Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1
" Lho ndak bisa gitu dong Bi, Kai dan Aiza itu saling cinta, lagian pembicaraan kemarin sudah jelas kalau kita mengkhitbah Aiza untuk Kai bukan Mas Ilham" protes pria berumur dua puluh tujuh tahun tersebut.
Kai Adrian Dokter spesialis jantung dan juga seorang Gus terkenal karena prestasi dan ketampanannya, Putra ke tiga dari kiyai Ibrahim dan Juga Ibu Nyai Siti.
" Tapi mas mu juga mencintai Aiza, kita sudah bicara dengan keluarga Aiza dan Aiza sendiri nak... bahkan Aiza juga menyetujuinya" jawab Kiyai Ibrahim .
Khai tampak lelah dengan obrolan ini, apalagi dirinya baru saja melakukan operasi besar, yahh Kak Adrian atau kerap di sapa Gus Kai adalah seorang Dokter spesialis jantung di salah satu rumah sakit di jogja.
" Terserah abi sama umi kalau begitu , Kai capek dan kalau itu keputusan abi dan umi kai hanya manut... toh keputusan Abi enggak bisa di ubah" ujar Gus Kai yang mendengar jika Aiza juga menyetujuinya.
Gus kai kemudian naik ke lantai dua dan menuju ke kamarnya, saat di tangga paling ujung dirinya berpapasan dengan sang kakak.
" Dek... maaf , mas ...." Belom selesai Gus Ilham, berbicara Gus Kai lebih dulu berlalu dan masuk ke dalam kamarnya.
Gus Kai membanting pintu kamarnya yang membuat Gus Ilham terkejut, karena Sang begitu marah dengan dirinya.
" Astagfirullah " gumam Kai sambil mengusap dadanya yang sedang di kuasai oleh amarah.
Kai beranjak dan mulai membersihkan dirinya, hari ini dirinya cukup lelah di rumah sakit, di tambah dirinya harus menerima kabar jika pujaan hatinya, harus menikah dengan abangnya.
...****************...
Keesokan harinya Kai lari seperti biasa, setelah Lari Kai membersihkan diri dan mulai mengajar di pondok, karena hari ini dirinya memeliki jadwal mengajar.
" Kai sarapan dulu kai" ucap Nyai Siti menegur sang putra.
Kai melihat sekilas ke arah Ilham, " Kai mau mandi, habis itu ngajar " jawab Kai yang kemudian naik ke lantai dua menuju kamarnya.
" Mas kai kenapa umi?" tanya Balqis adik Kai dan Ilham , anak bungsu Kiyia Ibrahim dan Juga Nyai Siti.
" Gapapa nduk, mungkin mas mu sedang capek " jawab Nyai Siti melirik ke arah Suaminya.
Kiyia Ibrahim hanya mengedipkan mata dan mengangukan kepala pada sang istri, beliau tau apa yang di khawatir oleh sang istri, namun mau bagaimana pun , mereka sudah membicarakan pada keluarga Aiza.
" Dek...mau bareng mas gak? sekalian aja bareng sama Mas " ucap Gus Ilham mengalihkan pembicaraan di meja makan.
" Boleh Mas... Balqis ambil tas dulu kalau kayak begitu" jawab Balqis yang memang sudah menyelesaikan sarapannya.
"Iyaa, mas tunggu di sini" jawab Gus Ilham.
Sepeninggalan Balqis, Ilham menundukan kedua kepalanya , " Ada apa le?" tanya Kiyai Ibrahim.
" Ilham enggak enak sama Khai Bi,Khai pasti marah dengan Ilham, Ilham gapapa jika Khai yang harus menikah dulu Bi, lagi pula kan Ilham bukan anak kandung Abi dan Umi" ujar Ilham yang memang mengetahui semuanya.
Kiyai Ibrahim dan Nyai Siti di percaya kedua orang tua Ilham, sebelum Kedua orang tua Ilham meninggal, saat itu usia Ilham belum ada dua tahun dan saat itu juga Nyai Siti sedang hamil Gus Khai, Ilham di angkat oleh Kiyai Ibrahim dan Nyai Siti setelah mendapatkan kabar jika kedua orang tua Ilham meninggalkan karena kecelakaan.
Nyai Siti sudah menganggap Ilham seperti anaknya sendiri, bahkan Saat beliau menyusui Khai, Nyai Siti juga menyusui Ilham, karena dirinya tidak ingin berpisah dengan Ilham.
" Jangan bilang seperti itu le... kamu itu anak pertama umi dan Abi , aku jangan ngomong seperti itu lagi, umi enggak suka le" ujar Umi Siti.
Di saat usia dua puluh tahun, Kiyia Ibrahim dan Nyai Siti terpaksa mengatakan kepada Ilham jika dirinya bukanlah lahir dari rahim uminya, namun kasih sayang mereka sama seperti pada Khai dan juga Balqis.
Ilham merasa bersalah melihat umi Siti yang menangis, ia kemudian memeluk umi Siti, karena dirinya juga tahu jika umi Siti pernah menyusui dirinya, Kiyai Ibrahim dan nyai Siti menceritakan pada Ilham semuanya,tidak ada yang di tutupi lagi.
" maafkan Ilham mi, tapi Ilham juga merasa bersalah dengan Khai, Ilham merasa tidak enak dengan Khai umi, abi" ucap Ilham mengeluarkan uneg- unegnya.
" Le... denger Abi..Aiza juga menyetujuinya, mungkin memang Aiza bukan yang terbaik bagi Khai le.., mungkin kamu yang terbaik buat Aiza, kita doa kan saja supaya Khai segera di temukan oleh jodohnya" Nasihat Kiyia Ibrahim pada sang putra.
" Nanti Abi dan Umi yang akan kasih nasihat kembali buat Khai, Khai pasti ngerti kok, kamu jangan merasa bersalah, ini mungkin sudah jalannya jika Aiza itu memang jodoh mu" imbuh Kiyai Ibrahim.
" Iya abi.. doakan semoga Ilham dan Aiza bahagia yaa abi, umi" ujar Ilham.
" Doa umi dan Abi enggak pernah putus buat kamu le.. kamu itu anak sulung abi dan umi" sahut Umi Siti.
" Terima kasih Umi... Ilham enggak tau bagaimana cara membalas kebaikan abi dan umi" sahut Ilham.
"loh kok pada nangis sih... ada apa?" tanya Balqis yang baru saja turun.
" Ahh gapapa, udah sana berangkat., nanti di hukum loh" jawab Umi Siti mengusap air matanya .
" Oh... kirain ada apa, ya sudah Balqis sama mas Ilham berangkat dulu yaa..mi.. bi" pamit Balqis mencium tangan kedua orang tuanya.
" Iyaaa.... oh yaa.... nanti jangan lupa panggil Bila yaa...., nanti malam pak lek sama bu lek kesini, mau jemput Bila, besok kan acara pernikahan Adam" pinta Abi Ibrahim pada putri bungsunya.
" siap bah... horeee besok libur... besok liburr" sahut Balqis yang kesenangan karena dirinya nanti akan ikut bulek dan paleknya karena menggantikan Umi dan Abinya yang mendapatkan undangan ke jakarta.
" seneng banget libur, inget dek... Mas kasih tugas buat kamu sama Bila, jangan lupa di kerjakan loh dek " ujar Ilham.
" Ahh mas Ilham malah di ingetin, oh yaa tapi abi sama umi nyusul kan? " sahut Balqis.
" Iya besoknya umi dan Abi langsung ke bandung " jawab Umi Siti.
" Ayo dek keburu apel ini" ujar Ilham.
" Iyaa .... Assalamualaikum abi ....umi.." Pamit Balqis.
Sedangkan di Asrama Khai serta ustad Imron sedang berkeliling, memeriksa kamar apakah ada santriwan yang masih berada di asrama dan sembunyi.
" Gus, sampean nanti jadi ke bandung?" tanya Ustad Imron salah satu Ustad yang dekat dengan Khai.
" Iyaa, sampean jadi to nemenin saya, saya berangkat malam soalnya, habis ini saya mau ke rumah sakit dulu " jawab Khai.
" Ning Balqis sama Ning Bila?" tanya Ustad Imron.
" Bareng bulek sama Paklek saya, nanti di jemput, soalnya abi sama umi berangkat ke jakartanya habis ini " jawab Khai.
" Gus Ilham?" tanya Ustad imron kembali.
" Gak tau.... jaga kandang paling" jawab Khai ketus saat Ustad imron menanyakan Ilham.
" Assalamualaikum " Salam seorang gadis saat mereka berpapasan di depan Asrama.
" Waalaikumsalam " jawab Khai dan Ustad imron .
" Afwan Gus Khai, apa bisa bicara berdua?"
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭
Ilham cocok SM aiza sm2 nyebelin 😂