NovelToon NovelToon
PRADA TRACE : Melacak Jejak Arwah

PRADA TRACE : Melacak Jejak Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / TKP
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Pradipta mendirikan divisi PRADA TRACE. Dia menerima klien yang ingin mencari anggota keluarga, teman, atau kerabat yang hilang. Pradipta bekerja sama dengan Gilang dalam menjalankan PRADA TRACE.

Namun setiap kasus yang mereka dapat, selalu menuntun mereka ke sebuah misteri yang harus dipecahkan.

Terkadang, orang yang mereka cari sudah menjadi arwah. Gilang pun harus menggunakan kemampuannya untuk menemukan jejak arwah dibantu oleh Prisa dan Jung Kook.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Jejak Arga

Danu dan Wina saling berpandangan sejenak. Keduanya tahu bahwa alasan Indri pergi dari rumah karena mereka tidak menyetujui hubungan Indri dengan Arga. Namun, sampai sekarang, mereka pun tetap tidak mau menerima Arga.

“Kalau kalian bisa menemukan dan membawa Indri pulang, saya akan menambah bayaran untuk kalian.”

“Pak Danu, menemukan Indri dan membawanya pulang itu hal yang mudah. Tapi, apa ada jaminan kalau dia nggak akan kabur lagi?”

Danu dan Wina kembali dibuat terdiam.

“Maaf, Pak, Bu, bukannya kita mau ikut campur dalam masalah keluarga kalian. Maksud Bang Dipta, bukankah lebih baik jika menyelesaikan masalah dari akarnya.

Kami harap, Bapak dan Ibu sudah menemukan solusi saat kami menemukan dan mengantarkan Indri pulang. Jadi, saat dia pulang, nggak akan pergi dari rumah lagi.”

Pradipta cukup kagum dengan gaya bicara Gilang. Siapa sangka pemuda tengil ini bisa mengeluarkan kata-kata bijak.

“Baiklah. Saya dan istri akan segera mencari solusinya. Tolong temukan saja Indri,” ujar Danu.

Setelah pertemuan dengan Pradipta dan tim, Danu beserta istrinya berpamitan. Mereka mempercayakan pencarian anaknya kepada PRADA TRACE.

Sepeninggal Danu, Pradipta mengajak semuanya bekerja. Pradipta akan mencari jejak Indri melalui rekaman kamera CCTV.

Giana melacak jejak wanita itu dari sosial medianya. Sementara itu, Gilang memerintahkan Jung Kook dan Prisa mencari keberadaan Indri.

Setengah jam kemudian, Pradipta berhasil menemukan jejak Indri. Wanita itu tertangkap kamera di daerah Sukajadi. Namun pria itu tidak tahu di mana Indri menginap.

Pada saat yang bersamaan, Jung Kook dan Prisa muncul. Dua makhluk astral itu juga sudah menemukan keberadaan Indri.

“Indri ada di daerah Sukajadi. Tapi aku nggak tahu dia menginap di mana,” ujar Pradipta.

“Kemarin dia ada di daerah Kopo, sekarang di Sukajadi. Cepat banget pindahnya,” celetuk Giana.

“Namanya juga lagi jadi buron. Pastinya pindah-pindah biar jejaknya nggak kelacak,” jawab Gilang.

“Selain nggak mau terlacak, dia kayaknya lagi cari pacarnya. Aku cek ke sosial media pacarnya, udah sebulan nggak aktif,” ujar Giana. “Pacar Indri menghilang sejak sebulan yang lalu,”sambung Giana.

“Jung Kook dan Prisa udah nemuin Indri. Dia tinggal di kos yang bayarnya harian. Nama tempat kosnya, D’COSTA di daerah Sukajadi.”

“Oke, kita ke sana sekarang. Gi, tetap cari jejak Arga.”

“Siap!”

Pradipta dan Gilang segera menuju tempat tinggal Indri saat ini menggunakan mobil Pradipta. Jung Kook dan Prisa tentu saja ikut bersama mereka. Kedua makhluk astral itu senang punya kegiatan baru sekarang.

Setengah jam kemudian, mereka tiba di D’COSTA. Pradipta maupun Gilang masih belum keluar dari mobil. Mereka masih melihat-lihat penghuni kos yang keluar masuk.

“Si Indri sekarang ada di mana?” tanya Gilang.

“Bentar.” Dengan jurus Sunshin no Jutsu, Prisa langsung menghilang. Hanya dalam hitungan detik, dia sudah kembali ke mobil. “Indri ada di kamarnya. Di lantai tiga, kamar 303.”

Setelah yakin Indri berada di tempat tersebut, barulah Pradipta dan Gilang turun. Keduanya segera menuju lantai tiga setelah mengatakan kepada penjaga kos bahwa mereka hendak bertemu temannya yang tinggal di sini.

Setibanya di depan kamar 303, Pradipta langsung mengetuk pintu. Setelah beberapa kali ketukan, pintu akhirnya terbuka. Indri tampak bingung melihat dua pria yang tidak dikenalnya.

“Dengan Indri, ya?” tanya Gilang.

“Iya. Kalian siapa?” tanya Indri curiga.

“Kami dari PRADA TRACE. Kami diminta orang tuamu mencarimu.”

Mendengar itu, Indri langsung menutup pintu. Namun Gilang dengan cepat menyelipkan kakinya, hingga Indri tidak bisa menutup pintu.

“Pergi!” usir Indri. Mendengar pria yang datang adalah suruhan orang tuanya membuat Indri berang.

“Tolong dengarkan kami, dulu,” ujar Gilang, mencoba membujuk Indri.

“Pergi! Jangan ganggu aku! Atau aku panggil keamanan!” ancam Indri.

“Kalau kamu mau menemukan Arga, kami bisa membantu,” sahut Pradipta.

Mendengar Arga, Indri langsung berubah pikiran. Wanita itu memandangi Pradipta dan Gilang bergantian. “Benarkah kalian bisa menemukan Arga?” tanya Indri memastikan.

“Ya. Asalkan kamu mau bekerja sama. Kami bisa membantu menemukannya,” jawab Pradipta dengan yakin.

“Kalian tidak sedang membohongiku, kan?” tanya Indri lagi.

“Polisi dan anak buah ayahmu tidak bisa menemukanmu. Tapi hanya dalam satu hari, aku bisa menemukanmu. Jadi, menemukan Arga juga bukan hal mustahil. Lebih baik kamu ikut kami sekarang. Tapi kalau kamu menolak, tidak apa.”

Pradipta langsung berbalik. Dia mengajak Gilang untuk pergi. Dia sengaja memancing reaksi Indri. Membujuknya tidak akan mempan. Akan lebih efektif jika mereka juga menunjukkan sikap tidak peduli.

“Tunggu!” cegah Indri. Mendengar perkataan Pradipta barusan, membuatnya berpikir ulang. Mungkin saja kedua pria di hadapannya ini memang bisa menemukan Arga.

Senyum tipis tersungging di bibir Pradipta. Wanita itu bereaksi sesuai perkiraannya. Pradipta kembali berbalik. “Kemasi barangmu dan ikut kami sekarang.”

“Ke mana?” tanya Indri curiga.

“Ke kantor kami.”

“Aku tidak mau pulang ke rumah!” tegas Indri.

“Kalau kamu tidak mau pulang, tidak apa. Tapi kamu harus tetap ikut dengan kami. Kami membutuhkan keterangan darimu untuk melacak Arga.”

“Baiklah, tunggu sebentar!”

Indri menutup pintu. Wanita itu segera membereskan barang-barangnya. Lima menit kemudian, dia sudah siap.

Indri segera mengikuti Pradipta dan Gilang turun ke bawah. Sebelum pergi, wanita itu terlebih dahulu mengembalikan kunci kamar kepada penjaga kos.

“Ceritakan tentang Arga. Kapan terakhir kali kamu berkomunikasi dengan Arga?” tanya Pradipta sambil menyetir.

“Sebulan yang lalu. Dia menghubungiku setelah pulang kerja. Kami sempat bertengkar dan aku langsug mengakhiri panggilan. Besok paginya aku coba hubungi dia lagi, tapi HP-nya mati.”

“Jam berapa itu?” tanya Gilang.

“Sekitar jam dua belasan.”

Selama dalam perjalanan, Indri terus menceritakan semua tentang Arga. Gilang sengaja menghubungi Giana agar gadis itu bisa mendengar percakapan mereka dan langsung melakukan penelusuran.

Setengah jam kemudian, mereka sudah kembali ke kantor.

Indri kagum dengan kantor milik Pradipta. Dia semakin tercengang saat mengetahui kantor PRADA TRACE adalah sebuah bus bekas yang sudah diubah tampilannya.

Baru saja mereka masuk, Giana langsung melaporkan hasil penelusurannya.

“Aku menemukan postingan di IG. Dari foto yang diposting, aku lihat ada motor Arga.”

“Benarkah?” tanya Indri antusias.

Giana langsung memperlihatkan hasil penelusurannya. Foto tersebut diposting sebulan yang lalu. Di foto tersebut, terlihat sepasang kekasih sedang melakukan selfie. Tanpa sengaja, kamera ponselnya menangkap motor Arga yang terparkir tidak jauh dari mereka.

“Ini motor Arga,” ujar Indri memastikan.

“Kamu tahu lokasinya di mana?”

“Londomart yang ada di daerah Braga.”

“Kayaknya ini lokasi pas aku teleponan sama dia.”

“Gi, tolong lihatin foto Arga,” pinta Gilang.

Tanpa menunggu lama, Giana langsung menampilkan foto Arga di layar laptop.

“Jung Kook, Prisa, kalian cari tahu soal Arga!” perintah Gilang kepada dua detektif astralnya.

“Siap,” jawab Prisa cepat, setelah itu dia langsung menghilang.

“Jung Kook dan Prisa? Mereka siapa?” tanya Indri bingung.

“Mereka detektif andal. Tenang aja, kabar soal Arga akan diketahui nggak pake lama. Lebih baik kamu istirahat aja.”

Tidak sampai sepuluh menit, Jung Kook dan Prisa sudah kembali. Berdasarkan keterangan makhluk-makhluk astral di sana, Arga langsung pergi setelah menghabiskan makanannya.

Setelah Gilang menyampaikan hasil investigasi Jung Kook dan Prisa, Pradipta langsung mencari jejak Arga melalui rekaman CCTV.

Sambil beristirahat di sofa, Indri terus memperhatikan kinerja tiga orang di dekatnya. Harus dia akui, mereka semua tampak profesional.

“Dari Londomart, Arga nggak langsung pulang ke tempat kosnya. Dia malah menuju Cimahi. Kalau dilihat dari rute yang diambilnya, sepertinya dia mau ke Jakarta,” ujar Pradipta.

“Arga,” gumam Indri pelan. Kecemasan seketika melanda hatinya. Indri takut sesuatu terjadi kepada Arga di tengah perjalanan menuju rumahnya.

***

Udah telat, Arga udah metong

1
ardiani rosanti
wah...kyknya leya ini jodoh si Gilang wkwkwk
biar anteng itu mulutnya Gilang KLO kena leya, giana ttp jadi jodohnya bang Dipta aja, udah klik itu kyknya 🤣🤣🤣
Febri Nayu
kok isooo wkwkwkwk

Yo Wedi Yo ngakak Moco ne
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
🤣🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
petunjuk nih 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
wah ini penculiknya 😤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul lebih cepat 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sambil modus nih🤣
Wardah Saiful
sukak..sukak...duo pradipta and gilang plus 1 cewek giana,lanjuuut thor❤️💪
Ayuk Witanto
makin penasaran
Ayuk Witanto
beneran itu si Ruben yang ngeluarin pusakanya...biar apa coba
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣🤣
vania larasati
lanjut kak
Umma Ridwan
iiiiih kalo bener yang ngikutin Giana teh si Ruben, berarti yang gondal gandulnya segede uprit punya nya si Ruben donk 🤣🤣
semoga neng Giana baik baik aja 🙏
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kena sial dia 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
senasib🤣🤣
Ani
bisa iya bisa nggak sih tapi kok yo beneran diikuti 🤔🤔🤔🤔
Safitri Agus
kenapa lari gi, tendang aja biar kapok kan reflek itu ya pas terkejut 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!