NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Reynand, CEO dingin yang anti-cinta, terpaksa menikahi asisten pribadinya, Aira, demi meredam skandal kantor.

​Bagi Reynand, pernikahan ini hanyalah kontrak sementara. Namun, keteguhan hati Aira perlahan meruntuhkan pertahanan sang CEO.

​Saat intrik dan masa lalu mengancam, sanggupkah Reynand mengakui perasaannya sebelum kehilangan wanita yang telah menjerat hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15: Janji Setia dan Kebenaran yang Terkuak

Ruang persiapan pengantin itu mendadak hening. Hembusan angin malam yang menyapu tirai tipis di tepi jendela seolah ikut menahan napas menyaksikan dua insan yang berdiri berhadapan. Jarak beberapa langkah di antara Reynand dan Aira terasa bagaikan jurang pemisah yang penuh dengan kecemasan dan kepasrahan.

​Reynand melangkah mendekat, satu demi satu langkahnya terasa penuh kehati-hatian. Sepasang mata tajam yang biasanya dipenuhi aura kekuasaan dan dominasi di Aristha Tower, kini memancarkan rasa takut yang amat sangat—takut jika sosok wanita di hadapannya ini akan berbalik dan menghilang dari hidupnya.

​"Aira," panggil Reynand lagi, suaranya bergetar parau saat ia berhenti tepat satu langkah di depan Aira. "Jika kedatanganmu malam ini hanya untuk menyampaikan ucapan perpisahan secara langsung... aku akan mendengarkannya. Tapi izinkan aku memohon satu hal padamu... dengarkan seluruh kebenaran dari mulutku terlebih dahulu."

​Aira menatap pria di hadapannya. Ia melihat betapa pucatnya raut wajah Reynand, melihat lingkaran hitam tipis di bawah matanya yang menandakan bahwa pria itu tidak tidur nyenyak selama berhari-hari sejak Aira pergi. Cinta di dalam dada Aira bergemuruh hebat, meluluhkan sisa-sisa rasa sakit yang sempat hinggap.

​Aira mengulurkan tangannya, meraih kotak kayu lapuk berisi catatan almarhum ayahnya yang tergeletak di meja rias, lalu menyodorkannya pada Reynand.

​"Aku sudah membaca catatan ini, Reynand," ucap Aira lembut, suaranya tenang namun sarat akan keharuan. "Catatan peninggalan Ayahku sepuluh tahun lalu."

​Reynand menatap kotak itu dengan dahi berkerut, lalu beralih menatap manik mata Aira yang kini tak lagi memancarkan rasa benci atau keraguan.

​"Ayahku mencatat semuanya," lanjut Aira, air mata bening mulai menggenang di sudut matanya. "Tentang bagaimana almarhum Ayahmu berjuang keras membela para korban kecelakaan pabrik itu, tentang bagaimana keluargamu berusaha memberikan hak yang selayaknya bagi kami, meski dihalangi oleh oknum-oknum direktur yang serakah. Keluarga Aristha bukan penjahat yang mencelakai ayahku, Reynand."

​Reynand terpaku. Dadanya yang sejak tadi dihimpit rasa sesak mendadak berguncang hebat. Tatapan matanya memerah menahan gejolak emosi dan lega yang tak terkira.

​"Aira... kamu..." suara Reynand tertahan di tenggorokan.

​"Maafkan aku karena sempat meragukanmu," bisik Aira, mengikis jarak terakhir di antara mereka. Tangan lentiknya terulur menyentuh rahang kokoh Reynand yang menegang. "Aku menyadari bahwa kamu menyembunyikan masa lalu itu bukan karena rasa bersalah palsu atau sekadar ingin memanfaatkanku... tapi karena kamu ingin melindungiku dari rasa sakit masa lalu."

​Reynand tidak dapat menahan diri lagi. Lengan kekarnya merengkuh tubuh Aira ke dalam pelukan yang sangat erat dan posesif, seolah ingin menyatukan kembali jiwa mereka yang sempat terpisah. Ia membenamkan wajahnya di leher Aira, mendaratkan kecupan-kecupan hangat penuh kelegaan di sana.

​"Demi Tuhan, Aira... aku mencintaimu," bisik Reynand penuh penekanan dan kesungguhan di telinga Aira. "Sejak pertama kali aku melihatmu berdiri tegap di Aristha Tower, aku tahu kamu adalah wanita yang ingin kupeluk dan kulindungi seumur hidupku. Tidak ada urusan bisnis, tidak ada pertimbangan politik... hanya ada kamu di hatiku."

​Aira membalas pelukan itu tak kalah erat, menyandarkan kepalanya di dada bidang Reynand yang berdetak kencang. Kebahagiaan murni yang hangat kini mengalir sempurna menyapu seluruh ketakutan mereka.

​Tok... tok... tok...

​Pintu ruang persiapan kembali ketukan pelan. Nyonya Rosalinda berdiri di ambang pintu dengan gaun maroon mewahnya yang memikat. Melihat putra dan calon menantunya berada dalam pelukan hangat, senyum keibuan yang sangat anggun terukir di wajahnya.

​"Para tamu dan dewan komisaris sudah menunggu di ballroom utama, anak-anakku," ucap Nyonya Rosalinda lembut. "Dan hari ini... adalah saatnya kita membersihkan nama baik keluarga kita serta mengumumkan pernikahan resmi kalian pada dunia."

​Reynand melepaskan pelukannya perlahan, namun jemarinya menggenggam erat tangan Aira, menganyam jemari mereka dengan sangat erat seolah tak akan pernah dilepaskan lagi.

​"Siap mendampingiku di hadapan semua orang, Calon Nyonya Aristha?" tanya Reynand dengan senyuman tampan yang memikat—senyuman tulus yang kini menjadi milik Aira sepenuhnya.

​Aira mengangguk mantap, mengulas senyum indahnya. "Selalu siap, Reynand."

​Ketika pintu ganda Grand Ballroom terbuka lebar, riuh tepuk tangan dan kemewahan lampu kristal menyambut langkah kaki Reynand dan Aira yang berjalan berdampingan di atas karpet merah. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi bayangan masa lalu yang membendung. Di hadapan ratusan saksi mata, Reynand menyematkan cincin di jari manis Aira dan mencium keningnya penuh kehangatan—menandai akhir dari segala intrik dan awal dari janji setia mereka selamanya.

​

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!