NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Teen
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Ulfa Apriyani (Ketua OSIS, perfeksionis, anti-kriminal) harus menelan pil pahit saat dijodohkan paksa dengan musuh bebuyutannya, Langit Pradipta (Kapten Basket, bad boy, biang onar).

Masalahnya, Langit sudah punya pacar yang sama populernya: Zara Aprilia (Kapten Cheerleader).

Di sekolah mereka perang dingin, di rumah mereka terpaksa tinggal satu atap.

Awalnya Langit cuek dan kasar karena menjaga hati Zara, tapi perlahan, pesona ketegasan Ulfa mulai meruntuhkan tembok ego Langit.

Saat Langit mulai jatuh cinta, rahasia pernikahan mereka bocor. Badai besar pun dimulai, memaksa Langit harus memilih antara ego masa mudanya atau kehilangan Ulfa selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jambakan Rambut Pertama Ulfa 29.

Denting sendok yang beradu dengan piring kaca terdengar seperti detak jam dinding—monoton dan mengintimidasi.

Di meja makan ukuran empat kursi itu, cuma ada Ulfa dan Langit. Biasanya, Langit bakal sibuk pamer cengiran bodohnya sambil meledek Ulfa atau mengomentari rasa telor ceplok buatan Ulfa yang keasinan. Namun pagi ini, cowok itu cuma mengaduk-aduk sarapannya tanpa selera. Matanya lurus menatap layar ponsel yang menyala, menampilkan ruang obrolan dengan satu nama, Zara.

Ulfa mengunyah rotinya pelan. Rasanya seret, seperti menelan gumpalan kapas. Suasana di antara mereka sedingin es di kutub. Sejak dari semalam, seakan ada dinding tak kasat mata yang mendadak terbangun tinggi di antara mereka.

"Habisin, Lang. Keburu dingin," suara Ulfa memecah keheningan, terdengar datar, mencoba menahan getaran di dadanya.

Langit mendongak, matanya yang biasa bersinar jenaka kini kelihatan sayu dan penuh beban pikiran. Dia mengembuskan napas berat, lalu meletakkan sendoknya begitu saja. "Fa, sori soal semalam. Gue tahu gue salah bicara saat itu, gue minta maaf ya."

Ulfa tersenyum tipis, jenis senyuman yang tidak sampai ke mata. "Gak apa-apa. Saya sudah oke"

Kalimat itu telak menyentil Langit. Cowok itu menyugar rambutnya yang agak acak-akan, tampak frustrasi. "Gue gak bisa biarin Zara sendirian, Fa. Dia lagi down banget setelah orang tua nya pergi ke luar negeri. Dunianya Zara lagi runtuh."

"Terus?" Ulfa mengerut kening. "Dan dunia gue selalu aman-aman aja di mata lo, ya?" bisik Ulfa dalam hati. Namun, bibirnya malah menolak menyuarakan itu.

Ulfa tidak mau kelihatan seperti wanita yang haus perhatian. Ini kehidupan mereka, kompleks dan melelahkan. "Kenapa harus selalu Zara, Lang? Dari semua orang di eskul Basket lu, dari semua temen dekat lo, kenapa harus lo yang selalu maju paling depan buat dia?"

Langit terdiam cukup lama. Dia menatap jemarinya sendiri yang saling bertautan di atas meja. Atmosfer di ruangan itu mendadak bergeser, dari yang tadinya dingin mencekam menjadi penuh dengan emosi emosional yang pekat.

"Lo tahu gak, Fa, kenapa gue bisa sayang banget sama Zara?" Langit memulai ceritanya dengan suara yang mendadak serak.

Ulfa menahan napas. Ini dia. Momen yang sebenarnya paling dia hindari, tapi sekaligus paling dia butuhkan untuk kejelasan hubungan mereka yang abu-abu ini.

"Dua beberapa bulan lalu, waktu bokap gue bangkrut dan rumah ini hampir disita, semua orang menjauh," kata Langit, matanya menerawang menembus dinding ruang makan. "Temen-temen nongkrong gue ngilang. Nyokap depresi berat sampai harus dirawat. Gue bener-bener hancur, Fa. Gue ngerasa gak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Gue bahkan sempet mikir buat berhenti sekolah dan... ya, lo tahu, hal-hal bodoh."

Langit menjeda kalimatnya, tenggorokannya bergerak naik-turun menahan emosi. "Di titik paling rendah itu, cuma Zara yang bertahan. Dia gak cuma dateng bawa simpati kosong. Dia nemenin gue di teras rumah ini pas ujan-ujan, dengerin gue nangis kayak orang gila, bahkan dia rela minjemin uang tabungannya buat bantu nebus obat nyokap gue. Dia ada di sana, Fa. Di saat dunia gue bener-bener gelap gulita, Zara itu satu-satunya lampu yang tetep nyala."

Langit menatap Ulfa dengan pandangan memohon, seolah meminta pengertian yang teramat sangat. "Jadi pas sekarang dia lagi hancur karena masalah keluarganya, gue gak bisa tinggal diam. Hubungan gue sama dia itu udah lewat dari sekadar temen biasa. Gue utang nyawa sama dia, Fa."

Ulfa mendengarkan setiap patah kata yang keluar dari bibir Langit dengan hati yang tegar. Dia tidak memotong, tidak juga menangis sesenggukan. Dadanya memang terasa seperti dihantam batu besar, sesak dan menyakitkan.

Kenyataan bahwa ada cewek lain yang punya porsi begitu sakral di masa lalu cowok yang dia sukai adalah sebuah pukulan telak. Ulfa menghargai kejujuran Langit. Dia paham, logika Langit masuk akal. Rasa utang budi dan trauma masa lalu adalah ikatan yang paling susah diputus.

Ulfa menarik napas dalam-dalam, mengisi paru-parunya yang sempat terasa kosong. Dia menegakkan bahunya, mencoba mengumpulkan sisa-sisa harga diri yang dia punya. "Gue paham, Lang. Gue beneran paham posisi lo dan seberapa berartinya Zara buat lo."

Langit tampak sedikit lega mendengar respons Ulfa. "Makasih ya, Fa. Gue tahu lo cewek baik yang bisa ngertiin—"

SRET!

Belum sempat Langit menyelesaikan kalimat tenangnya, Ulfa tiba-tiba bangkit berdiri dari kursinya. Rasa tegar yang sedari tadi dia pertahankan mati-matian mendadak retak, memicu letupan emosi yang sudah dia pendam berbulan-bulan. Rasa cemburu, lelah diabaikan, dan sesak karena selalu jadi nomor dua mendadak naik ke ubun-ubun.

Sebelum Langit sempat bereaksi, tangan kanan Ulfa bergerak cepat. Dia menjambak rambut tebal Langit dengan tarikan yang cukup kuat, membuat kepala cowok itu terdongak paksa ke belakang.

"Awh! Fa! Lo apa-apaan?!" ringis Langit kesakitan, tangannya refleks memegang pergelangan tangan Ulfa, mencoba melepaskan cengkeraman itu.

"Ini buat semua waktu nunggu yang lo sia-siain, Langit!" desis Ulfa tepat di depan wajah Langit. Matanya berkilat marah, meski ada genangan air mata yang mati-matian dia tahan agar tidak tumpah. "Gue emang paham masa lalu lo sama Zara! Tapi bukan berarti lo bisa jadiin itu alasan buat terus-terusan bikin gue ngerasa gak berguna di hidup lo sekarang! Gue manusia, Lang, bukan keset!"

Ulfa melepaskan jambakannya dengan sentakan kasar, membuat beberapa helai rambut Langit berantakan. Langit mengaduh sambil mengusap kulit kepalanya yang terasa panas, menatap Ulfa dengan tatapan syok tak percaya. Ulfa yang dia kenal biasanya selalu tenang dan mengalah.

Tanpa memedulikan tatapan tak percaya Langit, Ulfa langsung menyambar tas sekolahnya yang tergeletak di kursi sebelah. Jemarinya dengan cepat membuka aplikasi ojek online di ponselnya, memesan motor dengan rute kilat menuju sekolah.

"Fa, ayo bareng gue aja, kita naik motor gue—"

"Gak usah. Ojol gue udah dapet, dua menit lagi nyampe," potong Ulfa dingin, suaranya kembali datar seolah ledakan emosi tadi tidak pernah terjadi. Dia merapikan seragamnya yang sedikit kusut. "Gue harus berangkat sekarang. Hari ini gue mau ngurusin berkas-berkas penting OSIS buat pensi. Dan lo... silakan pikirin lagi, sebenernya lo butuh pacar atau cuma butuh orang yang selalu utang budi."

Ulfa berbalik, melangkah lebar meninggalkan ruang makan tanpa menoleh lagi. Langkah kakinya terdengar tegas, meninggalkan Langit yang terpaku sendirian di meja makan, memandangi nasi gorengnya yang kini benar-benar sudah mendingin.

......................

...****************...

Tbc,

1
falea sezi
banyak bacot ini tua bangka🤣 cucu lu selingkuh woy goblok
falea sezi
uda jatuh talak. lo. ini
Alex
mampossssss lu ngit
sekarang gimna rasanya jatuh sejatuh"nya🥳🥳
Alex
sukurin maknya jadi cowok itu tegas bertanggung jawab jngn pling plan, gemes deh
Alex
jahat bgts langit Sam zahra itu, pngen geplak
Alex
ya Allah sesakit ini rasanya jahat bgts loe sebagai cowok, karma apa yg akan menantimu
Alex
udahlah Thor, biar ketahuan aja, biar Ulfa bahagia kasihan nyesek terus tiap hari🤭
Rofiwan: done kak😃
total 1 replies
Alex
syedih tapi sweet🥰
Alex
nah bgus tor biar pikirannnya terbuka lebar🤭
Alex
pengen geplak pala langit ,boleh thor
Rofiwan: silahkan, tuh orang emang plin plan hahaha
total 1 replies
Alex
lnjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!