurung!"

1
Tai
kapan selesai nya pakai sikat gigi😭
Tai
cukup aku tertawa 😭
Tai
yuan tega🤣
Tai
Rui😭😭😭
Tai
bisa bisanya 😭dasar anak nakal
Tai
ngakak membayangkan nya😭
Tai
😭😭😭
Tai
aku membayangkan perannya anak sd😭
Tai
iya es buah emang enak Rui 😭
Tai
ada es buah juga 😭
Biru
🤭
Tai
gara gara lucu,😭
Tai
pink
Tai
suka pertama 😭
Tai
panik sendiri jadinya🤣
Tai
ngakak bagian ini😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!