Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 Muach~
"Lu Minghan, tidak! Huo Beichen... Dengarkan aku, meskipun kau seorang bangsawan. Namun jika sampai memiliki banyak perempuan ataupun selir, maka aku tidak akan segan-segan pergi ke zaman modern dan hidup selamanya disana."
Su Wanwan sengaja tidak menjelaskan jika ia tidak bisa terus selamanya di dunia modern, agar bisa memberikan sedikit ancaman untuk suaminya.
"Istriku, kamu meragukan kesetiaan ku?!" Mata Huo Beichen melotot.
Bibir Su Wanwan terangkat dengan santai, tangan nya mencengkram pelan dagu suaminya. "Tentu saja tidak, suamiku sangat setia. Namun di dunia ini kita berdua seharusnya tidak memiliki takdir bersama, mungkin saja... Kamu akan bersama protagonis perempuan atau anak keberuntungan langit?Hmph--"
Huo Beichen langsung membungkam bibir mungil istrinya dengan ciuman, meskipun rasanya istrinya sedang menggoda nya atau mungkin merasa cemburu karena alur cerita ini. Ia tidak peduli, ia tidak mau mendengar apapun tentang tokoh utama atau alur cerita yang dapat memisahkan nya dengan istrinya.
"Persetan dengan alur cerita atau tokoh utama, istriku, selamanya kita akan tetap bersama ya?" Huo Beichen memeluk Su Wanwan dengan erat dan kembali mencium nya dengan lebih dalam.
Muach~
Dalam beberapa waktu napas Su Wanwan mulai memberat, meskipun dalam ranjang dia nomor satu, namun dalam hal ciuman dan pendekatan fisik dengan emosional tinggi seperti ini ia masih kalah dengan suaminya.
"Istriku, jangan bilang apapun lagi soal alur cerita atau tokoh utama. Aku sama sekali tidak kenal dan tidak mau kenal dengan tokoh perempuan itu, aku sudah punya istri sehebat ini, mana mau dengan yang lain."
Su Wanwan tersenyum kecil, ia menatap wajah tampan suaminya, dan dengan gemas mengusap surai kepalanya. "Baiklah, tapi... Bukankah di dunia baru ini kita belum memiliki hubungan resmi apapun?"
"Tidak perlu khawatir hari ini juga aku akan menyuruh Heyu membuat surat nikah kita berdua ke kantor pemerintah."
Senyum Su Wanwan mengembang ke atas, matanya menatap lekat suaminya dan kedua tangannya mulai mengalung di leher Huo Beichen.
Saat tatapan keduanya bertemu, bibir mereka seketika melengkung ke atas dan tanpa basa-basi baik atas maupun bawah mulai menyatu dengan penuh gairah dan kerinduan yang tak ada habisnya.
Kedua pasangan yang saling merindu itu kembali beradu kasih untuk kedua kalinya dalam satu hari ini. Berjam-jam air bathtub terus berjatuhan ke bawah hingga tenaga keduanya habis tak tersisa dan kemudian jatuh dalam pelukan tidur yang hangat.
Keesokan harinya.
Su Wanwan terbangun di atas pelukan suaminya, membuka mata dan wajah tampan suaminya lah yang pertama di lihat nya membuat mood nya naik beberapa tingkat.
Cup!
"Pagi istriku" kecupan singkat dan sapaan hangat dari Huo Beichen tepat di depan wajah Su Wanwan.
Su Wanwan tersenyum dan kembali memeluk tubuh suaminya dengan lebih nyaman. Huo Beichen memposisikan tubuhnya agar lebih nyaman untuk di peluk, lalu mengusap-usap surai kepala istrinya dengan lembut.
"Masih mengantuk?"
"Tidak..."
"Lalu?"
Su Wanwan mendongak menatap suaminya. "Ingin terus memeluk suamiku."
Pernyataan Su Wanwan seketika langsung membuat bibir pria itu melengkung ke atas. Huo Beichen langsung mengeratkan pelukannya dan mengecup istrinya beberapa kali sampai kupu-kupu di hatinya mulai mereda.
"Istriku"
"Hmm?"
"Surat pernikahan nya telah di buat." Huo Beichen mengeluarkan surat nikah nya kepada Su Wanwan. Dalam surat itu tertulis jelas bahwa Huo Beichen dari kediaman Jendral Huo telah menikah menjadi suami dari Su Wanwan.
Alis Su Wanwan terangkat. "Kamu yang menikah ke keluarga ku?"
Huo Beichen menggesekan kepalanya ke wajah Su Wanwan, tersenyum dengan tatapan yang terus ingin menyatu dan berdekatan. "Tentu saja, aku kan memang milik istriku"
"Tidak takut keluarga mu tidak setuju, huh?" Bibir Su Wanwan terangkat setelah mengatakan nya.
Huo Beichen menggeleng. "Mereka akan setuju, istriku kan sangat hebat. Tinggal katakan saja bahwa istriku adalah kultivator tahap fondasi, di jamin Ayahku akan memberikan ku jempol."
Su Wanwan mencubit hidung Huo Beichen pelan, mereka saling menatap selama beberapa saat hingga akhirnya tertawa bersama-sama.
"Nyonya, apakah nyonya masih tidak keluar?" Suara pertanyaan Bai Rongxin dari luar pintu.
Su Wanwan menekan jarinya di bibir suaminya, memintanya untuk diam. Namun laki-laki itu malah memasukan jari itu ke mulutnya, menyesap dan menjilat nya seperti permen.
Wajah Su Wanwan sedikit memerah, namun ia seolah tidak memedulikan nya. "Aku akan keluar untuk makan siang, kalian bertiga tunggu di meja makan. Ada hal yang ingin aku sampaikan."
Meskipun Bai Rongxin merasa bingung karena waktu masih pagi tapi nyonya nya meminta makan siang, namun rasa gembira menekan rasa bingung nya. Ia segera setuju dan berlari untuk menyiapkan masakan.
"Pelayan istriku sepertinya sangat senang ya..." Ujar Huo Beichen dengan sengaja.
"Kanapa? Cemburu?"
"Tidak" ucap Huo Beichen cepat, melirik arah lain namun tetap menahan jari Su Wanwan di mulutnya.
Bibir Su Wanwan melengkung dengan santai. "Yasudah kalau tidak cemburu, Bai Rongxin memang manis kok. Dia juga pintar masak dan aww!"
Huo Beichen menggigit jari Su Wanwan dan tatapan nya menatap galak pada istrinya. Meskipun meringis sakit, Su Wanwan tersenyum menahan geli menatap suaminya.
Dalam keadaan yang sudah bisa di prediksi nya, tubuh Su Wanwan tiba-tiba di tekan oleh tubuh Huo Beichen. Laki-laki itu menatap nya dengan sarat akan peringatan. "Aku tidak akan bersama ataupun dekat dengan perempuan manapun, istriku juga jangan sampai dekat dengan laki-laki manapun!"
"Dia hanya pelayan ku, wajar kan kita berbicara dan aku memerintahkan nya?"
"Kamu bicara saja padaku, biar aku yang istriku perintahkan."
"Dia pelayan ku, dia yang memasak dan--"
"Tidak ada kata pelayan ku atau bawahan ku, akulah koki dan pelayan mu satu-satunya. Kamu sudah lupa ya!" Di dunia modern dia memang sosok suami rumahan yang baik, pulang kerja masih memasak dan mengurus rumah untuk istrinya yang sering lembur.
"Baiklah-baiklah, maaf ya suamiku kamu satu-satunya yang akan aku percaya."
Huo Beichen tersenyum dan bibirnya sedikit maju untuk menyatu ke bibir merah istrinya, namun Su Wanwan langsung menahannya.
"Jangan cium-cium lagi, nanti malah tidak bisa pergi. Bukankah kita akan bertemu dengan mereka dan memperkenalkan mu secara resmi?"
"Baiklah-baiklah, tapi apakah ada pakaian untukku?"
"Santai saja, di villa ku ada banyak pakaian kuno pria dan wanita yang ku beli online."
Su Wanwan segera beranjak bersiap-siap, karena tidak ingin khilaf dan berujung kebablasan. Su Wanwan menahan Huo Beichen untuk mandi di dalam kamar dan ia di dalam ruang.
Tidak peduli dengan bibirnya yang memonyong tidak terima, Su Wanwan mandi dengan nyaman di dalam ruang dimensi.
**
Jangan lupa berikan Like, Gift dan Vote guys~