NovelToon NovelToon
My Ex Brother In Law

My Ex Brother In Law

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Beda Usia
Popularitas:892
Nilai: 5
Nama Author: MeNickname

Rasa yang tidak seharusnya ada itu kian tumbuh pada Carol, dari sebuah kekaguman berubah menjadi cinta. Carol mengubur semua itu dalam-dalam karena cinta itu tidak akan pernah bisa dia gapai. Sampai suatu hari dimana ternyata semesta seperti memberinya sebuah kesempatan. Dan Carol tidak mau menyia-nyiakannya, dia berjuang mendapatkan sesuatu yang sebelumnya terasa sangat mustahil itu. Dia mengambilnya meski harus menghadapi banyaknya sudut pandang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeNickname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Sementara di dalam ruang kerjanya Andrew tampak melamun. Di ingatannya tersimpan jelas rentetan kejadian sejak semalam dimana Carol dengan terang-terangan berani menciumnya dan sialnya dia juga malah terbuai.

"Apa yang aku pikirkan? Ini tidak boleh terjadi."

"Carol, dia adik kecilku." ucapnya meyakinkan diri.

...----------------...

Beberapa hari berlalu, Carol tentu tidak diam dia selalu berusaha mendekati Andrew namun pria itu selalu menghindarinya dengan alasan professionalitas.

"Aku memberikanmu posisi di perusahaan ini agar kamu bisa belajar sesuatu yang penting jadi aku mohon manfaatkan. Jangan buang-buang waktu seperti ini." ucap Andrew terakhir kali.

Rasanya menjadi percuma dia berada di sekitar Andrew tapi pria itu tetap tidak terjangkau.

"Carol, ini data proyek yang harus dinegosiasikan malam ini. Kali ini Tuan Andrew ingin kamu yang menanganinya." ucap Jenn yang tiba-tiba masuk ke ruangannya.

"Dia benar-benar mempercayaiku?"

"Tentu. Dia ingin mengetahui sejauh apa perkembanganmu disini."

"Baiklah."

Jenn langsung keluar meninggalkan Carol yang sibuk dengan pikirannya sendiri.

"Oke. Jika ini yang kau mau maka aku akan melakukannya."

Malampun tiba, Carol pergi ke salah satu restoran seorang diri. Dia menenteng sebuah tas dan sebuah map penting di tangannya.

"Kau ingin aku fokus bekerja kan? Baiklah, kau harus melihat kemampuanku."

Carol masuk dengan percaya diri, dia diantar pelayan menuju ke salah satu ruang VVIP.

Saat dia membuka pintu ternyata seorang pria tua sudah menunggunya di dalam.

"Selamat malam, Tuan. Saya Carol dari Law Company. Saya yang akan menangani negosiasi malam ini."

Carol menyodorkan tangannya sebagai tanda perkenalan namun respon pria itu agak lain, dia menjabat tangan Carol sangat lama. Dia bahkan meremas dan mengusap pelan tangan mulus Carol.

Merasa tidak nyaman Carol langsung menarik tangannya.

"Langsung ke inti saja, saya ingin menjelaskan isi dari data yang saya bawa terlebih dahulu." Carol duduk tepat di seberang pria itu.

"Kau tidak perlu menjelaskan apa-apa."

Pria itu mengisi gelas yang masih kosong dengan minuman berwarna kuning.

"Minum dulu, aku akan langsung menandatanginya."

Tanpa ingin berpikiran macam-macam Carol mengambil gelas itu, kemudian meminumnya sampai habis.

"Sudah saya minum, kalau begitu anda bisa menandatanginya sekarang?" ucab Carol penuh harap.

Carol menyerahkan map beserta pulpennya, "Tanda tangani disini, Tuan."

Pria itu tersenyum tipis, dia meletakan gelasnya di atas meja kemudian menatap rentetan kertas data itu tanpa minat.

"Kenapa buru-buru sekali?"

Carol mengernyit bingung, sampai tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang aneh dari dalam tubuhnya.

"Anda bilang anda akan langsung menandatanginya setelah saya minum." balas Carol masih sopan.

Bukannya menjawab pria itu malah bergerak menyalakan r0k0k, kemudian menyesapnya pelan. Matanya tak lepas satu detikpun menatap Carol yang terlihat sudah mulai tidak nyaman, kepalanya pusing.

"Kenapa, darling?" tanyanya tanpa dosa.

Pria itu berdiri dan mendekat, dia mengangkat dagu Carol sampai mata mereka bertemu.

"Kau membutuhkan sesuatu?" tangannya lihai mengusap-ngusap leher jenjang Carol yang hanya tertutup rambut.

"Aku akan menandatangani berkasnya. Tapi, mari kita senang-senang dulu."

Carol memberontak saat pria tua itu dengan lancang mengangkat tubuhnya. Kepalanya yang terasa mulai berputar membuat Carol tak kuasa untuk melawan dia hanya memberontak semampunya.

"Lepaskan aku!" lirihnya.

"Brengsek!"

Pria tua itu tak bergeming, dia mengangkat tubuh Carol seperti karung beras melewati pintu belakang.

"Turunkan aku sekarang!"

"Diamlah, darling. Aku hanya ingin mengajakmu bersenang-senang. Nanti kau akan berterima kasih padaku."

Tubuh Carol dimasukan ke dalam mobil, dengan tanpa belas kasihan pria tua itu mengikat kedua tangan dan kedua kaki Carol supaya diam. Tak lupa dia juga melakban mulutnya.

Carol menangis, dia memanggil nama Andrew di dalam hati, berharap pria itu datang dan menolongnya. Dan saat pintu mobil ditutup dari luar tiba-tiba Carol mendengar suara itu.

"Bed3bahhh!! Siapa kau berani menyentuhnya!"

1
MamDeyh
Duda gk zelaaas
MamDeyh
Ribet bgt sih.. Tinggalin aja. Ngapain jg jd merendahkan diri buat cowok.😒
Ruwi Yah
menarik alur ceritanya semangat updatenya kak
Ruwi Yah
sebagai atasan kamu harus tegas ndrew jangan sampai sikapmu disalah artikan oleh sekretaris seksimu
Ruwi Yah
sekali kali jual mahal dikit Carl
MamDeyh
Km jd kelihatan murahan dg begitu.. Kalo mau membuktikan dia apakah ada perasaan dg pergi menjauh. Bukan kek wanita ...😒
Ruwi Yah
masih nyimak alur ceritanya
Ruwi Yah
lanjut
Ruwi Yah
Terima kasih upnya kak
MamDeyh
Lanjuut
Ruwi Yah
mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!