NovelToon NovelToon
Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Hazella Adeline, atau Hazel, adalah gadis 19 tahun yang dikenal sebagai bad girl. Meski keras kepala dan berani, Hazel sebenarnya memiliki hati yang sangat baik. Saat pindah sekolah, Hazel harus tinggal di rumah kakaknya, Cateline, yang ternyata sudah menikah selama dua tahun dengan seorang pria bernama Sagara. Namun, Sagara jauh dari bayangan Hazel tentang seorang suami. Ia terlihat penakut, mudah menangis, selalu mengalah, dan sering menjadi sasaran amarah Cateline. Hazel pun selalu membelanya hingga tanpa sadar mulai menyukai pria itu. Hazel tahu perasaannya salah karena Sagara adalah suami kakaknya. Ia berusaha menahannya. Hingga sebuah rahasia perlahan terbongkar. Sagara ternyata mengalami amnesia dan tidak mengingat siapa dirinya sebelum kecelakaan. Tak ada yang tahu bahwa sebelum kehilangan ingatan, Sagara adalah mafia paling kejam sekaligus salah satu pria terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

"Kenapa kamu tidak melawan?!"

Suara Hazel meninggi, dipenuhi rasa gemas dan emosi yang meluap-luap. Ia menempelkan plester terakhir di tulang pipi Sagara dengan sedikit penekanan, membuat pria itu agak meringis. Hazel menatap mata Sagara lurus-lurus, napasnya berembus cepat.

"Mansion ini luas, tapi tak ada satu pun orang yang membela kamu! Kenapa kamu cuma diam saja diperlakukan seperti hewan?! Dia itu menindasmu, Kak!" desak Hazel dengan mata berkaca-kaca menahan kekesalan yang membakar dadanya.

Sagara menunduk, memperbaiki posisi duduknya yang canggung. Ia mengusap pelan plester di pipinya, lalu memberikan senyuman paling tipis—senyuman pasrah yang justru makin menyiksa batin Hazel.

"Tidak apa-apa, Hazel... sungguh," bisik Sagara dengan suara yang teramat pelan dan polos. "Nona Cateline cuma sedang emosi. Aku yang salah karena tidak becus melakukan pekerjaan rumah. Lagipula, aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain dia. Aku harus tahu diri."

"Tidak apa-apa kamu bilang?!" Hazel berdiri dari sofa dengan mendadak, membuat Sagara tersentak. "Lihat muka kamu! Ini bukan cuma 'tidak apa-apa'! Kamu ini manusia, Kak Sagara! Kamu suaminya, bukan barang bekas yang bisa dia pukuli kapan pun dia mau!"

"Wah, wah... pemandangan yang sangat menyentuh hati."

Suara tepuk tangan pelan bertempo lambat menggema di area ruang tamu. Langkah sepatu hak tinggi beradu nyaring dengan lantai marmer. Cateline berjalan mendekat dengan gaya anggun yang memuakkan, masih mengenakan pakaian kerjanya. Senyum culas terukir jelas di wajah cantiknya saat matanya menatap Hazel dan Sagara bergantian.

"Lihat ini, ada dua orang buangan yang sedang saling menghibur," ejek Cateline dengan nada manis yang dibuat-buat, namun sangat beracun. Ia melipat kedua tangannya di dada, melirik Sagara dengan pandangan menjijikkan. "Sagara, aku tidak menyangka kamu punya bakat menarik simpati anak kecil. Dan kau, Hazel... baru satu hari di rumah ini, kau sudah bertindak seolah-olah kau pahlawan penolong?"

Hazel mengepalkan kedua tangannya erat-erat, melangkah maju menghadapi kakaknya. "Kau wanita iblis, Cateline! Kau tidak punya hati sedikit pun!"

Cateline tertawa renyah, sebuah tawa dingin yang membuat suasana ruangan makin mencekam. "Hati? Untuk apa aku punya hati untuk orang-orang seperti kalian? Kau itu cuma anak haram dari wanita pengganggu, Hazel! Dan dia?" Cateline menunjuk Sagara dengan ujung kukunya yang dipoles merah. "Dia cuma pria hilang ingatan tak berguna yang beruntung aku tampung di rumah ini! Tanpa aku, kalian berdua cuma sampah di jalanan!"

"Tutup mulutmu!" bentak Hazel, suaranya menggelegar memenuhi ruangan. Matanya menyalang penuh amarah. "Kau pikir dengan harta dan status keluarga Adeline kau bisa membeli segalanya?! Kau menyiksa orang amnesia karena kau sadar, pria normal mana pun di luar sana yang punya otak tidak akan pernah mau menikah dengan wanita gila dan jahat seperti kamu!"

Raut wajah Cateline mendadak berubah merah padam. Senyum ejekannya lenyap seketika. "Jaga bicaramu, Hazel! Kau cuma anak haram yang menumpang hidup dari uang keluargaku!"

"Keluargamu?!" Hazel tertawa sinis, melangkah satu kali lagi hingga jarak mereka hanya sejengkal. "Ayah juga ayahku! Tapi kau tahu bedanya aku dan kau? Aku tidak perlu menyiksa orang lemah cuma untuk merasa berkuasa! Kau melakukan semua ini karena kau merasa tidak aman, kan? Kau takut suatu hari Sagara ingat siapa dirinya dan menyadari betapa menjijikkannya wanita yang selama ini dia sebut istri!"

PLAK!

Suara tamparan keras memecah udara. Wajah Hazel terlempar ke samping, rasa panas membakar pipinya seketika. Sagara di atas sofa mendadak berdiri dengan mata membelalak panik. "Nona Cateline, jangan—"

"Diam kau!" teriak Cateline pada Sagara. Napas Cateline naik turun menahan amarah yang hampir meledak, jarinya menunjuk tepat di depan wajah Hazel. "Dengar ya, Hazella Adeline! Kau tidak punya hak untuk menghakimiku di rumahku sendiri! Sekali lagi kau ikut campur urusanku dengan Sagara, aku pastikan kau keluar dari rumah ini tanpa membawa sepersen pun uang!"

Hazel perlahan memalingkan wajahnya kembali menghadap Cateline. Bukannya menangis atau ketakutan, gadis 19 tahun itu justru tersenyum miring sebuah senyuman bad girl yang amat menantang dan penuh bahaya. Ia menyapu sedikit sudut bibirnya yang terasa panas.

"Ancam saja sesukamu, Cateline," bisik Hazel dengan suara yang sangat dingin dan tenang, membuat Cateline membeku. "Tamparan ini... akan kuingat. Dan pastikan kau pegang erat-erat kekuasaanmu sekarang, karena aku tidak akan biarkan kau menangis tenang saat segalanya hancur nanti."

"Sungguh sampah yang menyebalkan!" jerit Cateline dengan napas memburu, tak sanggup lagi menatap sorot mata Hazel yang sama sekali tidak menunjukkan rasa takut.

Dengan wajah merah padam dan nafas tersengal menahan amarah, Cateline menyambar tas brand mewah-nya dari atas meja dengan kasar. Suara dentak high heels-nya beradu nyaring dan cepat di atas lantai marmer saat ia berbalik melangkah lebar meninggalkan ruang tamu, membiarkan pintu utama membanting keras menggelegar ke udara.

Keheningan mendadak menyergap ruangan yang tadinya memanas itu.

Sagara membeku sejenak, menatap pintu yang tertutup rapat sebelum akhirnya memindahkan pandangannya pada Hazel. Matanya membelalak penuh rasa bersalah dan cemas. Pria jangkung itu melangkah mendekat dengan terburu-buru, tangannya gemetar di udara, hendak menyentuh pipi Hazel namun terhenti karena ragu dan takut menyakiti.

"H-hazel... pipimu..." suara Sagara bergetar pelan, sarat akan penyesalan yang mendalam. "Apakah... apakah sangat sakit? Maafkan aku... ini semua gara-gara aku..."

Hazel menghela napas panjang, mencoba menetralkan rasa panas yang menjalar di kulit pipinya. Ia menggelengkan kepalanya pelan, lalu memaksakan sebuah ukiran senyum tipis di bibirnya.

"Tidak apa-apa, Kak," sahut Hazel datar, suaranya terdengar sangat tenang. "Ini bahkan tidak ada apa-apanya dibanding apa yang pernah kualami dulu."

Namun, di dalam hatinya, Hazel mengepalkan kedua tangannya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. Pandangannya menancap lurus pada wajah Sagara meneliti setiap jengkal memar di wajah pria itu, ketakutan yang terpancar dari matanya, dan kepasrahannya yang begitu menyayat hati.

Rasa gemas dan kesal yang luar biasa mendadak memuncak di dada Hazel. Mengapa pria sejangkung dan sekuat ini hanya bisa diam? Mengapa ia sama sekali tidak berusaha membalas atau setidaknya menghindar saat disiksa? Kepolosan dan ketundukan Sagara pada Cateline benar-benar membuat darah Hazel mendidih.

Dia memanfaatkan kepolosanmu, Kak... dan aku tidak bisa tinggal diam melihatnya terus-terusan menginjak-injakmu, batin Hazel membara.

Keinginan kuat mendadak bergejolak di benak Hazel. Ia tidak hanya ingin melindungi Sagara, tapi ia merasa sangat geram dan terdorong untuk menghancurkan keangkuhan kakaknya. Ego Cateline yang setinggi langit itu harus dijatuhkan sampai berderai ke tanah, dan Hazel bersumpah akan menjadi orang pertama yang meruntuhkannya.

1
Mundri Astuti
dikit beud thor...perasaan baru baca dah kelar aja 🤭
double up y thor 😄🙏
@cristi
kaak bagus banget ceritanya😍
Mundri Astuti
Alhamdulillah selamet juga akhirnya hazel
merry
syukur ktmu bos cb telat dikit ajjh,,, cept sembuh hazel kmu kn hrs sekolh zel 🤭🤭🤭jgn bnci arlend ya kn dia lupa🤭🤭🤭🤭
𝐀⃝🥀Weny
wes telat🤣🤣 sak Iki nyesel kan/Facepalm/
Mei TResna Rahmatika
hazel😭
merry
nah kapok kann kmu gara 🤭🤭🤭🤭 org wlpun hilng ingat tp msh bisa liat kebiasaan kebiasaan atau sentuhan psti tdk bisa dilupakan ada perasaan familiar gt,,, lh kmu main sikat ajj,, moga hazel ktmu org baik dan tgl di desa terpencil,, tp gmn dgn sekolah y hazel ya 🤔🤔🤔🤔
anonim
la nyesel kan ?
Mundri Astuti
lah emang ga disentuh.. dah masuk ke laut ...kumaha si arlend ...
kasihan si hazel ...
Intan Aprilia Rahmawati
thor up yg banyak dong minimal 10 aku ingin kk mafianya menyesal setelah ingatannya kembali bawa hazel gk salah aduh sedikit sekali nih
Mei TResna Rahmatika
buang ke laut trs baru deh ingatan arlend muncul tentang hazel tapii terlambat semoga hazel udah ilang ke bawa arus
Mundri Astuti
apes amat si hazel
𝐀⃝🥀Weny
astagaa... jangan sampai kamu menyesal Arlend.. up lagi thor.. dikit banget sih😊
merry
nah kn kena jg hazel moga hbs hazel dibuang di laut si mafia ingt dikit-dikit gt 🤭🤭🤭hbs itu cariin hazel tp hazel di ud di selamatin org lain gt biar nyesel,, setau klo org lupa ingt tp hati y bisa bedain loh mn baik dan jhtt
merry
hbs lhh kau nenek sihir😆😆😆😆hazel gmn donk ya
𝐀⃝🥀Weny
kemana wajah angkuhmu Cateline😂😂 up lagi thor😍
berry
yg banyak up nya thor
Mundri Astuti
kumaha sama hazel yak🤔
merry
bgs gerak cpt sagara wlpun gk ingt hazel tp msh ingat kan siapa yg drong drimu dan siapa yg berusaha Nolongin kmu sagara,, mungkin kah hazel bkln bebas mrn saksi y msh hidup wlpun ingt hazel
Mei TResna Rahmatika
sayang banget sagara ga inget hazel😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!