NovelToon NovelToon
Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?

Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.

Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!

Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 34

Genggaman tangan mereka kian rapat di atas pembatas batu menara, membiarkan kehangatan jiwa mereka menyatu di bawah pendaran bintang-bintang kekaisaran. Anran menyandarkan kepalanya pelan di dada bidang sang kaisar, mendengarkan detak jantung pria itu yang berdegup tenang dan konstan.

"Di dunia asal Saya dulu, Yang Mulia," bisik Anran halus, suaranya hampir menyerupai helai angin malam yang lembut, "Saya menghabiskan seluruh hidup di antara dinding laboratorium yang dingin, mengisolasi racun dan mencari formula penawar untuk menyelamatkan nyawa yang tak Saya kenal. Saya pikir hidup Saya hanyalah tentang angka, reaksi kimia, dan kebenaran akademis."

Anran menengadah, menatap raut wajah Kaisar Tian yang dipenuhi pendar keemasan dari ribuan lampion yang mengangkasa.

"Namun di sini... di Kerajaan Great Yan yang luas ini, Tuhan memberikan Saya alasan sejati untuk berjuang. Takdir tidak hanya menuntut Saya menggunakan pengetahuan medis untuk bertahan hidup, tetapi juga mengajarkan Saya arti melindungi orang-orang yang Saya cintai—termasuk dirimu, Tian."

Mendengar nama kecilnya diucapkan dengan begitu lembut oleh bibir sang permaisuri, dada Kaisar Tian bergemuruh oleh rasa haru yang luar biasa. Pria yang dulunya diselimuti keangkuhan dan paranoia akibat ancaman racun serta konspirasi istana itu kini benar-benar telah menemukan kedamaian sejati. Ia menundukkan wajahnya, menempelkan keningnya pada kening Anran, membiarkan napas mereka berembus seirama.

"Nama Permaisuri Anran tidak hanya diukir di dalam prasasti emas kekaisaran," gumam Kaisar Tian dengan suara bariton yang dalam dan getar kasih yang mutlak, "tetapi terpatri abadi di dalam setiap helai napas seluruh rakyat Great Yan. Kau adalah jantung dari kejayaan negeri ini."

Di pelataran bawah Istana Fengyi, gema musik seruling dan tabuhan gendang perayaan kian membumbung tinggi, menyatukan sorak-sorai bahagia rakyat ibu kota yang menikmati panen raya dan era kedamaian. Tak ada lagi kabar tentang pemberontakan perbatasan, tak ada lagi ketakutan akan racun pembunuh yang merayap di balik dinding paviliun, dan tak ada lagi perselisihan berdarah antar-faksi menteri.

Melalui kepemimpinan Anran di Balai Pengobatan Kerajaan, ribuan tabib muda yang telah terdidik kini tersebar hingga ke provinsi terpencil. Klinik-klinik gratis menyediakan obat-obatan steril, sementara metode pencegahan penyakit yang diajarkan Anran telah menjadi standar hidup sehat bagi seluruh masyarakat. Wanita-wanita muda kini memiliki hak untuk belajar ilmu pengobatan dan berdiri tegak menuntut cita-cita mereka, sebuah perubahan revolusioner yang bermula dari keberanian sang Permaisuri Agung.

Tiba-tiba, dari arah gerbang utama Menara Bintang, Kasim Zhao dan Lian—dayang setia Anran yang kini telah memimpin seluruh pelayan Istana Fengyi—melangkah mendekat dengan nampan batu giok berisi dua cangkir anggur embun manis.

"Melapor kepada Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri," ucap Kasim Zhao seraya berlutut hormat bersama Lian. "Para menteri, jenderal perang, serta seluruh utusan mancanegara di Aula Keagungan memohon perkenan Yang Mulia berdua untuk memimpin tradisi penuangan Anggur Keabadian sebagai penanda puncak festival malam ini."

Kaisar Tian memutarkan tubuhnya, mengulurkan tangan kanan untuk membimbing Anran berdiri tegak di sisinya. Anran membenahi lipatan gaun sutra feniks merah-emasnya yang megah, membiarkan mahkota kebesarannya memantulkan kilau mahakarya emas dan giok merah di bawah sinar bulan.

"Ayo, Anran," ajak Kaisar Tian seraya mengulas senyum tampan yang amat berwibawa. "Mari kita tunjukkan pada seluruh dunia bahwa Kerajaan Great Yan berdiri kokoh di bawah kepemimpinan dua penguasa yang tak akan pernah terpisahkan."

Anran menyambut jemari tegap sang kaisar dengan senyuman anggun yang memikat. "Dengan senang hati, Yang Mulia."

Keduanya melangkah turun dari Menara Bintang berdampingan, melintasi koridor pualam yang diterangi ribuan obor keemasan. Di sepanjang jalan, para prajurit Skuadron Naga Hitam dan dayang-dayang istana menundukkan kepala penuh rasa takzim yang mendalam.

Ketika Kaisar Tian dan Permaisuri Anran melangkah memasuki Aula Keagungan, seluruh menteri, jenderal, utusan asing, dan anggota keluarga kerajaan seketika bangkit dari duduk

1
Murni Dewita
👣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
nah kan, sekalian aja itu si kaisar meninggoy mendadak
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kaisar pikun yg kebanyakan selir sih ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!