NovelToon NovelToon
BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Di tengah masa kelaparan parah yang melanda desa, seorang bayi perempuan dibuang begitu saja ke dalam hutan terlarang oleh orang tua kandungnya.

Takdir membawanya ke pelukan keluarga pemburu sederhana bernama Arga dan Mira yang kemudian menamainya Natasya.

Tujuh tahun berlalu, Natasya tumbuh menjadi anak ceria yang menyimpan rahasia ajaib karena ia mampu memahami dan berbicara dengan hewan.

Ketika Mira jatuh sakit parah dan membutuhkan tanaman obat langka, Natasya menggunakan kemampuannya untuk menjelajahi hutan terlarang demi menyelamatkan ibunya dan membawa kemakmuran bagi desa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Mata Arga membelalak lebar melihat jepit rambut kesayangan putrinya berada di tangan orang asing.

Pria itu langsung menoleh ke arah Natasya yang sedang menunduk malu di teras rumah.

Rambut kepang dua gadis kecil itu terlihat tidak memiliki jepit mawar merahnya lagi sejak beberapa hari terakhir.

"Jejak kaki anak kecil itu berjalan memutar dari arah batas Hutan Hitam menuju desa kami dan kembali lagi ke arah Hutan Hitam."

Karto menambahkan fakta yang semakin menyudutkan posisi bantahan Arga.

"Tidak ada anak kecil di desa kami yang punya jepit rambut sebagus ini dan berani berjalan ke perbatasan hutan mematikan."

"Natasya, apa benar kamu pergi ke Desa Karang tiga hari yang lalu tanpa sepengetahuan Ayah dan Ibu?"

Arga bertanya dengan suara bergetar menahan amarah bercampur rasa takjub yang luar biasa.

Pria dewasa itu tidak menyangka anak sekecil Natasya berani melakukan perjalanan sejauh dan seberbahaya itu sendirian.

Semua mata kini kembali tertuju pada Natasya yang sedang memainkan ujung bajunya dengan gelisah.

"Gaga benar, aku memang ceroboh dan gampang sekali meninggalkan jejak," rutuk Natasya dalam hati.

Gadis kecil itu akhirnya berdiri dan berjalan perlahan menghampiri kerumunan orang dewasa di halaman rumahnya.

"Maafkan Natasya karena sudah berbohong dan pergi diam-diam, Ayah, Ibu."

Natasya menatap kedua orang tuanya dengan mata bulat yang sudah berkaca-kaca menahan tangis.

"Aku cuma tidak tega mendengar cerita Paman Karto tentang bayi-bayi yang mau mati kehausan itu."

"Aku cuma minta tolong pada Tuan Trenggiling Tua untuk menggali batu besar yang menyumbat sungai mereka."

Pengakuan jujur dan lugu dari mulut Natasya seketika membuat suasana di halaman itu menjadi sangat hening.

"Kamu meminta tolong pada trenggiling tua?"

Kepala Desa bertanya dengan nada suara yang setengah tidak percaya.

"Maksudmu kamu bisa menyuruh hewan liar untuk melakukan pekerjaan berat seperti menggali batu besar?"

Natasya mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Kepala Desa tersebut.

"Aku bisa berbicara dan mengerti bahasa hewan sejak aku masih kecil, Pak Kades."

"Burung-burung membantuku menemukan lembah hijau kita, dan burung hantu membantuku memakan hama tikusnya."

Pengakuan terbuka tentang seluruh rentetan keajaiban itu langsung membuat gempar seluruh warga desa.

Misteri tentang berbagai keberuntungan yang selalu menaungi desa mereka akhirnya terjawab dengan sangat jelas dan tidak terbantahkan.

Bukan sihir, bukan pesugihan, melainkan sebuah bakat komunikasi alam yang sangat murni dan luar biasa langka.

"Anak ini benar-benar dikaruniai bakat suci oleh roh penjaga alam Hutan Larangan."

Pak Joko langsung bersujud di tanah dan menyembah Natasya dengan penuh rasa takzim.

"Pantasan saja kambingku bisa ketemu dengan mudah di dasar jurang waktu itu."

"Tolong angkat kami menjadi pelayan setiamu, Dewi Kecil Penyelamat."

Karto, Maman, dan puluhan warga Desa Karang ikut bersujud dan menundukkan kepala mereka di hadapan Natasya.

Tindakan ekstrem itu langsung diikuti oleh seluruh warga desa yang hadir di sana, termasuk Mang Udin dan Kepala Desa.

"Berdiri semuanya, jangan bersujud pada anakku seperti itu."

Arga berteriak panik mencoba membangunkan para warga yang sudah tersugesti secara massal oleh kharisma kepolosan Natasya.

Namun usahanya sia-sia karena rasa syukur yang terlalu dalam telah membuat logika orang-orang dewasa itu buta sementara.

Di tengah lautan manusia yang sedang memuja seorang anak berusia tujuh tahun itu, Bu Rini berdiri mematung di sudut halamannya sendiri.

Wajah wanita penggosip itu memerah padam menahan rasa iri dan dengki yang meledak-ledak di dalam dadanya.

"Ini benar-benar gila, mereka semua menyembah seorang anak buangan dari hutan."

"Pasti ada cara untuk menghancurkan reputasi palsu anak pungut sok suci itu."

Bu Rini mengepalkan tangannya kuat-kuat sambil memutar otaknya yang licik.

"Aku harus mencari tahu siapa sebenarnya orang tua kandung yang membuang anak pembawa sial ini ke hutan dulu."

Sore harinya, halaman rumah Arga dipenuhi oleh tumpukan hadiah dari warga Desa Karang dan warga desanya sendiri.

Meskipun Arga menolak dengan keras, warga bersikeras meninggalkan barang-barang itu sebagai bentuk rasa hormat mereka.

Keluarga kecil yang dulunya hidup serba kekurangan itu kini mendadak menjadi keluarga paling kaya dan dihormati di dua desa sekaligus.

Natasya duduk di atas tumpukan kain tenun yang halus dengan wajah yang sangat cemberut.

"Aku benci situasi seperti ini," gerutu Natasya sambil memeluk kedua lututnya.

"Ayah dan Ibu sekarang malah terlihat agak takut dan segan kalau mau menyuruhku melakukan pekerjaan rumah."

"Ini adalah konsekuensi dari ketidakmampuanmu menahan rasa pahlawan di dalam dadamu itu, Natasya."

Suara berat yang familiar tiba-tiba terdengar dari arah jendela kamar yang terbuka.

Gaga memasukkan kepalanya yang besar melalui celah jendela dan menatap Natasya dengan pandangan mengejek.

"Kamu datang untuk menertawakanku ya, Gaga?"

Natasya melempar bantal kecil ke arah moncong serigala sahabatnya itu dengan kesal.

Namun Gaga menangkap bantal itu dengan mudah menggunakan rahangnya.

"Aku datang untuk mengingatkanmu bahwa reputasi suci yang kau bangun hari ini akan menarik banyak serangga kotor."

Gaga meletakkan bantal itu di lantai dan menatap Natasya dengan sorot mata yang kembali serius.

"Manusia yang iri hati tidak akan pernah membiarkan orang lain hidup nyaman dan dipuja terlalu lama."

"Maksudmu Bu Rini si mulut ember itu?"

Natasya memutar bola matanya mengingat tatapan tajam tetangga menyebalkannya itu tadi pagi.

"Dia cuma ibu-ibu biasa yang suka bergosip, tidak mungkin dia bisa melakukan sesuatu yang berbahaya."

"Jangan pernah meremehkan kelicikan dan kedengkian manusia yang sedang iri hati, Natasya."

Gaga memberikan peringatan terakhir sebelum menarik kembali kepalanya keluar jendela.

"Berhati-hatilah mulai sekarang, karena musuhmu bukan lagi monster tak berakal, melainkan manusia yang pandai merangkai kebohongan."

Kata-kata serigala buas itu meninggalkan perasaan tidak nyaman yang menggelitik di perut Natasya.

Ia menatap langit sore yang mulai menguning dengan berbagai pertanyaan yang mengganjal.

Ternyata, menyelamatkan nyawa manusia jauh lebih rumit konsekuensinya daripada sekadar membuka jebakan besi hewan buas di batas hutan.

1
Night Watcher
kayu bergesekan dgn tanah liat, berbunyi "sreng..."
bodo ah...😂😂😂🤭
Nissa Safira: Hahaha iya kak aduh ketahuan deh 😂🙏
Makasih koreksinya kak, harusnya bunyinya "srek srek" ya, bukan "sreng sreng" spatula kayu di wajan tanah liat kan.
Maklum kak nulis sambil bayangin Mira lagi masak kangkung enak, jadi efek suaranya jadi lebay.
Dicatat kak! Bab selanjutnya aku perbaikin. Makasih udah teliti banget bacanya💪🥰
total 1 replies
Night Watcher
coba ngikut, mudah²an ceritanya bagus sampe ahir.
Nissa Safira: Siap kak, makasih udah ngikutin! Semoga betah ya sama Natasya, dijamin bakal makin seru sampai akhir, gak bakal mengecewakan! 🔥
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Marie Louis AK
habisi saja manusia2 laknak dan serakah itu. jangan dibiarkan hidup. basmi semua sampai seakar2nya.
Nissa Safira: Tenang kak, Darmawan udah masuk wilayahnya Gaga sekarang. Ini bukan kota lagi, ini perbatasan Hutan Larangan. Di sini gak ada hukum uang, yang ada hukum rimba.
Natasya mungkin masih kecil dan polos, tapi Gaga dan para penjaga hutan gak akan biarin manusia serakah itu hidup-hidup setelah berani nginjak tanah mereka sambil bawa pedang.
Akar keserakahan Darmawan emang harus dicabut sampai habis, biar desa bisa tenang💪💪😅
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
habiskan mereka manusia manusia serakah itu bersama pasukannya Gaga dan hewan yang lainnya /Determined//Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎: iya kak, bener banget, kebaikan dibalas dengan kebaikan, dan itu akan selalu dikenang sampai kapanpun, semoga persahabatan Natasya dengan teman-teman hewannya bisa terus berlanjut 🤩🤩
total 4 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Ayo Natasya, kamu harus selamatkan ayahmu, dan hancurkan bisnis manusia serakah itu/Determined/, gunakan hewan yang ada di kota itu untuk membantumu Natasya /Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎: dan Natasya pun tahan nafas dengan bau got itu, dan akhirnya mereka berhasil menyelamatkan ayahnya/Smile/, tapi sepertinya, setelah Darmawan ini, pasti akan ada lagi yang datang dengan lebih serakah, semoga Natasya dan teman-teman hewannya berhasil mengalahkan orang-orang jahat itu/Determined/
total 4 replies
Wega Luna
orang macam Bu Rini sangat cocok ditumbalkan untuk penghuni hutan larangan terutama buat si sanca hitam ,👍👍sudah pengecut beraninya main fitnah dan ngomporin orang 😤
Nissa Safira: hahaha emang Bu Rini itu paling jago kalau disuruh fitnah dan ngomporin, tapi disuruh masuk hutan duluan malah sembunyi
Tenang kak, sanca hitam penghuni Hutan Larangan itu gak tidur. Dia udah ngafalin siapa yang mulutnya paling berisik di desa. Bu Rini ada di daftar teratas🤣🙏
total 1 replies
Wega Luna
lintah cocoknya pakai garam tasya🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
Thor salam tonjok buat ibu kandung Natasya,😤😤,
Nissa Safira: Wkwk salam tonjoknya ditampung dulu ya kak 😂
Tapi justru karena dia sejahat itu, kita jadi makin sayang sama Arga & Mira yang tulus rawat Natasya kan😅🤣🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nissa Safira: siap kak absen diterima🙏🤣
total 1 replies
Fauziah Daud
mantap Natasha 👍👍
Fauziah Daud
trusemangattt
Nissa Safira: Makasih banyak kak! 🙏 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!