Setelah mati di kecelakaan pesawat Shen Yu mendapatkan kehidupan kembali dan terlempar ditahun 80 sebagai orang bodoh. Tanpa sengaja dia mendapatkan keterampilan warisan keluarga yang sudah terputus dan mulai merintis usaha dari nol.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dimas upss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Keesokan paginya Shen Yu pergi ke Pabrik Garmen dan menunggu untuk waktu yang lama, manager pembelian Biao Cheng akhirnya tiba dan Shen Yu datang ke ruangannya setelah mendapatkan ijin.
"Duduklah Tuan Shen Yu... biar saya tegaskan terlebih dahulu jika pesanannya sedikit kami tidak akan bisa terima. Sekalipun anda direkomendasikan oleh Kang Chen jangan salahkan aku tidak memberikanmu muka." Ucap Biao Cheng dengan tegas.
"Saya paham... Jadi biarkan saya mengatakan jalurnya. Apa yang ingin saya buat tidak lain adalah buah toples, saya membutuhkan toples yang rapat dan pasokan stabil. Untuk produksi pertama paling tidak saya menginginkan 8 ribu, tapi ketika jalur saya sudah stabil di Kota Provinsi dan Kota Utama nanti mungkin pesanannya sudah sampai ratusan ribu." Ucap Shen Yu dengan serius.
Biao Cheng mengetuk mejanya, "Kota Provinsi dan Kota Utama... Kami bahkan tidak tahu produk seperti apa buah kalengan itu. Bagaimana anda bisa yakin jika ini akan jadi bisnis jangka panjang bukan sekedar omong kosong ?"
"Keluarga Yu sudah tanda tangan kontrak ekslusif soal pemasok dan memberikan hadiah sebuah Gedung. Jika mereka percaya kenapa pabrik ini tidak berani ? Aku tidak bisa memberikan jaminan apapun selain tidak mengecewakan." Ucap Shen Yu yang terlihat percaya diri.
"Bisnis tetaplah bisnis... 8 ribu kami siap saja asalkan ada perjanjian tertulis. Pasokan harus stabil selama setengah tahun dan jika anda memutus pasokan ditengah jalan maka kami berhak menuntut anda denda 3 kali lipat. Bagaimana Tuan Shen Yu ?" Tanya Biao Cheng dengan serius.
"Dalam bisnis semuanya harus setara soal keuntungan dan kerugian. Resiko ini berani aku ambil asalkan pabrik garmen juga berani, aku siap bayar 3 kali lipat denda asalkan kalian juga sama. Dalam dunia bisnis pengaruh dan persaingan pasti akan tetap ada. Aku tidak mau kalian tiba-tiba menghentikan pasokan tanpa ambil resiko sedangkan aku ada."
Shen Yu melanjutkan, "Bagaimana Tuan Biao tentang pendapat anda ?"
Biao Cheng tersenyum dan membuat suratnya, "Aku meremehkan mu anda memang punya kemampuan dalam bisnis. Baiklah aku setuju mari kita bahas harga, harga dasar percetakan toples 50 ribu dan setiap pesanannya dikenai biaya 500 per toples. Kontrak sudah dibuat silahkan periksa dan jika sudah yakin kerjasama kita siap."
Shen Yu menandatanganinya dan berkata, "Terimakasih atas kerjasamanya semoga kedepannya lancar."
"Baik Tuan Shen." Biao Chen menjabat tangannya dan mengantarnya sampai depan pintu.
Sekarang mereka berdua punya pegangan dan tidak ada yang lemah ataupun kuat. Shen Yu membayar uang muka 4,1 juta dan sisanya dalam empat hari lagi semua toples akan dikirim.
Shen Yu juga pergi ke tempat percetakan dan memesan mereknya sendiri. Seharian penuh dia mondar-mandir mengurus semua perlengkapan, sekarang yang jadi masalah ada tempat produksinya saja.
Sampainya dirumah Shen Yu juga harus mengurus semua pekerja. Bagian dapur sudah ditangani oleh Qing Yue dan mereka semua sangat terampil, pada akhirnya dia harus membuat pabrik kecilnya sendiri.
Gui Yuan membawa seseorang dan berkata, "Shen Yu ini adalah Kepala Desa sebelah Du Fang. Katanya kau mencari tempat bukan dia punya kabar baik."
"Aku mencari tanah yang luas untuk tempat produksi yakin ada ?" Tanya Shen Yu kepada Du Fang.
"Tuan Shen... Didepan gerbang Desa kami ada sebuah gudang terbengkalai yang dulunya digunakan untuk membuat pakaian. Listrik disana punya daya sangat besar dan harusnya cukup, jika anda mau saya akan memberikannya gratis selama anda memprioritaskan kepada warga desa untuk bekerja." Ucap Du Fang dengan serius.
"Aku tidak mau gratisan dan harus ada kontrak tertulis hitam diatas putih. Setahun 50 ribu dan semua harus jelas, apa yang aku sewa adalah tempat dan semua alat yang aku beli tetap menjadi milikku. Desa tidak punya wewenang ikut campur dalam produksiku ?" Shen Yu tahu benar dalam bisnis lebih baik berhati-hati.
Kadang keserakahan orang bisa mengundang bahaya dan apa yang menjadi miliknya harus dilindungi. Pelindung terbaik adalah memanfaatkan hukum semaksimal mungkin, jika ada hari dimana mereka jadi orang tidak tahu malu maka Shen Yu bisa bertindak atas hukum.
"Saya ikut pilihan anda." Du Fang mengangguk dan menerimanya.
Shen Yu menyiapkan motornya dan mereka pergi bersama-sama, setelah sampai di gudang besar Shen Yu memeriksa setiap ruangan. Hanya perlu sedikit perbaikan dan semuanya akan bisa berjalan dengan lancar.
Kuali besar dan tim harus segera disiapkan dengan rapi. Shen Yu mendaftar semua orang yang bersedia bekerja dan kurang lebih ada 120 orang, soal gaji dan bahan baku semuanya harus dihitung dengan baik.
Qing Yue dan Fei Sie agak sedikit khawatir melihat Shen Yu bekerja sekeras ini. Hampir semua catatan dan keperluan luar dia urus sendiri dan bahkan makan saja dia telat.
"Minum dulu ini teh hangat." Qing Yue meletakkannya diatas meja.
"Iya makasih." Shen Yu menutup bukunya.
"Apa harus terburu-buru seperti ini ?" Tanya Fei Sie dengan cemas.
"Aku tidak bisa tenang jika semuanya belum selesai. Terlebih aku sudah meremehkan tentang kupon, kemarin ada berita jika badai salju akan turun dan kemungkinan logistik akan terhenti selama beberapa hari. Jika ini tidak segera diurus takutnya masalah besar akan terjadi dan membuat dua Desa lainya panik." Shen Yu terlihat sangat serius.