NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memalukan

Di atas panggung, Shania dan Julian sedang menjalani sesi foto pernikahan bersama para fotografer profesional. Shania memasang senyum manis sambil merangkul lengan Julian, sesekali memiringkan kepala agar mendapatkan hasil foto terbaik.

Di balik senyumbya, tatapan Shania diam-diam mengarah ke sebuah meja tamu VIP. Di sana, Kirana sedang duduk santai sambil menikmati sepotong kue cokelat, seolah pesta pernikahan yang berlangsung di hadapannya sama sekali tidak menarik perhatian.

Shania menggertakkan gigi pelan. Ia merasa kesal melihat Kirana begitu tenang, padahal wanita itu seharusnya merasa malu karena datang ke pernikahan adiknya sendiri bersama seorang pria yang duduk di kursi roda.

Enak sekali hidupmu, Kirana Jalang. Kau datang ke pernikahanku, duduk santai, makan kue, lalu bersikap seolah tidak ada masalah.

Tatapan Shania semakin tajam. Ia masih mengingat bagaimana Arthur dan Sean mulai menjaga jarak darinya setelah beberapa kejadian yang melibatkan Kirana terbongkar.

Padahal selama ini, Shania selalu berusaha mempertahankan citra sebagai adik yang baik, polos dan penurut. Akan tetapi, sejak Kirana kembali ke keluarga Lin, kedua kakaknya itu mulai mempertanyakan sikapnya dan tidak lagi selalu membelanya seperti dahulu.

Semua ini gara-gara kau jalang sialan! Kalau bukan karena kau, Arthur dan Sean tidak akan memperlakukanku seperti ini.

Shania menarik napas panjang, kemudian mengalihkan pandangannya ke sisi ballroom. Di sana, seorang pelayan wanita yang mengenakan seragam sedang berdiri tidak jauh dari pintu menuju area belakang hotel.

Shania memberikan isyarat kecil dengan menganggukkan kepala. Pelayan wanita itu segera memahami maksudnya, lalu bergegas menuju bagian belakang hotel tanpa menarik perhatian tamu lain.

Setelah memastikan pelayan tersebut pergi, Shania kembali memasang senyum manis. Ia merapikan gaun pengantinnya, lalu menoleh kepada Julian yang masih berdiri di sampingnya.

"Julian, aku ingin mengambil beberapa foto bersama keluargaku," ujar Shania lembut.

Julian mengangguk singkat. "Terserah kau. Ini hari pernikahan kita, jadi lakukan saja apa yang membuatmu senang."

Senyum Shania semakin lebar. Tentu saja, ia tidak berniat membiarkan Kirana menikmati pesta itu dengan tenang, terlebih karena begitu banyak tamu penting yang hadir malam ini.

Tak lama kemudian, Shania turun dari panggung sambil sedikit mengangkat bagian bawah gaun pengantinnya. Ia berjalan melewati beberapa tamu dengan senyum ramah sebelum akhirnya berhenti tepat di depan meja tempat Kirana dan Kendra duduk.

"Kak Kirana!" panggil Shania dengan suara manis.

Sendok di tangan Kirana berhenti di udara. Ia mengangkat kepala dan menatap Shania yang berdiri di hadapannya dengan senyum lebar, lalu meletakkan sendoknya secara perlahan.

"Kakak sedang menikmati kue?" tanya Shania seolah benar-benar peduli. "Kebetulan sekali, aku ingin mengajak Kakak naik ke panggung untuk berfoto bersama keluarga."

Kirana menatapnya tanpa ekspresi. Ia sudah cukup mengenal sifat wanita di depannya itu, untuk mengetahui bahwa senyum semanis itu tidak selalu menandakan niat baik.

Shania pura-pura memasang wajah sedih. "Kita belum berfoto bersama, Kak. Bagaimanapun, kita masih satu keluarga, bukan?"

Beberapa tamu yang duduk tidak jauh dari mereka mulai melirik ke arah meja tersebut. Mereka tampak tertarik melihat pengantin wanita mendatangi kakak kandungnya yang merupakan istri Kendra Wu.

Kirana tidak langsung menjawab. Ia justru menoleh kepada Kendra, seolah meminta pendapat pria itu mengenai ajakan Shania.

Kendra meletakkan gelasnya di atas meja, lalu mengangguk kecil. "Kalau kau ingin berfoto, pergilah."

Kirana kembali menatap Shania. Setelah beberapa detik, ia akhirnya berdiri dan merapikan gaunnya sebelum mengikuti adiknya menuju panggung.

"Terima kasih, Kak!" ujar Shania dengan senyum manis yang tidak pernah lepas dari wajahnya. "Aku tahu Kakak pasti mau."

Dalam hati, Shania justru merasa semakin puas. Ia yakin rencananya akan berjalan sesuai harapan, dan kali ini Kirana tidak akan bisa menghindari rasa malu di hadapan semua orang.

Sesampainya di atas panggung, Kirana mendapati keluarga Lin sudah bersiap untuk berfoto. Leo Lin berdiri di bagian tengah bersama Meylan, sementara Arthur dan Sean mengambil posisi di sisi mereka.

Keluarga Shu juga ikut bergabung. Beberapa anggota keluarga tersenyum ramah kepada kamera, sedangkan para fotografer sibuk mengatur posisi agar semua orang masuk ke dalam bingkai.

Ketika Julian melihat Kirana berdiri di dekat Shania, rahangnya langsung mengeras. Ia masih mengingat kejadian di mal ketika Kirana melawannya dan membuatnya kehilangan kesadaran.

Perempuan itu benar-benar berani mempermalukanku. Tunggu saja balasanku!

Julian mengepalkan tangan di balik jasnya, tetapi ia segera mengendalikan ekspresinya. Bagaimanapun, hari ini adalah pernikahannya, dan ia tidak ingin membuat keributan di hadapan para tamu hanya karena Kirana.

"Ayo, semuanya tersenyum!" seru fotografer. "Kita ambil beberapa foto keluarga terlebih dahulu."

Kirana berdiri dengan wajah tenang. Shania merapat ke sisinya sambil tersenyum lebar ke arah kamera, seolah mereka adalah dua saudara yang sangat akrab.

"Coba sedikit lebih dekat, Nona Shania," ujar fotografer. "Bagus, sekarang semuanya lihat ke kamera."

Kilatan kamera berkali-kali menerangi panggung. Setelah beberapa foto diambil, fotografer mengucapkan terima kasih dan mempersilakan mereka turun.

Kirana segera berbalik untuk meninggalkan panggung. Ia tidak berniat berlama-lama di sana, apalagi harus terus memasang wajah ramah di hadapan orang-orang yang sebagian besar bahkan tidak dikenalnya.

NShania buru-buru mengikuti dari belakang. Sambil mengangkat sedikit gaunnya, ia terus berbicara dengan nada manis seolah masih ingin mengobrol dengan kakaknya.

"Kak, tunggu sebentar. Tadi kita belum mengambil foto berdua, bagaimana kalau kita—"

Kirana tidak memberikan jawaban. Ia terus berjalan dengan langkah tenang, sedangkan Shania tetap mengikutinya sambil melontarkan berbagai alasan agar Kirana tidak segera kembali ke meja.

Tepat ketika keduanya sampai di bagian bawah panggung, seorang pelayan muncul sambil membawa sebuah kue pernikahan yang besar dan tinggi.

Kue itu diletakkan di atas troli khusus, dihias dengan krim putih, bunga-bunga gula, dan ornamen yang membuatnya menjadi salah satu pusat perhatian di ballroom.

Shania melihat kue tersebut, lalu senyum tipis muncul di sudut bibirnya. Ia melirik Kirana yang berada tepat di sampingnya dan mulai mengatur langkah, menunggu saat yang menurutnya paling tepat.

"Kak, tunggu, aku. Aku masih belum puas berfoto," ujar Shania dengan suara lembut.

Kirana menoleh sekilas. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dari sikap adiknya, tetapi belum sempat menjauh ketika Shania tiba-tiba bergerak mendekat dengan maksud mendorongnya ke arah troli kue.

Sebelum rencana itu berhasil, sebuah tangan lebih dahulu menarik Kirana.

Kendra, yang ternyata sudah mendekat bersama Marco, bergerak cepat menarik tangan Kirana. Tarikan itu membuat Kirana kehilangan keseimbangan dan jatuh tepat ke pangkuan Kendra yang duduk di kursi rodanya.

Pada saat yang sama, Shania yang sudah telanjur mengerahkan tubuhnya ke depan kehilangan pijakan. Ia tidak sempat menghentikan gerakannya dan langsung terjerembap ke arah troli kue pernikahan.

"Brugh!"

"Brak!"

Troli berguncang keras, disusul suara kue yang berantakan. Dalam sekejap, gaun pengantin Shania terkena krim dan hiasan kue, sementara tubuhnya terperosok di antara bagian kue yang ambruk.

Musik yang sejak tadi mengalun meriah mendadak berhenti. Para tamu serentak menoleh ke arah sumber keributan, lalu membelalakkan mata ketika menyadari bahwa pengantin wanita mereka baru saja jatuh menimpa kue pernikahannya sendiri.

"Shania!"

Teriakan Meylan memecah keheningan. Wanita itu bergegas berlari ke arah putrinya dengan wajah pucat, sementara Leo Lin berdiri begitu cepat hingga kursinya terdorong ke belakang.

"Astaga! Apa yang terjadi?!" seru Leo dengan suara keras.

Keluarga Shu juga tidak kalah terkejut. Ibu Julian segera menghampiri Shania, sedangkan beberapa anggota keluarga lainnya berusaha menyingkirkan bagian kue yang menghalangi agar pengantin wanita itu bisa bangkit dengan aman.

"Shania, kau tidak apa-apa? Coba lihat Ibu!" Meylan berjongkok di samping putrinya, suaranya bergetar karena panik.

Shania hanya bisa menatap gaun pengantinnya yang kini berlumuran krim. Rambut dan wajahnya juga terkena hiasan kue, membuat penampilannya jauh dari sosok pengantin cantik yang beberapa menit lalu tersenyum anggun di atas panggung.

"Bagaimana ini bisa terjadi?!" teriak ibu mertua Shania. "Kue pernikahannya hancur semua!"

Sementara itu, Kirana masih berada di pangkuan Kendra. Ia menatap kekacauan di hadapannya dengan wajah datar, kemudian perlahan mengangkat pandangan kepada pria yang baru saja menariknya.

Kendra membalas tatapannya dengan ekspresi tenang. "Kau tidak terluka?"

"Ini semua pasti ulahmu kan?!"

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aq suka aku Suak gaya lor deh Kirana
sat set tnpa drama
keren pojok nya
wuih jous gandos
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
apa iya mama nya s diri yg membuatnya
aaahhh mboh lah mumet AQ sweeter
otornya lho bikin penasaran Mulu 🤣🤣🤣
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 💪😄😄
Patrish
waahh...sadis juga ya Kirana
Patrish
aku sudah menebak...jarum perak beraksi
Patrish
lhaaahhhh...dasar serigala busuk
Tiara Bella
aku suka cerita nya bangus bngt.....
Tiara Bella
wow thor 6 bab sehari ini aku pdmu pkknya..../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Maria Lina
mksihhh bnyķk"thor ud up double"🙏🙏🙏😘😘
syh 03
seperti biasa selalu bagus novel authornya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kak bantu Komen yang plagiat Guo Mei. Judul plagiat itu "Balas dendam sang Putri"
total 1 replies
Hary Nengsih
wah kirana 👍👍👍ternyata
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, merindingnya nih pembalasan dari Kirana🤭, tapi tapi, kalian cocok banget, semoga nanti gak ada kata cerai di antara mereka /Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Nah kan, fix ini, si Meylan bukan ibu kandungnya kan? eh atau... Meylan ini ibu kandungnya, namun sepertinya dia tidak menyukai keberadaan Kirana karena ia merasa akan menjadi penghalang bagi Shania🤔
mama_im
iblis wanita mulai beraksi 😈😈😈🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra dan Kirana cocok karna mereka sama" kuat dan tegas jngn lupa cerdas 😏☺️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok saya curiga kl yg ngasih racun itu Meylan ibu nya Kirana sendiri 😏😏
teh tubruk
nah kan bener ternyata sudah tidak bisa di pakai lagi,sudah impoten kau julian😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
si minyak goreng emang stres dia sendiri yg cari masalah tp malah nyalahin Kirana ampun dah 🤦😏😡
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ahh bilang saja mau mangku kirana kan wekkk gitu aja repot Kendra
🤭🤭🤭🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
malukan kan kalian gara" si minyak goreng 😏😏 jd jngn trus nyalahin Kirana dan bilang pembawa sial karna faktanya si minyak goreng itu yg pembawa sial 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!