NovelToon NovelToon
Dia Pemegang Kendali Hidupku

Dia Pemegang Kendali Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Sistem
Popularitas:715
Nilai: 5
Nama Author: MegaHerdian

Cerita ini menceritakan seorang gadis yang mengalami peristiwa yang sangat tragis, karena kecelakaan yang dialami nya, dia harus duduk di kursi roda sebagai penyangga hidupnya, entah lelaki mana yang masih mau menerima nya sekarang, dokter mengatakan semuanya sementara, namun ini sudah hampir lima tahun da dirinya masih duduk di kursi roda. Entahlah, hidupnya mungkin akan berakhir seperti itu selamanya, namun di saat detik detik terakhir dalam hal terpuruk nya. Dia datang, seolah membawa harapan yang selama ini dia inginkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MegaHerdian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Layla tersenyum manis ke arah Lisa, walaupun di lubuk hatinya dia juga masih merasakan kesedihan yang mendalam. Namun, Layla hanya bisa memberikan kekuatan yang dulu sangat dia butuhkan saat berada di posisi Layla.

Banyak hal yang telah Layla kubur dan tinggalkan, masa mudanya hancur bahkan pekerjaan nya yang sempurna pun harus gugur karena satu dan dua hal yang jelas berhubungan dengan Teo.

“Aku juga dulu sama sepertimu “ucap Layla pelan, menyentuh punggung tangan Lisa dengan hangat, tanpa tau bahwa Layla tengah masuk ke dalam perangkap, gadis di hadapannya adalah adik kandung dari monster yang telah melumpuhkan dan menghancurkan seluruh hidupnya.

“Tetap semangat” ucap Layla.

“Namaku Layla, siapa namamu?” Tanya Layla lagi.

Lisa menyunggingkan senyuman yang tipis terlihat begitu tulus dan penuh dengan kerapuhan di matanya, walaupun di dalam kepalanya, saat ini Lisa tengah tertawa puas karena targetnya telah memakan umpan pertama dengan sangat sempurna.

“Aku.. Laras” jawab Lisa pelan. Lisa menggunakan nama samaran yang sudah di siapkan oleh Grace, sesuai dengan skenario yang sudah di buat.

Dari kejauhan, di balik rimbunnya pohon pohon bambu di tepi jalan desa, sebuah mobil hitam dengan kaca yang gelap terparkir diam jauh dari keramaian.

Di dalam mobil itu, Teo duduk dengan gelisah, meremas setir mobilnya sampai buku buku jari nya mulai memutih. Matanya tidak pernah lepas dari pemandangan di depan sana, terlihat Layla sedang menggenggam hangat tangan adiknya. Hati Teo yang terus bergejolak aneh dan begitu hebat rasanya, antara rasa cinta yang baru tumbuh kepada Layla, atau mungkin rasa aneh dan senang tak menentu saat tau betapa rapi dan suksesnya jebakan yang telah mereka lakukan.

Teo ingin selalu berada di dekat Layla, walaupun hanya sekedar membuat nya marah dan lebih kecewa kepadanya, itu lebih baik ketimbang tidak bertemu dengannya. Rasa aneh ini begitu mengganggu dirinya, setelah Grace kembali ke Paris belum lama ini, menyisakan dia dan adiknya yang melanjutkan rencana hebat ini.

Hari hari di desa terpencil itu berubah menjadi neraka psikologis yang lebih tajam bagi Layla. Teo terus datang dan mengganggu Layla tanpa kenal lelah, mengubah penolakan Layla yang mutlak dan keras itu menjadi bahan bakar bagi obsesi baru nya yang kini bercampur rasa cinta yang egois.

Setiap sudut desa seolah kehilangan ketenangan nya. Saat Layla pergi ke pancuran air di pagi hari, Teo sudah berdiri di sana dengan handuk bersih dan payung mahal, menatapnya dengan tatapan memuja yang justru membuat Layla merinding jijik.

Ketika Layla membantu ibunya menjemur pakaian di pekarangan rumahnya, mobil hitam milik Teo terparkir hanya beberapa meter di luar pagar, memutar musik klasik yang bising seolah sengaja meneror ketenangan mereka.

Gangguan Teo semakin menjadi jadi dan bermanifestasi ke arah yang semakin agresif namun di balut kedok “kebaikan”.

Suatu sing, Layla sedang berjalan pulang dari ladang. Jalur setapak itu sepi, dikelilingi pohon pohon yang tinggi, tiba-tiba, Teo muncul dari balik semak-semak, langsung menghadang langkah tegap Layla. Wajah tampan sempurnanya tampak berpeluh keringat, namun matanya memancarkan kegilaan yang intens terhadap Layla.

“Minggir, Teo!” Bentak Layla, dadanya naik turun menahan amarah. Layla mencoba melangkah ke kanan namun tubuh kekar Teo ikut bergeser mengunci ruang geraknya, ketika Layla mencoba melangkah ke kiri , Teo terus melakukan hal yang sama membuat Layla frustrasi.

“Aku tidak akan minggir sampai kamu mau menerima ini, Layla” ucap Teo dengan suara bariton nya yang rendah namun bergetar. Teo menyodorkan sebuah kotak beludru berwarna hitam berisi gelang berlian yang nilainya bisa membeli seluruh tanah di desa ini.

“Aku minta maaf Layla, kembalilah ke padaku seperti dulu lagi, aku akan memperlakukan mu dengan lebih baik. Aku bahkan bisa memberikan apapun di dunia ini yang jauh lebih baik dari pada desa busuk ini”

“Justru kau yang busuk Teo, menyingkir lah!” Ucap Layla hampir berteriak,air mata frustrasi nya hampir tumpah tapi bukan karena takut, melainkan karena rasa muak yang mendalam.

Dengan sekuat tenaga, Layla mengayunkan tangan nya, menampar pipi mulus Teo hingga terdengar bunyi plak yang begitu keras. Kotak beludru yang tadi di pegang oleh Teo terlempar ke semak semak.

Tamparan Layla begitu kuat hingga membuat wajah Teo tertoreh ke samping. Namun, alih-alih marah atau membalas, Teo perlahan memutar kembali wajahnya menghadap Layla. Sebuah seringai tipis, gelap, dan penuh gairah justru muncul di bibirnya yang sedikit berdarah. Rasa sakit dari tamparan Layla justru membuat sifat sosiopat nya ini merasa lebih hidup. Tatapan jijik Layla adalah candu baru baginya.

“Tampar lagi Layla, lakukan apapun sesukamu “ bisik Teo, melangkah maju satu kali lagi hingga mengikis jarak di antara mereka, membuat nafasnya yang memburu menerpa wajah Layla.

“Makin kau menolakku, makin aku tidak akan pernah melepasmu.. kau tau betul akan hal itu kan?”

Layla melangkah mundur dengan tubuh yang gemetar hebat, menyadari bahwa pria di hadapannya ini sudah sepenuhnya gila. Di saat yang sama, dari balik rimbunnya pohon , Lisa duduk diam di atas kursi roda sandiwara nya, merekam seluruh konfrontasi panas itu dengan ponsel nya sebagai dokumentasi dan di kirimkan langsung kepada Grace, kakak iparnya.

Walaupun Grace tidak terlalu peduli, dia hanya ingin tau sesuka apa suaminya itu kepada wanita itu, entah kenapa kilatan di manik mata Teo benar-benar memancarkan keputusasaan yang membuat Grace selalu merasa terbayang bayang saat mengingatnya.

Grace saat ini sedang duduk sembari melihat beberapa foto dan vidio yang di kirimkan Lisa padanya, tangan satunya lagi mengusap lembut kepala Adrian yang tertidur di pahanya.

Matanya masih menatap layar ponselnya dan memeriksa satu per satu foto itu, di foto itupun Teo terlihat seperti bocah ingusan yang sedang mengejar cinta monyetnya, cinta bertepuk sebelah tangan mungkin itu kata isyarat yang cocok untuk Teo.

Grace hanya tidak mengerti mengapa Teo begitu terobsesi sebagai wanita bernama Layla itu, walaupun Teo selalu jujur kepada nya tanpa ada sedikitpun yang di tutupi nya tapi tetap saja, wanita biasa seperti itu kenapa yang lebih menarik perhatiannya.

Grace hanya bisa menarik nafas dalam, suaminya tengah sibuk kasmaran dengan wanita biasa yang bahkan bukan apa-apa, tapi di satu sisi Grace pun tidak kesepian ataupun keberatan karena dia memiliki lelaki tampan lain yang menemani hari harinya di Paris.

Hah… aneh saja..

Hidup begitu mudah dan apapun bisa di dapatkan, tapi kenapa suami nya harus repot mengejar wanita yang jelas jelas menolak nya.

Itu sangat membuang buang waktu.

1
Dadan Herdy
ceritanya seruu
Paw_chan🐾
keren nih
writternim: Aww maaacih… jangan lupa selalu komen ya karena ceritanya luar biasa bikin pusing😂😂
total 1 replies
Wulansari MU
keren banget cerita nya.. lanjutkan
Wulansari MU
ini tanggung banget lagi marah malah salah nulis jadi akua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!